Ekspor
( 1057 )Batam Ekspor Listrik ke Singapura
EKSPOR JATENG : Optimalisasi Tanjung Emas Didorong
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan segera mencari solusi agar eksportir dapat mengoptimalkan Pelabuhan Tanjung Emas sebagai pintu perdagangan. Pasalnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng mencatat ekspor yang melewati pelabuhan di Jawa baru mencapai angka 67,18%. Selebihnya, ekspor Jateng melalui pelabuhan di provinsi lainnya. Bila diperinci, sekitar 30,47% ekspor asal Jateng justru keluar melalui pelabuhan di wilayah Jakarta. Sebagian kecil produk ekspor lainnya melewati pelabuhan di Jawa Timur. Kepala Disperindag Jateng Ratna Kawuri mengakui 30% ekspor Jateng keluar melewati Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. “Nanti kami petakan, kenapa masih 30% lewat Jakarta. Apakah kapasitas terpasang kita yang kurang, ataukah memang karakter-karakter produk kita yang memang lebih cepat atau ketersediaan shipment-nya ini juga sangat memengaruhi,” jelas Ratna. Sementara itu, Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPE) Jateng Ade Siti Muksodah menyebutkan bahwa selama ini pelabuhan di Jateng masih belum memenuhi kebutuhan para eksportir. Ade menambahkan, eksportir juga menghadapi dilema lantaran tak sedikit buyer yang meminta pengiriman produk lewat Jakarta. “Karena langsung ke negara tujuannya. Ada kapal yang ke sana. Kalau kita sebagai feeder.”
Transaksi Sementara TEI Sentuh Rp 401,5 Triliun
Trade Expo Indonesia atau TEI 2023 yang digelar secara luring pada 18-22 Oktober 2023 mampu membukukan transaksi sementara 25,3 miliar USD atau Rp 401,5 triliun. Transaksi diperkirakan akan terus bertambah mengingat pameran perdagangan internasional itu juga digelar secara daring hingga 18 Desember 2023. TEI 2023 digelar secara luring di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Adapun secara daring, TEI diselenggarakan dengan konsep laman interaktif berbasis katalog elektronik melalui www.tradex-poindonesia.com pada 18 Oktober-18 Desember 2023. Mendag Zulkifli Hasan, Minggu (22/10) mengatakan, dari transaksi sementaraTEI 2023 itu,transaksi perdagangan barang dan jasa mencapai 22,49 miliar USD dan investasi senilai 2,81 miliar USD.
”Transaksi itu melebihi target tahun ini yang sebesar 11 miliar USD. Transaksi tersebut juga tidak sekadar transaksi barang, tetapi juga jasa dan investasi di bidang alat kesehatan dan kerja sama pendidikan dengan China senilai 2,81 miliar USD,” kata Zulkifli dalam konferensi pers yang digelar di ICE BSD. Berdasarkan data Kemendag, lima negara yang membukukan transaksi terbesar dalam TEI 2023 adalah China senilai 8,391 miliar USD, Malaysia 6,288 miliar USD, India 6,227 miliar USD, Vietnam 811,28 juta USD, dan Belanda 696,28 juta USD. Adapun produk-produk Indonesia yang paling diminati adalah batubara, kimia dan kimia organik, industri strategis, elektronik, dan makanan olahan. (Yoga)
PAMERAN PERDAGANGAN, TEI Jadi Upaya Redam Penurunan Ekspor
Trade Expo Indonesia (TEI) 2023 merupakan salah satu upaya pemerintah meredam penurunan kinerja ekspor nasional setelah tren kenaikan harga komoditas berakhir. Melalui pameran perdagangan internasional itu, pembeli dari negara lain didatangkan baik langsung maupun tidak langsung atau secara daring. TEI 2023 juga menjadi ajang bagi pemerintah memperkuat ekosistem perdagangan dan industri nasional dengan mendorong pengembangan pendidikan vokasi di kedua sector tersebut. Kemendag menggelar ajang itu secara luring pada 18-22 Oktober 2023 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Adapun secara daring, TEI akan diselenggarakan dengan konsep laman interaktif berbasis katalog elektronik melalui www.tradexpoindonesia.com.
