;
Tags

Emas

( 196 )

Melonjaknya Harga Emas

KT3 18 Sep 2024 Kompas (H)
Di tengah sentimen penurunan suku bunga acuan, harga emas terus meningkat. Pasar menunggu keputusan The Fed dan Bank Indonesia terkait suku bunga. Harga emas kembali menembus titik tertingginya dalam sejarah, yaitu sekitar 2.500 dollar AS per troy ons. Di tengah sentimen penurunan suku bunga acuan, harga emas diperkirakan terus meningkat hingga dalam jangka menengah panjang mencapai 3.000 dollar AS per troy ons. Mengutip data harga-emas.org, harga emas Antam pada Selasa (17/9/2024) ditutupRp 1,444 juta per gram atau naik 34,23 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Selama lima tahun terakhir, harga emas Antam terus meningkat hingga harga dua kali lipat.

Sementara itu, harga emas dunia pada perdagangan Selasa (17/9) ada di 2.583 dollar AS per troy ons. Dalam dua tahun terakhir atau sejak bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), menaikkan suku bunga acuannya dan bertahan. untuk waktu yang lama, harga emas dunia meningkat sekitar 53,96 persen. Pengamat pasar uang Junito Ahmad Haryono berpendapat, kenaikan harga emas tidak lepas dari konflik geopolitik yang berkepanjangan di sejumlah tempat. ”Semakin kencang isu terkait perang (konflik geopolitik), semakin banyak orang yang membeli emas,” katanya, Selasa. Meningkatnya permintaan emas juga dipengaruhi kebutuhan produk sirkuit terpadu (cip). Salah satu bahan yang dibutuhkan untuk membuat cip ialah emas. (Yoga)

Berburu Penjualan di Tengah Harga Kinclong

HR1 09 Sep 2024 Kontan

Emiten pertambangan emas memoles prospek bisnisnya melalui ekspansi dan penambahan cadangan. Bersamaan, para emiten ingin mendongkrak penjualan di tengah momentum tren harga komoditas emas yang masih tinggi. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) misalnya, tengah mengejar target penjualan 37 ton emas. Meningkat sekitar 30% dari realisasi tahun lalu. Hingga semester I-2024, ANTM mencetak penjualan produk emas sebesar 16 ton, naik 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan volume terjadi ketika harga jual rata-rata di semester pertama menanjak 14% year on year (yoy). "Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan modal kerja, serta mengurangi risiko valuta asing," ujar Sekretaris Perusahaan ANTM Syarif Faisal Alkadrie, Jumat (6/9). 

PT United Tractors Tbk (UNTR) tak mau ketinggalan. UNTR membidik penjualan emas sekitar 235.000 ons pada tahun 2024. Sampai dengan Juli 2024, UNTR telah menjual 128.000 ons dari PT Agincourt Resources. Penjualan emas UNTR pada semester II-2024 bakal terdongkrak oleh kontribusi dari PT Sumbawa Jutaraya (SJR) dengan estimasi volume 15.000 ons. Sekretaris Perusahaan UNTR Sara K. Loebis mengatakan, SJR akan mencatatkan penjualan emas pada kuartal ketiga ini. Head of Corporate Communications PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Tom Malik juga optimistis harga emas yang sudah menembus level US$ 2.500 per troi ons akan membawa dampak positif. 

Saat ini, MDKA sedang ekspansi pada pengembangan proyek emas Pani. Belum lama ini, MDKA telah menambah dana pembiayaan kepada perusahaan pengelola proyek emas Pani, PT Pani Bersama Jaya (PBJ) sampai dengan US$ 135 juta. Sehingga meningkat jadi US$ 260 juta dari sebelumnya US$ 125 juta, untuk pengembangan Fase 1. Research Analyst Stocknow.id Emil Fajrizki mengatakan, posisi harga emas yang masih di level tinggi sekitar US$ 2.400 - US$ 2.500 per troi ons akan memperbaiki margin keuntungan emiten.

