Jabar Tawarkan Investasi Rp 676 T
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengungkapkan, total nilai potensi investasi yang ada di Provinsi Jawa Barat pada tahun ini mencapai Rp717 triliun. Dari total nilai itu, komitmen investasi yang dikantongi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar baru mencapai Rp 41 triliun atau 5,7% dari total potensi sehingga masih membutuhkan penanaman modal Rp 676 triliun. "Total potensi investasi tahun ini yang akan kami tawarkan dan kami kejar adalah Rp 717 triliun. Tapi, yang ditandatangani, yang sudah konkret itu Rp. 41 triliun. Jadi, sisanya (Rp 616 triliun) akan kami negosiasi dalam dua hari ini," kata Ridwan Kamil yang akran dipanggil Kang Emil usai membuka acara The 3rd West Jawa Investment Summit (WJIS) 2021 di Bandung, Jawa Barat, Senin (21/10).
Emil menuturkan,mayoritas investasi yang ditawarkan pemprov Jabar pada event yang diikuti oleh sekitar 1.100 peserta atau investor tersebut berada di Jabar bagian utara atau di Kawasan Rebana serta di Jabar bagian selatan terkait investasi di bidang kemaritiman, pariwisata, dan pertanian, "Tapi investasi terbesar ada di infrastruktur, lalu pariwisata dan kawasan-kawasan industri," kata dia. Pada kesempatan tersebut ia mengungkapkan,Provinsi Jawa Barat juga mendapat komitmen investasi dari pemerintah pusat yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2021. Tentang percepatan Pambangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan.
Menurut Emil, Kawasan Rebana terdiri atas daerah Cirebon, Patimbang, dan Kertajati dengan luas area pengembangan mencapai 43 ribu hektare (ha). Ada di 13 wilayah yang akan dikembangkan dengan berbagai fokus industri, salah satunya Kertajati yang akan menjadi Aerocity. Kawasan ini akan disokong oleh 81 program investasi dengan total anggaran sebesar Rp234,6 triliun. Sementara itu, selain sebagai kawasan industri akan dikembangkan sebagai pusat agrikultur, pariwisata, dan maritim. Hingga saat ini, 81 program investasi disiapkan untuk kawasan ini dengan nilai mencapai lebih dari Rp 200 trilliun. (yetede)
Tags :
#APBDPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023