;
Tags

Ekspor

( 1057 )

Kepiting Sultra Berpotensi Diekspor

KT3 22 Dec 2023 Kompas
Komoditas perikanan Sulawesi Tenggara (Sultra), khususnya daging kepiting, menunjukkan potensi besar di pasar ekspor. Hingga November 2023, nilai ekspor kepiting mencapai 3,5 juta dollar AS, mengungguli berbagai komoditas perikanan lain. Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra Nur Adnan Hadi, Kamis (21/12/2023), menuturkan, sektor perikanan rutin menjadi komoditas yang diekspor dari wilayah ini. Selain ikan kakap, gurita, dan udang, salah satu komoditas yang mencatatkan tren meningkat signifikan adalah kepiting kaleng. (Yoga)

JALAN TENGAH EKSPOR KONSENTRAT

HR1 20 Dec 2023 Bisnis Indonesia (H)

Progress positif pembangunan smelter tembaga yang dicapai PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara tidak serta-merta membuat kedua perusahaan itu tenang menjalankan bisnisnya di dalam negeri. Perkara produksi smelter yang harus melalui peningkatan secara bertahap atau ramp-up hingga mencapai kapasitas penuh menjadi ganjalan bagi Freeport Indonesia dan Amman Mineral. Pasalnya, keduanya mesti memikirkan monetisasi konsentrat tembaga yang telah diproduksi, tetapi belum bisa diolah di smelter tersebut. Pemerintah dan kedua perusahaan tersebut perlu segera mencari jalan tengah agar penumpukan konsentrat yang belum bisa diolah tidak menimbulkan dampak luas bagi pendapatan negara dan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga yang disertai dengan penyesuaian bea keluar bisa menjadi solusi yang diambil pemerintah untuk menjaga keberlangsungan industri hulu pertambangan mineral nasional. Menurut Kementerian ESDM, izin ekspor konsentrat tembaga Freeport Indonesia dan Amman Mineral hanya berlaku mulai Juli 2023 hingga Mei 2024. Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia Rizal Kasli berpendapat, pemerintah perlu memberikan tambahan waktu bagi Freeport Indonesia dan Amman Mineral Nusa Tenggara untuk mengekspor konsentrat tembaga hingga smelter yang dibangun oleh kedua perusahaan tersebut mencapai kapasitas produksi maksimal. Saat ini, sebenarnya sudah ada Peraturan Menteri Keuangan No. 71/2023 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar.

Berdasarkan aturan yang ditandatangani pada 12 Juli 2023 itu, tarif bea keluar untuk konsentrat tembaga bagi perusahaan dengan progres smelter 70%–90% dikenakan sebesar 7,5% pada periode 17 Juli–31 Desember 2023, dan naik menjadi 10% pada periode 1 Januari–31 Mei 2024. Sementara itu, untuk perusahaan dengan progres smelter di atas 90%, bea keluar yang dikenakan sebesar 5% pada periode 17 Juli–31 Desember 2023, dan naik menjadi 7,5% pada periode 1 Januari–31 Mei 2024. Di sisi lain, VP Corporate Communication Amman Mineral Nusa Tenggara Kartika Octaviana menjelaskan bahwa hingga kini perusahaan berupaya mengakselerasi pengerjaan smelternya agar bisa mencapai target pemerintah. Sementara itu, Freeport McMoran sejak jauh-jauh hari telah menyoroti perkara izin ekspor konsentrat tembaga yang bakal berakhir pada Mei 2024 dan bertepatan dengan tenggat perampungan smelternya. Dalam conference call yang dilakukan perusahaan, Presiden Freeport-McMoRan Inc. Kathleen Quirk mengatakan pihaknya masih perlu mengekspor konsentrat tembaga dalam jumlah tertentu saat periode ramp-up smelter Manyar di Gresik hingga akhir tahun depan. Di tempat terpisah, Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas sempat berharap Pemerintah Indonesia mengerti dengan kondisi pembangunan smelter di lapangan, sehingga mau mengabulkan permintaan perusahaan untuk memperpanjang izin ekspor konsentrat tembaga hingga akhir 2024. Anggawira, Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batu Bara, berharap ada win win solution terkait dengan persoalan ekspor konsentrat tembaga selepas 2024. Adapun, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengaku belum pernah melihat langsung permintaan perpanjangan izin ekspor tembaga dari Freeport Indonesia maupun Amman Mineral Nusa Tenggara. Hal itu membuat pemerintah enggan memberikan komentar lebih jauh terkait dengan hal tersebut.

