Emas
( 196 )Harga Emas Terus Cetak Rekor
Harga emas dunia mencetak rekor tertinggi pada awal Maret 2024.
Rekor-rekor baru diprediksi masih akan berlanjut karena sejumlah faktor geopolitik
dan ekonomi global. Rekor tertinggi tercipta pada Rabu (6/3) di angka 2.130 USD
per ons. Mengutip situs Gold Price, harga emas mengalami reli sejak akhir
Februari 2024, dari posisi 2.030 USD per ons hingga menembus harga di atas
2.100 USD per ons pada awal Maret. Tren ini diikuti produk emas fisik PT Aneka
Tambang (Antam) Tbk. Emas batang Antam dengan berat 1 gram pada Rabu dihargai
Rp 1,186 juta, naik 0,5 % ketimbang hari sebelumnya di harga Rp 1,179 juta per
gram. Dibandingkan pekan sebelumnya pada 28 Februari, harga emas Antam satuan 1
gram naik 4,5 % dari harga Rp 1,13 juta.
”Emas melaju ke titik tertinggi sepanjang sejarah didorong
oleh faktor berlanjutnya tensi geopolitik dan prospek pemotongan suku bunga The
Fed pada bulan Juni,” kata Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia Liza
Camelia Suryanata saat dihubungi di Jakarta. Tensi geopolitik salah satunya konflik
Israel dan Hamas di Gaza Palestina terkait buntunya rencana gencatan senjata
sebelum dimulainya bulan Ramadhan akhir pekan ini. Pihak Israel diketahui
memboikot diskusi terkait gencatan senjata ini setelah pihak Hamas gagal untuk
memberikan daftar nama sandera yang masih hidup. Konflik ini merembet ke eskalasi
serangan oleh militant Houthi asal Yaman terhadap kapal kargo komersial di Laut
Merah, yang dilancarkan sebagai aksi solidaritas terhadap Palestina.
Faktor lain juga datang dari kebijakan ekonomi dunia terkait
penurunan suku bunga yang diperkirakan dimulai oleh Pemerintah AS pada Juni mendatang.
Penurunan suku bunga sebagai respons meredanya inflasi diprediksi akan mencapai
110 basis poin. Penurunan itu akan terjadi beberapa kali hingga Desember 2024. Direktur
Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menambahkan, krisis ekonomi di Jerman
dan Jepang juga memengaruhi perilaku pasar saat ini. ”Ini mengindikasikan perekonomian
masih mengalami permasalahan sehingga akan dimanfaatkan investor dan spekulan
untuk berinvestasi pada emas,” katanya saat dihubungi secara terpisah. Minggu
depan, ia memprediksi harga emas dunia akan sampai ke level 2.150 dollar AS per
ons. Kenaikan tersebut, terbaca dari analisis teknikal emas yang sudah
terbentuk, termasuk faktor teknikal pergerakan indeks nilai tukar USD yang
perlahan terus melemah. (Yoga)
INVESTASI, Menanti Kemilau Emas pada Tahun Naga Kayu
Tahun baru China, Imlek 2575, akan segera tiba pada Sabtu
(10/2). Berdasarkan penanggalan China, hal itu menandai Tahun Naga berelemen Kayu atau Naga
Kayu. Budaya China meyakini, shio hewan mitologi yang biasa digambarkan seperti
ular besar, terbang di langit, dan menyemburkan api tersebut menjadi simbol
kekuatan, kekuasaan, kekayaan, kesuksesan, dan kemakmuran. Perpaduannya dengan
elemen kayu yang melambangkan kreativitas dan vitalitas menjadikan Naga Kayu
dianggap shio istimewa sekaligus dinantikan banyak orang. Naga diyakini sebagai
shio yang paling beruntung dalam siklus 12 tahunan sekaligus penuh dengan
energi dan impian akan adanya perubahan dunia, menunjukkan harapan terhadap
kehidupan yang lebih baik tatkala tahun berganti.
Karena kondisi perekonomian saat ini masih dirundung ketidakpastian,
setelah melalui situasi sulit pandemi Covid-19, situasi perekonomian global kembali
menghadapi ketidakpastian akibat pecah konflik geopolitik, perlambatan ekonomi,
dan tekanan suku bunga negara-negara maju. Di tengah perekonomian yang
diselimuti ketidakpastian, emas dapat menjadi investasi yang relatif aman (safe
haven). Hal ini tidak lepas dari sifat emas yang stabil dan menguntungkan
tatkala situasi serba tak pasti akibat guncangan perekonomian, politik, dan
geopolitik, yang tecermin dalam perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Bank Dunia
memperkirakan, pertumbuhan ekonomi global akan melambat dari 2,6 % pada 2023
menjadi 2,4 % pada 2024. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan,
sepanjang 2023, emas telah menorehkan kinerja yang positif di tengah tingkat
suku bunga tinggi bank sentral global.
