;

Industri Makanan dan Minuman, Optimisme Masih Tinggi

Ekonomi Yuniati Turjandini 30 Aug 2021 Bisnis Indonesia
Industri Makanan dan Minuman, Optimisme Masih Tinggi

Ditengah pandemi yang diperkirakan masih akan berlangsung lama, industri makanan dan minuman optimis kinerja akan lebih baik pada tahun depan. Hal ini seiring dengan pemulihan ekonomi secara nasional yang terus berjalan. Meski belum mematok angka pertumbuhan, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatkan proyeksi optimistis  akan menjadi skenario tahun depan. Apalagi, saat ini pemerintah perlahan mulai menyesuaikan kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat. "Semoga bisa lebih pulih karena kemarin kami juga cukup merasa tertekan karena pembatasan. Namun, secara keseluruhan harusnya tahun depan lebih bagus karena  berkaca dari tahun ini yang juga sudah lebih baik," katanya kepada Bisnis, Rabu (25/8). Adhi pun menyebutkan sampai akhir tahun industri makanan dan minuman masih diproyeksikan mampu mencapai target seperti yang sudah dicanangkan pada awal tahun, yakni di kisaran 5%-7%. 

Ketua Umum Assosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) Rachmat Hidayat sebelumnya mengatakan pertumbuhan sektor makanan dan minuman tersebut sudah sangat baik dan terbilang tidak kecil. "Jadi, berangkatnya sudah menjadi base yang berbeda. Yang sekarang naik dua digit mungkin dulu minus sangat dalam. Artinya, mamin tetap berada di tren pemulihannya  meski saat ini dengan tantangan-tantangan lain." katanya. Rachmat menyebut untuk sektor AMDK, saat ini kondisinya belum banyak berubah. Penurunan produksi harus terjadi pada kemasan kecil akibat PPKM level 3 dan 4, sedangkan galon masih berjalan normal sesuai permintaan. Saat ini, industri makanan dan minuman hanya berharap pada pendorong kuartal IV/2021, yakni natal dan tahun baru dengan kunci pengendalian pandemi gelombang kedua selesai kuartal III/2021. (YTD) 

Download Aplikasi Labirin :