Jaga Likuiditas Bank, Sokong Pertumbuhan
Bank Indonesia bersiap diri menyikapi hasil rapat Federal Open Market Commitee (FOMC). Gubernur BI memproyeksi, The Fed bisa mengerek kembali suku bunga di tahun ini demi mengantisipasi gejolak ekonomi di negaranya. The Fed menaikkan suku bunga paling banyak dua kali tahun ini. Kenaikan pertama, diprediksi terjadi Maret 2019. Kenaikan inilah yang akan menjadi pertimbangan BI dalam menentukan suku bunga acuan 7 day reverse repo rate yang saat ini 6%. Kenaikan kedua jika The Fed menaikkan lagi suku bunga acuannya, maka BI juga akan menaikkan pada puncak kenaikan suku bunga acuan.
Agar kenaikan suku bunga tak ikut kenaikan suku bunga simpanan dan kredit. Pertama, melonggarkan aturan giro wajib minimum (GMW) rat-rata dari semula 2% menjadi 3%. Kedua, menaikkan rasio penyangga likuiditas makroprudensial (PLM).
Agar kenaikan suku bunga tak ikut kenaikan suku bunga simpanan dan kredit. Pertama, melonggarkan aturan giro wajib minimum (GMW) rat-rata dari semula 2% menjadi 3%. Kedua, menaikkan rasio penyangga likuiditas makroprudensial (PLM).
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023