;

Perempuan Peniup Harapan

Perempuan
Peniup Harapan

Lokalisasi Silir di Solo, Jawa Tengah, resmi ditutup 1998, namun, banyak persoalan  belum terselesaikan, terutama akses air minum dan jamban sehat di kawasan yang jadi Kampung Mojo sejak 2018. Tahun 2014, Wheny Susianti (38) mendatangi kelurahan mencari bantuan agar warga memperoleh akses air minum, gagal, namun mempertemukannya dengan USAID IUWASH PLUS, jaringan pemerintah, dan komunitas kampung sebelah yang berhasil adakan air minum sendiri. Kini, usai menjaga parkir di Pasar Klithikan Notoharjo, ia mengurus anak dan suami, lalu keliling kampung untuk sosialisasi perilaku hidup sehat, pengadaan air minum, dan sanitasi. Perjuangan Whenny didukung warga RT 001 RW 003 dan RT 009 RW 002 untuk akses air minum dorong mereka dirikan KSM Mojo Waras diketuai Jumadi, mengorganisir warga mengadakan akses air minum ke rumah dengan dana bergulir dari pemerintah, pinjaman KSM Dabagsari Makmur, dan hibah dana bergulir donasi pembaca Kompas yang dikelola Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas. Penghujung 2021, setelah berjuang 7 tahun, air minum mengalir ke rumah warga. 

Kader kesehatan Dusun Nglawisan, Magelang, Jateng, Sri Napsiah, prihatin melihat warga  buang air besar di sungai, padahal sungai dipakai mengairi sawah serta mencuci pakaian, sayuran, dan alat masak sehingga ia ajak masyarakat yang belum punya jamban ikut arisan jamban sebesar Rp 3.000 per bulan per orang. Peserta mendapat uang arisan Rp 650.000 sebagai ”pancingan” bangun jamban dan septic tank SNI yang biayanya Rp 1,5 juta perunit. Di Tunjungsekar, Malang, ada Yeny Purwaty yang menyedekahkan waktunya untuk perbaikan lingkungan, sehingga pada 2019, pemerintah bangun septic tank komunal di beberapa RW Tunjungsekar. Namun, Baru pada 2021, ada donasi dana hibah bergulir pembaca Kompas untuk membangun septic tank di seluruh rumah warga. (Yoga)


Tags :
#Kesehatan
Download Aplikasi Labirin :