Risiko Terulang Masalah Ekspor Benur

KT1 20 Dec 2023 Tempo
Seperti dejavu, pemerintah berencana membuka lagi keran ekspor benih lobster. Alasannya sama dengan saat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membolehkan benur dijual ke luar negeri tiga tahun lalu: menekan penyelundupan yang marak. Pun, pemerintah menjamin akan menerapkan syarat ketat, yakni kewajiban investasi bagi perusahaan yang hendak mengekspor benur. Rencana ini dinilai berpotensi menjadi biang masalah. Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Susan Herawati berujar rencana tersebut menggambarkan bahwa pemerintah tak memiliki orientasi yang berdaulat dan berkelanjutan dalam mengelola ruang hidupnya. 

Gagasan ini juga menunjukkan Indonesia tidak memiliki penegakan hukum yang kuat untuk menangani kasus penyelundupan. "Karena tujuannya untuk menangani kasus penyelundupan. Yang diprioritaskan malah ke arah investasi," ujar Susan kepada Tempo, kemarin, 19 Desember 2023. Pembukaan keran ekspor benur dengan syarat investasi pun diperkirakan mengulangi dosa Edhy Prabowo. Bekas Menteri KKP itu terjerat kasus korupsi ekspor benih lobster yang ia buka saat menjabat pada 2020. Musababnya, kata Susan, izin ekspor nantinya diberikan kepada perusahaan. (Yetede)

SMSM Menggenjot Pasar Ekspor

HR1 19 Dec 2023 Kontan

Emiten saham produsen onderdil otomotif, PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM), berupaya menjaga pertumbuhan kinerja di sepanjang tahun ini. Sejauh ini, proyeksi penjualan SMSM hingga akhir tahun 2023 dinilai masih sejalan dengan target yang telah ditetapkan. "Proyeksi penjualan SMSM hingga akhir 2023 masih cukup baik, sejalan dengan target dan tren pertumbuhan yang masih berlanjut, walaupun tidak sebesar dua tahun terakhir," ujar Ang Andri Pribadi, Chief Financial Officer (CFO) SMSM, kepada KONTAN, Senin (18/12). Apabila merujuk catatan KONTAN, Selamat Sempurna mengincar pertumbuhan yang konservatif di tahun ini. SMSM menargetkan, pertumbuhan pendapatan naik 5% dan laba bersih naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan penjualan tersebut, SMSM berhasil mengantongi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 694,83 miliar. Sedangkan pada kuartal III tahun lalu, laba bersih SMSM tercatat senilai Rp 639,07 miliar. Penjualan SMSM masih didominasi ekspor yang mencapai Rp 2,24 triliun. Sedangkan penjualan di pasar dalam negeri sebesar Rp 1,51 triliun. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi dan proyek-proyek pembangunan maupun konstruksi turut mendorong penjualan perseroan hingga periode September lalu. Selamat Sempurna menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 150 miliar pada tahun ini. Ang Andri memproyeksikan penyerapan capex akan mendekati nilai yang telah dianggarkan sampai akhir tahun nanti. Tahun depan, manajemen SMSM memproyeksikan laju bisnisnya tetap berjalan positif. Hal tersebut didukung oleh prospek penjualan ekspor yang merupakan kontributor utama bisnis Selamat Sempurna selama ini. Ang menyatakan, secara skala pasar, kontribusi penjualan dari pasar luar negeri akan lebih menjanjikan dibandingkan dengan pasar domestik. Hal ini lantaran mayoritas penjualan SMSM ditujukan untuk pasar ekspor. Meski demikian, pasar ekspor ke depannya masih dihadapkan oleh beragam tantangan. Di antaranya situasi makroekonomi global, termasuk kondisi geopolitik yang masih berlanjut.

