;

Saham Properti Segera bangkit

Ekonomi Yuniati Turjandini 18 Oct 2021 Investor Daily
Saham Properti Segera bangkit

Mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)  rebound hingga mendongkrak indeks harga saham gabungan (IHSG) ke level 6,633 diakhir pekan lalu, Jum'at (15/10/2021). Sentimen positif yang kini masih menyelimuti para pelaku pasar  bakal mendongkrak Indeks hingga menembus level 7.000 diakhir tahun 2021. Hampir semua disektor BEI mengalami kenaikan indeks , kecuali industri pasar, konsumen nonsiklus, dan properti, Indeks Sektor Properti selama Januari 15 Oktober 2021 minus 8,95%. Pada periode yang sama, IHSG naik 10,94% dan saham-saham berkapitalis besar yang tergabung dalam LQ-45 meningkat  meningkat 3,99%. Lonjakaan tertinggi terjadi pada  saham sama big tech. Indeks Teknologi melonjak 710,64%.

Penjualan rumah  tapak LPKR selama kuartal ketiga 2021 boleh disebut sebagai indikasi kebangkitan real estate dan properti Indonesia pada umumnya. Ada sejumlah faktor yang membuat sektor properti bangkit. Pertama, penanganan pandemi Covid-19 sudah menunjukkan hasil. Sudah lebih dari enam pekan kasus baru Covid melandai. Angka kasus aktif yang sempat di atas 550.000, kini sudah di bawah 20.000 dan positivity rate di bawah 1%. Penduduk Indonesia yang dua kali vaksin sudah mencapai 26%.

Kedua, saat ini terdapat 11 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah layak huni. Dari jumlah itu, 7,6 juga adalah backlog atau rumah yang belum dibangun. Sisanya, 2,3 juta adalah rumah tidak layak huni. Kepemilikan rumah di Indonesia baru 84%, lebih rendah dibandingkan India yang sudah mencapai 86,6%. Di DKI Jakarta, homeownership justru baru 46%. PDB per kapita India pada tahun 2020 hanya US$ 1.900, sedangkan PDB per kapita Indonesia di tahun yang sama US$ 3.900. Data ini menunjukkan, prospek bisnis properti di Indonesia sangat cerah.

Ketiga, tingkat suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) sudah cukup rendah, yakni di bawah 6%. Dengan bunga KPR yang sudah menurun jauh dari masa sebelum pandemi, masyarakat dipermudah untuk mendapatkan rumah. Perbankan kini berlomba memberikan KPR.

Keempat, pemerintah terus mendorong kemajuan properti. Selain kontribusinya yang mencapai 15% terhadap PDB, pembangunan properti memengaruhi sekitar 170 jenis industri. Setiap pembangunan properti membutuhkan semen, kawat, baja, cat, kaca, dan sebagainya. Untuk menggerakkan ekonomi, sektor properti akan dipacu dengan sejumlah insentif oleh pemerintah.

Kinerja perusahaan sektor properti mulai membaik dan akan terus membaik pada tahun 2022. Sebagai leading indicator, harga saham sektor properti akan terangkat mulai kuartal keempat tahun ini.

Tags :
#Saham
Download Aplikasi Labirin :