Pantau Jentik dengan Aplikasi
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga kembangkan aplikasi Pemantau Jentik Warga untuk pantau keberadaan telur dan jentik nyamuk di suatu wilayah. Masyarakat dapat partisipasi unggah laporan di aplikasi secara mandiri, juga tahu laporan serupa wilayah lain di aplikasi ini, dan sudah diadopsi Dinkes Magelang. Aplikasi ini mulai digunakan pada 2020. Bagus Febrianto, Plt Kepala B2P2VRP Salatiga informasikan, mereka lakukan inovasi mengeliminasi telur dan jentik nyamuk dengan Larvinano, larvasida nabati pembunuh jentik. Juga Biolaras dari bakteri Bacillus thuringinesis.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan Didik Budijanto himbau masyarakat waspada akan DBD. Peneliti B2P2VRP Salatiga Aryani Pujiyanti bekata, implementasi program 3M plus tak boleh ditinggalkan, mencakup menguras dan menutup penampungan air, mengubur sampah, dan menyikat dinding penampungan air agar tak ada telur nyamuk menempel. ”Membunuh nyamuk Aedes sama dengan hilangkan tiga penyakit, yaitu DBD, chikungunya, dan zika,” kata Aryani. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023