Tags
Amerika Serikat
( 390 )Membaca Sinyal Pembuka Bank Sentral Amerika
budi6271
30 Jan 2019 Kontan
The Fed akan mengadakan rapat perdana di 2019. Rapat ini penting lantaran pasar ingin melihat arah kebijakan moneter The Fed, terutama terkait suku bunga. Sejauh ini, analis yakin The Fed akan menahan suku bunga di kisaran 2,25%-2,50%. Jika benar The Fed tidak menaikkan bunga, saham sektor keuangan menarik dikoleksi. Bukan tidak mungkin, investor asing akan kembali memburu saham big caps. Dengan begitu, peluang IHSG menyentuh level 7.000 semakin besar. Pergerakan IHSG juga akan didukung pengumuman laporan keuangan emiten. Analis menilai, rata-rata kinerja emiten tahun 2018 masih positif dan fundamental masih oke.
Meski demikian, jelang pengumuman rapat Federal Open Market Committee (FOMC), asing menunjukkan gelagat mengurangi risiko di bursa Indonesia. Sepekan terakhir, akhir tiga kali mencetak jual bersih (net sell). Jika The Fed mempertahankan suku bunga, keadaan akan kembali normal dan pasar kembali bergairah. Tapi arah pasar bisa berbalik jika The Fed memberi pandangan hawkish atau bahkan menaikkan suku bunga. Capital outflow terutama akan terjadi di saham-saham big caps.
Tapi kenaikan Fed fund rate tak selamanya buruk. Jika The Fed menaikkan suku bunga, hal itu menjadi cerminan bahwa ekonomi global sedang membaik. Sektor-sektor yang berbasis ekonomi global, seperti emiten komoditas dan emiten berorientasi ekspor dapat menjadi pilihan investor.
Meski demikian, jelang pengumuman rapat Federal Open Market Committee (FOMC), asing menunjukkan gelagat mengurangi risiko di bursa Indonesia. Sepekan terakhir, akhir tiga kali mencetak jual bersih (net sell). Jika The Fed mempertahankan suku bunga, keadaan akan kembali normal dan pasar kembali bergairah. Tapi arah pasar bisa berbalik jika The Fed memberi pandangan hawkish atau bahkan menaikkan suku bunga. Capital outflow terutama akan terjadi di saham-saham big caps.
Tapi kenaikan Fed fund rate tak selamanya buruk. Jika The Fed menaikkan suku bunga, hal itu menjadi cerminan bahwa ekonomi global sedang membaik. Sektor-sektor yang berbasis ekonomi global, seperti emiten komoditas dan emiten berorientasi ekspor dapat menjadi pilihan investor.
Potong Pajak AS Melesu
budi6271
29 Jan 2019 Kontan
Kebijakan pemotongan pajak dari Presiden Trump sejauh ini belum mendatangkan hasil. Survei terbaru menunjukkan paket kebijakan pemotongan pajak belum memberikan dampak signifikan terhadap investasi. 84% responden tidak mengubah rencana investasi mereka. Pemotongan pajak mulai berlaku pada Januari tahun lalu, dengan memangkas pajak perusahaan dari 35% menjadi 21%.
Ekonomi AS Kehilangan US$ 6 Miliar
budi6271
28 Jan 2019 Kontan
Setelah 35 hari, pemerintah Amerika Serikat resmi mengakhiri government shutdown pada Jumat (25/1) lalu. Pemerintah akan kembali beroperasi dan membayarkan kompensasi kepada pekerja yang gajinya belum dibayarkan. Akibat shutdown, ekonomi AS kehilangan US$ 6 miliar. Angka tersebut adalah biaya hilangnya produktivitas akibat cuti pekerja.
Government shutdown berakhir setelah Presiden Trump menandatangani anggaran sementara yang disahkan kongres. Anggaran sementara itu tidak mencantumkan anggaran US$5,7 miliar atau sekitar Rp 80 triliun untuk pembangunan dinding perbatasan.
Government shutdown berakhir setelah Presiden Trump menandatangani anggaran sementara yang disahkan kongres. Anggaran sementara itu tidak mencantumkan anggaran US$5,7 miliar atau sekitar Rp 80 triliun untuk pembangunan dinding perbatasan.
Pegawai AS Tak Kuat Lagi Shutdown
budi6271
14 Jan 2019 Kontan
Trump telah menutup pemerintahan selama 22 hari. Ini merupakan rekor terlama dalam sejarah. Shutdown ini berkaitan dengan tuntutan Trump untuk mendapatkan anggaran pembangunan tembok perbatasan AS - Mexico sebesar US$5,7 miliar.
Dampak kebijakan ini, 800.000 pegawai federal tidak menerima gaji, termasuk pegawai bandara, detektif FBI, hingga sipir Penjara.
Dampak kebijakan ini, 800.000 pegawai federal tidak menerima gaji, termasuk pegawai bandara, detektif FBI, hingga sipir Penjara.
Sentimen Posotif Dorong Rupiah Menguat ke 14.804
Admin
07 Nov 2018 Media Indonesia
Ekspektasi meredanya perang dagang menyusul rencana pertemuan presiden AS dan Presiden China menjadi sentimen posotid pendorong penguatan rupiah. Dekan FEB UI memprediksi nilai tukar rupiah dapat menguat menuju level Rp 14.500 bila perang dagang China-AS mereda
Tekanan Lanjutan Masih mengintai Asia
Admin
02 Nov 2018 Bisnis Indonesia
Eskalasi perang dagang antara China-AS kembali menekan aktivitas manufaktur di sejumlah kawasan Asia terutama negara yang bertopang terhdap kinerja ekspor. Analis pun memperkirakan pukulan untuk sketor manufaktur masih akan datang beberapa bulan ke depan. China sebagai negara ekonomi terkuat kedua terpantau berada dalam laju terlambatnya sejak lebih dari 2 tahun terakhir. Adapun aktifitas manufaktur sejumlah negara di Asia lainnya bahkan berkontraksi pada Oktober 2018.
Pertemuan IMF-Wb, RI Optimalkan Bauran Kebijakan Hadapi Perang Dagang AS-Tiongkok
Admin
11 Oct 2018 Media Indonesia
Untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah perang dagang AS-Tiongkok, Indonesia akan mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan fiskal.
Pilihan Editor
-
Halodoc Bantu Tangani 12% Pasien Covid-19
30 Dec 2021 -
Core Petani Tak Menikmati Penetrasi Digital
30 Dec 2021 -
PII Berikan Penjaminan 37 Proyek Senilai 350 T
30 Dec 2021 -
Investasi Manufaktur Ditargetkan Rp 310 Triliun
30 Dec 2021 -
Tiongkok Akan Longgarkan Lagi Kebijakan Moneter
29 Dec 2021




