;
Tags

Angkutan online

( 18 )

Dampak Grab Akuisisi GoTo diteliti KPPU

KT3 23 May 2025 Kompas

Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU mulai melakukan penelitian mandiri guna mengidentifikasi potensi dampak rencana akuisisi Grab terhadap GoTo. KPPU juga tengah merumuskan opsi penyesuaian kebijakan yang dapat diterapkan apabila aksi merger perusahaan layanan transportasi daring tersebut benar-benar terwujud. Ketua KPPU, M Fanshurullah Asa mengatakan, identifikasi potensi dampak dan kajian opsi kebijakan itu diambil sebagai upaya preventif. Jika, sudah ada notifikasi realisasi akuisisi Grab ke GoTo, KPPU bisa segera melakukan penilaian menyeluruh yang mencakup berbagai analisis, antara lain, isu hambatan masuk pasar, potensi perilaku anti persaingan, aspek efisiensi, kebijakan peningkatan daya saing dan penguatan industri nasional, pengembangan teknologi, serta pelindungan UMKM. KPPU juga mengimbau agar Grab dan GoTo melakukan penilaian mandiri, untuk memastikan agar transaksi mereka tidak menciptakan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

”Jika mereka terbukti melanggar, KPPU berwenang menjatuhkan tindakan administratif hingga pembatalan transaksi merger tersebut,” ujar Asa, Rabu (21/5) malam, di Jakarta. Sistem pengawasan merger-akuisisi di Indonesia bersifat pemberitahuan wajib setelah transaksi, sesuai UU No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Sistem seperti itu membuat KPPU tidak dapat melakukan penilaian atas transaksi merger dan akuisisi yang akan atau sedang terjadi. Rumor aksi akuisisi Grab ke GoTo sudah ber-kembang di berbagai media dalam dan luar negeri. Namun, Asa menilai, pemberitaan atas aksi merger itu masih bersifat spekulatif lantaran KPPU b-lum menerima notifikasi daripihak terkait. ”Selama transaksi akuisisi Grab ke GoTo masih bersifat spekulatif, KPPU belum dapat memberikan penilaian terhadap nilai konsolidasi yang diestimasikan bernilai Rp 114,8 triliun itu. Namun, konsultasi sukarela tetap dapat diajukanoleh para pihak,” ucapnya. (Yoga)


Keluhan Menahun Ojek Online

KT1 05 Jul 2024 Tempo
MAULANA, 42 tahun, baru bisa bernapas lega setelah malam tiba. Dia akhirnya bisa memenuhi target pendapatan hariannya untuk menambah cicilan sepeda motor yang harus dibayar akhir pekan nanti. "Padahal dulu sebelum sore sudah bisa dapat pendapatan yang sama," kata pengemudi ojek online ini kepada Tempo, kemarin, 4 Juli 2024. Warga Slipi, Jakarta Barat, tersebut mengaku pendapatannya justru menurun dengan jam kerja yang sama dibanding pada dua tahun lalu. Salah satu penyebabnya adalah kenaikan potongan aplikasi yang dibebankan perusahaan penyedia aplikasi transportasi online kepada mitranya, yaitu para pengemudi. "Makin besar potongannya," ujar Maulana. Contohnya saat mengantar penumpang dengan tarif Rp 26.700, Maulana hanya mendapat Rp 20.800. Artinya, ada potongan sebesar Rp 5.900 atau 22 persen. 

Cerita yang sama datang dari Samiadji. Pengemudi ojek online di Surabaya, Jawa Timur, ini merasakan potongan aplikasi yang besar. Untuk perjalanan pelanggan senilai Rp 15 ribu, uang yang ia dapat hanya Rp 9.600. Dia mengalami pemotongan sebesar 36 persen. "Ini hanya saya, ya. Bagaimana jika potongan tarif itu ke semua driver? Otomatis aplikator yang dapat banyak,” ucapnya. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia Igun Wicaksono, potongan besar itu terjadi di berbagai daerah. Dari laporan anggotanya, rata-rata potongan di atas 20 persen. "Ini sudah pasti sangat merugikan para pengemudi sebagai mitra," ujarnya. 

