;

Bahan Baku Tinggi, Harga Elektronik Naik

Ekonomi Hairul Rizal 15 Sep 2021 Kontan, 14 September 2021
Bahan Baku Tinggi, Harga Elektronik Naik

Industri manufaktur mulai menaikkan harga jual menyusul kenaikan harga bahan baku seperti aluminum, nikel, tembaga, serta bijih besi. Berdasarkan data Ditjen Minerba Kementerian ESDM, harga mineral acuan seperti aluminium naik 27,21% dari US$ 2.010 per ton di Januari 2021 menjadi US$ 2.557 per ton pada September 2021. Senior General Manager National Sales Sharp Electronics Indonesia Andri Adi Utomo mengatakan, kenaikan harga komoditas sebenarnya sudah terjadi sejak awal tahun ini akibat pemulihan ekonomi China. Tiongkok memborong komoditas untuk stok di saat banyak negara penghasil mineral lain belum pulih akibat dampak pandemi Covid-19. Kenaikan harga mineral yang menjadi bahan baku produk-produk elektronik tentu memicu kenaikan harga jual produk tersebut kepada konsumen. "Kami sudah menaikkan harga secara bertahap untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga mineral logam tersebut," kata Andri kepada KONTAN, Senin (13/9). 

Sekretaris Perusahaan PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX), Evan Jordan juga menyebutkan kenaikan harga mineral berdampak pada kenaikan harga komponen. Apalagi di tengah kelangkaan bahan baku produksi. "Beberapa komponen yang digunakan mengalami kenaikan hingga 100%. Kami telah mengompensasi kenaikan tersebut dengan kenaikan harga jual produk, namun besarannya tidak mencapai 30%," ujar dia saat dihubungi KONTAN, Senin (13/9). Terkait kelangkaan kontainer yang berujung pada naiknya biaya logistik, diakui masih bergulir hingga kini, Zyrexindo mengantisipasinya dengan memaksimalkan kapasitas pengiriman dan kuantitas sehingga biaya logistik per unit lebih efisien. 

(Oleh - HR1)

Download Aplikasi Labirin :