Emas ANTAM Tetap Memikat

HR1 30 Aug 2024 Kontan

Sikap dovish bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve membuat harga emas spot menguat. Tapi, laju harga emas Antam tak sekencang emas spot, lantaran rupiah cenderung menguat terhadap dolar AS. Kendati begitu, emas Antam masih bisa memberi cuan asal membeli di waktu yang tepat. Dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam pada Kamis (29/8) berada di Rp 1.412.000, turun Rp 21.000 atau 1,43% dari harga di awal bulan Agustus (1/8) Rp 1.433.000. Pengamat Komoditas dan Pasar Uang Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah menjadi faktor yang membuat harga emas Antam tidak ikut melonjak. "Rupiah menguat hampir 1000 poin atau sekitar 6% sejak awal bulan, sedangkan emas dunia hanya naik kurang dari 3%. Jadi jika dirupiahkan, harga emas Antam turun sekitar 3%," katanya ke KONTAN, Kamis (29/8). Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo juga mengatakan, selain sentimen suku bunga, masih ada sejumlah katalis yang akan mempengaruhi pergerakan harga emas. Founder Traderindo.com. Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, harga emas Antam masih bisa bullish sampai akhir tahun. Jika dolar AS menguat dan harga emas global melemah, emas Antam masih dapat berfungsi sebagai lindung nilai terhadap dolar AS. 

Apalagi, rupiah sejatinya masih rentan melemah dalam jangka panjang dan menengah. Prediksi Wahyu, harga emas antam di Rp 1,5 juta–Rp 1,6 juta per gram. Sedangkan Sutopo memprediksi, harga logam mulia ini akan berada di kisaran Rp 1,5 juta per gram. Nah, bulan September adalah siklus tahunan penurunan harga emas.Sehingga, investor dapat membeli dan menyimpan setelah akhir September 2024. Jika penguatan rupiah terus berlanjut, harga emas Antam tidak akan jauh berubah. Menurutnya rupiah berpotensi menguat ke Rp 15.000 Dus, harga emas antam pada akhir tahun sejutar Rp 1.48 juta. Lukman melihat belum terlambat melakukan pembelian, terutama jika punya target investasi jangka panjang.

Harapan Terus Terang pada Harga Emas

HR1 28 Aug 2024 Kontan

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) diperkirakan melanjutkan laju pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun ini. Harga emas dunia yang menanjak mendorong prospek perseroan ini. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji mengatakan, harga emas di pasar dunia yang menguat mendorong kinerja perseroan ini sepanjang semester I-2024. Hal ini berkaca dari rata-rata harga jual (ASP) semester I-2024 yang naik 15% year-on-year ( yoy ) menjadi US$ 2.209 per ons troi. Sepanjang semester I-2024, emiten Grup Bakrie tersebut mencatatkan pendapatan sebesar US$ 15,8 juta atau melesat 287% yoy. Sementara laba bersih tumbuh 67% yoy menjadi Rp 9,4 juta. Permintaan akan emas juga diproyeksi meningkat, terlebih dengan status emas sebagai safe haven . Menurut Nafan, ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah akan turut mendorong permintaan akan emas. Sebagai pengingat, opex BRMS melonjak 437,3% yoy menjadi US$ 10,5 juta di kuartal II-2024. Peningkatan opex terutama disebabkan oleh meningkatnya biaya gaji, upah, dan tunjangan lainnya karena pemanfaatan optimal dari Kilang 2 dan persiapan Kilang 3. Kemudian peningkatan pajak dan biaya perizinan, iuran tetap (PNBP), serta pajak bumi dan bangunan. 

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer menyebutkan, jika menilik capaian di semester I-2024, kenaikan kinerja BRMS didorong oleh kenaikan produksi emas dan kenaikan rata-rata harga jual emas. Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzaty melanjutkan, secara jangka panjang potensi komoditas emas masih cukup baik. Selain itu, kondisi ketidakstabilan perekonomian dan geopolitik yang masih berlanjut, maka pelaku pasar cenderung lebih memilih aset yang bersifat safe haven seperti emas. Di sisi lain, dengan potensi pemangkasan suku bunga maka dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi turun. Arinda berpandangan bahwa penurunan dolar AS akan berpengaruh pada laba BRMS, mengingat emiten ini juga melakukan ekspor. Arinda memperkirakan BRMS mampu mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 20% pada akhir tahun nanti. Dengan demikian, ia merekomendasikan buy BRMS dengan target harga Rp 230 per saham.

Masa Keemasan Emiten Emas

HR1 27 Aug 2024 Bisnis Indonesia (H)

Harga emas yang mencapai rekor tertinggi membuka peluang besar bagi produsen dan penjual logam mulia untuk meraih margin yang tinggi. Pada 26 Agustus 2024, harga emas spot mencapai US$2.524,50 per troy ounce, meningkat 22,37% sepanjang tahun ini.

Menanggapi lonjakan harga tersebut, Tom Malik dari PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) menyatakan bahwa tren kenaikan harga emas akan berdampak positif pada kinerja perusahaan. “Target produksi Tambang Emas Tujuh Bukit 100.000 sampai 200.000 ounces, dengan harga emas yang saat ini sudah menembus US$2.500 dan diprediksi masih akan naik,” ujarnya.