Praktik ini tak sesuai dengan aturan main pemerintah. Dua tahun lalu, Kementerian Perhubungan menetapkan potongan aplikasi transportasi online sebesar 15 persen. Payung hukumnya berupa Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 667 Tahun 2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi. (Yetede)

GOTO Energi Baru Bursa

KT1 16 Mar 2022 Investor Daily

Rencana PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melantai di bursa disambut antusias, setelah sempat 'tertunda' tahun lalu. Investor ritel sudah terlihat tidak sabar membeli saham IPO decacorn besutan anak bangsa ini. GOTO, kemarin, resmi mengumuman  penawaran umum perdanan (initial public offering/IPO) sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahan ride hailing dan marketplace itu bakal melepas sebanyak-banyaknya  52 miliar saham baru dan dikeluarkan dari portepel. Ini setara 4,35% total modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran Umum. GOTO menawarkan harga saham IPO-nya di kisaran Rp 316-346 per unit, atau mengincar raihan dana di bursa Indonesia hingga Rp 17,99 triliun. Perkiraan dana IPO ini memang lebih rendah dari perolehan IPO PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) pada 6 Agustus 2021 yang mencapai Rp 21,9 triliun, atau tertinggi di BEI. (Yetede)

2022, Gojek Fokus pada Layanan Andal dan Integrasi Transportasi

KT1 19 Jan 2022 Investor Daily

Gojek, salah satu platform  on-demand terkemuka di Asia Tenggara, mengumumkan strategi untuk mengarungi tahun 2022. Anak usaha GoTo ini akan fokus pada dua hal utama, yakni fokus pada layanan yang andal serta integritas antarlayanan transportasi. "Memasuki tahun 2022, Gojek siap memenuhi berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat yang merasa sudah saatnya kembali beraktivitas  mengejar produktivitas," kata Head of Global Transport Marketing Gojek Amanda Parikesit. Berikutnya, proteksi tambahan perjalanan aman+. Bekerja sama dengan Prodigi dan Asuransi Sinar Mas Jiwa, Gojek memberikan manfaat perlindungan asuransi bagi penumpang hingga Rp 350 juta, hanya dengan membayar premi tambahan Rp 1.000. Perlindungan itu menjadi pelengkap atas asuransi perjalanan dasar yang tersedia untuk seluruh layanan transportasi Gojek. (Yetede)

Grab Jadi Aplikasi Transportasi Pertama Terintegrasi JakLingko

KT1 31 Dec 2021 Investor Daily

PT Grab Teknologi Indonesia, PT Jatelindo Perkasa Abadi Indonesia (Jaklingko), dan PT Aino Indonesia,bersama dengan PT Jaklingko Indonesia, resmi menjali kemitraan strategi. Dengan kemitraan tersebut, kini Grab pun menjadi aplikasi transportasi online pertama yang terintegrasi dengan Jaklingko. Kemitraan tersebut akan menyatukan kekuatan perusahaan teknologi, konsorsium perusahaan swasta, dan pemerintah akan mewujudkan sistem transpotasi pintar, untuk meningkatkan kecepatan, kemudahan, keamanan, dan keindahan transportasi umum. Sementara itu, lima fitur dan layanan Grab yang akan terintegrasi ke aplikasi Jaklingko mencakup transportasi, yang kini sudah berjalan, kemudian, kesehatan, asuransi, voucher & rewards, dan pemasaran digital yang akan diperkenalkan secara bertahap kedepan. (Yetede)

Pos Indonesia Rilis Kanal Bayar BPJS Ketenagakerjaan

KT1 29 Dec 2021 Investor Daily

PT Pos Indonesia (persero) dan BPJS Ketenagakerjaan menjalin kerjasama untuk memperluas kanal pendaftaran dan pembayaran iuran program jaminan sosial ketenagakerjaan melalui kanal layanan Pos Indonesia, baik di Kantor Pos maupun aplikasi Pospay. Selain itu, kedepan, Kantor Pos dapat melayani  pencairan klaim bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan. "Tujuan dari kerja sama ini adalah memberikan kemudahan bagi calon peserta BPJS Ketenagakerjaan  untuk melakukan pendaftaran dan pembayaran iuran secara rutin," ungkap Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi, dikutip Selasa (28/12). Pos Indonesia memiliki jaringan yang dedicated dan sistem distribusi yang andal. Selain layanan kurir dan logistik, perseroan memiliki bisnis layanan keuangan berbasis digital PosAja. Keduanya dapat diunduh melalui Play Store dan Apps Store. (Yetede)

