;
Tags

Emas

( 196 )

Menjual Perhiasan Pascalibur Lebaran

KT3 18 Apr 2024 Kompas
Karyawan terlihat sedang menaksir perhiasan emas yang dijual pengunjung di salah satu toko emas di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (17/4/2024). Pascalibur Lebaran, banyak warga yang melepas koleksi perhiasan emasnya karena kebutuhan uang tunai untuk kebutuhan sehari-hari termasuk berbelanja. (Yoga)

LOGAM MULIA : Saham Emiten Emas Unjuk Gigi

HR1 17 Apr 2024 Bisnis Indonesia

Harga emas global yang mengukir rekor harga di atas US$2.300 per ons menyulut apresiasi harga saham emiten-emiten yang memiliki portofolio bisnis emas. Pada perdagangan Selasa (16/4), mayoritas saham emiten-emiten pertambangan emas parkir di zona hijau. Hal itu tak terlepas dari sentimen harga emas global yang meroket di tengah perang Iran-Israel. Merujuk Bloomberg, harga emas spot bertengger di level US$2.372,88 per ons dan emas Comex dibanderol US$2.390 per ons pada perdagangan kemarin. Di lantai bursa, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menguat 8,38% ke level Rp1.810. 

Selanjutnya, tambang emas PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) milik Garibaldi Thohir juga melesat 9,92% atau 260 poin ke level Rp2.880 per saham. Selain itu, saham PT Bumi Resources Mineral Tbk. (BRMS) milik Grup Bakrie menguat 6,25% ke Rp170 per saham.  Saham PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) juga mendarat di teritori positif dengan penguatan 2,25% ke level Rp364. Senada, saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) memantul 3,96% ke level Rp26.250 per saham. Dari sisi emiten, Corporate Secretary Division Head Antam Syarif Faisal Alkadrie meyakini kenaikan harga emas merupakan berkah bagi ANTM. Dia menyebutkan sampai dengan saat ini, komoditas emas yang menjadi instrumen safe haven itu masih menjadi penyumbang 62% pendapatan ANTM.

Reli Harga Emas Tuntas pada April

KT3 09 Apr 2024 Kompas

Harga emas telah mengalami reli kenaikan lebih dari 6 % dlam sebulan terakhir dan memecahkan rekor hingga saat ini. Analis memprediksi reli ini akan selesai April ini, kemudian harga emas akan kembali turun pada Mei. Mengutip situs Gold Price, harga emas pada perdagangan Senin (8/4) dini hari waktu New York kembali menembus rekor tertinggi, 2.344,22 USD per troy ons. Level itu naik 31,56 poin atau 1,41 % dari harga emas pada penutupan perdagangan Jumat lalu yang juga sempat memecahkan harga tertinggi di angka 2.329 USD per troy ons.

Catatan rekor ini meningkat lebih dari 6 % dari bulan lalu, yakni 2.100-2.150 USD per troy ons. Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi. Ia menyebutkan, pelaku pasar besar di Asia, Amerika, dan Eropa sudah pasang posisi untuk ambil untung di level 2.350 USD per troy ons, yang diperkirakan tercapai bulan ini. Setelah itu, harga emas kemungkinan akan mengalami bearish. ”Kemungkinan harga emas akan jatuh, sampai 2.100 USD per troy ons,” ungkap Ibrahim kepada wartawan, Sabtu (6/4). (Yoga)

Toko Perhiasan Diserbu Pelanggan

KT3 05 Apr 2024 Kompas
Menjelang Lebaran, penjualan perhiasan emas meningkat. Tampak para pelanggan memenuhi gerai Toko Emas Bintang Timur di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, untuk membeli perhiasan emas, pada hari Kamis  (4/4/2024).  Menurut karyawan toko, kebanyakan pelanggan membeli perhiasan emas muda berkadar emas 40 persen dan perhiasan berkadar emas 70 persen. (Yoga)

Emas, Sang Primadona Investasi

HR1 04 Apr 2024 Bisnis Indonesia

Ketika berbicara soal investasi, siapa tak kenal yang satu ini. Sebagai instrumen investasi yang digemari lintas generasi, emas terus dilirik dari waktu ke waktu. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan berbagai peristiwa geopolitik global, emas masih menjadi salah satu alat investasi yang menguat di tahun 2023. Institusi keuangan J.P. Morgan Chase & Co bahkan mencatat, harga emas global menyentuh titik tertingginya di kisaran 2.135,39 dolar AS per ons pada Desember kemarin, dan meski diprediksi turun dalam waktu dekat, harga emas akan terus naik ke level tertinggi baru di akhir tahun dengan perkiraan puncaknya pada tahun 2025 mendatang. Meski tren harga emas meningkat, data World Gold Council juga menunjukkan permintaan emas yang cukup baik pada kuartal keempat 2023 yang mencapai 1.150 ton, naik 8% di atas rata-rata setiap 5 tahun. 

