Problem Pasokan Bahan Baku Pakan, Opsi Impor Dikubur
Pemerintah memastikan untuk tidak membuka keran impor jagung pakan ternak guna menciptakan stabilitas harga komoditas itu dikalangan peternak yang belakangan ini mengeluhkan masalah lonjakan harga. Keputusan itu diambil setelah rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga di Kementerian Perekonomian pada Rabu (22/9). Saat rapat itu Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan bahwa Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi telah memastikan ketersediaan jagung untuk pakan dalam negeri relatif aman.
"Jika pemerintah memutuskan tidak impor, artinya harus bisa menanggung konsekwensi jika kondisi di lapangan tidak sesuai perkiraan. Bagaimana peternak dapat memperoleh jagung dengan mudah dan harga sesua," kata Sekretariat Jenderal Gabungan Organisasi peternak Ayam Nasional Sugeng Wahyudi, Rabu (22/9). Direktur Serelia Ditjen Tanaman Pangan kementan Mohammad Ismail Wahab mengemukakan pihaknya melakukan pembaharuan data stok jagung rutin setiap pekan yang didukung dua unit kerja yang secara aktif memantau, yaitu Badan Ketahanan Pangan dan Pusat Data dan Informasi.
Sebelumnya Muhammad Lutfi menambahkan resiko lonjakan harga jagung didalam negeri telah diprediksi sejak awal tahun seiring dengan tren harga pangan dunia yang memperlihatkan tren kenaikan sejak akhir 2020 dan pasokan domestik yang memasuki masa paceklik. Meski terdapat stok jagung yang kini di pegang oleh sejumlah pelaku usaha. Ketua Dewan Jagung Nasional Tony J. Kritianto mengatakan hal ini tak lantas menyelesaikan akses pakan oleh peternak, karena pemegang stok cenderung menahannya sebagai antisipasi menghadapi masa paceklik. (yetede)
Tags :
#PerkebunanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023