;

Pemulihan Ekonomi, Genjot Kuantitas Petani Milenial

Ekonomi Yuniati Turjandini 23 Sep 2021 Bisnis Indonesia
Pemulihan Ekonomi, Genjot Kuantitas Petani Milenial

Pemerintah Provinsi Jawa barat akan mengevaluasi dan mengenjot kualitas dari Program Petani Milenial dan menargetkan pada Februari 2022 harus ada lebih dari 1.000 orang petani yang milenial. Untuk penambahan kuantitas sendiri, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil baru saja meluncurkan Petani Milenial lebah madu di desa Lengkungjaya, Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Puluhan petani milenial lebah madu merupakan kelanjutan dari program petani milenial juara sebagai solusi dari Pemda Jawa Barat agar masyarakat dapat bangkit dan keluar dari himpitan ekonomi. Ridwan Kamil mengajak generasi muda terus menggerakkan ekonomi yang tahan dari disrupsi pandemi Covid-19. "Mudah-mudahan petani milenial ini menguatkan semangat generasi muda kembali ke desa dengan dukungan dari negara berupa penguatan konsep ekonomi, dukungan finansial dan kepastian pembelinya," Ujar Ridwan Kamil saat peluncuran secara virtual dari gedung Pakuan Bandung, Selasa (21/9). Untuk tahap awal, ada dua madu yang sedang dikembangkan di 28 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, yaitu Cerana dan Trigoma. Tercatat jumlah produksinya mencapai 161,65 kilogram.

Berkaitan dengan program petani milenial, Direktur PT Utama BIJB Salahudin Rafi, menegasakan bahwa PT BIJB sebagai pengelola Bandara Internasional Kertajaya Jawa Barat, akan terus berpartipasi dan berkolaborasi. Pada perkembangan lain Bank Indonesia mengklaim sukses mengembangkan klaster pangan di wilayah Ciayumajakunging. Pengembangan yang dilakukan sistem budi daya pertanian yang ramah lingkungan, sehingga bisa meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan. "Contoh, ketika petani memupuk cabai atau tanaman lain dengan Super Bokhasi MA-11 selain memberi hasil yang berlipat baik terhadap kualitas dan kuantitas  panen maka juga sekaligus memperbaiki lingkungan sebagai usaha konservasi tanah dan air," kata Kepala Bank Jawa Barat Herwanto. Salah satu klaster pangan mitra Bank Jawa Barat yang menerapkan metode ecofarming berbasis MA-11 pada lahan masing-masing seluas 1 ha, setelah 120 hari, sejak penanaman, (20/9), klaster ini berhasil memasuki masa panen. "Kondisi ini diharapkan dapat menjadi momentum dan peluang bagi seluruh pelaku pertanian, khususnya klaster mitra Bank Indonesia untuk terus dapat meningkatkan produktivitasnya." kata Bambang. (yetede)

Tags :
#Pertanian
Download Aplikasi Labirin :