Grab dan Mastercard Kerja Sama Meningkatkan Inklusi Digital

KT1 18 Oct 2021 Investor Daily

Grab, superapp terkemuka di Asia Tenggara, dan Mastercard, telah menandatangani nota kesepakatan (Memorandum of understanding-MOU)  untuk kerja sama meningkatkan inklusi digital dan keuangan di kawasan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Keduanya akan memberikan akses untuk jutaan pekerja informal dan pelaku usaha kecil di paltform Grab. Mereka akan diberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan digital yang dapat menciptakan lebih banyak cara dan peluang pendapatannya.

Menurut laporan platform ekonomi yang baru-baru ini yang belum lama ini diluncurkan oleh Bain dan Tech for Good Institude, kawasan Asia Tenggara perlu fokus dalam meningkatkan kepercayaan dan literasi digital masyarakat untuk mendorong partisipasi ekonomi digital yang lebih besar. Karena itu, kerja sama Grab dan Mastercard bertujuan untuk memberikan akses kepada  masyarakat yang kurang terlayani ke ketrampilan inti digital, keuangan dan bisnis. Mereka akan dibantu agar lebih baik dalam  mengelola keuangan dan bisnisnya, serta berpatisipasi penuh dalam ekonomi digital.

Melalui kerjasama jangka panjang ini Mastercard dan Grab berkomitmen untuk mendukung negara-negara, seperti Indonesia, dalam mewujudkan agenda untuk menciptakan masyarakat yang inklusi secara keuangan dan digital,' tutur Divisoin Presiden Southeast Asia Emerging Markets Mastercard Safdar Khan. Bulan lalu, dengan investasi filantropi awal sebesar US$25 juta dari Mastercard Impact Fun, Mastercard juga telah meluncurkan  Strive, sebuah inisiatif global yang fokus pada penguatan ketahanan keuangan usaha kecil serta mendukung pemulihan dan pertumbuhan. (yetede)

INA-AP II Teken Kerja Sama Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta

KT1 12 Oct 2021 Investor Daily

Indonesia Investment Authority (INA) dan PT Angkasa Pura/AP II (persero) menandatangani dua perjanjian tentang kemitraan strategis pengelolaan dan pengembangan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) serta Cargo village Bandara Soetta. Hal itu sejalan dengan keberadaan Soetta sebagai Infrastruktur penting untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan keungggulan kempetitif Indonesia sehingga perlu diakselerasi pengembangan dan standar pengelolaannya. 

Ketua Dewan Direktur INA Ridha WIrakusumah optimis dengan adanya kerja sama ini. Melalui kemitraan  dengan Angkasa Pura II, kata dia, INA menghadirkan managemen kargo sehingga mendukung terciptanya pengelolaan dan pengoperasian bandara kelas dunia di gerbang utama Indonesia tersebut. "Bandara Soetta dapat memberikan layanan terbaik sesuai dengan best practice global, merealisasikan seluruh potensinya,serta menjadi kunci penggerak sektor logistik udara di Indonesia." ungkap Ridha dalam pernyataan resminya di Jakarta, Senin (11/10)

Direktur Utama AP II Muhammad Awaludin manambahkan kemitraan strategis dengan INA akan secara cepat meningkatkan daya saing Bandara Soekarno-Hatta ditingkat regional dan global. Melalui kemitraan dengan INA, berbagai pengembangan sedang dijalankan dalam hal penciptaan layanan terbaik bagi pengguna jasa dan transformasi layanan kargo di Bandara Soetta yang dilengkapi dengan state the art technology akan menandakan dimulainya era baru dan modern dalam layanan kargo udara di Indonesia akan diakselerasi implementasinya.

