BoE Menahan Suku Bunga Meskipun Inflasi melonjak
Bank Sentral Inggris atau BoE pada Kamis (4/11) mengambil keputusan untuk mempertahankan suku bunga utama pada rekor rendah 0,1%. Tetapi pihaknya mengisyaratkan adanya kenaikan dalam beberapa bulan mendatang untuk meredam lonjakan inflasi. BoE juga mempertahankan program stimulus untuk mendukung ekonomi Inggris dan dari dampak pandemi Covid-19. Total stimulus ini mencapai hampir 0,1 triliun poundstreling atau US$ 1,4 triliun. Namun BoE menyatakan kemungkinan masih perlu beberapa pengetatan kebijakan moneter sederhana untuk menurunkan laju inflasi.
"Tapi beberapa bulan mendatang kemungkinan perlu menaikkan suku bunga utama untuk membawa inflasi tahunan Inggris kembali ke target bank sentral sebesar 2,0%" kata BoE. Sementara pemerintah Inggris memperkirakan rata-rata inflasi tahunan sebesar 4,0% selama tahun depan. Karena harga energi melonjak dan pembukaan kembali aktivitas ekonomi terdampak krisis pasokan. Sementara Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank sentral Jepang (BoJ) juga menahan kebijakannya untuk saat ini. Baik atas suku bunga maupun stimulus.
Tetapi bank sentral di negara-negara seperti Brasil, Singapura, Selandia Baru, dan Korea Selatan telah menaikkan biaya pinjaman baru-baru ini. Bank sentral Kanada (BoC) telah mengakhiri program stimulus pembelian obligasi yang signifikan dan memperkirakan kenaikan suku bunga awal, yakni pada 2022. Di Inggris program ekonomi masih belum jelas. Sebelumnya pemerintah Inggris pada September 2021 mengakhiri skema dukungan cuti yang membuat jutaan pekerja sektor swasta tetap bekerja selama pandemi virus corona. (Yetede)
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023