Tingkatkan Literasi Digital Siswa untuk Tangkal Hoaks
Upaya meningkatkan literasi digital oleh sekolah dan lembaga terkait sangat dibutuhkan agar siswa bijak memilah informasi sehingga tidak terhasut hoaks. Hasil survei Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta (5/1) menunjukkan, 12,88 % dari 2.358 siswa SMA dan sederajat di 34 provinsi menganggap vaksinasi Covid-19 bertentangan dengan agama. Siswa berasal dari sejumlah suku dan agama. Survei yang dilakukan September-Oktober 2021 itu memiliki margin of error 2,02 % dengan tingkat kepercayaan 95 %. Hasil survei juga menunjukkan, 39 % siswa percaya pandemi Covid-19 merupakan hukuman Tuhan, 48 % responden percaya upaya manusia tidak banyak berarti karena segala sesuatu sudah ditentukan nasib.
Peneliti PPIMUIN Syarif Hidayatullah Jakarta,Yunita Faela Nisa, berpendapat, kepercayaan pada hoaks berkaitan dengan daya berpikir kritis siswa. Mereka perlu mengembangkan kemampuan berpikir probabilistik, tidak kaku, dan tidak mutlak. Survei juga memperlihatkan, keluarga paling dipercaya siswa, disusul tokoh agama. Keterlibatan kedua pihak perlu dioptimalkan untuk menangkal hoaks terkait pandemi. Koordinator Imunisasi Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemekes Iqbal Djakarya menuturkan, hasil survei PPIM UIN Syarif Hidayatullah menjadi masukan pihaknya untuk memperkuat sosialisasi pentingnya prokes, perilaku hidup sehat, dan vaksinasi. Keterlibatan peneliti dan sekolah juga penting dalam mengedukasi masyarakat, termasuk siswa. (Yoga)
Tags :
#Isu LokalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023