Penipuan Investasi Bermodus Kripto
Penipuan aset kripto yang banyak terjadi di Indonesia ternyata merupakan kedok money game atau penipuan skema Ponzi, para penipu money game menjadikan kripto sebagai jalan keluar. Saat sebuah money game tidak bisa membagi profit ke pesertanya, pendiri money game akan membuat kripto atau token abal-abal, yang dibagi ke peserta money game sebagai ganti profit. Abdulrahman Yusuf pendiri dan Direktur PT Cripto Prima Sejahtera, pembuat Edccash atau Edinar Coin Cash tahun 2018. Walau mengklaim Edccash sebagai aset digital, Edccash tak punya teknologi blockchain. Edccash diperjual belikan sesama pengguna atau antara mitra dan exchange atau tempat jual beli internal. Pengusaha reklame Yusuf Jamaludin, merugi Rp 400 juta setelah dikurangi Rp 100-an juta nilai koin-koin yang dulu masih bisa ditukarkan.
Tahun 2016, Anwar Mochamad Hasan, pemasar MLM Tangsel, mendirikan PT Dunia Coin Digital, yang bergerak di trading Bitcoin. Tahun 2018, Anwar membuat token bernama WX-Coin, para anggota harus menerima WX-Coin sebagai bagi hasil. WX-Coin adalah token di blockchain milik Ethereum. Belakangan, WX-Coin hampir tak bernilai. Skema MLM juga dipakai Wincash Coin (WCC). Pembeli diimingi bonus jika menggaet anggota baru, yang berawal dari komunitas Give4Dream. Sejak Desember 2019, pemegang WCC tak dapat mencairkan koinnya. Situs Give4Dream.com tak dapat dibuka. WCC pun tak bernilai lagi. Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengakui, sejumlah entitas aset kripto cenderung bermasalah karena hanya menggantungkan hidup dari skema perekrutan anggota berjenjang. Entitas itu pasti kolaps jika tidak ada anggota baru lagi, sedangkan entitas juga harus membayar profit kepada anggota yang telah ada. (Yoga)
Tags :
#Crypto CurrencyPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023