;
Tags

Emas

( 196 )

KASUS KORUPSI ANTAM : Perbedaan Emas Cap Asli & Palsu

HR1 08 Jun 2024 Bisnis Indonesia

Terjadi kebingungan di tengah masyarakat terkait cap palsu pelekatan merek Antam pada logam mulia periode 2010—2022 dalam dugaan korupsi perusahaan. Mereka mengira emas yang dikeluarkan pada waktu itu tidak asli. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Ketut Sumedana mengatakan, cap palsu dimaksud adalah proses perolehannya yang ilegal, yaitu saat melekatkan merek Antam pada emas pihak lain. Ketut menjelaskan, perolehan emas yang diduga mencapai 109 ton itu tidak melewati sejumlah prosedur mulai dari verifi kasi hingga studi kelayakan emas yang dicap Antam. “Harusnya mereka melalui verifi kasi, dan studi kelayakan.

Patgulipat Logam Mulia Aneka Tambang

KT1 05 Jun 2024 Tempo
TERUNGKAPNYA dugaan korupsi penjualan logam mulia ilegal yang menyeret pejabat PT Aneka Tambang (Persero) atau Antam menandakan persekongkolan jahat perusahaan negara dan pengusaha nakal tak pernah surut. Ini buntut lemahnya pengawasan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan buruknya penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).  

Kejaksaan Agung menetapkan enam general manager Antam periode 2010-2022 menjadi tersangka korupsi tata kelola emas yang diklaim merugikan negara ratusan triliun rupiah. Mereka disangka telah menyalahgunakan wewenang karena melekatkan merek logam mulia (LM) Antam pada emas milik perusahaan swasta. Sebagian emas tersebut ditengarai ilegal karena berasal dari penambang tak berizin. Logam mulia itu dijual ke pasar bersamaan dengan emas resmi produksi Antam.

Para pejabat Antam tersebut dituding menabrak aturan karena pelekatan merek LM Antam ini wajib didahului dengan kontrak kerja dan ada biaya yang harus dibayarkan pihak swasta. Sebab, merek ini merupakan hak eksklusif Antam. Menurut kalkulasi kejaksaan, sebanyak 109 ton emas ilegal berlogo Antam dengan berbagai ukuran diproduksi sepanjang 2010-2022. Skandal emas Antam ini kian menambah panjang deretan kasus kongkalikong perusahaan tambang negara itu dengan pihak swasta nakal. Kongsi dagang Antam dengan perusahaan swasta yang merugikan keuangan negara sudah berulang kali terjadi. (Yetede)

Kerugian akibat Pelabelan Emas Ilegal Perlu Kajian

KT3 04 Jun 2024 Kompas

PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mendorong adanya kajian lebih lanjut untuk mengidentifikasi jumlah kerugian negara karena adanya persekongkolan dalam skandal penyematan logo Antam secara ilegal pada emas logam mulia milik perusahaan swasta. Dirut PT Aneka Tambang Tbk, Nicolas D Kanter dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (3/6) menjelaskan, terdapat anggapan bahwa seolah-olah pihak swasta yang menggunakan jasa manufaktur pengolahan dan pemurnian logam mulia milik Antam dilakukan secara cuma-cuma. Padahal, lanjut dia, pihak swasta yang bersekongkol dengan oknum internal PT Antam Tbk, dalam kurun 2010-2021, tetap perlu mengeluarkan biaya untuk proses peleburan dan pelabelan logo Antam. Adapun aliran dana tersebut masuk ke dalam kas Antam.

