;
Tags

Amerika Serikat

( 390 )

Sentimen Negatif IHSG atas Kemenangan Trump

KT3 08 Nov 2024 Kompas

Kemenangan Partai Republik di AS dalam Pilpres 2024 menjadi sentiment negatif pasar keuangan di dalam negeri. IHSG terjerembap karena persepsi pasar akan kebijakan calon presiden yang unggul dalam penghitungan tak resmi, Donald Trump, yang dapat merugikan Indonesia nanti. Trump telah mengklaim kemenangannya atas Capres dari Partai Demokrat, Kamala Harris, pada Pilpres, Selasa (5/11). Kabar itu membuat pasar keuangan Indonesia bergejolak hingga Kamis (7/11). IHSG dibuka di posisi 7.383 setelah pada Rabu (6/11) rontok 1,4 % dalam satu hari perdagangan, kemudian melanjutkan penurunan, dan ditutup di 7.243,86. Posisi ini membuat pertumbuhan IHSG sejak awal 2024 nyaris 0 %. Mengutip situs RTI Business, koreksi sehari lalu dipicu larinya modal asing dengan nilai jual bersih Rp 1,15 triliun.

Eastspring Investments Indonesia, perusahaan manager investasi, menganalisis, pasar finansial Indonesia tidak luput dari sentimen negatif terpilihnya Trump, yang dinilai berpotensi menyebabkan kenaikan imbal hasil surat utang AS atau US Treasury dan nilai mata uang USD. Di tengah sentimen ini, pasar saham berjangka AS telah menguat, demikian dengan imbal hasil US Treasury melonjak 16 basis poin menjadi 4,41 % dan indeks USD naik lebih dari 2 % atau mengalami kenaikan harian tertinggi sejak Maret 2020. Kemenangan Trump dinilai berpotensi menyebabkan kenaikan imbal hasil US Treasury dan USD lebih lanjut akibat beberapa pendekatan kebijakan yang diantisipasi, seperti pemangkasan pajak, peningkatan belanja pemerintah, serta tarif dan kebijakan perdagangan.

Namun, menurut Eastspring, perekonomian Indonesia yang berorientasi pada konsumsi domestik akan lebih terlindungi dari dampak negatif tersebut. Tameng lainnya adalah rasio ekspor terhadap PDB Indonesia merupakan salah satu yang terendah di kawasan Asia. Membaiknya stabilitas eksternal selama beberapa tahun terakhir, yang terlihat dari penurunan defisit transaksi berjalan, peningkatan cadangan devisa, dan terkendalinya tingkat utang, membuat Indonesia lebih siap menghadapi potensi guncangan pasar global. ”Dalam jangka panjang, fundamental akan menjadi pendorong utama kinerja pasar finansial. Kami yakin bahwa outlook perekonomian Indonesia akan tetap positif,” ujar tim analis Eastspring. (Yoga)


Aset kripto melonjak akibat Kemenangan Trump

KT3 08 Nov 2024 Kompas

Harga berbagai aset kripto melonjak begitu sejumlah laporan memperkirakan Donald Trump bakal memenangi Pilpres AS pada Selasa atau Rabu (6/11) waktu Indonesia. Bitcoin mencapai puncaknya dengan nilai lebih dari 75.000 dollar AS atau naik 7 %. Ethereum naik 8 % dan Dogecoin yang merupakan ”anak emas” Elon Musk naik 25-30 %. Para pendukung aset kripto bersorak sorai begitu Trump mulai mengungguli Kamala Harris. Total kapitalisasi pasar semua aset kripto meningkat 11 % menjadi 2,5 triliun dollar AS dengan volume perdagangan kripto melonjak 77 % menjadi 138,48 miliar USD dalam 24 jam terakhir. Trump dianggap bakal mendukung pengembangan asset kripto, sementara Harris dari Demokrat dicitrakan menghambat pengembangan aset digital tersebut.

