UMKM Butuh Akses Pembiayaan Memadai
Pemerintah Indonesia memandang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) punya peran penting dan strategis dalam membangun ekonomi nasional. Namun,mereka juga membutuhkan akses terhadap sumber pembiayaan untuk berkembang dan mendukung trasnformasi digital. Hal itu dikemukakan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraft) Sandiaga S Uno, dalam webinar World Business Angel Investor Week (WBAB) pertama di Indoensia dengan tema besar Diplomasi Bisnis untuk Kewirausahaan Internasional (Business Diplomacy for International Enterperueneurship) pada Kamis, 21 Oktober 2021.
Sandiaga, dalam pidato utamanya yang dibacakan oleh Fadjar Hutomo selaku deputi industri dan investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenkraft), menjelaskan bahwa UMKM merupakan pilar penting dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM saat ini mencapai 642 juta dan memberikan kontribusi 61.07% terhadap PDB, atau senilai Rp 8.573,89 triliun. Dalam diskusi panel bertajuk Inovasi Finansial untuk Meningkatkan Ekonomi Indonesia, Aldi Adrian Hartanto, partner di Arise dan Vise President of Investment MDI Ventures menjelaskan bahwa perusahaan teknologi finansial (tekfin) sudah mendukung para UMKM ke level berikutnya.
"Saya pikir dalam beberapa tahun terakhir, tekfin telah banyak membantu mereka yang underbanked dan mendemokrasikan banyak hal," tutur dia. Arif Patrick Rachmat, direktur Triputra Group dan Chairman Endeavor Indonesia, memberikan pencerahan bagaimana memandang dilema antara pertumbuhan dan keuntungan di tahap awal bisnis. "Hal fundamental yang harus dimiliki untuk menjalankan bisnis adalah arus kas. Mau memilih Value Versus Growth, semuanya tentang arus kas," kata Arif. (yetede)
Tags :
#UMKMPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023