Alasan di Balik Rendahnya Inflasi 2021
Inflasi di Indonesia tergolong rendah, hanya 1,87 %, sementara negara berkembang Asia lainnya rata-rata 2,5 % (ADB, 2021) dan di AS lebih dari 6 %. Ada 4 hipotesis yang menjelaskan inflasi di Indonesia rendah, khususnya tahun 2021. Pertama, permintaan agregat belum sepenuhnya pulih. Lemahnya permintaan domestik menyebabkan kapasitas perekonomian banyak yang tak terpakai sehingga harga cenderung turun atau bertahan. Kedua, pasokan pangan 2020 dan 2021 tidak terganggu dan tumbuh positif. Produksi beras 2021 lebih tinggi 1,2 % dari sebelum pandemic Covid-19, sehingga impor beras tidak dibutuhkan dan menambah stok, baik di Bulog maupun masyarakat. Akibatnya, harga beras bertahan, stabilnya harga pangan ini menyebabkan rendahnya inflasi tahun 2021. Ketiga, inflasi barang administrasi yang harganya ditentukan pemerintah, antara lain BBM, elpiji, tarif listrik, dan angkutan umum. Keempat, setelah krisis 1998, Indonesia terlepas dari rantai pasok global. Rasio ekspor plus impor terhadap PDB menurun dari tahun ke tahun. Transmisi inflasi impor kurang berpengaruh pada harga domestik, kecuali komoditas yang kita produksi, seperti minyak goreng, karena produsen bisa menjual di pasar ekspor dengan harga lebih tinggi atau menjualnya di pasar domestik. (Yoga)
Tags :
#InflasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023