Pembangunan Berketahanan Iklim Hindari Kerugian Ekonomi hingga Rp 281,9 Triliun
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan, pembangunan berketahanan iklim berpotensi untuk mengurangi kerugian ekonomi akibat perubahan iklim hingga Rp281,9 triliun dalam jangka waktu 2020 hingga 2024. "Tujuan dari implementasi pembangunan berketahanan iklim yaitu mengurangi resiko bencana yang mengakibatkan kerugian sosial," ujar Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Arifin Rudiyanto dalam seminar daring Pembangunan Berketahanan Iklim Sebagai Upaya Mengurangi Kerugian Ekonomi Akibat Bahaya Iklim, Senin (11/10).
Kata Arifin, tanpa upaya intervensi ketahanan iklim, potensi kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat perubahan iklim pada 2020-2024 bisa mencapai Rp544,9 trilliun. Angka itu akan turun menjadi Rp 262,9 triliun apabila bisa dilakukan upaya intervensi ketahanan iklim "Sehingga target pengurangan kerugian ekonomi melalui pembangunan berketahanan iklim yaitu Rp2811,9 triliun, dibagi dalam empat sektor." kata dia. Pertama yaitu sektor kelautan dan pesisir sebesar Rp 179,57 triliun. Kedua yaitu sektor air dengan target sektoral sebesar Rp 17,77 triliun. Ketiga yaitu sektor pertanian dengan target sektoral sebesar Rp 61,72 triliun. Keempat yaitu sektor kesehatan dengan target sektoral sebesar Rp 22,92 triliun.
Tags :
#Anggaran BencanaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023