Amerika Serikat
( 390 )PEMILU AS : Trump Akan Hapus Mandatori EV
Dalam pidato kampanyenya di Milwaukee, Donald Trump berjanji akan menghapus mandat electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik jika terpilih menjadi presiden Amerika Serikat. Percepatan EV merupakan kebijakan dari presiden Joe Biden. “Langkah [mencabut mandatori EV] ini akan menghasilkan penyelamatan industri otomotif AS dari kehancuran total, yang sedang terjadi saat ini, dan menghemat ribuan dolar per mobil bagi pelanggan AS,” kata Trump. Jika benar seperti itu, tentunya itu jadi ancaman buat raksasa kendaraan listrik Tesla yang dimiliki Elon Musk. Padahal, Elon Musk merupakan salah satu donatur besar bagi Trump lewat America Political Action Committee (APAC). Musk disebut-sebut merogoh kocek hingga US$45 juta atau sekitar Rp700 triliun untuk Trump.
America PAC telah didukung oleh sejumlah teman dan sekutu Musk di dunia teknologi, di antaranya Joe Lonsdale, yang mendirikan perusahaan perangkat lunak Palantir bersama Peter Thiel, donor politik utama untuk calon wakil presiden baru Trump, senator Ohio JD Vance. Selain itu, ada juga si kembar Winklevoss, pengusaha mata uang kripto yang menyerang Joe Biden karena melancarkan apa yang mereka sebut perang terhadap mata uang kripto melalui regulasi. Winklevoss memuji Trump sebagai “pro-Bitcoin, pro-kripto, pro-bisnis.”
Biden Mundur Tak Pengaruhi Pasar Keuangan
KKP Tingkatkan Akses Pasar Udang ke Amerika
Konservasi Terumbu Karang untuk Bayar Utang Rp 569 Miliar
Pemerintah Indonesia dan AS telah menandatangani perjanjian untuk mengalihkan kewajiban pembayaran cicilan pokok dan bunga utang senilai 35 juta USD atau Rp 569 miliar dengan pelaksanaan proyek konservasi terumbu karang di wilayah laut Indonesia. Perjanjian bertajuk debt for nature swap and coral reef conservation atau pertukaran utang untuk alam dan konservasi terumbu karang tersebut diteken pada 3 Juli 2024. Lewat kesepakatan itu, pelaksanaan konservasi terumbu karang menjadi kewajiban yang harus dijalankan Pemerintah RI tahun ini. Secara global, skema ini mendapat sorotan. Beberapa negara yang sudah menjalani kontrak, seperti Barbados, Belize, Ekuador, dan Gabon, terdapat banyak kendala yang membuat program sulit berjalan optimal, di antaranya biaya transaksi mahal serta isu transparansi dan inklusivitas.
Asisten Menkeu bidang Perdagangan dan Pembangunan Internasional AS Alexia Latortue di Kedubes AS, Jakarta, Jumat (12/7) mengatakan, lewat kesepakatan debt-for-nature swap and coral reef conservation, Pertama, mengurangi beban pembayaran utang Indonesia kepada AS. Kedua, alih-alih membayar kewajiban utang ke AS, uang itu bisa tetap berada di Indonesia untuk konservasi terumbu karang. Jadi, kesepakatan ini memenuhi dua tu juan penting, yaitu mengurangi pembayaran utang dan mendukung konservasi untuk melindungi terumbu karang. Ini penting karena Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa dengan salah satu area terumbu karang terluas di dunia. Masyarakatnya pun mendapat banyak manfaat dari terumbu karang.
