;

Dampak Pandemi COvid-19, Penutupan Hotel di Bali Didominasi Pengusaha Lokal

Ekonomi Yuniati Turjandini 03 Sep 2021 Bisnis Indonesia
Dampak Pandemi COvid-19, Penutupan Hotel di Bali Didominasi Pengusaha Lokal

Penutupan hotel secara permanen di kota Denpasar Bali selama pandemi Covid-19 sebagian besar dilakukan oleh pengusaha lokal. Berdasarkan Data Dinas Pariwisata Kota Denpasar, sedikitnya usaha akomodasi yang tutup permanen terdiri atas 11 hotel nonbintang, 2 pondok wisata, dan 3 villa. Secara total, ada 551 jumlah usaha akomodasi di Denpasaar yang terdiri atas 49 hotel bintang, 316 hotel nonbintang, 90 pondok wisata, dan 96 Villa. 

Kepala Dinas Pariwisata Denpasar A. Dezire Mulyani mengatakan hotel yang ditutup permanen tersebut memilik kemungkinan untuk dijual. Namun, tidak bisa memastikan presentase usaha akomodasi milik lokal maupun asing yang ditutup. Nantinya, ketika pariwisata dibuka kembali, hotel-hotel tersebut pun akan siap dibuka. "Semuanya menunggu pasar, kedatangan wisatawan dalam dan luar negeri. Menunggu kebijakan pemerintah pusat untuk membuka pintu bagi wisatawan." katanya kepada Bisnis, Rabu (1/9). Dezire menambahkan bahwa pembelian maupun penjualan hotel yang dilakukan pengusaha merupakan bagian dari rencana bisnis yang sudah sangat matang. Dari 48 hotel yang dijual tersebut, terbanyak berada di Badung dengan jumlah 41 hotel berada di Denpasar dan 3 hotel berada di Gianyar. Bali yang seblumnya menjadi Pilot Project pembukaan pintu gerbang internasional justru tidak kunjung pasti dalam menyelesaikan pandemi Covid-19. "Ini ibarat pasar tidak percaya dengan kondisi pandemi di Bali, berlanjut dengan pengambilan kebijakan perjualan aset." katanya. (YTD)

Tags :
#Pariwisata
Download Aplikasi Labirin :