Emas
( 196 )Menjual Perhiasan Pascalibur Lebaran
LOGAM MULIA : Saham Emiten Emas Unjuk Gigi
Harga emas global yang mengukir rekor harga di atas US$2.300 per ons menyulut apresiasi harga saham emiten-emiten yang memiliki portofolio bisnis emas. Pada perdagangan Selasa (16/4), mayoritas saham emiten-emiten pertambangan emas parkir di zona hijau. Hal itu tak terlepas dari sentimen harga emas global yang meroket di tengah perang Iran-Israel. Merujuk Bloomberg, harga emas spot bertengger di level US$2.372,88 per ons dan emas Comex dibanderol US$2.390 per ons pada perdagangan kemarin. Di lantai bursa, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menguat 8,38% ke level Rp1.810.
Selanjutnya, tambang emas PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) milik Garibaldi Thohir juga melesat 9,92% atau 260 poin ke level Rp2.880 per saham. Selain itu, saham PT Bumi Resources Mineral Tbk. (BRMS) milik Grup Bakrie menguat 6,25% ke Rp170 per saham. Saham PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) juga mendarat di teritori positif dengan penguatan 2,25% ke level Rp364. Senada, saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) memantul 3,96% ke level Rp26.250 per saham. Dari sisi emiten, Corporate Secretary Division Head Antam Syarif Faisal Alkadrie meyakini kenaikan harga emas merupakan berkah bagi ANTM. Dia menyebutkan sampai dengan saat ini, komoditas emas yang menjadi instrumen safe haven itu masih menjadi penyumbang 62% pendapatan ANTM.
Reli Harga Emas Tuntas pada April
Harga emas telah mengalami reli kenaikan lebih dari 6 % dlam
sebulan terakhir dan memecahkan rekor hingga saat ini. Analis memprediksi reli
ini akan selesai April ini, kemudian harga emas akan kembali turun pada Mei. Mengutip
situs Gold Price, harga emas pada perdagangan Senin (8/4) dini hari waktu New
York kembali menembus rekor tertinggi, 2.344,22 USD per troy ons. Level itu naik
31,56 poin atau 1,41 % dari harga emas pada penutupan perdagangan Jumat lalu
yang juga sempat memecahkan harga tertinggi di angka 2.329 USD per troy ons.
Catatan rekor ini meningkat lebih dari 6 % dari bulan lalu,
yakni 2.100-2.150 USD per troy ons. Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim
Assuaibi. Ia menyebutkan, pelaku pasar besar di Asia, Amerika, dan Eropa sudah
pasang posisi untuk ambil untung di level 2.350 USD per troy ons, yang diperkirakan
tercapai bulan ini. Setelah itu, harga emas kemungkinan akan mengalami bearish.
”Kemungkinan harga emas akan jatuh, sampai 2.100 USD per troy ons,” ungkap
Ibrahim kepada wartawan, Sabtu (6/4). (Yoga)
Toko Perhiasan Diserbu Pelanggan
Emas, Sang Primadona Investasi
Ketika berbicara soal investasi, siapa tak kenal yang satu ini. Sebagai instrumen investasi yang digemari lintas generasi, emas terus dilirik dari waktu ke waktu. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan berbagai peristiwa geopolitik global, emas masih menjadi salah satu alat investasi yang menguat di tahun 2023. Institusi keuangan J.P. Morgan Chase & Co bahkan mencatat, harga emas global menyentuh titik tertingginya di kisaran 2.135,39 dolar AS per ons pada Desember kemarin, dan meski diprediksi turun dalam waktu dekat, harga emas akan terus naik ke level tertinggi baru di akhir tahun dengan perkiraan puncaknya pada tahun 2025 mendatang. Meski tren harga emas meningkat, data World Gold Council juga menunjukkan permintaan emas yang cukup baik pada kuartal keempat 2023 yang mencapai 1.150 ton, naik 8% di atas rata-rata setiap 5 tahun.
Sebagai sarana investasi jangka panjang minim risiko, emas memang menawarkan berbagai keunggulan yang menjadi daya tarik tersendiri. Pertama, tren harga emas yang cukup stabil bahkan cenderung meningkat membuatnya menjadi alat lindung nilai yang efektif untuk menjaga nilai kekayaan. Emas juga sebagai “safe haven” memiliki daya tahan yang baik di tengah inflasi dan tidak memiliki kaitan dengan portofolio investasi lain, sehingga dapat menghindari risiko kerugian penurunan nilai aset.
Seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat di era digital, sektor perbankan harus terus berinovasi untuk menghadirkan berbagai layanan yang dapat memenuhi kebutuhan finansial yang serba cepat, praktis, dan dinamis. Apalagi berdasarkan data Indonesia Fintech Trends - Second Semester of 2023 dari Jakpat, saat ini digital payment telah begitu banyak digunakan, bahkan hingga lebih dari 85% untuk beragam transaksi offline dan online. Kebutuhan akan layanan digital yang terus tumbuh ini turut mendorong konsep investasi emas berevolusi menjadi lebih modern dan mudah dijangkau melalui emas digital. Sesuai dengan sebutannya, emas digital merupakan sebuah layanan investasi emas dengan jaminan kadar kemurnian 24 karat yang dapat dilakukan lewat proses transaksi secara digital, baik untuk pembelian, penjualan, maupun penyimpanan, dengan dukungan layanan fitur mobile banking yang cerdas, mudah, dan aman. Selain itu, jika melihat data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi atau rasio penduduk yang telah terkoneksi dengan internet di tahun 2024 mencapai 79,5% yang didominasi oleh dua generasi, yaitu Gen Z dan Milenial.