Kemendag menargetkan TEI 2023 dapat menjaring 25.000 pengunjung secara luring dan 33.000 pengunjung secara daring. Transaksinya diharapkan dapat mencapai 11 miliar USD atau Rp 173,4 triliun (kurs Rp 15.731 per USD). Pada hari pertama pameran tersebut, 99 kontrak dagang senilai 4,9 miliar USD telah diraih dari misi pembelian pelaku usaha dari 18 negara. Lima transaksi terbesar berasal dari India dengan nilai kontrak 3,3 miliar USD, Belanda 630,71 juta USD, Jepang 326,90 juta USD, Malaysia 232,69 juta USD, dan AS 220 juta USD. Terdapat juga kontrak dagang dengan pembeli dari negara ekspor nontradisional, seperti Brasil senilai 11,2 juta USD, Afsel 4,37 juta USD, Mesir 553.440 USD, dan Hongaria 80.000 USD. Komoditas Indonesia yang termasuk dalam kontrak dagang itu, antara lain, minyak sawit, makanan dan minuman, kertas, furnitur, panel surya, produk perikanan, batubara, produk kelapa, produk perawatan pribadi, dan kopi. (Yoga)
Ekspor Benih Lobster demi Pembudidaya
Arik Hari Wibowo, Fungsional Utama Analis Aquakultur Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Cirebon, Jawa Barat, Senin (16/10/2023), mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan merancang regulasi untuk membuka lagi ekspor benih bening lobster. Dimana kebijakan itu dilakukan demi mengembangkan lobster dalam negeri dan memacu masyarakat untuk membudidayakannya. (Yoga)
STRUKTUR PDB : PENGHILIRAN BAYANGI EKSPOR KOMODITAS
Kebijakan penghiliran untuk menciptakan nilai tambah bagi ekonomi nasional melahirkan risiko baru, yakni terbatasnya investasi dan rapuhnya struktur produk domestik bruto karena ekspor yang dipengaruhi oleh harga komoditas.
Musababnya, saat ini ekspor na-sional masih berkutat pada komoditas bernilai tambah rendah yang pergerakan harganya amat dipengaruhi oleh dinamika perekonomian global. Di sisi lain, kebijakan penghiliran sumber daya alam (SDA) yang diiringi dengan penghentian ekspor sejumlah komoditas mendapatkan kritik dan pertentangan dari sejumlah negara di dunia.Tak pelak, aktivitas ekspor pun terkendala sehingga berimbas pada terbatasnya laju produk domestik bruto (PDB). Demikian pula dengan investasi pada sektor penghiliran atau komoditas.
Sejalan dengan itu, Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perdagangan dan Pembangunan atau United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini dari 4,6% menjadi 4,2%.UNCTAD dalam Laporan Trade and Development Report 2023 yang dirilis pekan lalu, memandang aksi Indonesia yang menggeser pola pertumbuhan ekonomi dari sebelumnya yang bertumpu permintaan swasta ke sektor yang lebih berorientasi ekspor, memang mampu memacu PDB cukup solid.
Menurut UNCTAD, negara berkembang termasuk Indonesia perlu mencari pasar baru untuk memacu kinerja ekspor.Sementara itu, kalangan ekonom menyarankan kepada pemerintah untuk memacu aliran modal baik dari dalam maupun luar negeri ke sektor usaha yang memiliki nilai tambah tinggi. Ekonom makroekonomi dan pasar keuangan LPEM FEB Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky mengatakan hingga saat ini Indonesia masih mengandalkan komoditas untuk memacu ekspor, terutama komoditas bernilai rendah.
