Polemik Impor Pangan, Industri Diajak Serap Cabai Lokal
Kementerian Pertanian mengajak Industri menyerap cabai yang dihasilkan petani lokal dari pada mengimpor dari Negara lain. Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Holtikultural Kementan Bambang Sugiharto menjelaskan impor cabai sepanjang semester 1/2021 mencapai 27.851 ton yang dilakukan guna memenuhi kebutuhan industri. Padahal, produksi cabai nasional 2021 merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 27.851 juta ton. Produksi ini mengalami peningkatan 7,11% dibandingkan dengan 2019.
Bambang menjelaskan bahwa pasokan aneka cabai untuk komsumsi di Indonesia berada pada posisi surplus. Kementan juga menyiapkan mobil berpendingin untuk mengangkat cabai dari lahan dengan gratis tanpa biaya kirim. “Kami juga telah bersurat pada dinas terkait di 34 propinsi untuk menyerap produk petani. Alokasi anggaran untuk bantuan pasca panen juga telah ada, agar kualitas produksi petani terjaga. Pada Juli, produksi cabai tercatat sebanyaj 163,293 ton dengan kebutuhan sebesar 158.855 ton.
“Hingga Juli kita surplus 4.439 ton, kebutuhan masyarakat terhadap aneka cabai masih dapat dipenuhi dari hasil produksi didalam negeri,” kata Direktur Sayuran dan Tanaman obat Kementan Tommy Nugraha. Surplus produksi itu, katanya, bisa diantisipasi dengan meminta pengusaha lokal dan Pemda menyerap hasil panen cabai. Sementara itu, penyerapan komoditas cabai di Jawa Timur mengalami penurunan. Serapan hasil panen cabai hanya 30%-40%. (YTD)
Tags :
#PerkebunanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023