Lebih lanjut, Muhammad Awaludin menjelaskan pembangunan cargo Village Bandara Soekarno-Hatta bertujuan untuk mengakomodasi dan mengantisipasi tumbuhnya pasar angkutan kargo di Indonesia yang juga dipengaruhi pesatnya pertumbuhan e-commerce. Pengembang akan dilakukan diatas lahan 90 hektare (ha) atau tiga kali lipat dibandingkan terminal cargo existing. Kapasitas Cargo nantinya dapat menangani 1,5 juta-2,2 ton kargo per tahun. Digitalisasi juga akan diterapkan disetiap lini Cargo Village guna mempermudah dan mempercepat berbagai proses. (yetede)

Pola Kemitraan Industri Transportasi Online Sudah Berjalan Baik

KT1 10 Sep 2021 Investor Daily, 9 September 2021

Hasil survei Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menyebutkan pola kemitraan di industri transportasi online dipandang oleh mayoritas mitra pengemudi sudah berjalan baik. Survei berjudul  Kemitraan Transportasi Daring Selama Masa Pandemi Covid-19 tersebut dilakukan kepada 700 mitra pengemudi online roda dua dan roda empat diseluruh kota yang melibatkan mitra pengemudi dari Grab dan Gojek dengan metode non probabality sampling. "Temuan menariknya adalah mayoritas mitra (87%) menganggap hubungan kemitraan mereka dengan perusahaan aplikasi sudah berjalan baik dan unsur-unsur kemitraan seperti yang tercantum dalam undang-undang UMKM sudah terpenuhi." kata Ketua Tim Penelitian RISED dan ekonom Universitas Airlangga Rumayya Batubara.

Rumayya melanjutkan mayoritas mitra  (75%) memilih fleksibilitas waktu kerja sebagai alasan bergabung mitra (94%) menganggap fleksibilitas waktu kerja sebagai hal yang penting. Itu artinya mitra transportasi online memiliki alasan khusus dalam memilih pekerjaannya dan mengindikasikan bahwa mereka  juga sadar bahwa hubungan kerjanya dengan aplikator berbeda dengan hubungan kerja pada sektor konvensional.  "Unsur fleksibilitas waktu yang menjadi alasan utama mitra terjun di industri ini akan hilang bila pengaturan hubungan kerja dengan undang-undangan lainnya. Contohnya, bila hubungan diubah menjadi pekerja-pemberi kerja akan ada peraturan jam kerja yang mengikat dan tidak fleksibel." ungkap Rumayya.

Tahun lalu, RISED juga telah melakukan penelitian mengenai sistem suspensi di industri transportasi online setelah adanya Peraturan Menteri Perhubungan No.12/2019. Hasil penelitian mengungkapkan mayoritas mitra roda dua Gojek (82%) dan Grab (76%) menganggap sistem suspensi yang berada di perusahaan asal Indonesia itu lebih adil setelah adanya peraturan. Riset kali ini dilakukan selama bulan Juni 2021 di 10 kota, yakni Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Solo dan Denpasar. (YTD)

AS Watson Group dan Grab Kerja Sama di Bidang Kesehatan dan Kecantikan

Ayutyas 21 Jan 2021 Investor Daily, 21 Januari 2021

AS Watson Group dan Grab menjalin kerja sama terbesar bidang kesehatan dan kecantikan O+O (online dan offline) di Asia Tenggara yang mencakup enam negara Asia Tenggara dan lebih dari 2.200 gerai Watsons. Grab dan AS Watson Group akaan berkolaborasi di berbagai layanan termasuk GrabExpress dan GrabMart untuk memperluas jangkauan online Watsons di Asia Tenggara melalui platform Grab. Melalui hal ini, pelannggan dapat dengan mudah membeli produk kesehatan dan kecantikan favorit mereka di gerai Watsons melalui aplikasi Grab di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Kerja sama ini akan menawarkan pengalaman berbelanja online dan offline yang efisien dengan layanan pengiriman yang lebih cepat dan handal kepada pelanggan. Hal tersebut akan mendorong lebih banyak penjualan untuk merk kesehatan dan kecantikan yang tersedia di e-Commerce Watsons seperti di aplikasi mobile Watsons dan di GrabMart. Kerja sama ini juga memungkinkan kedua perusahaan untuk menjawab kebutuhan di industri bisnis kesehatan yang meningkat pesat di masa pandemi.

Platform Grab yang terbuka memungkinkan untuk menghubungkan ekosistem Grab dengan ekosistem digital AS Watsons serta meningkatkan kapabilitas kedua platform secara berkesinambungan. Kerja sama dengan AS Watsons Group menghadirkan salah satu ritel kesehatan dan kecantikan paling terpercaya dan dicintai di dunia ke dalam platform Grab.