Selain itu, kinerja emas juga tercatat telah mengungguli
komoditas obligasi dan sebagian pasar saham. ”Dengan ketidakpastian di pasar
keuangan global, emas yang merupakan safe haven asset dapat menjadi salah satu
alternatif investasi. Namun, potensi upside (pertumbuhan) saat ini terbatas
karena adanya potensi higher for longer (era suku bunga tinggi) dari The Fed
(bank sentral AS) sehingga dollar AS cenderung masih akan kuat,” katanya, Rabu
(7/2). Selain faktor suku bunga, tensi geopolitik di Timur Tengah dan
permintaan bank sentral global terhadap emas juga memicu pergerakan harga emas.
Equities Specialist DBS Group Research, Maynard Arif,
menyebut, ada indikasi masyarakat mengalokasikan dananya pada investasi emas
lantaran merupakan aset yang stabil di tengah kondisi global yang tidak
menentu. Berdasarkan perkiraan Bareksa, harga emas Antam di Indonesia
berpotensi menyentuh level Rp 1,15 juta-Rp 1,25 juta per gram pada 2024.
Dibandingkan dengan target harga emas 2023 sebesar Rp 1,1 juta per gram yang
telah tercapai sejak 24 November 2023, proyeksi harga emas pada 2024 bakal
meningkat 13,6 %. Pada 5 Februari 2024, emas Antam tercatat di harga Rp 1,136
juta per gram. Ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada paruh kedua 2024
nanti diyakini dapat memberikan katalis positif terhadap pertumbuhan emas mendatang.
(Yoga)
Logam Mulia Seri Imlek
KILAU SAHAM EMAS TAHUN NAGA
Potensi kenaikan permintaan logam mulia dan perhiasan menjelang momentum Imlek menjadi katalis positif yang berembus untuk emiten-emiten emas. Sentimen itu diperkuat dengan harga emas spot yang masih bertahan di atas US$2.000 per troy ounces. Emas spot bertengger di level US$2.027,49 per troy ounces pada perdagangan Jumat (19/1) hingga pukul 15.00 WIB. Emas terus bermanuver di atas level U$2.000 meski telah menjauh dari rekor tertinggi US$2.077,49 yang disentuh pada 27 Desember 2023. Optimisme terhadap prospek harga emas pada kuartal I/2024 diungkap oleh sejumlah lembaga. Mengutip Bloomberg, MUFG Bank dan Commerzbank AG memperkirakan harga emas spot pada kuartal ini berada di level US$2.080 dan US$2.050 per troy ounces. Di tengah tren harga emas yang mengilap, saham emiten-emiten yang memiliki lini bisnis emas bergerak variatif. Sepanjang tahun berjalan 2024, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) memimpin dengan penguatan 14,12% ke level Rp7.475. Selain AMMN, saham PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) juga menguat 6,32%. Apresiasi saham juga dicetak PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang menjalankan lini bisnis tambang emas Martabe melalui anak usahanya PT Agincourt Resources. Head of Investment PT Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe menjelaskan momentum Imlek seharusnya dapat mendorong permintaan emas. Namun, kondisi ekonomi China yang melemah membuat permintaan emas tidak akan banyak mendongkrak harga. “Jadi permintaan emas dari China ada kenaikan menjelang Imlek, tapi tidak besar. Yang makan emas dunia adalah bank sentral,” kata Kiswoyo kepada Bisnis, Jumat (19/1). Di sektor ini, Kiswoyo mengatakan emiten yang menarik untuk diperhatikan ialah PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA). Menurutnya, emiten yang terafiliasi dengan Garibaldi 'Boy' Thohir itu masih memiliki cadangan emas besar dan membutuhkan belanja modal jumbo, termasuk untuk PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA).
Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan mengatakan outlook harga emas masih positif pada 2024. Proyeksi itu dinilai berdampak positif terhadap kinerja emiten emas, termasuk ANTM. Dalam risetnya, Felix memaparkan harga emas yang relatif tinggi di atas US$2.000 per troy ounces menjadi faktor kunci terjaganya margin ANTM. Menurutnya, tingginya harga emas mendorong penjualan oleh investor logam mulia atau buyback dari ANTM untuk taking profit. Ke depan, prospek harga emas bakal dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat dan ruang pelonggaran moneter The Fed melalui opsi penurunan suku bunga acuan. Terpisah, analis JP Morgan memperkirakan harga emas pada 2024 di level US$2.051 per troy ounces. JP Morgan mengulas dua emiten yang memiliki lini bisnis emas, yakni UNTR dan MDKA. JP Morgan menilai potensi kenaikan target volume penjualan emas sebagai salah satu faktor pendorong UNTR pada tahun ini. Apalagi, UNTR akan mendapat tambahan 25.000 ounces dari tambang baru PT Sumbawa Juta Raya (SRJ) yang mulai berproduksi April 2024. Sementara itu, entitas Grup Astra, UNTR menargetkan volume penjualan emas pada 2024 dapat mencapai 235.000 ounce. Hingga November 2023, total penjualan setara emas dari tambang emas Martabe turun 36,82% secara tahunan menjadi 166.468 ounce. Corporate Secretary United Tractors Sara K. Loebis menambahkan perseroan mengalokasikan belanja modal Rp1,8 triliun untuk pengembangan lini bisnis emas. Optimisme terhadap prospek harga emas disampaikan Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) Herwin W. Hidayat. Dengan asumsi harga emas bisa bertahan di kisaran US$2.000 per troy ounce, Herwin menilai dampaknya akan sangat positif terhadap kinerja keuangan BRMS.
PERTAMBANGAN MINERAL LOGAM : MENGAMANKAN INVESTASI FREEPORT INDONESIA
Besarnya investasi yang harus digelontorkan PT Freeport Indonesia untuk mengembangkan tambang bawah tanah di Kucing Liar membutuhkan kepastian perpanjangan kontrak selepas 2041 agar bisa mengoptimalkan potensi yang ada. Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menilai Kucing Liar memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan torehan produksi tembaga dan emas dari Freeport Indonesia di masa mendatang. Hanya saja, investasi untuk pengembangan produksinya saat ini sebagian terhalang masa konsesi yang berakhir pada 2041. Ketua Umum Perhapi Rizal Kasli berpendapat, komitmen investasi lanjutan Freeport Indonesia untuk mengembangkan Kucing Liar bisa terkoreksi jika perpanjangan kontrak tidak kunjung direalisasikan. Pasalnya, investasi untuk pengembangan infrastruktur tambang bawah tanah bakal menyita banyak modal. “Prospek Kucing Liar ini masuk dalam perencanaan Freeport Indonesia setelah 2041, di mana kita ketahui bahwa pada 2041 izin penambangan Freeport Indonesia berakhir. Apakah infrastruktur yang sekarang ada masih efisien dan secara teknis layak untuk digunakan setelah 2041?” katanya, Rabu (10/1). “Pengembangan Kucing Liar di Grasberg masih sesuai dengan jadwal, kami harap dapat mulai produksi komersial pada 2030,” kata President Freeport-McMoRan Kathleen Quirk saat conference call FCX kuartal III/2023. Produksi tahunan dari Kucing Liar ditargetkan dapat menyentuh di level 550 juta pound tembaga, dan 560.000 ounce emas saat masuk tahap komersial awal nantinya.
“Peningkatan produksi yang intensif ke level 550 juta pound tembaga, dan 560.000 ounce emas akan dilakukan satu dekade ke depan,” jelasnya. Di sisi lain, dia menambahkan bahwa FCX juga tengah melakukan eksplorasi tambahan di kawasan Grasberg selepas identifikasi atas potensi baru di Blok Deep Mill Level Zone (MLZ).
Dalam kesempatan terpisah, Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas menyebut perusahaan yang memiliki konsesi tambang seluas 110.000 hektare itu perlu mendapatkan kepastian perpanjangan kontrak setelah 2041 untuk merancang program kerja dalam jangka menengah panjang.
Di sisi lain, kepastian perpanjangan kontrak juga bakal berimbas terhadap kelanjutan kontribusi perusahaan ke negara yang mencapai US$4 miliar per tahun, kontribusi sosial sekitar US$100 juta per tahun, nasib ribuan tenaga kerja, serta efek berganda eksistensi Freeport Indonesia terhadap pemerintah daerah dan masyarakat Papua.