Program pertukaran utang untuk alam telah dijalankan AS selama 25 tahun terakhir. Kesepakatan yang ditandatangani dengan Pemerintah Indonesia pada 3 Juli 2024 menjadi perjanjian ke-23 yang sudah dilakukan di 14 negara. Khusus di Indonesia, ini sebenarnya kesepakatan yang keempat setelah tahun 2009, 2011, dan 2014. Bedanya, tiga kesepakatan sebelumnya berfokus pada konservasi hutan tropis. Ini adalah kegiatan kolaboratif yang dibangun berdasarkan kesamaan nilai antara AS dan Indonesia, yaitu mendukung konservasi dan praktik lingkungan yang baik. Indonesia memiliki luas area terumbu karang terbesar kedua di dunia setelah Australia. Keanekaragaman hayati laut juga luar biasa. Ada 1.700 spesies laut yang berbeda,
Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati), yang memiliki rekam jejak baik selama dua dekade dipilih menjadi administrator dana untuk mengelola dana konservasi yang kemudian disalurkan sebagai hibah untuk lembaga-lembaga lokal. Dalam waktu dekat, dana hibah pertama sudah bisa disalurkan. Isu transparansi menjadi salah satu pelajaran utama yang dipetik selama 25 tahun menjalankan program pertukaran utang. Semua pihak yang terlibat harus memahami bagaimana dana dikelola dan disalurkan. Prinsipnya adalah menjaga biaya seminimal mungkin. Bermitra dengan LSM seperti The Nature Conservancy dan Conservation International, serta Yayasan Konservasi Alam Nusantara dan Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia, penting untuk menjaga agar tidak timbul beban biaya tambahan dari pelaksanaan program. Dana hasil pengalihan utang pun akan digunakan sebagai hibah bagi organisasi lokal. Dengan demikian, masyarakat yang bergantung pada terumbu karang benar-benar mendapat manfaat dari kegiatan konservasi ini. (Yoga)
Donatur Kakap Desak Biden Mundur dari Pencapresan
Dana Kampanye Biden Terancam Selepas Debat
Donatur Presiden AS Joe Biden (81) kecewa. Sebab, debat Biden dengan mantan Presiden Donald Trump selama 90 menit di Studio CNN, Atlanta, AS, Kamis (27/6) waktu setempat berakhir mengecewakan. Dalam laporan Senin (1/7) Associated Press menyebut keluarga meyakinkan Biden untuk tak mundur dari pencalonan, yang disampaikan kala mereka berkumpul di Camp David pada Minggu. Sementara, sebagian donatur Biden cemas dia kalah dari Trump. Mereka mulai menanyakan kemungkinan mencari pengganti Biden. ”Saya memahami kekhawatiran soal ini. Ini bukan malam yang menyenangkan bagi saya maupun Trump. Saya berjanji kepada Anda bahwa kami akan memenangi pemilu ini,” kata Biden selepas debat.
Mereka juga menanyakan peraturan tentang kemungkinan Biden bisa digantikan sebelum atau saat Konvensi Nasional Partai Demokrat. Ada juga beberapa donatur yang menghubungi istri Biden, Jill, agar membujuk Biden untuk tidak mencalonkan diri. Mereka tahu bahwa keputusan itu tergantung pada Biden dan keluarganya. Sementara, sebagian penyumbang tetap menyokong Biden, terbukti pada 27 juta USD sumbangan yang dikumpulkan di New York dan New Jersey selepas debat di Atlanta. Acara di New York diadakan miliarder Barry Rosenstein. Sementara itu, Gubernur New Jersey yang kaya, Phil Murphy, menggelar pengumpulan dana selepas acara di New York.
Beberapa bulan yang lalu, Biden mempunyai dana 100 juta USD lebih banyak ketimbang Trump, tapi, kini tim kampanye Biden dan Komite Nasional Partai Demokrat hanya memiliki simpanan 212 juta USD di bank pada Juni 2024. Sementara Trump dan Komite Nasional Partai Republik memiliki 235 juta USD. Aliran dana dari donatur ini dikhawatirkan seret. Sebab, ada sejumlah donatur menyatakan akan menghentikan donasinya. Namun, sejauh ini tidak ada tokoh atau anggota senior Demokrat yang menyerukan agar Biden mundur. Mantan Presiden Barack Obama dan Bill Clinton masih mendukung penuh.