Sementara itu, Herwin Hidayat dari PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) mengungkapkan bahwa produksi mereka pada paruh pertama 2024 telah melampaui produksi tahun 2023. "Volume produksi yang tinggi dibarengi dengan reli harga emas bakal memompa tren kinerja perseroan tahun ini," katanya. BRMS berfokus pada penyelesaian pembangunan pabrik pengolahan bijih emas dan akses pendukung tambang.

Syarif Faisal Alkadrie dari PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menambahkan bahwa saat ini emas merupakan instrumen investasi yang menjanjikan. ANTM melanjutkan strategi penjualan domestik dan penambahan jaringan pasar. Thendra Crisnanda dari PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) juga melaporkan bahwa reli harga emas global meningkatkan harga jual produk mereka dan mereka konsisten membangun jaringan toko ritel.

Andrey Wijaya dari RHB Sekuritas Indonesia memprediksi harga emas akan bertahan di kisaran US$2.500 dalam waktu dekat, didukung oleh pemangkasan suku bunga The Fed dan ketegangan di Timur Tengah. Hendriko Gani dari Stockbit Sekuritas menilai bahwa peningkatan harga emas dapat meningkatkan average selling price (ASP) emiten produsen, dengan BRMS sebagai salah satu saham pilihan utama.

Mayang Anggita dari DataIndonesia.id mencatat bahwa harga emas saat ini berada dalam tren bullish dan menghadapi uji resistan level US$2.536,05. Jika level ini ditembus, ada peluang untuk melanjutkan penguatan menuju US$2.576 hingga US$2.583. Goldman Sachs dan Citigroup memprediksi harga emas akan terus meningkat, dengan estimasi mencapai US$2.700 hingga US$3.000 pada pertengahan 2025.

Ambil Untung Saat Harga Emas Melambung

KT1 19 Jul 2024 Tempo
PASAR emas kian mengilap sejak awal 2024. Komoditas ini beberapa kali bergerak menyentuh harga tertinggi. Dari kisaran US$ 2.000 per troy ons—setara dengan 31,1 gram—pada akhir 2023, harga emas perlahan naik ke kisaran US$ 2.100 per troy ons pada Maret lalu dan menyentuh level US$ 2.200 per troy ons pada April 2024. Harga emas mencetak rekor baru pada Mei 2024 saat mencapai US$ 2.439 per troy ons. Rekor teranyar pecah lagi pada perdagangan 17 Juli 2024. Harganya menyentuh level tertinggi US$ 2.483 per troy ons sebelum ditutup di level US$ 2.458 troy ons. 

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan kenaikan harga emas kali ini terdongkrak oleh sinyal pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve atau The Fed. Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan indeks harga konsumen per Juni 2024 sebesar 3 persen. Angka itu turun dibanding pada bulan sebelumnya yang mencapai 3,3 persen. Secara tahunan, inflasi pada Juni ini terendah sejak Maret 2021. Sedangkan secara bulanan, penurunan ini terjadi pertama kali sejak Mei 2020.

Melihat pergerakan tersebut, Kepala Federal Reserve Jerome Powell yakin inflasi bisa turun ke kisaran 2 persen. Namun bos The Fed itu menyatakan bank sentral tak akan menunggu inflasi mencapai 2 persen untuk menurunkan suku bunga. "Pernyataan inilah yang menjadi harapan investor bahwa pemangkasan suku bunga sudah di depan mata," ujar Ibrahim kepada Tempo, kemarin. The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 5,25-5,50 persen sejak September 2023 hingga rapat terakhir mereka pada 12 Juni 2024. (Yetede)

Harga Emas Mendekati Rekor Tertinggi: Berpeluang Terus Naik

KT1 19 Jul 2024 Tempo
HARGA  emas kembali naik di perdagangan Asia pada Kamis, 18 Juli 2024. Posisinya tetap mendekati rekor tertinggi karena ada pelemahan dolar di tengah meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga Amerika Serikat. Analis market Andrew Fischer dari Dupoin Indonesia menilai harga emas sampai Kamis siang kemarin cenderung masih naik. Namun kenaikannya bersifat sementara dan berpeluang untuk penjualan karena harga masih cenderung lebih rendah dari harga resistance sehingga potensi penurunan masih akan terjadi.