Di sisi lain, pemerintah mengaku sedang melakukan revisi terhadap Peraturan Pemerintah No. 96/2021. Revisi itu salah satunya bakal mengakomodir penghapusan tenggat waktu permohonan perpanjangan kontrak. Komitmen pemerintah untuk memperpanjang izin usaha pertambangan khusus (IUPK) Freeport Indonesia yang akan berakhir pada 2041 pun telah beberapa kali disampaikan. Banyaknya cadangan mineral di Grasberg, Papua, menjadi alasan utama pemerintah menyetujui permintaan perusahaan. “Karena mereka sudah sekian puluh tahun [di sana], dan dalam persyaratan ini ada cadangan. Masa kami mau putus [kontraknya], nanti mencari investor lagi,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif beberapa waktu lalu.
Menurutnya, Freeport Indonesia masih bisa mengoptimalkan cadangan mineral yang ada di tambang bawah tanah. Dengan begitu, kekayaan Indonesia bisa dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan bangsa. Alasan yang sama disampaikan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yang mengatakan bahwa puncak produksi dari tambang Grasberg bakal terjadi pada 2035. Tanpa adanya eksplorasi lanjutan yang masif, tren produksi tembaga dan emas dari Grasberg bakal terus mengalami penurunan setelahnya.
Emas Jadi Instrumen Investasi Menarik di 2024
Komoditas emas menjadi alternatif instrumen investasi yang
prospektif pada tahun 2024 lantaran dinilai lebih stabil. Hal ini dilihat dari
karakteristik emas yang nilainya cenderung stabil di tengah perkembangan
kondisi perekonomian global. Praktisi pasar modal dan pengajar Magister Ekonomi
Terapan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Yohanis Hans Kwee, mengatakan,
emas menjadi salah satu instrument investasi yang menarik pada 2024. Hal ini
tidak lepas dari pengaruh kebijakan bank sentral AS (The Fed) yang diperkirakan
telah mengakhiri kebijakan untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan dan berpeluang
menurunkannya pada medio 2024. ”Emas menjadi sesuatu yang menarik karena
instrumen ini tidak memiliki yield atau return (imbal hasil), tetapi dari
capital gain. Dengan demikian, saat suku bunga turun, emas jadi menarik. Ke
depan, tren indeks dollar AS juga cenderung melemah dibandingkan dengan tahun
lalu yang membuat emas akan dihargai dalam dollar AS lebih murah sehingga
permintaannya pun meningkat,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Jumat
(5/1/2024).
“Pemilu 2024 tak hanya diselenggarakan oleh Indonesia, tetapi
banyak negara juga yang mengadakan pemilu sehingga membuat para investor akan
wait and see. Maka, emas dapat menjadi pilihan saat ketidak pastian tersebut meningkat,
terutama menjelang tahun pemilu dan di tengah konflik geopolitik,” ujarnya. BPS
menyebut, perkembangan harga emas sepanjang 2023 di pasar internasional
terlihat berada di level yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2022. Per November
2023, harga emas menyentuh 1.984 dollar AS per troy oz atau meningkat 15 %
dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Senior Investment Information Mirae
Asset Nafan Aji Gusta berpendapat, kenaikan harga emas secara global didukung pernyataan
The Fed yang memutuskan untuk bersikap melunak dalam kebijakan moneternya atau
tidak menaikkan tingkat suku bunga acuannya. Kenaikan harga emas di tingkat
domestik juga menunjukkan daya beli masyarakat yang meningkat. (Yoga)
Momentum Investor Lama di Bursa Komoditas Berjangka
Tahun ini diperkirakan menjadi momentum baik bagi investor
ritel bermodal besar yang berpengalaman di perdagangan berjangka komoditas.
Komoditas emas menjadi salah satu produk berjangka yang pergerakan harganya semakin
menarik. Perdagangan berjangka komoditas menawarkan produk investasi dalam
bentuk fisik atau kontrak (derivatif) komoditas tertentu dengan pergerakan
harga sebelum kontrak sebagai dasar jual-belinya. Investasi ini masih akan
banyak dipengaruhi ketidak pastian politik dan perekonomian di luar negeri.
”Tahun ini adalah momentum yang tepat bagi investor ritel yang sudah
berpengalaman dalam transaksi di bursa berjangka untuk mendapatkan keuntungan
karena momen ini bersamaan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan prediksi
The Fed (bank sentral AS) akan menurunkan suku bunga di paruh kedua 2024,”
jelas ekonom dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, Kamis
(4/1/2024).