”Sebaiknya kita harus duduk, buat kajian bersama dengan kejaksaan untuk mengidentifikasi kerugian negara. Kajian ini diperlukan dari pihak ketiga yang bisa menjelaskan secara runut apakah ada atau tidak kerugian negara. Kalaupun ada (kerugian negara) saya rasa bukan yang bersifat masif,” ujarnya. Nicolas memastikan semua produk emas logam mulia dengan label Antam dilengkapi sertifikat resmi karena diolah di satu-satunya pabrik pengolahan dan pemurnian emas di Indonesia yang telah tersertifikasi London Bullion Market Association (LBMA). Kendati demikian, logam emas pihak swasta berlabel Antam yang jumlahnya dalam kurun 11 tahun mencapai 109 ton tersebut memang layak disebut ilegal karena bahan baku dari emas-emas tersebut bukan berasal dari rantai pasok milik perseroan. (Yoga)


KORUPSI EMAS : Kerugian Masih Dihitung

HR1 03 Jun 2024 Bisnis Indonesia

Kejaksaan Agung (Kejagung) masih menghitung kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan kegiatan usaha komoditas emas 109 ton periode 2010—2021 terkait dengan PT Aneka Tambang Tbk. Dalam kasus ini, Kejagung sudah menetapkan enam tersangka yang seluruhnya merupakan General Manager (GM) Unit Bisnis Pengelolaan dan Pemurnian Lokamulia (UBPPLM) Antam periode 2010—2021. Perincian tersangka masing-masing inisial TK yakni GM periode 2010—2011, HN periode 2011—2013, DM periode 2013—2017, AHA periode 2017—2019, MA periode 2019—2021, dan ID periode 2021—2022. “Kerugian negara sampai dengan saat ini masih dalam proses perhitungan,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI, Ketut Sumedana dalam keterangannya dikutip Minggu (2/6). Ketut menyampaikan keenam tersangka diduga telah melakukan persekongkolan dengan menyalahgunakan jasa manufaktur yang diselenggarakan oleh UBPP LM. Modusnya dengan melekatkan merek Antam pada emas swasta. Antam diduga mengalami kerugian karena logam emas swasta yang dicap Antam itu menggerus pasar perseroan.

Sempat Catatkan Rekor, Harga Emas Melemah

KT3 25 May 2024 Kompas

Harga emas yang menjadi komoditas investasi favorit masyarakat Indonesia terjerembap setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada pekan lalu. Pengamat memprediksi penurunan harga akan terus berlanjut imbas perbaikan data ekonomi di AS. Harga emas di pasar spot pada Jumat (24/5) turun menjadi 2.330 USD per troy ons, mendekati posisi terendah dalam dua minggu terakhir. Pada Senin (20/5) harga emas batangan mencapai rekor tertinggi, di 2.449,89 USD per troy ons dan menyebabkan kenaikan 14 % sejak awal tahun. Perubahan harga emas ikut tertransmisi ke harga emas dalam negeri. Situs Logam Mulia, milik PT Aneka Tambang Tbk, Jumat, mencatatkan penurunan harga emas batangan satu gram sebesar Rp 20.000 menjadi Rp 1.325.000, kembali seperti harga di pertengahan Mei.

Ahli strategi komoditas di TD Securities, Daniel Ghali, mengatakan, penurunan harga terjadi karena aksi jual emas oleh para investor yang khawatir dengan data ekonomi AS terbaru. Pada Kamis (23/5), data awal S&P Global untuk manufaktur, jasa, dan Indeks Manajer Pembelian (PMI) komposit bulan Mei menunjukkan peningkatan aktivitas bisnis di AS. Pada saat yang sama, jumlah pengangguran di AS lebih sedikit daripada perkiraan sehingga menunjukkan kekuatan di pasar tenaga kerja. Situasi tersebut juga mengindikasikan kecenderungan kenaikan inflasi yang dapat disusul kenaikan suku bunga. Beberapa pejabat bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), menyampaikan hal tersebut dalam risalah rapat bulanan mereka. Investor emas pun semakin khawatir dengan penurunan suku bunga AS akibat menguatnya aktivitas bisnis di sana. (Yoga)


