Investasi Manufaktur Ditargetkan Rp 310 Triliun
Nilai Investasi manufaktur ditargetkan mencapai Rp 300-310 triliun pada tahun 2022, naik 7% dari ekspektasi tahun ini Rp 280-290 trliun. Peningkatan investasi tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri manufaktur sebesar 4,5 5% pada tahun depan. "Meski adanya gejolak dan tantangan akibat pandemi, sektor industri manufaktur konsisten memainkan peranan pentingnya sebagai penggerak dan penopang utama bagi perekonomian nasional. Bahkan, kami dapat menyatakan bahwa sektor industri manufaktur merupakan sektor pendorong utama bagi Indonesia untuk keluar dari resesi,"kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasamita pada acara jumpa pers Akhir Tahun 2021.
Dalam upaya mencapai target-terget tersebut, lanjut menperin, telah diidentifikasi berbagai tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2022. Tantangan tersebut antara lain terkait disrupsi dari supply chain, kelangkaan kontainer yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan perdagangan lewat laut, serta berbagai event internasional khususnya eksibisi atau pameran internasional yang diselenggarakan dalam bentuk virtual atau digital yang dinilai kurang mampu menarik bagi pengunjung. "Kami juga mengkaji adanya usulan pemberian insentif baru bagi sektor industri tertentu agar daya saing industri meningkat," ujar Menteri Agus. (Yetede)
Tags :
#ManufakturPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023