Indonesia Perlu Perkuat Fondasi Ekspor

KT1 19 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Akumulasi ekspor Indonesia selama Januari hingga November 2023 mencapai US$ 236,41 miliar, turun 11,38% . Itu sebabnya, Indonesia perlu memperkuat fondasi ekspor dengan mencari sumber pertumbuhan produk dan daerah ekspor baru. Kepala Sekolah Ekspor Handito Joewono menerangkan, market share Indonesia lebih dunia itu kurang lebih sekitar 1% saja. Untuk bisa meningkatkannya maka perlu mencari sumber-sumber pertumbuhan produk apa yang bisa dioptimalkan untuk ekpsor. "Nah ini supaya sustain bisa bertumbuh besar maka harus digerakkan sumber-sumber ekspor, yang pelakunya itu juga pasti ada diberbagai seluruh daerah di Indonesia. Ini PR yang harus segera dilakukan," ucap Handito. Dia menitipkan pesan pada permintaan baru nantinya bahwa Indonesia perlu mempunyai pusat pertumbuhan ekspor yang dikembangkan dengan serius. (Yetede)

Ekspor Nonmigas Jabar di Bawah 5 Persen

KT3 19 Dec 2023 Kompas
Nilai ekspor nonmigas Jawa Barat dalam kurun Januari-Oktober 2023 mencapai 30,45 miliar dollar AS, atau kurang dari 5 persen dari total ekspor. Ketua Dewan Pengurus Daerah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Jabar Abdul Sobur, Senin (18/12/2023), menyatakan, Jabar memiliki potensi industri hijau yang cukup besar. ”Jika dimaksimalkan, kontribusi idealnya bisa 60 persen. Jabar memiliki lahan luas dan pelaku usaha yang kreatif sehingga punya potensi besar di sektor industri hijau,” katanya. (Yoga)

Batubara dan Sawit ”Gendong” Ekspor 2024

KT3 18 Dec 2023 Kompas

Batubara dan minyak sawit diperkirakan menopang ekspor Indonesia pada 2024. Meski demikian, total ekspor pada tahun depan diproyeksikan melambat sebagai dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi mitra dagang utama Indonesia. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede di Jakarta, Minggu (17/12) menyatakan, perlambatan pertumbuhan ekonomi global akan memengaruhi ekspor Indonesia. Perlambatan di China dan AS sebagai mitra dagang utama Indonesia merupakan variabel utamanya. Mengutip data BPS, China menjadi tujuan 25,49 % dari total ekspor Indonesia pada Januari-November 2023.

Adapun ekspor ke AS, Jepang, dan Uni Eropa sebesar 9,54 %, 7,79 %, dan 6,84 %. Dengan demikian, melemahnya perekonomian negara-negara itu akan menurunkan permintaan mereka terhadap barang-barang dari Indonesia. Artinya, ekspor akan tertekan. Dalam situasi itu, Josua melanjutkan, ekspor Indonesia akan tertopang oleh komoditas batubara dan minyak sawit. Alasannya, harga kedua komoditas ini diperkirakan masih akan terjaga pada 2024. Adapun kinerja ekspor produk manufaktur akan melambat lantaran barang ini sifatnya bukan kebutuhan primer. ”Ini pentingnya juga mendorong investasi ke sektor manufaktur agar tercipta peningkatan kualitas dan daya saing sehingga ekspor sektor ini tetap bertumbuh,” ujar Josua. (Yoga)