Sinyal Investasi & Ekspor Melemah di Akhir Tahun
Pasar Ekspor Jaga Kantong MYOR
Sebagai perusahaan consumers goods, kinerja bisnis dan saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) tergantung pada kekuatan daya beli konsumen dan penetrasi pasarnya. Oleh karena itu, Analis Phillip Sekuritas Helen Vincentia menilai, pemulihan pasar ekspor, penjajakan pasar baru, peluncuran produk baru, dan harga bahan baku yang lebih stabil akan menjadi katalis bagi bisnis MYOR. MYOR berencana memperluas jangkauan pasar regional ke Afrika dan Timur Tengah. Saat ini, MYOR dalam proses mendirikan kantor pemasaran dan menyiapkan izin tenaga kerja di kawasan tersebut. Selain itu, MYOR meluncurkan produk baru dalam kategori coklat setelah menunda peluncuran produk baru pada kuartal II-2023 karena lemahnya daya beli konsumen. MYOR merilis produk coklat dengan merek Dark Wonder. Produk baru ini masih dalam uji pasar dan saat ini hanya tersedia di gerai ritel tertentu di Jakarta. Dalam riset yang dirilis pada 27 September 2023, Analis Ciptadana Sekuritas Putu Chantika Putri mengatakan, berdasarkan pengecekan harga eceran produk tersebut yang Rp 29.900 per kemasan, harga tersebut lebih rendah dari kompetitornya, yakni Ritter Sport. Penjualan GT tersebut menghasilkan pertumbuhan lebih dari 20% secara tahunan pada Juli 2023 dan kenaikan secara bulanan yang kuat pada Agustus 2023. Pertumbuhan penjualan didorong efek restocking, dimulainya kembali kegiatan sekolah, dan liburan yang lebih singkat. Momentum penjualan domestik yang kuat akan tetap terjaga dengan potensi kenaikan konsumsi di kuartal IV. "Secara musiman, kuartal IV selalu mencatatkan tingkat pencapaian pendapatan tertinggi, sekitar 28%-29% dari pendapatan setahun penuh," ucap Putu.
Mutiara Indonesia Makin Tak Terjangkau
Indonesia tercatat sebagai penghasil terbesar komoditas
mutiara laut selatan (south sea pearl) di dunia. Mutiara asal Indonesia dikenal
dengan mutiara berwarna emas dan putih. Selama ini, mutiara laut itu diekspor
gelondongan dalam bentuk butiran. Selain Indonesia, mutiara laut selatan juga
dihasilkan oleh Australia, Filipina, dan Myanmar. Selama pandemi, ekspor
mutiara laut selatan asal Indonesia sempat merosot. Namun, sejak tahun 2022
ekspor mutiara laut terus melesat dengan nilai fantastis. Permintaan konsumen dunia
semakin besar, terutama dari China, Korea Selatan, dan India. Berdasarkan data
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), volume ekspor mutiara pada tahun 2022
sebesar 13.493 kg atau naik 300 % dibandingkan masa pandemi. Adapun nilai
ekspor mutiara tahun 2022 sebesar 54,65 juta USD, melampaui masa sebelum
pandemi. Sementara itu, selama Januari-Agustus 2023, ekspor komoditas mutiara
laut Indonesia mencapai 7.132 kg dengan nilai 74,47 juta USD.
”Harga jual mutiara saat ini merupakan tertinggi sepanjang
sejarah budidaya mutiara. Nilai jual diprediksi masih akan terus naik karena
permintaan dunia besar, sedangkan produksi (mutiara) masih terbatas” kata pemilik
CV Rosario Mutiara di Jakarta, Ambrosius Kengrry Retanubun, saat dihubungi,
Senin (9/10). Sebagai ilustrasi, harga gelondongan mutiara kualifikasi terbaik,
yakni kelas AAA berukuran 8-12 milimeter (mm), menembus 200-300 USD per gram.
Adapun mutiara kelas AAA berukuran 12-15 mm, laku dijual seharga 500 USD per
gram. Sementara itu, harga mutiara kualitas rendah berkisar 30 USD per gram.
Mutiara kelas rendah itu pun dinilai laku keras. Apabila dijadikan perhiasan,
harga sepasang anting mutiara laut selatan berukuran 8 mm mencapai Rp 10,5
juta. Harga itu jauh lebih mahal dibandingkan sepasang anting mutiara air tawar
asal China yang dibanderol di kisaran Rp 3 juta-Rp 4 juta. (Yoga)
Bom Buatan Malang Tembus Pasar Ekspor
Pilihan Editor
-
Orang Kaya Singapura Akan Dikenai Pajak
19 Feb 2022 -
Membabat Para Penentang
19 Feb 2022 -
Euforia Bank Digital Mendongkrak Kekayaan Taipan
21 Feb 2022 -
Tiga Bisnis yang Dibutuhkan Dimasa Depan
02 Feb 2022