Situasi global berpengaruh karena harga produk-produk dalam
sistem perdagangan komoditas berjangka dipengaruhi perdagangan luar negeri,
seperti produk emas, timah, minyak sawit mentah, hingga valuta asing dan indeks
pasar modal negara luar. Rencana penurunan suku bunga AS yang berpengaruh ke global
menjadi kabar baik bagi investor, kata Ibrahim, karena kondisi tersebut memberi
peluang pada perusahaan dan ritel berekspansi lebih giat dan menaikkan
kepercayaan akan membaiknya situasi ekonomi. Indonesia Commodity & Derivatives
Exchange (ICDX) Group, salah satu organisasi regulator mandiri perdagangan bursa
berjangka di Tanah Air, sudah merasakan efek dari sentimen-sentimen global di
awal Tahun Baru ini. ”Besaran transaksi dua hari perdana perdagangan tahun 2024
ini menjadi awal yang baik di industri perdagangan berjangka komoditas,
khususnya di ICDX. Kami optimistis, tahun 2024 transaksi akan tumbuh positif
dibandingkan dengan tahun 2023,” kata Dirut ICDX Nursalam dalam keterangan
tertulis. (Yoga)
Pembiayaan Emas Tetap Berkilau
Kemilau Emas Masih Lanjut Tahun Depan
Harga emas makin cemerlang di tahun ini. Bahkan, harga emas sempat memecahkan rekor harga tertingginya sepanjang masa pada 4 Desember 2023, yaitu US$ 2.135,4 per ons troi.Sejumlah analis meyakini, penguatan harga emas mampu berlanjut tahun depan.
Investment Analyst
Stockbit Sekuritas Hendriko Gani bilang, konsensus meramal harga emas akan
bullish
pada 2024 dengan harga rata-rata naik 3,2%
year on year
(yoy) ke level US$ 1.986 per ons troi. Harga emas pun berpotensi meningkat ke atas level US$ 2.000 bila bank sentral Amerika Serikat (AS) melakukan pelonggaran moneter.
Maka, analis Korea Investment and Sekuritas Indonesia Fahressi Fahalmesta mengerek asumsi harga emas 2023 jadi US$ 1.950 (dari sebelumnya US$ 1.600). Pada 2025 direvisi dari US$ 1.500 jadi US$ 1.850 per ons troi. Proyeksi kenaikan harga emas ini turut menguntungkan emiten tambang emas seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Fahressi menaikkan estimasi harga jual rata-rata alias
average selling price
(ASP) emas ANTM untuk tahun ini sampai 2025 sebesar masing-masing 8,2%, 17% dan 22%.
Emiten lain yang diuntungkan menurut Hendriko adalah PT Archi Indonesia Tbk (ARCI). Sebagai salah satu penambang emas, ARCI berpotensi mengalami kenaikan ASP, seiring dengan kenaikan harga emas dunia.
Sedangkan analis NH Korindo Sekuritas Leonardo Lijuwardi bilang investor bisa mencermati saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA). Emiten ini cukup menarik untuk dilirik sebagai saham alternatif pilihan yang memiliki hubungan dengan emas.
Harga Emas Naik, Cerminan Kekhawatiran
Tren kenaikan harga emas perhiasan dinilai merupakan respons
kekhawatiran masyarakat atas ketidakpastian yang masih melanda. Naiknya harga
emas juga tecermin dari terjadinya inflasi emas belakangan ini. BPS melaporkan,
tingkat inflasi tahunan pada November 2023 tercatat sebesar 2,86 % dan secara
bulanan sebesar 0,38 %. Emas perhiasan merupakan komoditas yang memberikan
kontribusi terhadap inflasi tahunan sebesar 0,11 % dan terhadap inflasi bulanan
sebesar 0,03 %. Andil komoditas emas perhiasan, baik terhadap inflasi tahunan
maupun inflasi bulanan, meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yang masing-masing
sebesar 0,10 % dan 0,01 %.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia
Mohammad Faisal mengatakan, inflasi yang terjadi pada komoditas emas perhiasan perlu
diwaspadai. Kondisi ini dapat mengindikasikan adanya kekhawatiran masyarakat
terhadap prospek ekonomi ke depan. ”Kita perlu mengamati dan waspada karena
kenaikan inflasi pada emas berkaitan dengan kekhawatiran terhadap kondisi
ekonomi yang kurang baik sehingga pemilik modal atau masyarakat pada umumnya
cenderung menyimpan uangnya dalam bentuk investasi emas,” ujarnya saat
dihubungi dari Jakarta, Minggu (3/11). (Yoga)
Pilihan Editor
-
Digitalisasi Keuangan Daerah
26 Jul 2022 -
Paradoks Ekonomi Biru
09 Aug 2022