Laporan Indonesia Digital Economic and Financial Outlook 2024 dari Populix juga mencatat, sebanyak 64% dari generasi Gen Z dan Milenial menggunakan layanan pembayaran online, di mana mobile banking, QRIS dan dompet digital masih menjadi favorit. Tingginya penggunaan internet dan platform digital tersebut turut memperluas jangkauan pasar investasi emas, termasuk di kalangan generasi Milenial dan Gen Z yang memiliki kedekatan dengan segala sesuatu yang bersifat online. Lewat kehadiran emas digital, masyarakat mempunyai pilihan instrumen investasi masa kini untuk merencanakan finansial masa depan. Selain mudah dijangkau, dengan dukungan layanan mobile banking yang cerdas, berinvestasi dapat dilakukan dalam satu genggaman. Emas digital bisa menjadi jawaban atas kebutuhan keuangan modern yang aman, mudah, dan nyaman yang dapat membantu masyarakat mencapai target finansial di masa mendatang.
KINERJA 2023 : Penjualan Emas HRTA Melonjak
Emiten perhiasan emas dan logam mulia, PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) membukukan lonjakan penjualan bersih hingga 85,83% menjadi Rp12,85 triliun sepanjang 2023 terdorong oleh kinerja ekspor. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Selasa (26/3), HRTA mencatatkan penjualan sebesar Rp12,85 triliun sepanjang 2023. Penjualan tersebut melambung 85,83% dari capaian Rp6,91 triliun pada 2022. Penjualan tersebut ditopang oleh penjualan perhiasan dan logam mulia dengan lokal sebesar Rp8,49 triliun sementara penjualan ekspor tercatat sebesar Rp4,27 triliun. Lonjakan penjualan HRTA disumbang oleh adanya penjualan ekspor di mana pada 2022, HRTA belum mengekspor perhiasan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan volume penjualan emas murni sebesar 66,88% year-on-year (YoY) dari 7,75 ton menjadi 12,93 ton pada 2023. Selain itu, harga jual rata-rata naik 12,12% secara tahunan menjadi Rp987.706 pada 2023 dari Rp880.922 pada 2022.
Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp305,8 miliar sepanjang 2023. Laba ini naik 20,62% dibanding perolehan 2022 sebesar Rp253,52 miliar. Pada 2024, Direktur Utama Hartadinata Sandra Sunanto mengatakan HRTA menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 30% dan laba bersih sebesar 15%.
Guna dapat mendongkrak target tersebut, HRTA juga berencana untuk melakukan pengembangan pasar ekspor ke beberapa negara di luar India dan UAE, seperti Singapura, Vietnam, Amerika Serikat dan Eropa. Di dalam negeri, HRTA akan memperluas gerai ritelnya dengan target ekspansi dari 83 gerai pada 2023 menjadi minimal 100 gerai pada akhir 2024. Didukung ekspansi gerai, penjualan ritel HRTA mengalami peningkatan 14,99% pada tahun lalu.
Hartadinata Bidik Ekspor Perhiasan Rp 10 T
Logam Mulia hingga Perhiasan Emas Tetap Diminati
Harga Emas Menanti Pidato FOMC Pekan Ini
Kilau emas diproyeksi masih akan bersinar. Research And Development PT Handal Semesta Berjangka Alwy Assegaf mengatakan, data ekonomi Amerika Serikat (AS) terkini yang membaik dinilai tidak mengubah pandangan pasar terkait pemangkasan suku bunga AS. Ia menyebut, pasar masih menempatkan penurunan suku bunga di Juli tahun ini. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas global kembali melandai ke US$ 2.162,30 per ons troi, kemarin (18/3), setelah mencetak rekor pada Senin pekan lalu di level US$ 2.188,60 per ons troi. Alwi menilai emas masih memiliki prospek untuk cenderung bullish sepanjang tahun ini. Namun, untuk pekan ini, arah harga emas memang bergantung pada hasil rapat FOMC yang akan berlangsung Kamis pekan ini.
Menurut Alwi, jika The Fed melihat petunjuk mengenai waktu dan ruang lingkup penurunan suku bunga masih seperti Desember 2023, maka akan ada pemangkasan suku bunga sebanyak tiga kali. Dengan demikian, dengan skenario hawkish (inflasi naik) maka harga emas akan terkoreksi dengan support US$ 2.110–US$ 2.130 per ons troi, Sementara apabila hasil FOMC dovish, maka harga emas akan naik ke US$ 2.170 dan kenaikan selanjutnya ke US$ 2.194 per ons troi. Analis Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer memenyarankan investor dapat mempertimbangkan potensi penurunan yang lebih besar di masa mendatang. "Utamanya jika ada pengumuman penting dari Fed yang dapat mempengaruhi arah dolar AS," imbuh Ficher dalam rilis, kemarin.
Harga Emas Bersinar Tanda Ekonomi Redup
Pilihan Editor
-
Upaya Menegakkan Jurnalisme Berkeadilan
01 Aug 2022 -
Hati-hati Rekor Inflasi
02 Aug 2022 -
Kegagalan Sistem Pangan Indonesia
06 Aug 2022