Sebagai sarana investasi jangka panjang minim risiko, emas memang menawarkan berbagai keunggulan yang menjadi daya tarik tersendiri. Pertama, tren harga emas yang cukup stabil bahkan cenderung meningkat membuatnya menjadi alat lindung nilai yang efektif untuk menjaga nilai kekayaan. Emas juga sebagai “safe haven” memiliki daya tahan yang baik di tengah inflasi dan tidak memiliki kaitan dengan portofolio investasi lain, sehingga dapat menghindari risiko kerugian penurunan nilai aset.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat di era digital, sektor perbankan harus terus berinovasi untuk menghadirkan berbagai layanan yang dapat memenuhi kebutuhan finansial yang serba cepat, praktis, dan dinamis. Apalagi berdasarkan data Indonesia Fintech Trends - Second Semester of 2023 dari Jakpat, saat ini digital payment telah begitu banyak digunakan, bahkan hingga lebih dari 85% untuk beragam transaksi offline dan online. Kebutuhan akan layanan digital yang terus tumbuh ini turut mendorong konsep investasi emas berevolusi menjadi lebih modern dan mudah dijangkau melalui emas digital. Sesuai dengan sebutannya, emas digital merupakan sebuah layanan investasi emas dengan jaminan kadar kemurnian 24 karat yang dapat dilakukan lewat proses transaksi secara digital, baik untuk pembelian, penjualan, maupun penyimpanan, dengan dukungan layanan fitur mobile banking yang cerdas, mudah, dan aman. Selain itu, jika melihat data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi atau rasio penduduk yang telah terkoneksi dengan internet di tahun 2024 mencapai 79,5% yang didominasi oleh dua generasi, yaitu Gen Z dan Milenial. 

Laporan Indonesia Digital Economic and Financial Outlook 2024 dari Populix juga mencatat, sebanyak 64% dari generasi Gen Z dan Milenial menggunakan layanan pembayaran online, di mana mobile banking, QRIS dan dompet digital masih menjadi favorit. Tingginya penggunaan internet dan platform digital tersebut turut memperluas jangkauan pasar investasi emas, termasuk di kalangan generasi Milenial dan Gen Z yang memiliki kedekatan dengan segala sesuatu yang bersifat online. Lewat kehadiran emas digital, masyarakat mempunyai pilihan instrumen investasi masa kini untuk merencanakan finansial masa depan. Selain mudah dijangkau, dengan dukungan layanan mobile banking yang cerdas, berinvestasi dapat dilakukan dalam satu genggaman. Emas digital bisa menjadi jawaban atas kebutuhan keuangan modern yang aman, mudah, dan nyaman yang dapat membantu masyarakat mencapai target finansial di masa mendatang.

KINERJA 2023 : Penjualan Emas HRTA Melonjak

HR1 27 Mar 2024 Bisnis Indonesia

Emiten perhiasan emas dan logam mulia, PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) membukukan lonjakan penjualan bersih hingga 85,83% menjadi Rp12,85 triliun sepanjang 2023 terdorong oleh kinerja ekspor. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Selasa (26/3), HRTA mencatatkan penjualan sebesar Rp12,85 triliun sepanjang 2023. Penjualan tersebut melambung 85,83% dari capaian Rp6,91 triliun pada 2022. Penjualan tersebut ditopang oleh penjualan perhiasan dan logam mulia dengan lokal sebesar Rp8,49 triliun sementara penjualan ekspor tercatat sebesar Rp4,27 triliun. Lonjakan penjualan HRTA disumbang oleh adanya penjualan ekspor di mana pada 2022, HRTA belum mengekspor perhiasan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan volume penjualan emas murni sebesar 66,88% year-on-year (YoY) dari 7,75 ton menjadi 12,93 ton pada 2023. Selain itu, harga jual rata-rata naik 12,12% secara tahunan menjadi Rp987.706 pada 2023 dari Rp880.922 pada 2022. Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp305,8 miliar sepanjang 2023. Laba ini naik 20,62% dibanding perolehan 2022 sebesar Rp253,52 miliar. Pada 2024, Direktur Utama Hartadinata Sandra Sunanto mengatakan HRTA menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 30% dan laba bersih sebesar 15%. Guna dapat mendongkrak target tersebut, HRTA juga berencana untuk melakukan pengembangan pasar ekspor ke beberapa negara di luar India dan UAE, seperti Singapura, Vietnam, Amerika Serikat dan Eropa. Di dalam negeri, HRTA akan memperluas gerai ritelnya dengan target ekspansi dari 83 gerai pada 2023 menjadi minimal 100 gerai pada akhir 2024. Didukung ekspansi gerai, penjualan ritel HRTA mengalami peningkatan 14,99% pada tahun lalu.

Hartadinata Bidik Ekspor Perhiasan Rp 10 T

KT1 21 Mar 2024 Investor Daily
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menargetkan bisa mengekspor perhiasan emas sekitar Rp 10 triliun pada tahun ini, naik dari tahun lalu Rp 6 triliun. Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan menaikkan penetrasi ekspor ke India dan Uni Emirat Arab, serta menjajaki pasar baru seperti  seperti Singapura dan Vietnam. "Kami memulai ekspor perhiasan pada 2023  dengan dua negara yakni  India dan UEA, dengan nilai ekspor mencapai Rp 6 triliun. Tahun ini kami masih akan fokus  di dua negara itu karena pasarnya sangat besar, dengan melihat peluang di beberapa pasar pasar baru seperti Singapura  dan Vietnam. Harapannya nilainya bisa bertumbuh menjadi sekitar Rp 10 triliun." kara Direktur Utama Hartadinata Abadi Sandra Sunanto. (Yetede)

Logam Mulia hingga Perhiasan Emas Tetap Diminati

KT3 20 Mar 2024 Kompas
Berbagai ukuran logam mulia dipajang dan dijual di Galeri 24 Pegadaian di Jakarta, Selasa (19/3/2024). Logam mulia sebagai barang investasi masih diminati masyarakat, terbukti dari harganya yang terus meningkat. Logam mulia keluaran PT Pegadaian (Persero) bersertifikat SNI, sedangkan logam mulia keluaran PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, atau dikenal dengan Antam, mendapat sertifikat London Bullion Market Association. (Yoga)

Harga Emas Menanti Pidato FOMC Pekan Ini

HR1 19 Mar 2024 Kontan

Kilau emas diproyeksi masih akan bersinar. Research And Development PT Handal Semesta Berjangka Alwy Assegaf mengatakan, data ekonomi Amerika Serikat (AS) terkini yang membaik dinilai tidak mengubah pandangan pasar terkait pemangkasan suku bunga AS. Ia menyebut, pasar masih menempatkan penurunan suku bunga di Juli tahun ini. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas global kembali melandai ke US$ 2.162,30 per ons troi, kemarin (18/3), setelah mencetak rekor pada Senin pekan lalu di level US$ 2.188,60 per ons troi. Alwi menilai emas masih memiliki prospek untuk cenderung bullish sepanjang tahun ini. Namun, untuk pekan ini, arah harga emas memang bergantung pada hasil rapat FOMC yang akan berlangsung Kamis pekan ini.

Menurut Alwi, jika The Fed melihat petunjuk mengenai waktu dan ruang lingkup penurunan suku bunga masih seperti Desember 2023, maka akan ada pemangkasan suku bunga sebanyak tiga kali. Dengan demikian, dengan skenario hawkish (inflasi naik) maka harga emas akan terkoreksi dengan support US$ 2.110–US$ 2.130 per ons troi, Sementara apabila hasil FOMC dovish, maka harga emas akan naik ke US$ 2.170 dan kenaikan selanjutnya ke US$ 2.194 per ons troi. Analis Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer memenyarankan investor dapat mempertimbangkan potensi penurunan yang lebih besar di masa mendatang. "Utamanya jika ada pengumuman penting dari Fed yang dapat mempengaruhi arah dolar AS," imbuh Ficher dalam rilis, kemarin.

Harga Emas Bersinar Tanda Ekonomi Redup

HR1 13 Mar 2024 Kontan (H)
Harga emas menanjak hingga mencetak rekor tertinggi atau all time high (ATH). Menurut data Bloomberg, harga emas terus menguat hingga mencapai rekor tertinggi baru di level US$ 2.188 per ons troi, Senin (11/3). Meski terkoreksi ke posisi US$ 2.166 per ons troi, Selasa (12/3), harga emas diproyeksikan menguat dalam jangka panjang. Ada beberapa pemicu menguatnya harga safe haven ini. Research and Development ICDX, Taufan Dimas Hareva mengatakan, Gubernur The Fed lebih pede memangkas suku bunga beberapa bulan mendatang. "Apabila semakin kuat ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve (Fed), semakin menguat pula kinerja aset emas," kata Taufan, kemarin (12/3). Data inflasi harga konsumen (CPI) AS Februari 2024 juga naik 0,4% secara bulanan. Secara tahunan, CPI meningkat 3,2% atau di atas perkiraan 3,1%. Ini sempat menjadi tekanan pada harga emas. Namun, Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong melihat harga emas masuk tren kenaikan jangka panjang. Sentimen dari luar negeri, yaitu pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan turunnya imbal hasil obligasi AS jadi pendorong harga emas. Panasnya tensi geopolitik juga menyebabkan investor beralih ke si kuning. "Sentimen juga datang dari bank sentral China yang terus mengakumulasi emas sebagai usaha meningkatkan cadangan emas dan dedolarisasi," kata Lukman. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira juga mengatakan, investor akan mencari imbal hasil yang lebih menarik, tetapi dalam konteks safe haven seperti emas dan surat utang AS. Emas juga bakal bersinar lantaran proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Hal itu misalnya tampak pada rencana China yang akan mendorong stimulus fiskal secara besar-besaran. Proyeksi Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo bahkan lebih fantastis. Harga si kuning, kata dia, bisa mencapai US$ 3.000 dalam dua tahun ke depan. Sebab, berdasarkan perdagangan Contract for Difference (CFD) yang melacak pasar acuan komoditas ini, harga emas sudah naik sebesar US$ 116,14 per ons troi, atau naik 5,63% sejak awal tahun 2024.