Anggota DPR AS, Nancy Pelosi, yang pernah menjadi ketua DPR, mengingatkan kinerja di adu Salah satu donatur Biden, Charles Myers, menyesalkan beredarnya narasi panik tentang donatur yang eksodus dari kampanye Biden. Narasi itu justru tidak benar dan membuat frustrasi. Myers mengaku memang para donatur khawatir setelah melihat adu debat Biden yang sangat buruk. Namun, masih banyak yang mendukung dan ingin berbuat lebih banyak. Banyak pendukung Biden yang masih mau membantu memperbaiki kinerjanya. ”Saya rasa Biden tidak akan ke mana-mana. Ini adalah calon terbaik yang kita punya. Kita harus membuatnya benar-benar siap maju bertarung lagi,” ujarnya. (Yoga)
Rupiah Terdampak Sinyal The Fed
Nilai tukar rupiah kembali terdepresiasi hingga menembus Rp 16.400 per dollar AS di akhir pekan menyusul kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve atau The Fed, yang mengindikasikan pemangkasan suku bunga acuannya hanya akan terjadi satu kali pada akhir 2024. Ada pula faktor kekhawatiran investor terhadap kebijakan belanja pemerintahan Indonesia 2024-2029. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), pada perdagangan Jumat (14/6) rupiah ditutup pada level Rp 15.374 per dollar AS, melemah 6,33 % dibanding penutupan akhir 2023, sekaligus menjadi level pelemahan terdalam rupiah selama kalender berjalan.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan membuat dollar AS melemah. Namun, hasil rapat Dewan Kebijakan Bank Sentral AS (Federal Open Market Committee/FOMC) per Juni 2024 mengindikasikan The Fed hanya akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) sekali pada akhir 2024. Implikasinya, dollar AS kembali menguat. ”Dollar AS dalam sepekan terakhir tercatat kembali menguat terhadap mata uang global, baik mata uang negara maju maupun mata uang negara berkembang, termasuk rupiah yang melemah hingga ke level 16.400 per dollar AS,” katanya, Minggu (17/6). (Yoga)
Tak Ada Keistimewaan bagi Anak Joe Biden
Hunter Biden (54) putra Presiden AS, Joe Biden, divonis bersalah atas tuduhan kepemilikan senjata api secara ilegal. Ia terancam penjara 25 tahun. Kasusnya menunjukkan tidak ada keistimewaan bagi anak presiden. Jangankan mendapat jabatan, bebas dari kasus hukum saja sulit. Juri Pengadilan Wilmington, kota kediaman keluarga Biden, memutuskan itu pada Selasa (11/6) siang atau Rabu dini hari WIB. ”Kami menghormati keputusan pengadilan,” kata Presiden Biden. Sebelumnya, ia menyatakan tak mengampuni Hunter jika telah divonis berkekuatan hukum tetap. Sebagai presiden, salah satu kewenangan Biden adalah mengampuni terpidana. Kasus Hunter kelanjutan penyelidikan catatan pajaknya oleh kantor pajak AS, IRS, karena ada kejanggalan. Di dalam penyelidikan itu, IRS menemukan bahwa Hunter memiliki pistol yang dibeli pada 2018.
Padahal, ketika penyelidikan dilakukan, Hunter tercatat sebagai pasien rehabilitasi narkoba. UU AS melarang pencandu alkohol atau narkotika memiliki senjata api. Hunter pun dilaporkan kepada polisi. Persidangannya dimulai pada 24 Mei 2024. Lalu, ia dinyatakan bersalah oleh juri. Ini pertama kali Hunter divonis bersalah sehingga pengamat hukum memperkirakan ada keringanan. Hakim belum memutuskan berapa lama Hunter harus dipenjara. Tim kuasa hukum Hunter mengatakan, mereka mengajukan banding. Jaksa Weiss menegaskan tidak ada seorang pun yang derajatnya lebih tinggi di mata hukum. Hunter sebagai orang dewasa memahami bahwa pilihannya salah dan mendatangkan konsekuensi hukum. (Yoga)
Pragmatisme antara Target dan Realitas
Tugas bank sentral diantaranya mengendalikan inflasi. Untuk bank sentral AS (The Fed), target inflasi adalah 2 %. Kompleksitasnya, selain dari sisi permintaan, sumber tekanan inflasi juga bersumber dari fragmentasi globalisasi akibat ketegangan geopolitik. Apakah target inflasi The Fed masih realistis? Sebab, fungsi reaksi atau ekspektasi dari para pelaku ekonomi sangat mungkin sudah berubah sesuai perkembangan dunia saat ini. The Fed berhasil menurunkan inflasi dari tingkatnya yang tertinggi di 9,1 % per Juni 2022 ke 3,4 % per April 2024, melalui 11 kali kenaikan suku bunga sejak Maret 2022, dimulai dari 0,5 % sampai 5,25 % saat ini. Tapi, inflasi tidak kunjung turun sampai kisaran 2 % hingga suku bunga acuan tetap dipertahankan tinggi. Inflasi AS sempat turun mencapai 3,1 % pada Januari 2024, tetapi naik lagi mencapai 3,5 % pada Maret 2024, baru turun kembali ke 3,4 % pada April 2024.
