;

Perdagangan Daerah, Ekspor Kopi Terganjal Kontainer

Ekonomi Yuniati Turjandini 14 Oct 2021 Bisnis Indonesia
Perdagangan Daerah, Ekspor Kopi Terganjal Kontainer

Peningkatan tren permintaan kopi dari jawa Timur untuk pasar luar negeri diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun. Namun, tingginya harga kargo dan sulitnya mencari kapal pengangkut kopi menjadi ganjalan bagi eskportir untuk memanfaatkan peluang secara maksimal. Sekretaris Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (Gaeki) Jawa Timur Ichwan Nursidik mengatakan permintaan komoditas kopi di luar negeri sudah mulai meningkat apalagi saat ini di Brasil tengah terjadi kekeringan.

Sementara itu, Vietnam yang merupakan salah satu negara eksportir kopi sedang menjalani kebijakan lockdown di sejumlah daerah penghasil kopi. "Kalau kondisi normal ekspor kopi kita  sampai akhir tahun diperkirakan akan meningkat, tetapi saat ini sangat terkendala biaya freight yang mahal dan sulitnya mencari kontainer dan kapal. Hal ini bisa jadi membuat ekspor kita akan sedikit menurun." jelasnya kepada Bisnis, Rabu (13/10).

Volume ekspor kopi secara nasional yang terbanyak tujuannya ke Filipina, Amerika Serikat, Malaysia, Mesir, Italia, Federasi Rusia, disusul Jepang, Jerman, Inggris, India dan negara lainnya. Dalam perkembangan lain, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pureokerto Samsun Hadi  mengatakan tren minum kopi Indonesia terus meningkat dengan cara meminum kekinian. Sesuai data dari Kementerian Pertanian, lanjut Sansun, konsumsi kopi nasional naik 10%pada 2016 dan periode 2016-2021 tumbuh rata-rata 8% per tahun.

Lebih lanjut, dia mengatakan minum kopi saat sekarang sudah menjadi gaya hidup sehingga masyarakat Purwokerto bisa menikmati kopi yang berkualitas atau enak tanpa harus mendatangi kedai-kedai kopi berlabel internasional di kota-kota besar. "Animo petani untuk menanam kopi sebenarnya sangat tinggi, namun karena petani kopi sebagai produsen tidak menerima manfaat besar dalam menjual hasil tanaman kopinya. Kopi hasil produksi petani di Sulbar masih dihargai dengan harga yang rendah." ujar Direktur Pusat Riset Kopi dan Kakao. (yetede)

Download Aplikasi Labirin :