Badan Usaha Perlu Miliki Strategi Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca
Pengurangan emisi karbon tanggung jawab semua pihak tak hanya pemerintah. Untuk mencapainya di Indonesia sampai 2030, dibutuhkan sebanyak Rp 3.500 triliun. Menkeu Sri Mulyani (7/12) mengatakan, Indonesia komitmen kurangi emisi gas rumah kaca 29 % dengan kemampuan sendiri dan 41 % dukungan internasional hingga 2030 mendatang. Sektor energi merupakan sektor padat modal dan jadi kontributor terbesar kedua emisi gas rumah kaca. Sejak 2016, sudah ada penandaan anggaran APBN untuk penanganan perubahan iklim.
Menurut VP Pertamina Energy Institute Hery Haerudin, ada tiga skenario pengurangan emisi karbon berdasar transisi energi baru dan terbarukan, yaitu transisi rendah (low transition), penggerak pasar (market driven), dan transisi hijau (green transition). Pertamina targetkan turunnya emisi karbon 29 %. Hingga 2020, Pertamina turunkan emisi 27 persen, dengan bioenergi, meningkatkan kapasitas terpasang panas bumi, serta gasifikasi rumah tangga dan industri yang terintegrasi. Pertamina memanfaatkan teknologi CCUS di beberapa ladang minyak dan gas, serta program Langit Biru untuk kurangi emisi. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023