;

UMKM Butuh Akses Pembiayaan Memadai

Ekonomi Yuniati Turjandini 22 Oct 2021 Investor Daily
UMKM Butuh Akses Pembiayaan Memadai

Pemerintah Indonesia memandang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) punya peran penting dan strategis dalam membangun ekonomi nasional. Namun,mereka juga membutuhkan akses terhadap sumber pembiayaan untuk berkembang dan mendukung trasnformasi digital. Hal itu dikemukakan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraft) Sandiaga S Uno, dalam webinar World Business Angel Investor Week (WBAB) pertama di Indoensia dengan tema besar Diplomasi Bisnis untuk Kewirausahaan Internasional (Business Diplomacy for International Enterperueneurship) pada Kamis, 21 Oktober 2021.

Sandiaga, dalam pidato utamanya yang dibacakan oleh Fadjar Hutomo selaku deputi industri dan investasi  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenkraft), menjelaskan bahwa UMKM merupakan pilar penting dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM saat ini mencapai 642 juta dan memberikan kontribusi  61.07% terhadap PDB, atau senilai Rp 8.573,89 triliun. Dalam diskusi panel bertajuk  Inovasi Finansial untuk Meningkatkan Ekonomi Indonesia, Aldi Adrian Hartanto,  partner di Arise dan Vise President of Investment MDI Ventures menjelaskan bahwa perusahaan teknologi finansial (tekfin) sudah mendukung para UMKM ke level berikutnya. 

"Saya pikir dalam beberapa tahun terakhir, tekfin telah banyak membantu mereka yang underbanked  dan mendemokrasikan banyak hal," tutur dia. Arif Patrick Rachmat, direktur Triputra Group dan Chairman Endeavor Indonesia, memberikan pencerahan bagaimana memandang dilema antara  pertumbuhan dan keuntungan  di tahap awal bisnis. "Hal fundamental yang harus dimiliki untuk menjalankan bisnis adalah arus kas. Mau memilih Value Versus Growth, semuanya tentang arus kas," kata Arif. (yetede)

Tags :
#UMKM
Download Aplikasi Labirin :