Emas
( 196 )Tambang Liar Kembali Beroperasi di Lore Lindu
Tambang emas ilegal masih beroperasi di wilayah Dongi-Dongi , Kabupaten Poso di kawasan Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah. Penutupan dan penindakan hukum yang dilakukan sekitar dua tahun lalu belum sepenuhnya efektif menghentikan tambang liar itu.
Tambang liar sempat ramai pada akhir 2016 hingga pertengahan 2017 sebelum penindakan dan penertiban besar-besaran pada Agustus 2017. Luas areal taman nasional yang dirambah waktu itu sekitat 5 hektar.
Penambangan Emas Ilegal Jadi Perhatian
PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Universitas Mataram dan Nexus3 Foundation bekerjasama meningkatkan kapasitas pemantauan serta penanganan dampak lingkungan, kesehatan, sosial dan ekonomi di kawasan penambangan penambangan emas tanpa izin di NTB seperti di Sekotong, Lombok Barat dan Sumbawa Barat.
Para petambang emas skala kecil didorong mengurus izin. Dengan demimikan, penambangan dan pengelolaan limbah dilakukan dengan benar.
Penjualan Ditingkatkan
Emas masih menjadi pilihan masyarakat yang ingin berinvestasi. Sebab, harganya cenderung meningkat dalam jangka panjang kendati tak terlalu tajam. Masyarakat membeli emas secara langsung melalui toko luar jaringan dan melalui platform dalam jaringan. Direktur niaga Antam Aprilandi H Setia menyampaikan berdasarkan kinerja perusahaan, penjualan secara langsung melalui toko luring masih mendominasi pasar emas Antam yakni sekitar 95%. Namun sejak pelayanan penjualan daring dibuka melalui laman www. logammulia.com. penjualan secara daring memiliki prospek menjajikan. Oleh karena itu penjualan daring akan terus dikembangkan.
Tahun ini penjualan emas di dalam negeri 18 ton. Adapun penjualan emas keluar negeri 12 ton. Harga emas di dalam negeri terus naik sejak 2010 yang berkisar di Rp 400.000 menjadi Rp 600.000 per gram saat ini.
Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto menuturkan, tabungan emas merupakan salah satu produk yang diunggulkan Pegadaian. Sekertaris perusahaan PT Hartadinata Abadi Tbk Ong deny mengutarakan produksi perhiasan emas Hartadinata rata-rata 800-900 kg per bulan. Saat menjelang lebaran ada tren kenaikan permintaan dan produksi.
Treasury, Platform untuk Beli dan Simpan Emas
Treasury, platform daring untuk beli, simpan, serta jual emas batangan dan perhiasan, mulai beroperasi sejak November 2018. Lebih dari itu, platform juga menyediakan layanan transfer dan redeem emas untuk semakin memudahkan pengguna. Business Analyst Excecutive Treasury menjelaskan untuk menjadi teman Treasury, pengguna hanya perlu mendaftarkan diri dengan membeli emas senilai Rp 50.000, belum termasuk pajak saat proses awal pendaftaran. Teman Treasury juga akan mendapatkan banyak keuntungan yang jumlahnya mencapai jutaan rupiah setiap bulan. Selain itu, akan mendapatkan poin pada setiap transaksi minimal Rp 20.000 yang berlaku kelipatan.
Emiten Kepincut Kilau Bisnis Pertambangan Emas
Bisnis tambang emas memang menyilaukan. Prospek bisnis yang stabil membuat sejumlah emiten pertambangan batubara mulai mendiversifikasi bisnisnya ke bisnis logam mulia itu. Salah satunya PT United Tractors Tbk (UNTR) yang mengakuisisi 95% saham PT Agincourt Resources, pemilik tambang emas Martabe di Sumatera Utara.
Jika dibandingkan dengan bisnis batubara, bisnis emas lebih menjanjikan, karena instrumen emas mulai banyak diminati. Namun, perusahaan yang akan masuk ke tambang emas harus memikirkan terkait pembuatan smelter yang memerlukan biaya tak sedikit.
Fintech Penyedia Jual Beli Emas Semakin Marak
Secara umum, bisnis fintech ini menawarkan layanan mulai dari menjual dan membeli emas, mencicil pembelian emas, menggadaikan emas, hingga menitipkan emas. Persoalannya, belum satu pun perusahaan fintech jual beli emas yang mendapatkan izin dari OJK.
Pemda Papua Masih Ribut Soal Porsi Saham Freeport
Menakar keuntungan Inalum setelah mencaplok Freeport
Emas di tambang Grasberg, Mimika, diperkirakan tidak akan habis hingga 2070. Inalum memandang, selain manfaat finansial, juga ada manfaat strategis dari akuisisi ini, yaitu keahlian yang didapat Indonesia dalam mengelola tambang bawah tanah terumit di dunia. Terkait tuduhan harga yang terlalu mahal, Inalum menilai akuisisi terjadi pada harga yang sangat murah. Inalum telah menunjuk Danareksa, PwC dan Morgan Stanley untuk melakukan kajian keuangan, pajak, dan valuasi harga saham dan hak partisipasi Rio Tinto melalui metode Discounted Cash Flow (DCF).
Salah satu pembahasan yang cukup alot adalah hak partisipasi sebesar 40% yang dimiliki Rio Tinto di PTFI. Hak partisipasi, intinya pemberian hak atas hasil produksi dan kewajiban atas biaya operasi PTFI sebesar 40% sampai dengan 2022, dengan batasan produksi tertentu (metal strip). Mulai tahun 2023 Rio Tinto akan mendapat hak dan kewajiban penuh sebesar 40% dari produksi tanpa batasan tertentu hingga 2041.
The Fed Dovish, Kilau Emas Kembali Terang
Tetapi perlambatan ekonomi China dikhawatirkan juga berdampak pada permintaan emas. Penurunan permintaan emas juga terjadi karena kondisi geopolitik semakin baik. Terlebih jika negosiasi perang dagang antara AS dan China berjalan positif. Ini membuat aset safe haven dihindari. Meskipun demikian, belum jelasnya kelanjutan proses Brexit bisa mendorong naik emas.
Inalum Ikut Menanggung Biaya Smelter Freeport
Smelter akan memiliki kapasitas input 2 juta ton konsentrat per tahun dan kapasitas output 460.000 ton katoda tembaga. Proyek smelter akan rampung dalam lima tahun setelah Kontrak Karya berubah menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada Desember 2018.
Head of Corporate Communication and Government Relation PT Inalum mengklaim pendanaan smelter akan diambil dari internal Freeport Indonesia. Tidak ada dana yang keluar dari Inalum. Pengamat Energi dan Ekonomi UGM, Fahmy Radhi menilai, kewajiban pembangunan smelter merupakan kewajiban Freeport Indonesia sebelum divestasi, sehingga jika sekarang dibebankan setengahnya ke Inalum maka tidak fair.
Pilihan Editor
-
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022 -
Peran Kematian Ferdy Sambo dalam Kematian Yosua
10 Aug 2022 -
The Fed Hantui Pasar Global
26 Jul 2022 -
Transaksi QRIS Hampir Menembus Rp 9 Triliun
28 Jul 2022









