Persaingan Bisnis Omnichannel, Kongsi Demi Geser Dominasi
Berdasarkan riset Nielsen ke 3.000 warung dan toko pulsa di 14 kota di Indonesia pada Juni 2021, baru 14,8% yang terjun kedalam skema bisnis O2O. Adapun sisanya masih belum menggunakan platform tersebut. Dari pasar yang kecil itu, Bukalapak mendominasi sebesar 42% melalui unit mitra. Sebagai informasi, perseroan telah terjun ke bisnis O2O sejak 2017 dengan semula 2.870 mitra dan terus tumbuh secara eksponensial. Penerus ketiga Group Lippo, John Riady mengatakan kedua pihak membutuhkan omnichannel. Pelanggan dapat berbelanja dengan menggunakan berbagai channel sekaligus, baik online maupun offline.
Teranyar, calon emiten GoTo berkongsi dengan Group Lippo sebagaimana diketahui, perusahaan teknologi ini mempunyai kekuatan dalam hal aplikasi dan basis pengguna. Sementara itu, Group Lippo mempunyai kekuatan jaringan logistik dan persebaran toko. "Ini yang merupakan latar belakang kerja sama PT Matahari Putra Prima Tbk. (dengan GoTo). Kami belum sepenuhnya mengumumkan kerja sama dan semoga saja segera," katanya dalam webinar bersama Indonesia Investment Education, pekan lalu.
Menurutnya, Group Lippo senantiasa memanfaatkan digitalisasi untuk membuka potensi-potensi baru di perusahaan tradisional. John mengatakan, 60% pasar barang penting di Indonesia saat ini dikuasai oleh pasar tradisional, 30% mal, 10% e-commerce baru bisa menguasai 30%. Oleh sebab itu, kerjasama antara pemain offline dan online diperlukan supaya tidak membatasi pilihan konsumen. Lippo akan menggunakan jaringan toko sebagai warehouse untuk penyediaan barang. John juga menceritakan kondisi dark store yang menjadi pusat bagi pembelian daring. Dimana toko akan lebih kecil dengan sewa rental yang lebih murah, tetapi menyediakan produk segar dan keseharian.
Di sisi lain, Ceo Mitra Bukalapak Howard Gani mengatakan bisnis O2O masih memiliki ceruk yang luas karena potensi pasar baru terjamah 15%. Gani mengatakan, sampai dengan semester 1-2021, total warung di bawah sayap perseroan mencapai 8,7 juta. Jumlah itu meningkat drastis bila dibandingkan dengan pencapaian akhir 2020 sebanyak 7 juta. Sementara itu, tim riset Sucor Securitas menargetkan beli bagi BUKA dengan terget harga Rp 1.435. BUKA saat ini juga menjalin kerjasama dengan sesama mitra, mulai Grab dengan Grabmart, makanan segar, hingga standard Chartered di sektor perbankan digital. (YTD)
Tags :
#StartupPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023