Peluang dari Ekspor Sarung Tangan

HR1 16 Dec 2023 Kontan
Pengusaha asal Sumatera Utara, Hansen Jap kembali memboyong perusahaan miliknya ke lantai bursa. Setelah PT Haloni Jane Tbk (HALO), Hansen membawa PT Maja Agung Latexindo Tbk go public. Keduanya sama-sama bergelut di bisnis manufaktur sarung tangan lateks. Maja Agung Latexindo sendiri telah berdiri selama 35 tahun dan baru tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Desember 2023. Perusahaan yang menggunakan kode saham SURI ini berdiri sejak 1988 di Sumatera Utara. Direktur SURI, Engel Stefen mengatakan, kendati dikendalikan oleh pihak yang sama, secara operasional HALO dan SURI punya fokus berbeda. Target pasar HALO adalah penjualan dalam negeri, meskipun ada pula ekspor. "Kalau SURI fokusnya 100% ke pasar ekspor," ujarnya kepada KONTAN, Rabu (13/12). Produk-produk sarung tangan lateks SURI menggunakan merek Shamrock, baik untuk segmen kesehatan, industri, dan sarung tangan khusus. Pasar yang dituju adalah Amerika, Eropa, dan Timur Tengah. Engel memaparkan, untuk pasar Amerika, SURI menyasar Amerika Serikat (AS) dan Amerika Selatan, seperti Paraguai, Brazil, dan Meksiko. Sedangkan di pasar Eropa, SURI fokus masuk ke Jerman lantaran standarisasi negara-negara Eropa berkiblat pada Jerman. Sementara fokus di Timur Tengah adalah Dubai. Dengan menjadi perusahaan terbuka, SURI punya peluang lebih besar untuk mendorong penetrasi pasar. Sebab go public dapat meningkatkan kelas perusahaan dengan good corporate government (GCG) dan mempermudah calon konsumen mengakses profil perusahaan. Dalam hajatan initial public offering (IPO), SURI melepas sebanyakbanyaknya 1,27 miliar saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dari aksi korporasi ini, SURI memperoleh dana IPO Rp 215,36 miliar. Rencananya sekitar 49,45% dana IPO akan digunakan untuk belanja modal (capex). Lalu, sebesar 20,26% untuk pengembangan bangunan gudang, pabrik, dan kantor. Kemudian, 24,55% sisanya akan digunakan untuk penambahan dan remodifikasi mesin produksi yang dimiliki. Dengan membaiknya kondisi pengiriman, SURI juga menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun depan. Engel menyebut, SURI membidik pertumbuhan 30%-40% dari tahun ini. Dengan kata lain, pendapatan SURI tahun depan bisa mencapai Rp 140 miliar. Selain fokus pada penetrasi pasar, SURI juga berencana meningkatkan kapasitas produksi. Engel menyebut, saat ini perusahaan tengah membidik lokasi di daerah Kalimantan yang memiliki sumber daya karet yang besar.