STRATEGI INVESTASI : Kiat Beli Emas Batangan

HR1 10 May 2024 Bisnis Indonesia

Emas batangan bisa menjadi salah satu pilihan untuk investasi jangka panjang. Kadar emasnya yang tinggi membuat nilai emas batangan cenderung naik, terutama disimpan dalam jangka waktu yang lama. Lalu, apa yang harus diperhatikan saat membeli emas batangan untuk investasi?Dilansir dari Dataindonesia.id, berikut cara memilih emas batangan untuk investasi. Pertama, Tetapkan tujuan investasi, apakah dana tersebut akan dipakai dalam jangka waktu dekat atau 1—2 tahun, atau jangka menengah dan panjang lebih dari 3 tahun. Kedua, tentukan ukuran emas yang akan dibeli. Ketiga, pertimbangkan ketersediaan dan Keempat, cek tingkat kemurnian emas dengan kandungan 24 karat, 18 karat, dan 12 karat. 

Kelima, pertimbangkan tempat penyimpanan. Jika ingin menyimpan di rumah, kotak brankas dapat menjadi pilihan untuk penyimpanan. Namun, jika ingin menyimpan di lembaga keuangan, maka layanan Safe Deposite Box dengan biaya tahunan yang sudah ditentukan juga dapat dipertimbangkan. Keenam, tempat tepercaya. Beli lah emas di tempat tepercaya agar terhindar dari investasi bodong atau barang yang palsu. Cek kredibilitas tempat penjualan emas batangan di lembaga resmi atau lembaga keuangan yang diawasi OJK.

Kemilau Emas Bikin HRTA Cemerlang

HR1 07 May 2024 Kontan

Permintaan dan harga emas yang semakin berkilau menyebabkan kinerja PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) cemerlang selama tiga bulan pertama 2024. Top line dan bottom line emiten perdagangan emas ini kompak tumbuh. Merujuk laporan keuangan, HRTA meraih laba bersih sebesar Rp 102,69 miliar pada kuartal I-2024. Keuntungan ini melonjak 47,05% dibandingkan hasil di periode yang sama tahun lalu. Kala itu sebesar Rp 69,83 miliar. Penjualan HRTA pada kuartal I-2024 hampir seluruhnya dari segmen perhiasan dan logam mulia senilai Rp 4 triliun, melonjak 90,47% secara tahunan. 

Seiring lonjakan penjualan, beban pokok pendapatan HRTA melejit 96,33% secara tahunan menjadi Rp 3,75 triliun. Walhasil, laba bruto HRTA Rp 258,6 miliar, tumbuh 26,05% dari Rp 205,15 miliar pada Maret 2023. Direktur Hubungan Investor Hartadinata Abadi, Thendra Crisnanda menerangkan, lonjakan pendapatan HRTA didorong lonjakan volume penjualan emas murni. Yakni meningkat 73,92% dari sebelumnya 2,16 ton menjadi 3,76 ton pada kuartal I-2024. "Sebanyak 82,96% dari penjualan dilakukan grosir, termasuk ekspor. Diikuti penjualan ritel 16,66% dan bisnis pegadaian 0,32%," terangnya ke KONTAN, Senin (6/5).

Melonjaknya Harga Emas dan 'Senjakalaning' Dolar

KT1 06 May 2024 Investor Daily (H)

Emas telah kembali ke sistem moneter internasional. Labih dari 50 tahun yang lalu, Presiden AS Richard Nixon "menutup jendela emas" (mengakhiri konvertibilitas dolar AS dengan nilai tukar tetap terhadap emas), dan obsesi dunia terhadap logam mulia tersebut akhirnya surut. Era baru mata uang fiat telah dimulai. namun kini, uang kertas ditantang oleh kekhawatiran fiskal dan teknologi baru (blokchains/distributed ledgers), dan harga emas telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa di atas US$ 2.400 per ounce.  Goldbugs tentu saja berpendapat bahwa logam mulia tetap merupakan investasi  ideal untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Namun, salah jika kita percaya bahwa harga emas itu stabil secara unik. Sebaliknya, harga tersebut mengukur kurva tingkat keamanan global. kalau terjadi lonjakan harga emas, berarti dunia mengalami era ketidakamanan yang signifikan. (Yetede)

Peluang di Tengah Ketidakpastian

KT3 23 Apr 2024 Kompas

Dalam bahasa Mandarin, krisis disebut weiji, ’wei’ yang artinya bahaya dan ’ji’ yang berarti peluang. Jadi, dalam setiap krisis, tak hanya ada bahaya, tetapi juga peluang. Saat ini dunia dilanda ketidakpastian yang tinggi. Dalam webinar yang digelar IDN Times pekan lalu, ekonom senior Mari Elka Pangestu mengatakan, memanasnya konflik antara Israel dan Iran akan meningkatkan tensi ketidakpastiaan ekonomi. Fenomena ini memicu serangkaian tindakan yang makin menekan perekonomian. Hal ini akan membuat harga minyak dunia terkerek naik. Sebab, Israel dan Iran adalah negara di jazirah Timur Tengah, yang merupakan kawasan pemasok minyak dunia. Ketika terjadi ketegangan di kawasan itu, pasokan akan berkurang, sementara permintaan minyak dunia tetap. Harga pun segera naik, yang bakal memicu inflasi global, termasuk di Indonesia. Hal ini akan menggerus daya beli masyarakat sehingga laju ekonomi bakal melambat.

Selain ketegangan geopolitik, tekanan untuk perekonomian Indonesia bertambah seiring depresiasi rupiah. Mengutip kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah pada perdagangan Senin (22/4) ditutup di level Rp 16.224 per USD. Ekonom Senior Bambang Brodjonegoro mengatakan, sebelum konflik Iran dan Israel memanas, sejatinya kurs USD menguat dibandingkan mata uang dunia lainnya, termasuk Indonesia dikarenakan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), diprediksi belum akan menurunkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat. Karena suku bunga The Fed masih tinggi, investor menilai investasi dalam aset berdenominasi USD lebih menguntungkan. Akhirnya, pemodal di seluruh dunia menarik uangnya dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk dipindah ke AS. Dampaknya, terjadi arus modal keluar (capital outflow) dari Indonesia. Pasokan dollar AS di dalam negeri pun menurun, yang membuat nilainya menguat terhadap rupiah.

Baik Bambang maupun Mari mengatakan, dalam kondisi seperti ini akan muncul fenomena ”flight to safety” dari para pemodal dunia. Para pemodal akan memindahkan asetnya ke instrumen yang risikonya lebih rendah. Investor akan cenderung memindahkan dananya pada aset-aset berdenominasi USD, seperti US Treasury Bond atau Obligasi Negara AS. Dengan suku bunga acuan The Fed yang masih tinggi, ’memegang’ instrumen itu akan jadi keuntungan bagi investor. Selain itu, instrumen yang selalu laris manis di kala dunia penuh ketidakpastian adalah logam mulia atau emas. Mengutip Logammulia.com, harga emas pada Minggu (21/4) Rp 1,34 juta per gram, meningkat Rp 37.000 per gram atau 2,82 % dibanding harga pekan sebelumnya (Minggu, 14/4). Jika ditarik dari awal tahun, harga emas sudah naik Rp 218.000 atau 19,30 %. (Yoga)

Saham Emiten Emas Bersinar

KT1 20 Apr 2024 Investor daily
Saham emiten emas makin bersinar ditengah memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah, setelah Israel dikabarkan mengirimkan  serangan balasan ke Iran pada Jumat (19/4/2024). Akibat serangan itu, permintaan safe haven  seperti emas melonjak dan berimbas pada pergerakan harganya yang terus menanjak. Saham emiten emas seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Copper Tbk (MDKA), dan lainnya juga mengalami kenaikan pada perdagangan kemarin, dan diyakini terus berlanjut ke depannya. Adanya laporan Israel menyerang Iran pada Jumat (19/4/2024) memicu kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas, sehingga meningkatkan daya tarik safe haven  logam kuning. Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi US$ 2.380 per ounce, dengan kenaikan lebih dari 1% di pekan ini. Emas berjangka AS juga naik 0,1% pada US$ 2,396 per ounce. (Yetede)