;

Target 35 Persen Substitusi Impor Tahun Ini Dinilai Tidak Realistis

05 Jan 2022 Kompas
Target 35 Persen Substitusi Impor Tahun Ini Dinilai Tidak Realistis

Kemenperin mencatat, sampai akhir 2021, substitusi impor baru mencapai 7 % dari target awal 22 %. Namun, target substitusi impor 35 % tahun 2022 tetap dikejar. Nilai yang dipatok Rp 152,83 triliun dari acuan (baseline) potensi impor 2019 yaitu Rp 434 triliun. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikannya dalam konferensi pers Kinerja Sektor Industri 2021 dan Outlook 2022 (29/12/2021). 

Kepala Center of Trade, Industry and Investment Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho menilai, target substitusi impor itu ambisius dan terkesan sebagai kebijakan yang populis, jika melihat struktur industri dalam negeri, sektor hilir sangat bergantung bahan baku impor. Upaya membangun kemandirian industri dalam negeri, khususnya sektor hulu dan antara, butuh pemetaan dan perencanaan matang, investasi besar, dan waktu yang panjang. 

Vice President Head of Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani mengkhawatirkan, kebijakan yang dipaksakan dalam waktu pendek itu mengarah pada restriksi impor yang hambat pasokan bahan baku dan turunkan daya saing industri di rantai pasok global. 

Menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Adhi S Lukman, industri makanan dan minuman sulit memenuhi target substitusi impor dalam waktu cepat, dibutuhkan koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan kapasitas produksi, serta mendorong ekstensifikasi dan intensifikasi. Selain itu dibutuhkan investasi besar untuk memperkuat sektor antara. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :