Dampak Pengetatan Moneter AS "Kecil"
Pelaku pasar dan masyarakat jangan terlalu khawatir terhadap kemungkinan terjadinya kembali taper tantrum seperti 2013. Cadangan devisa Indonesia saat ini dalam posisi sangat baik untuk menciptakan stabilitas moneter. Bank Sentral Amerika Serikat juga mengomunikasikan rencana tapering sehingga pasar lebih siap mengantisipasi.Sebutan tapering merujuk pada pengetatan kembali kebijakan moneter, lewat kenaikan suku bunga dan pengurangan uang beredar. Saat Bank Sentral AS melakukan itu, banyak negara berkembang ketiban masalah akibat gejolak kurs.
Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Raden Pardede memperkirakan, dampak tapering tidak akan menimbulkan gejolak besar seperti pada 2013. ”Saya kira relatif kecil dampaknya,” ujarnya pada webinar ”What Will Happen in 2022 Economic Outlook” dalam rangkaian acara Wealth Wisdom, digelar Bank Permata, Sabtu (18/9/2021).Menurut dia, cadangan devisa Indonesia dalam posisi sangat baik untuk menjaga stabilitas kurs rupiah dan keuangan. Per 31 Agustus 2021, cadangan devisa Indonesia 144,78 miliar dollar AS. Jumlah ini termasuk tambahan alokasi Special Drawing Rights (SDR) senilai 4,46 miliar SDR yang setara 6,31miliar dollar AS dari Dana Moneter Internasional (IMF).
Tags :
#MoneterPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023