;

Pendanaan Perusahan Rintisan : Pemodal Global Berburu Saham Dagang-el

Ekonomi Ayu Dewi 17 Jan 2019 Bisnis Indonesia
Pendanaan Perusahan Rintisan : Pemodal Global Berburu Saham Dagang-el
Investasi oleh Mirae Asset dan Naver asal Korea Selatan ke Bukalapak memperpanjang daftar investor dibalik perusahaan dagang-el Indonesia. Reuters mengutip Mirae Asset menyebut nilai investasi yang dikucurkan ke Bukalapak mencapai US$50 juta atau sekitar Rp 700 miliar. Presiden dan Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid menjelaskan bahwa pendanaan dari Mirae Asset Naver Asia Growth Fund adalah investasi yang berdiri sendiri, bukan bagian dari ronde pendanaan.
Bukalapak, dalam siaran persnya menyebutkan tiga pemegang saham utama perusahaan, yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), Ant Financial, dan GIC Singapura. Pesaing utama Bukalapak, Tokopedia juga didukung oleh sederet investor besar global. Alibaba Group yang secara tidak langsung terafiliasi dengan Bukalapak melalui Ant Financial, adalah investor utama dalam ronde pendanaan senilai US$ 1,1 miliar pada Agustus 2017.Perusahaan yang didirikan oleh Jack Ma itu kembali terlibat pendanaan senilai US$ 1,1 miliar dengan Softbank Vison Fund sebagai sumber utama yang diumumkan Tokopedia pada Desember 2018. Investor utama lain Tokopedia adalah Sequoia Capital.
Para investor besar dibalik Tokopedia dan Bukalapak akan mendukung kedua perusahaan bertarung memperebutkan dominasi dalam bisnis penyediaan infrastruktur perdagangan bagi pedagang luring dan daring yang dikenal dengan nama online to offline. CEO dan founder Bukalapak Ahmad Zaky mengatakan bahwa Bukalapak akan menginvestasaikan dana senilai Rp 1 triliun untuk mengembangkan bisnis O2O yang diberi nama Mitra Bukalapak. Dia menjelaskan Bukalapak fokus membangun ekosistem bisnis daring, padahal pasar daring di Indonesia masih memiliki porsi yang sangat kecil dibandingkan dengan pasar luring. Jumlah masyarakat yang telah bertransaksi secara daring baru mencapai 3%-4% dari total penduduk Indonesia.
Download Aplikasi Labirin :