Ini menimbulkan wacana bahwa The Fed perlu lebih pragmatis mengingat target 2 % mungkin tidak lagi sesuai dengan kondisi perekonomian. Dari tren 5 tahunan, keseimbangan baru inflasi tampaknya terjadi di kisaran 3 % sejak Juni 2023. Pada saat yang sama, pertumbuhan AS triwulan I-2024 turun drastis ke 1,6 %, dari 3,4 % pada triwulan sebelumnya. Situasi ini, oleh sebagian ekonom, juga diterjemahkan sebagai tanda-tanda stagflasi, situasi terburuk untuk perekonomian di mana inflasi dibarengi oleh kontraksi pertumbuhan. Timbul wacana agar The Fed lebih pragmatis, merevisi target ”inflasi ideal” ke kisaran 3 % sampai 3,5 %. Permasalahannya, guna menjaga kredibilitas dan reputasinya, The Fed harus konservatif, menunggu data inflasi, pertumbuhan, dan pengangguran yang akan datang.
Dengan kata lain, perancangan kebijakan bergeser ke ex-post information dibandingkan dengan melihat ke depan (ahead of the curve). Persistensi inflasi di AS terjadi dewasa ini bersumber pada ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran di sektor perumahan. Imbas dari dollar yang terlalu kuat terlihat pada pergeseran konsumsi masyarakat AS, dari berwisata di dalam negeri ke luar negeri, yang berdampak pada penurunan pertumbuhan. Ini justru merupakan berkah bagi sektor jasa negara-negara lain seperti zona euro. Kombinasi dari berbagai hal di atas menimbulkan ekspektasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada triwulan III-2024 (Goodkind, Mei 2024). Ini untuk mencegah agar trade-off antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi tidak menjadi semakin buruk di mana inflasi tetap tinggi, tetapi pertumbuhan ekonomi semakin rendah. (Yoga)
Elon Musk Berbalik Dukung Non-Tarif untuk Mobil Listrik
CEO Tesla ELon Musk mengatakan tidak mendukung pengenaan tarif untuk kendaraan listrik buatan China. Pernyataannya merespon pengumuman Presiden Amerika Serikat Joe Biden baru-baru ini yang menyatakan bakal menerapkan tarif 100% atas impor mobil listrik China. Pekan lalu pemerintah Biden menyampaikan akan menerapkan tarif 100% untuk impor kendaran listrik China ke AS dengan tujuan menghentikan mobil listrik China murah membanjiri pasar AS. Menurut Gedung Putih subsidi China telah membantu perusahaan-perusahaan memproduksi produk energi bersih murah secara berlebihan, seperti panel surya dan kendaraan listrik hingga melebihi permintaan domestik. "Baik Tesla maupun saya tidak meminta tarif ini. Bahkan, saya terkejut ketika terif tersebut diumumkan," ujar Musk. Tesla sendiri harus berjuang untuk tahun ini, mengingat armada kendaraan listriknya yang menua, lemahnya permintaan konsumen untuk kendaraan, dan meningkatnya persaingan global-terutama China. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Membuat QRIS Semakin Perkasa
09 Aug 2022 -
Peran Kematian Ferdy Sambo dalam Kematian Yosua
10 Aug 2022 -
Salurkan Kredit, Bank Digital Mulai Unjuk Gigi
29 Jun 2022 -
Penerimaan Negara Terbantu Komoditas
14 Jun 2022









