Bisnis Pangkalan Data, Indonesia Berpeluang Jadi Hub
Indonesia berpeluang menjadi pusat aktivitas digital di Asia Tenggara karena letak geografisnya yang sangat strategis. Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia (Idpro) Teddy Sukardi mengatakan peluang Indonesia memasarkan pangkalan dan layanan data ke negara lain terbuka luas. Menurutnya, Indonesia memiliki letak geografis yang dekat dengan negara pengguna teknologi tinggi seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Australia. “Hub Asia Tenggara bisa di Indonesia karena posisinya yang strategis. Kita bisa tarik serat optik ke Pasifik. Lebih dekat kita sebenarnya dengan Amerika daripada Singapura,” katanya, Sabtu (6/11). Tidak hanya itu, katanya, Indonesia juga bisa berperan sebagai lokasi alternatif. Untuk menjaga keandalan pangkalan data, imbuhnya, sebaiknya penyedia data center membangun pangkalan di beberapa negara, tidak hanya berfokus pada satu negara. Digital Economy Report 2019 UNCTAD memperkirakan pada 2022 lalu lintas data di dunia mencapai 150.700 Gbps, naik sekitar 227% dibandingkan dengan 2017. Lalu lintas data itu membutuhkan pangkalan untuk mendukung layanan data. Centre for Energy Research & Technology mencatat kapasitas pangkalan data
Tags :
#BisnisPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023