Produk Tekstil, RI Potensial Jadi Pusat Industri Mode Berbahan Kayu
Asia Pasific Rayon (APR) berambisi untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat industri fesyen berbahan serat rayon dengan membangun hutan tanaman industri (HTI) terintegrasi dari produk serat rayon, tekstil hingga ekosistem fesyen. Djarot Handoko, Head of Corporate Communications, Asia Pacific Rayon, mengatakan Indonesia dinilai memiliki prospek besar untuk peningkatan nilai tambah kawasan hutan tanaman industri ke industri fesyen berbasis bahan serat rayon yang merupakan model bahan baku berkelanjutan dan ramah lingkungan.
"Industri mode ramah lingkungan menjadi tren dunia dan Indonesia punya prospek besar untuk menjadi negara produsen produknya karena kita sudah mulai mengembangkan HTI terpadu sebagai hulunya. Kami mengembangkan Jakarta Fashion Hub sebagai salah satu cara untuk membangun ekosistem industri fashion-nya," ujar Djarot dalam acara Webinar RGE Journalist Workshop secara hybird, Rabu (13/10). Menurut Djarot, pakaian berbasis serat rayon makin disukai oleh konsumen karena tidak hanya terkait dengan kualitas tetapi juga sarat dengan isu ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kementerian Perindustrian menargetkan kapasitas produksi serat rayon menjadi 1,21 juta ton per tahun pada 2023. Dari tiga produsen serat rayon yang beroperasi di Tanah Air terealisasi produksi serat rayon seberat 724.660 ton pada 2019. Asia Pasific Rayon (APR) sendiri adalah produsen rayon viscose terintegrasi pertama di Asia mulai dari perkebunan hingga serat rayonnya mencapai 240.000 ton dengan basis produksi di Riau. (yetede)
Tags :
#BisnisPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023