Mempertimbangkan analisis teknis dan kondisi pasar saat ini, Andrew memprediksi harga emas mengalami penurunan dalam waktu dekat. Meskipun spekulasi mengenai penurunan suku bunga oleh The Fed dapat memberikan dukungan jangka pendek terhadap harga emas, ketahanan dolar dan faktor politik global, seperti pemilihan Presiden Amerika Serikat, tetap menjadi faktor penting yang mempengaruhi pergerakan harga emas ke depannya. (Yetede)

Aksi Profit Taking Bikin Harga Emas Terkoreksi Jangka Pendek

HR1 10 Jul 2024 Kontan
Harga emas diperkirakan akan koreksi jangka pendek. Pasar menantikan kesaksian Presiden The Federal Reserve Jerome Powell dan data inflasi Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Bloomberg, emas spot berada di US$ 2.364,6 per ons troi pada Selasa (9/7), naik tipis 0,08% dari sehari sebelumnya. Dalam sepekan menguat sekitar 1,59% dan sebulan terakhir naik 2,49%. Analis Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer mengatakan, setelah kenaikan ini, harga emas kemungkinan akan turun dalam jangka pendek. Analisis candlestick memperkuat prediksinya dengan menunjukkan pola-pola yang mengisyaratkan tekanan jual dalam waktu dekat. Saat ini investor menunggu lebih banyak isyarat tentang suku bunga AS dari kesaksian Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. Kemudian, data inflasi utama yang akan dirilis minggu ini. Analis Pasar Mata Uang, Lukman Leong mengatakan, saat ini Investor tengah melakukan aksi profit taking. Investor juga mengantisipasi pidato Powell serta data inflasi AS minggu ini. Dia menilai, jika pemangkasan suku bunga the Fed tetap dilakukan sebesar 25 basis poin di bulan September,maka harga emas akan kembali naik. Fischer memproyeksi, harga emas global akan berada di kisaran US$ 2.550-US$ 2.600 per ons troi pada akhir 2024.

Harga Emas Menguat

KT3 26 Jun 2024 Kompas

Pedagang perhiasan emas terlihat sedang menata dagangan yang berada di etalase tokonya di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (25/6/2024). Berdasarkan data di laman Logammulia.com yang dikelola PT Antam Tbk, harga emas per Selasa mencapai Rp 1.368.000 per gram atau naik Rp 8.000 per gram dibandingkan dengan hari sebelumnya. Hal ini membuat penjualan menurun dibandingkan pada hari-hari sebelumnya. (Yoga)

Emas Batangan ANTAM Kian Berkilau

HR1 10 Jun 2024 Kontan

Harga emas batangan Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak pada Jumat (7/6). Dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 1.366.000. Harga tersebut melonjak Rp 17.000 dari harga sehari sebelumnya yang di level Rp 1.349.000 per gram. Ini menjadi rekor baru lagi bagi emas Antam. Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, sentimen yang membuat harga emas Antam naik karena harga emas dunia masih bisa bertahan di level US$ 2.325 per ons troi pada Jumat (7/6). Investor menunggu data kesehatan ekonomi AS dan mencari isyarat atau potensi penurunan suku bunga Federal Reserve.  “Data pasar tenaga kerja AS baru-baru ini juga mendukung ekspektasi bahwa The Fed mungkin setidaknya memangkas tarif dua kali tahun ini,” kata dia, Jumat (7/6). 

Sentimen lainnya dari Bank of Canada (BoC) yang memangkas suku bunga utamanya 25 basis poin (bps) menjadi 4,75% pada Rabu (5/6). Bank Sentral Eropa (ECB) juga memangkas bunga bunga deposito sebesar seperempat poin menjadi 3,75% pada Kamis (6/6). Polandia baru-baru ini juga telah menambahkan lima ton cadangan emasnya. Hal ini kemungkinan akan membuat Antam mengikuti sinyal bullish emas dunia, yang berpotensi untuk mencapai harga US$ 2.400 per ons troi pada akhir kuartal kedua ini. Sedangkan emas Antam diprediksi akan naik lagi dalam waktu dekat di level Rp 1.370.000 per gram. Analis Pasar Mata Uang, Lukman Leong mencermati, harga emas Antam naik karena kenaikan harga emas internasional dan pelemahan nilai rupiah. Adapun pada emas global, saat dolar AS menguat, nilai mata uang lain akan melemah. Seiring gairah pasar membeli emas turun karena emas akan jadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, maka harga emas biasanya tertekan. Lukman memperkirakan, harga emas Antam akan berada di rentang Rp 1.370.000 - Rp 1.400.000 per gram pada akhir kuartal II-2024. Sedangkan harga emas dunia di US$ 2.500 per ons troi di akhir 2024.