Investasi Residensial Menggeliat
Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto (5/1) menyatakan, pasar residensial masih menjadi penyangga pertumbuhan sektor properti tahun ini. Perpanjangan insentif fiskal berupa PPN DTP sebesar 50 % untuk rumah dengan harga sampai Rp 2 miliar serta PPN DTP 25 % untuk harga di atas Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar sampai Juni 2022 diyakini mendorong pertumbuhan pasar. ”Jumlah penjualan apartemen milik tahun ini bisa lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 karena kondisi ekonomi yang membaik dan ditambah insentif PPN sampai Juni 2022. Meski demikian, pemulihan pasar apartemen masih perlu waktu,” tuturnya
Pasar hunian tapak yang menjadi penopang pertumbuhan properti tahun 2021 diperkirakan membaik. Pertumbuhan pasar hunian tapak mendominasi pasar residensial, sejalan kebutuhan rumah tinggal yang selalu ada. Director Advisory Services Colliers Indonesia Monica Koesnovagril mengemukakan, pergerakan pasar hunian tapak mengarah ke dua segmen berbeda, yakni pasar menengah bawah dengan unit rumah maksimal Rp 1,5 miliar, yang didominasi keluarga muda dan pembeli rumah pertama untuk dihuni (end user). Di sisi lain, pasar bakal bergeliat di segmen menengah atas dan atas dengan harga Rp 3 miliar-Rp 8 miliar.
Direktur Metland Wahyu Sulistyo mengemukakan, pasar segmen menengah bawah untuk end user dengan harga di bawah Rp 1 miliar masih menarik digarap, pasar segmen menengah atas, di atas harga Rp 2 miliar, diperkirakan tumbuh sejalan optimisme pasar untuk penanganan pandemi dan perbaikan ekonomi. (Yoga)
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023