Harris lebih tepat disebut korban dari kebijakan Presiden Joe Biden yang dianggap sangat hati-hati dan menyerang mereka yang selama ini berada di dalam pengembangan aset kripto. Para pelaku industri kripto menyambut baik kemenangan Trump dengan harapan bahwa ia akan mampu mendorong perubahan legislatif dan peraturan yang telah lama mereka lobi. Laporan Associated Press menyebutkan, Trump telah berjanji bahwa jika terpilih, dirinya memecat Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Gary Gensler yang selama ini disebut telah memimpin langkah-langkah keras Pemerintah AS terhadap industri kripto. ”Malam ini para pemilih kripto telah berbicara dengan tegas, lintas partai dan pemilihan umum di seluruh negeri. Orang Amerika sangat peduli dengan kripto dan menginginkan aturan yang jelas untuk aset digital. Kami berharap dapat bekerja sama dengan kongres baru untuk mewujudkannya,” kata CEO Coinbase Brian Armstrong di akun X-nya. (Yoga)


Efek Kemenangan Donald Trump untuk Indonesia

KT1 08 Nov 2024 Tempo
CALON presiden dari Partai Republik, Donald Trump, memenangi Pemilihan Presiden Amerika Serikat. Ia mengalahkan kandidat dari Partai Demokrat sekaligus Wakil Presiden inkumben, Kamala Harris. Trump, yang pernah menjadi Presiden Amerika periode 2016-2020, memperoleh 277 suara elektoral dari 538 suara yang tersedia. Dalam sistem pemilihan presiden Amerika, calon yang mengantongi lebih dari 270 suara elektoral keluar sebagai pemenang meski kalah dalam perolehan suara populer.

Pakar ekonomi membuat sejumlah prediksi dan analisis mengenai efek kemenangan Donald Trump di Amerika Serikat. Nilai tukar dan tarif perdagangan diperkirakan akan terpengaruh. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance, Ahmad Heri Firdaus, memprediksi kebijakan ekonomi Amerika akan lebih ketat. Tarif yang direncanakan Trump berpotensi mengurangi produk yang diekspor ke Amerika.  “Akan makin banyak produk diseleksi sehingga menjadi tantangan negara berkembang untuk ekspor ke Amerika,” ujarnya.

Kemenangan Trump menyebabkan nilai tukar dolar Amerika Serikat menguat. Hal ini terjadi karena pasar bereaksi dengan kemungkinan kebijakan perdagangan proteksionis yang akan dibuat oleh Trump. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, memprediksi depresiasi kurs rupiah terhadap dolar bakal berlanjut. “Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 15.820-15.920 per dolar,” kata dia dalam analisis rutinnya, Rabu, 6 November 2024. (Yetede)

Efek Kemenangan Donald Trump untuk Indonesia

KT1 08 Nov 2024 Tempo
CALON presiden dari Partai Republik, Donald Trump, memenangi Pemilihan Presiden Amerika Serikat. Ia mengalahkan kandidat dari Partai Demokrat sekaligus Wakil Presiden inkumben, Kamala Harris. Trump, yang pernah menjadi Presiden Amerika periode 2016-2020, memperoleh 277 suara elektoral dari 538 suara yang tersedia. Dalam sistem pemilihan presiden Amerika, calon yang mengantongi lebih dari 270 suara elektoral keluar sebagai pemenang meski kalah dalam perolehan suara populer.

Pakar ekonomi membuat sejumlah prediksi dan analisis mengenai efek kemenangan Donald Trump di Amerika Serikat. Nilai tukar dan tarif perdagangan diperkirakan akan terpengaruh. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance, Ahmad Heri Firdaus, memprediksi kebijakan ekonomi Amerika akan lebih ketat. Tarif yang direncanakan Trump berpotensi mengurangi produk yang diekspor ke Amerika.  “Akan makin banyak produk diseleksi sehingga menjadi tantangan negara berkembang untuk ekspor ke Amerika,” ujarnya.