China dan Amerika Lesu, Ekspor RI Terganggu

HR1 16 Dec 2023 Kontan
Kinerja ekspor RI ke depan berisiko tertekan. Terutama, akibat pelemahan ekonomi mitra dagang Indonesia, khususnya China dan Amerika Serikat (AS). Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor RI pada November 2023 hanya sebesar US$ 22 miliar atau turun 0,67% month on month (mtm). Penurunan tersebut terutama karena ekspor hasil minyak, besi dan baja, nikel, hingga ampas sisa industrial makanan yang melorot. Ekspor RI yang anjlok sejalan dengan pelemahan ekonomi China dan AS. Pasalnya, kedua negara ini merupakan mitra dagang utama RI dengan pangsa ekspor masing-masing sebesar 25,49% dan 9,54% terhadap ekspor nonmigas Januari-November 2024. Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, kondisi pelemahan ekonomi China belum menunjukkan tanda-tanda berakhir di pengujung tahun ini. Sementara ekspor RI ke AS bulan lalu terkontraksi 7,49% yoy. Melemahnya ekonomi AS, menurut Sri Mulyani, lantaran tekanan fiskal masih tinggi. Bahkan, tabungan masyarakat AS tergerus akibat tingginya inflasi. Meski di sisi lain, tingkat bunga kemungkinan bertahan setelah naik signifikan di tahun ini. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat, penurunan nilai impor pada November 2023 didorong oleh ekspor nikel ke China yang turun. Sebab, China merupakan importir terbesar produk nikel dari Indonesia. "Ekspor nikel menurun, selain karena harga lebih rendah, juga permintaan dari China yang relatif lebih lemah," kata Josua. Di sisi lain, impor diyakini akan menguat. Bukan melulu hal buruk, peningkatan impor menunjukkan, ada permintaan dalam negeri yang kuat. Sehingga, neraca transaksi berjalan sepanjang 2023 berpotensi berbalik defisit di kisaran 0,28%-0,00% dari produk domestik bruto (PDB). Ekonom Bank UOB Enrico Tanuwidjaja optimistis, tren surplus neraca perdagangan Indonesia akan bertahan selama beberapa waktu ke depan. Sebab, "Permintaan dari negara mitra dagang utama seperti India dan AS masih solid," terang Enrico, Jumat (15/12).

MENGGEDOR LAJU EKSPOR

HR1 16 Dec 2023 Bisnis Indonesia (H)

Performa kinerja dagang mengalami surplus meskipun melambat terdampak gejolak harga komoditas internasional dan bayang-bayang peningkatan laju pertumbuhan impor. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren surplus neraca perdagangan pada November 2023 mencapai US$2,41 miliar. Capaian itu lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya, mengingat kinerja ekspor yang terkoreksi, sementara impor mengalami kenaikan.Ekspor sepanjang November 2023 mencapai US$22 miliar, turun 8,56% dibandingkan dengan November 2022. Jika dilihat secara bulanan nilai ekspor turun tipis sebesar 0,67%. Angka impor mencapai US$19,59 miliar, tumbuh 3,29% secara Year-on-Year (YoY).Impor yang tumbuh ini sejalan dengan meningkatnya angka Purchasing Manager’s Index(PMI) manufaktur dan strategi ketahanan ekonomi dalam menghadapi perlambatan ekonomi global. Angka PMI Manufaktur Indonesia naik dari 51,5 menjadi 51,7 pada November 2023, menandai peningkatan aktivitas pabrik selama 27 bulan berturut-turut, dengan produksi mengalami kenaikan paling signifi kan sejak Agustus 2023. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan nilai surplus neraca dagang Indonesia November 2023 turun US$1,07 miliar dibandingkan capaian bulan sebelumnya, yaitu sebesar US$3,48 miliar. Surplus neraca dagang ditopang oleh surplus komoditas non-migas sebesar US$4,62 miliar. Komoditas penyumbang surplus di antaranya bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, hingga besi dan baja. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Shinta W Kamdani menilai kinerja ekspor nasional saat masih terhitung relatif stabil dan berpotensi menciptakan surplus. Meski begitu masih diperlukan peningkatan kinerja ekspor produk bernilai tambah. Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kadin Indonesia Chandra Wahjudi menilai, aturan dan perizinan yang sederhana menjadi sangat penting selain insentif. “Pemerintah juga dapat membantu membuka akses pasar di beberapa negara lain untuk produk unggulan,” katanya kepada Bisnis, Jumat (15/12).Dia juga berharap pemangkasan suku bunga the Fed dapat menjadi momentum untuk pertumbuhan perekonomian global, termasuk Indonesia. “Ini lebih rendah dibandingkan 2023 atau 2022 karena pelemahan ekonomi dunia di tahun depan. Ekonomi kan relatif stagnan, otomatis growth ekspor impor kita melemah,” kata Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad.