;
Tags

Amerika Serikat

( 390 )

Platform Media Sosial dihukum penggunanya

KT3 19 Nov 2024 Kompas

Orang beramai-ramai menghukum platform media sosial begitu mereka menilai tata kelolanya tidak benar. Situs media sosial Bluesky telah menggaet 1 juta pengguna baru dalam sepekan sejak pemilu AS, seiring makin banyaknya pengguna yang meninggalkan X, media sosial milik Elon Musk, yang dulu bernama Twitter. Sejumlah pengguna X meninggalkan platform tersebut karena menilai media sosial itu terlalu banyak berisi ujaran kebencian, disinformasi, dan misinformasi. Pelantar X juga dikhawatirkan rentan bias politik sebab Musk kini bergabung di kabinet presiden terpilih AS Donald Trump. Pada Rabu (13/11). Bluesky mengumumkan total penggunanya melonjak menjadi 15 juta akun, naik dari 13 juta akun pada akhir Oktober 2024 (Kompas.id, 17/11/2024).

Trump yang kalah tahun 2020 juga melakukan langkah serupa. Karena Twitter (yang kemudian menjadi X) menggembok akun Trump karena berkali-kali mengeluarkan ujaran kebencian, Trump kemudian mengajak pendukungnya pindah ke media sosial bernama Truth Social. Sikap emosional para pendukung sosok atau partai politik tertentu hanya karena calonnya kalah atau diperlakukan tidak pas oleh perusahaan media sosial ternyata tidak cukup menewaskan platform. Sikap mereka itu hanya sementara. Dalam kasus terakhir, masalahnya berbeda. Para pengkritik X menyatakan menutup akun mereka dan pindah ke Bluesky karena ada alasan etis dan mereka juga mempertanyakan tata kelola media sosial tersebut. Mereka melakukan langkah itu dengan alasan kuat, bukan karena sikap emosional semata. Sejumlah media melakukan penutupan dengan alasan X telah berpihak dan tak berusaha menekan ujaran kebencian.

Sementara itu, Bluesky mengatakan mendapat tambahan pengguna sebanyak 1 juta di tengah keriuhan pilpres AS. Pengguna media sosial ini juga bertambah karena kasus di Brasil. Pengguna aktif X juga mengalami penurunan sekitar 5 juta. Meski demikian, semua kehebohan ini belum tentu mematikan X dan kemudian memunculkan Bluesky sebagai pemenang. Perkiraan bahwa mereka akan terdampak signifikan masih terlalu jauh. Masalah pokok mereka adalah aspek bisnis di kedua platform. Sejauh ini bisnis keduanya belum menunjukkan keuntungan. Ketika masih bernama Twitter dan kemudian dibeli Elon Musk, platform tersebut masih merugi. Kini, X juga masih sulit meyakinkan pengiklan karena banyak merek yang tidak lagi beriklan di X karena alasan etis. Merek mereka tidak mau berada di ruang siber yang tidak aman. Di sisi lain, Bluesky masih jauh dari laba karena sibuk menaikkan jumlah pengguna. (Yoga)


Bagaimana Kepresidenan Kedua Trump Akan Mempengaruhi Ekonomi Asean

KT1 18 Nov 2024 Investor Daily (H)

Kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih pada 20 Januari 2025, kebijakan "America First" akan kembali menjadi pusat perhatian. Kebijakan ini, yang menekankan pemulangan lapangan kerja, pengurangan difisit perdagangan, dan pengetatan kebijakan imigrasi, memiliki dampak besar terhadap ekonomi negara berkembang. Artikel ini menganalisa dampak yang diantisipasi dari kebijakan ekonomi Trump terhadap ekonomi Asia Tengara (yang dikelompokkan sebagai Asean), terutama mengingatkan Asean telah menjadi sumber alternatif impor dan tujuan potensial relokasi investasi di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dam China.

Analisis ini berfokus pada empat aspek utama: tarif dan desifit perdagangan, sistem prefensi umum (General System of Prference/GSP), reorientasi rantai pasok global, dan investasi langsung asing (FDI). Pada masa jabatan sebelumnya, Trump secara agresif memberlakukan tarif untuk mengurani defisit perdagangan AS, khususnya pada impor dari China. Dalam masa jabatan keduanya, dia telah mengisyaratkan niat untuk memberlakukan tarif setinggi 60% pada impor dari China, dengan potensi tarif 10-20% pada impor dari negara lain (dan hingga 200% pada kendaraan listrik, terutama dari China dan Meksiko). (Yetede)

Pisau Bermata Dua Kemenangan Trump

KT1 16 Nov 2024 Investor Daily (H)

Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) 2024 dinilai tidak melulu mendatangkan dampak buruk ke perekonomian Indonesia, terutama sektor perdagangan internasional. Kemunculan kandidat dari Partai Republik sebagai pemenang dengan menumbangkan Kamal Harris dari Partai Demokrat tersebut, bisa diandaikan atau bak pisau bermata dua. Di satu sisi, semboyan 'America Firts' yang semasa periode pertama pemerintahannya (2017-2021) diimplementasikan dalam kebijakan proteksionisme, bisa menciptakan beberapa risiko bagi akses produk Indonesia ke pasar AS.

Namun demikian, di sisi lain, hal itu juga membuka ruang bagi Indonesia untuk memasok produk alternatif dari produk-produk China yang akan dikenakan tarif hingga 60%. "Trump memiliki approuch yang lebih transaksional. Misalnya, dalam era Trumph sebelumnya, ada pembicaraan tentang Limited Trade Deals yang memungkinkan produk ekspor unggulan Indonesia, seperti garmen, mendapatkan kemudahan akses pasar di AS jika menggunakan cotton asli AS," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W Kamdani kepada Investor Daily.  Apindo memandang, penting bagi Indonesia untuk memanfaatkan peluang yang muncul dari pergeseran rantai pasok global. (Yetede)

Kemenangan Donald Trump Menimbulkan Spekulasi Arah Perdagangan Dunia Selanjutnya.

KT1 15 Nov 2024 Investor Daily (H)
Kemenangan Donald Trump pada Pemilu AS tanggal 5 November 2024 lalu dengan cepat menimbulkan banyak spekulasi tentang arah perdagangan dunia selanjutnya, paling tidak hingga tahun 2029. Dapat dipastikan bahwa kebijakan-kebijakan yang diterapkan di masa pemerintahannya yang pertama dari Januari 2017 hingga Januari 2021 akan dia lanjutkan. Namun dipercaya, kali ini kebijakan-kebijakan nasionalisme ekonominya akan didorong oleh determinasi yang lebih kuat, cakupan yang lebih luas, dan tindakan yang lebih dalam. Itulah antara lain yang ia janjikan dalam kampanyenya untuk memenangkan Pemilu baru-baru ini berdasarkan penilaiannya atas kebijakan Presiden Joe Biden yang dianggapnya lemah dan kompromistis kecuali kepada RRT. Di tengah semakin tingginya ketegangan di Timur Tengah dan Semenanjung Korea, patut diduga bahwa pemerintahan Trump juga akan mengoptimalkan alasan pertimbangan keamanan nasional untuk menaikkan tarif atau melarang ekspor beberapa produk berdasarkan Section 232 dari Trade Expansion Act of 1962. Kita bisa seagera memperkirakan bahwa technology decoupling antara AS dan sekutu-sekutunya di satu pihak dengan RRT di lain pihak juga akan semakin meluas. (Yetede)

Kondisi Terkuat Relasi RI-AS

KT3 14 Nov 2024 Kompas (H)

Pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Joe Biden memeriahkan perayaan 75 tahun relasi kedua negara. Biden menyebut relasi RI-AS dalam kondisi terkuat sepanjang sejarah. Biden menerima Prabowo di Gedung Putih, Selasa (12/11) waktu Washington DC, AS. ”AS bagi kami adalah teman yang sangat baik. AS mendukung kami dalam perjuangan kemerdekaan dan membantu kami berkali-kali saat kami membutuhkan. Karena itu, saya akan bekerja keras untuk memperkuat hubungan Indonesia-AS,” ujar Prabowo.

Biden menekankan pentingnya peringatan 75 tahun relasi RI-AS. ”Saya bangga bahwa kemitraan di antara negara kita adalah yang terkuat yang pernah ada,” ungkapnya. Selepas pertemuan, dikeluarkan pernyataan resmi bersama. ”Sebagai bagian dari hubungan yang terus berkembang ini, setahun yang lalu, Indonesia dan AS meningkatkan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif (CSP) dan melembagakan upaya untuk memperluas kerja sama di tengah tantangan global dan yang sedang berkembang.” Demikian sebagian isi pernyataan itu. (Yoga)


Kemenangan Trump menaikkan kekayaan miliarder pendukungnya

KT3 12 Nov 2024 Kompas

Pemilihan presiden AS, Selasa pertama di Oktober 2024 memastikan Donald Trump, calon dari Partai Republik kembali menjadi presiden, melawan Kamala Harris dari Partai Demokrat. Hal ini juga menjadi kemenangan para pengusaha kaya di negeri Paman Sam. Elon Musk, pendiri Tesla, menjadi salah satu pengusaha yang bergembira saat Trump mengungguli elektabilitas dalam pilpres AS. Di akun pribadinya di media sosial X, ia mengetik ”The future is gonna be fantastic” pada 6 November 2024. Kalimat itu dihubungkan dengan kemenangan Trump. Mengutip pemberitaan media asing, Musk diketahui berperan sebagai penasihat kebijakan dan promotor Trump dalam pilpres keduanya.

X yang kini dikelola Musk juga menjadi corong kampanye Trump dengan semangat ”Make America Great Again”. Musk juga menyuntik 132 juta USD untuk kampanye capres ke-47 AS tersebut, mengutip situs Komisi Pemilu AS (FEC). Dana ini berbalik menguntungkan Musk. Kekayaan bersih Musk naik 26,5 miliar USD menjadi 290 miliar USD pada Rabu (6/11), menurut Bloomberg Billionaires Index. Bahkan pada Senin (11/11), kekayaan bersihnya kembali naik menjadi 314 miliar USD, dari kenaikan harga saham perusahaan teknologinya. Saham Tesla pada penutupan perdagangan Jumat (8/11) naik 8 % ke harga 321 USD per saham, bahkan melonjak 30 % disbanding harga pada awal tahun 2024.

Nilai kapitalisasi pasar Tesla pun untuk pertama kali dalam dua tahun terakhir naik di atas 1 triliun USD, membuat saham Tesla bergabung dengan klub perusahaan teknologi dengan kapitalisasi saham di atas 1 triliun USD, seperti Nvidia, Apple, Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Meta. Harga saham Amazon milik miliarder Jeff Bezos pada Rabu pekan lalu berhasil mencapai rekor tertinggi, yakni 207 USD, naik 40 % sejak awal tahun. Kekayaan bersih miliarder nomor dua setelah Musk bertambah 9 juta USD menjadi 230 miliar USD. Pencapaian itu mungkin tak akan didapat jika ia mengizinkan media yang ia punya, Washington Post, mendeklarasikan dukungan kepada Kamala Harris. (Yoga)


Demokrasi kalah penting dari periuk nasi

KT3 11 Nov 2024 Kompas

Ada banyak analisis soal penyebab kemenangan besar Republikan. Salah satunya, Trump dan Republikan menangkap aspirasi pemilih. Padahal, merujuk data Komisi Pemilihan Federal (FEC) AS, Kamala Harris dan Demokrat menghabiskan belanja kampanye jauh lebih besar dibandingkan Trump dan Republikan. Capres, calon anggota DPR, dan calon senator Demokrat menghabiskan 3,53 miliar USD. Republikan 1,8 miliar USD. Demokrat juga unggul soal pengumpulan dana kampanye, total 3,93 miliar USD. Republikan cuma 2,07 milyar USD. Faktanya, Trump unggul di lebih dari separuh negara bagian AS. Dari 538 suara dewan elektoral, hanya 226 diraih Harris.

Suara mayoritas, baik pilihan langsung (popular vote) maupun suara elektoral (electoral vote), dikuasai Trump. Pilihan isu kampanye berkontribusi pada kemenangan Trump. Ia membahas inflasi. Ia berulang berbicara soal periuk nasi. Trump juga membahas soal penegakan hukum dan penindakan terhadap imigran ilegal. Bagi ibu-ibu, merujuk pada data sebaran pemilih Harris-Trump, isu itu lebih penting dari masalah demokrasi atau aborsi. Warga sudah memberi suara, mayoritas mendukung Trump. Pemilih di North Carolina sampai Florida marah besar soal bantuan dampak badai.

Hanya 344 juta USD dikucurkan untuk korban Badai Helene. Sementara untuk bantuan militer Ukraina dan Israel sudah habis puluhan miliar dollar AS. Banyak warga bertanya, kenapa uang sebanyak itu tidak dipakai saja untuk mengurus berbagai masalah domestik? Penganggur banyak, harga aneka kebutuhan melonjak. Demokrat dan Harris gagal menjawab pertanyaan dan kegelisahan itu. Demokrat dan Harris malah membahas hal-hal yang, menurut jajak pendapat ataupun hasil pemilu, tidak berhubungan dengan kehidupan sehari-hari warga. Penurunan inflasi dan periuk nasi terisi. Itu yang diinginkan warga. Bukan ceramah demokrasi. (Yoga)


Kebijakan Proteksionisme Donald Trump Beri Efek Negatif ke Manufaktur

KT1 11 Nov 2024 Investor Daily (H)
Kebijakan proteksionisme yang kemungkinan akan kembali dilakukan Donald Trump saat kembali jadi Presiden AS, dapat memberikan efek negatif ke industri manufaktur. Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa mengatakan, kebijakan tersebut dapat membuat China mencari tujuan ekspor lainnya karena dihadang AS dan ujungnya membanjiri pasar Indonesia. "Kita harus waspadai jangan sampai over production China semakin membanjiri market yakni dengan memperkuat dengan Trade Remedies untuk  melindungi pasar domestik Indonesia di tengah utilitas industry TPT yang masih lemah," ucap dia. Kebijakan proteksionisme ini merupakan kebijakan ekonomi Trump dalam melindungi industri dalam negerinya. Trump berencana akan meningkatkan tarif impor hingga 10% untuk barang-barang asing. Angkat itu diklaim bisa meningkat, seandainya pihak mitra dagang terbukti memanipulasi atau terlibat perdagangan tak adil. Oleh karena itu, terang Jemmy, pemerintah Indonesia perlu melakukan negosiasi dalam mendorong kegiatan ekspor ke Amerika Serikat. Di sisi lain Indonesia harus mencoba menegosiasi Trade Agreement dengan Amerika Serikat. (Yetede)

Peluang pasar dan investasi dari kebijakan proteksionisme yang bakal diterapkan Trump

KT3 09 Nov 2024 Kompas

Pelaku industri berorientasi ekspor menilai terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden AS akan menurunkan kinerja ekspor China ke AS. Indonesia dinilai bisa memanfaatkan peluang pasar dan investasi dari kebijakan proteksionisme yang bakal diterapkan Trump. Potensi penerapan pajak tinggi untuk produk minyak goreng bekas pakai atau minyak jelantah, yang diimpor dari China ke AS, misalnya, membuka potensi pasar ekspor baru bagi negara-negara produsen minyak goreng, termasuk Indonesia. Analis Komoditas Lunak Global Bloomberg, Alvin Tai, menilai, Trump akan memenuhi janji kampanyenya, menaikkan tarif impor produk China hingga 60 %.

Peningkatan tarif juga diterapkan untuk produk minyak jelantah (used cooking oil) asal China yang selama ini pungutan impornya ada di kisaran 15,5 %. ”Saya pikir akan ada kelanjutan dari peningkatan tarif impor, termasuk untuk produk minyak jelantah dari China yang jumlahnya 60 % dari seluruh minyak jelantah impor di AS,” ujar Alvin di sela-sela acara International Palm Oil Conference (IPOC) 2024 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Jumat (8/11). Anggota Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono, menyebut, apa pun kebijakan Trump terkait proteksionisme nantinya tetap akan menguntungkan Indonesia.

”Volume ekspor minyak jelantah China ke AS sangatlah besar. Indonesia harus bisa mengambil keuntungan (dari kebijakan tarif AS),” ujar Joko. Berdasar hasil studi Traction Energy Asia, potensi ketersediaan minyak jelantah di Indonesia mencapai 1 juta kiloliter per tahun. Dari potensi tersebut, 75 % berasal dari industri pengolahan makanan, 25 % berasal dari hotel, restoran, dan kafe. Dilansir dari Reuters, tahun lalu AS mengimpor minyak jelantah hingga 1,36 juta metrik ton (1,53 juta kiloliter) untuk memenuhi kebutuhan produksi biodiesel di negara tersebut. (Yoga)


Sirene Peringatan Kembalinya Trumpisme

KT1 09 Nov 2024 Tempo
KEMENANGAN  Donald Trump dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat membunyikan sirene peringatan kembalinya Trumpisme. Gaya kepemimpinan Trump yang menggelorakan nasionalisme sempit dan proteksionisme serta dan mengabaikan nilai-nilai demokrasi itu bakal mencekam dunia dalam empat tahun ke depan. Indonesia pun harus bersiap. Meski belum resmi, Trump dipastikan kembali menjadi Presiden Amerika Serikat. Pengusaha sekaligus politikus Partai Republik ini terpilih sebagai presiden ke-47 setelah mengalahkan Kamala Harris dari Partai Demokrat. Pemungutan suara pada Rabu waktu setempat, 6 November 2024, menunjukkan Trump memperoleh 295 suara elektoral dan 72.572.358 suara populer. Dia mengungguli Harris yang mendapatkan 226 suara elektoral dan 67.848.491 suara populer.

Kemenangan Trump memicu kekhawatiran kembali mewabahnya Trumpisme. Selama empat tahun memerintah Amerika pada 2016-2020, Trump menerabas etika dan nilai-nilai demokrasi, mengabaikan pelindungan hak asasi manusia, serta menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Ia menyebarkan tuduhan palsu serta mengecap pengkritik pemerintah sebagai musuh rakyat Amerika. Trump meninggalkan sejumlah komitmen global dan inisiatif multilateral, seperti Kesepakatan Paris tentang Perubahan Iklim. Trump bahkan menyebut perubahan iklim sebagai hoaks besar. Ia mengecam energi hijau dan mobil listrik serta berjanji membatalkan kebijakan lingkungan dan skema hijau yang didukung Undang-Undang Pengurangan Inflasi. Pelestarian lingkungan bukan isu penting bagi Trump. Terpilihnya Trump membuat target Kesepakatan Paris makin sulit tercapai.  

Di sektor ekonomi, proteksionisme yang diterapkan Trump meletupkan perang dagang dengan Cina. Kebijakan yang sama bukan tak mungkin diterapkan dalam empat tahun mendatang. Selama kampanye, Trump berjanji meningkatkan tarif bea masuk hingga 60 persen untuk produk-produk asal Cina dan 20 persen untuk produk impor dari negara-negara lain. Alasannya: melindungi produk Amerika. Jika Trump menerapkan tarif bea masuk 60 persen pada produk-produk Cina, Indonesia bakal ikut gigit jari. Tak bisa masuk Amerika Serikat, produk-produk Cina akan makin membanjiri pasar dalam negeri. Akibatnya, pasar produk dalam negeri kian tergerus. Kita tahu, produk Cina lebih murah dari barang-barang buatan dalam negeri. (Yetede)