Kemenangan Trump menyebabkan nilai tukar dolar Amerika Serikat menguat. Hal ini terjadi karena pasar bereaksi dengan kemungkinan kebijakan perdagangan proteksionis yang akan dibuat oleh Trump. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, memprediksi depresiasi kurs rupiah terhadap dolar bakal berlanjut. “Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 15.820-15.920 per dolar,” kata dia dalam analisis rutinnya, Rabu, 6 November 2024. (Yetede)

Bayangan Trump di Pasar Modal

HR1 08 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2024 memicu kekhawatiran di banyak negara, termasuk Indonesia, terkait dengan potensi kebijakan ekonomi yang lebih agresif, khususnya dalam hal tarif impor. Trump telah mengisyaratkan untuk menerapkan tarif universal 10% terhadap seluruh barang impor, dengan tarif 60% khusus untuk barang dari China. Kebijakan ini dapat memicu perang dagang lebih lanjut, terutama antara AS dan China, yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global, termasuk ekonomi Indonesia yang bergantung pada kedua negara tersebut sebagai mitra dagang utama.

Jika kebijakan ini benar-benar dijalankan, dampak langsung bagi Indonesia dapat terlihat dalam perlambatan ekspor, terutama ke China dan AS, yang akan menyulitkan sektor manufaktur domestik. Selain itu, tarif yang lebih tinggi akan mengarah pada inflasi global, yang berisiko meningkatkan suku bunga di banyak negara, termasuk Indonesia. Suku bunga yang tinggi berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sudah melambat, tercermin dari angka pertumbuhan PDB yang hanya mencapai 4,95% pada kuartal III/2024.

Dalam menghadapi tantangan ini, pemerintah Indonesia perlu mengambil langkah-langkah antisipatif jangka panjang, terutama dalam kebijakan ekspor. Perluasan kemitraan dagang dengan negara-negara non-tradisional dapat menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pada mitra dagang utama yang terpengaruh kebijakan Trump. Selain itu, Indonesia juga perlu meningkatkan daya saing untuk menarik lebih banyak investasi asing langsung, meskipun dengan kebijakan proteksionisme Trump, investasi dari AS kemungkinan akan terbatas.

Secara keseluruhan, Indonesia harus menavigasi ketidakpastian ekonomi global dan geopolitik dengan langkah-langkah strategis, seperti diversifikasi mitra dagang dan meningkatkan daya tarik investasi, agar tetap menjaga stabilitas ekonomi dan pertumbuhan di tengah situasi yang penuh tantangan.



Trump Menang, Waspada Capital Outflow

KT1 07 Nov 2024 Investor Daily (H)

Donald Trump dipastikan keluar sebagai pemenang melawan rivalnya Kemala Harris dalam pemilihan presiden (pilpres) di Amerika Serikat (AS). Kemenangan Trump ini akan berdampak langsung terhadap perekonomian global juga Indonesia. Penguatan mata uang dolar Amerika harus diantisipasi karena akan berimbas pada terjadinya capital outflow. Trump berhasil meraih hati para pemilih AS dengan janji-janji berani akan populisme ekonomi yang akan menomorsatukan Amerika. Dan budaya konservatifnya untuk membuat hati rakyat Amerika lebih baik. Namun kepemimpinannya yang akan datang bakal segera diuji, mengingat usulan Trump atas kebijakan deportasi massal para imigran ilegal dan usulan tarif tinggi atas barang impor.

Trump juga mempunyai hubungan buruk dengan China yang berdampak pada ketidaktentuan perekonomian global. Perekonomian China yang berdampak pada ketidaktentuan perekonomian global. Perekonomian China akan semakin tertekan dan menyebabkan ekonomi negara lain juga melambat. Termasuk ekonomi Indonesia. kebijakan Trump berupa American First, menghambat arus masuk produk ke pasar domestik US. Barang tekstil Indonesia bisa semakin tertekan. Di sisi lain, ternyata kepemimpinan Demokrat pun juga tidak mampu menggenjot daya beli. Daya beli masyarakat US tertekan karena global inflation plus kondisi perang. (Yetede)

Diantara Dua Pilihan Berat

KT1 06 Nov 2024 Investor Daily (H)

Masa kampanye yang sengit, penuh pergolakan, dan juga dendam berlalu sudah. Rakyat Amerika Serikat (AS), yang sebagian tapi mencapai 82 juta lebih telah memilih lebih awal, menjatuhkan pilihannya pada hari pemilihan, Selasa (05/11/2024) waktu setempat. Meski memutuskan apakah akan mengirim Donald Trump kembali ke Gedung Putih atau mengangkat Kamala Harris ke Ruang Oval. Bilik-bilik suara di seluruh negeri dibuka pada Selasa  pagi waktu setempat. Para pemilihan yang sulit antara  dua kandidat yang sangat berbeda untuk negara ekonomi terbesar di dunia.

"Ini penting. Ini tugas saya sebagai warga negara dan penting bagi saya untuk memilik diri saya sendiri dan saya memilih demokrasi, dan negara yang saya dukung selama 22 tahun terakhir hidup saya," kata Rons Kessler. Ia seorang veteran Angkatan Udara dari Pennsylvania, yang mengaku baru dua kali memilih untuk pilpres. Persaingan ketat kedua capres diwarnai oleh berbagai peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Yakni dua kali upaya pembunuhan terhadap Trump, Presiden Joe Biden yang mendadak mundur dari pencalonan, dan Harris yang ujung-ujungnya menggantikannya. hasil pilpres 2024 ini masih terlalu ketat untuk diprediksi , bahkan setelah menghabiskan miliaran dolar dan berbulan-bulan kampanye yang penuh ingar bingar. (Yetede)

Pemimpin AS terpilih berdampak bagi Indonesia

KT3 05 Nov 2024 Kompas (H)

Hampir 78 juta warga AS telah menggunakan hak pilih mereka ketika pemungutan suara pendahuluan ditutup pada Minggu (3/11). Sisanya akan memilih pada hari puncak pemilu, Selasa (5/11). Siapa pun pilihan mereka, apakah Wapres Kamala Harris (Demokrat) atau mantan Presiden Donald Trump (Republik) publik ”Negeri Paman Sam” itu akan menorehkan sejarah baru. Bagi negara-negara lain, termasuk   kawasan Asia Tenggara, pemimpin AS terpilih akan membawa dampak meski akan dipengaruhi dinamika hubungan dengan China. ”Siapa pun yang akan dipilih warga AS, negara-negara yang ditekan oleh China dan berupaya membalas tekanan itu kepada China bakal menjalin hubungan baik dengan AS beberapa tahun ke depan,” kata Zack Cooper, senior fellow lembaga think tank American Enterprise Institute, di Washington DC.

”Anda menjalin hubungan baik dengan AS karena kepentingan pada AS sebagai kekuatan penyeimbang. (Presiden Joe) Biden telah melakukannya. Trump juga akan melakukan hal itu, begitu pula Harris,” kataCooper dalam pertemuan dengan 11 wartawan Asia Tenggara dalam program Tur Reporter AS-ASEAN atas undangan Misi AS untuk ASEAN. Berkaitan dengan Indonesia, dosen di Universitas Princeton itu menyebutkan, sulit bagi Indonesia dan negara-negara lain, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan bahkan Singapura, untuk berhubungan yang benar-benar baik dengan AS tanpa gencatan senjata di Gaza dan Lebanon. ”Indonesia secara khusus berharap pada investasi perdagangan. Saya benar-benar khawatir, jika Trump (terpilih) dan menetapkan tarif global 10 p%, hal itu akan mengirim pesan cukup buruk pada Indonesia tentang kemauan AS memperdalam hubungan perdagangan,” tutur Cooper. (Yoga)


Awak Media AS

KT1 04 Nov 2024 Tempo
MEDIA massa Amerika Serikat tengah dihebohkan oleh keputusan manajemen The Washington Post yang menyatakan koran itu tak akan mendukung atau menganjurkan pembacanya memilih salah satu calon presiden dalam pemilihan umum pada 5 November besok. Keputusan manajemen The Post itu menghentikan sikap redaksi koran ini yang sudah disiapkan bakal mendukung Kamala Harris, calon presiden dari Partai Demokrat. Keputusan manajemen The Post memicu amarah para redaktur koran itu. Tiga anggota dewan redaksi mundur dari jabatannya. Reaksi para editor The Post serupa dengan respons redaktur Los Angeles Times terhadap pengumuman manajemen yang menyatakan netral dalam pemilihan presiden, yang terjadi beberapa hari sebelum pengumuman manajemen The Post.

Puluhan ribu pelanggan dua koran itu, termasuk figur terkenal seperti penulis Stephen King, melampiaskan kekecewaan di ruang komentar berita yang memuat keputusan itu dan menyerukan pembatalan langganan. Sampai akhir pekan lalu, sebanyak 250 ribu pelanggan telah mencabut langganan mereka. Itu artinya, The Post kehilangan 10 persen pelanggan berbayar gara-gara keputusan itu. Pelanggan beralasan sikap netral The Post hanya membuka pintu bagi pengaruh Donald Trump. Legenda The Post yang membongkar skandal Watergate pada 1972, Bob Woodward dan Carl Bernstein, menyebut keputusan manajemen itu mengecewakan mengingat liputan-liputan koran ini telah menunjukkan ancaman nyata Donald Trump terhadap demokrasi Amerika. Ada juga yang mengutuk keputusan itu karena The Post lepas tangan ketika warga Amerika dihadapkan pada pilihan yang sulit dan menentukan. (Yetede)


Dana Pandemi 24,9 Juta Dollar AS bagi Indonesia dari Pandemic Fund

KT3 21 Oct 2024 Kompas
Indonesia menerima dana 24,9 juta dollar AS melalui Pandemic Fund. Dana ini diharapkan dapat memperkuat upaya Indonesia dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap krisis kesehatan, termasuk pandemi di masa depan. Selain Indonesia, ada 39 negara lain yang menerima alokasi dana dari putaran kedua pendanaan dari Pandemic Fund atau Dana Pandemi. Pada putaran kedua dialokasikan dana 418 juta dollar AS. Dana hibah ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons (PPR) terhadap pandemi di masing-masing negara. "Melalui Pandemic Fund, Indonesia akan memberikan contoh sebagai negara donor sekaligus penerima manfaat yang menunjukkan hasil nyata dalam penguatan kapasitas nasional, regional, dan global dalam kesiapsiagaan dan respons krisis kesehatan ke depan,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (19/10/2024).

Pandemic Fund merupakan mekanisme pendanaan multilateral pertama di dunia yang dibentuk untuk membantu tiap negara, terutama negara berpenghasilan rendah dan menengah, agar lebih siap menghadapi pandemi di masa mendatang. Dana yang didapatkan dari Pandemic Fund bisa digunakan setiap negara untuk memperkuat sistem pertahanan sekaligus meningkatkan kesiapan dan respons dalam menghadapi potensi pandemi di masa yang akan datang. Diharapkan pula agar pendanaan ini bisa mengisi kesenjangan kesiapan penanganan pandemi antarnegara. Sistem pendanaan ini pertama kali diluncurkan pada November 2022 dalam Presidensi G20 Indonesia. Saat awal diluncurkan, dana yang terkumpul sekitar 2 miliar dollar AS dari 27 negara dan filantrop. Indonesia termasuk negara yang turut berkomitmen dalam pendanaan tersebut sebesar 50 juta
dollar AS (Kompas.id, 13/11/2022). 

Dalam wawancara dengan Kompas pada 15 November 2022, Budi mengatakan, dana dari Pandemic Fund bisa berfungsi sebagai dana katalis sehingga sumber pendanaan bisa berasal dari berbagai pihak. Pada praktiknya, tiap negara bisa mengajukan proposal untuk mendapatkan dana hibah yang bersumber dari Pandemic Fund. Dari 146 proposal yang sudah diterima, Indonesia termasuk negara dengan nilai tertinggi dari Technical Advisory Panel. Adapun tema yang diangkat Indonesia adalah Collaborative Approach for Resilient Surveillance and Pandemic Preparedness in Indonesia (CARE-I). Hal itu antara lain berisi persiapan penanganan pandemi untuk penguatan laboratorium, surveilans, tenaga kesehatan, dan komunikasi risiko. Budi menyampaikan, program pendanaan ini akan berlangsung dalam durasitiga tahunbersama denganBank Dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), serta Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) sebagai entitas pelaksana. Kementerian Kesehatan akan berperan sebagai koordinator dalam pelaksanaan program Satu Kesehatan (One Health). (Yoga)