Penerimaan Pajak, Pungutan Amblas, Konsolidasi Fiskal Rawan Bablas
Mengacu pada
data realisasi
penerimaan
yang dirilis
Kementerian
Keuangan,
proyeksi paling optimistis realisasi
penerimaan pajak pada tahun ini
hanya berada di kisaran -13% dan
angka pesimistis di kisaran -19%
Ironisnya, di tengah tren kinerja
penerimaan pajak yang terpuruk,
sebuah laporan dari Tax Justice
International justru menunjukkan
bahwa praktik penggerusan pajak
terus belangsung.
Laporan itu mencatat, praktik
penghindaran pajak memiliki dampak yang besar terhadap negara
dengan penghasilan terbatas seperti
Indonesia.
Kajian paling anyar lembaga
tersebut menunjukkan bahwa
praktik penghindaran pajak di
Indonesia mencapai US$4,86 miliar setiap tahun. Angka tersebut
setara dengan 4,39% dari total
penerimaan pajak nasional.
Pajak yang hilang akibat penghindaran yang dilakukan oleh korporasi tercatat mencapai US$4,78
miliar.
Adapun penerimaan pajak yang
hilang karena orang kaya yang
menyembunyikan kekayaannya
di luar negeri mencapai US$78,83
juta.
Realisasi penerimaan pajak
sampai Oktober 2020 tercatat
mengalami kontraksi makin dalam. Data Kementerian Keuangan
menunjukkan realisasi penerimaan
hanya sebesar Rp826,9 triliun,
terkontraksi sebesar 18,8%. Angka
ini melebar dibandingkan dengan
realisasi September yang hanya
di kisaran 16%.
Selain disebabkan oleh ekonomi
yang belum sepenuhnya pulih,
Menteri Keuangan Sri Mulyani
Indrawati mengatakan bahwa kontraksi penerimaan pajak tersebut
juga disebabkan oleh banyaknya
insentif untuk dunia usaha.
Di sisi lain, Danny Darussalam
Tax Center (DDTC) telah melakukan penghitungan terbaru terkait
dengan proyeksi penerimaan pajak
pada tahun ini.
Dalam kajiannya, DDTC mencatat
penerimaan pajak pada tahun ini
berada pada kisaran Rp1.084 triliun
atau -19% untuk target pesimistis
dan Rp1.154 triliun atau -13%
untuk target yang optimistis.
Realisasi defisit APBN tersebut
telah mencapai 73% dari target.
Namun, Menkeu mengatakan
besarnya defisit itu mengindikasikan bahwa tata kelola anggaran
tergolong produktif.
Infrastruktur Dasar, 15 Proyek SDA Siap Diresmikan
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencatat ada 15 proyek bidang sumber daya air yang siap beroperasi setelah selesai dibangun secara tahun jamak. Direktur Bendungan dan Danau Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Airlangga Mardjono menjelaskan masih merekap progres dari pembangunan bendungan lainnya
Data Kementerian PUPR mencatat ada 46 proyek pembangunan bendungan existing, serta 16 proyek bendungan baru, di antaranya di Sumatra Selatan, Jambi, Banten, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Barat. Hingga 2019, daya tampung bendungan di Indonesia mencapai 13,53 miliar meter kubik dari total 235 bendungan, naik dari periode 2014 yang sebesar 12,42 miliar meter kubik dari total 220 bendungan. Tiga proyek SDA yang bakal segera beroperasi yaitu proyek Pompa Pengendali Banjir Sub Das Bendung, Sumatra Selatan, proyek pengendali banjir Sungai Asahan, Sumatra Utara serta proyek Perkuatan Tebing Sungai Martapura di Sumsel.
Pengiriman Ekspres 2021, Persaingan Jasa Kurir Kian Sengit
Head of Logistics PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) Junaidi mengatakan akan menyasar pasar logistik lebih luas lagi dengan memperluas jangkauan layanan pengiriman barang dari luar kota melalui Gosend Intercity Delivery dan juga meningkatkan kualitas layanan pengiriman barang melalui Gosend Web Portal. Junaidi menegaskan Gosend akan mempermudah para pengguna dan pelaku usahan mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam mengembangkan pasar khususnya pada masa adaaptasi kebiasaan baru. Untuk layanan Gosend Web portal memudahkan pengguna mengirim barang dala jumlah banyak ke beberapa alamat tujuan tanpa perlu khawatir dengan selisih harga. Data Gojek mencatat, sebanyak 94% pelaku UMKM yang juga social seller merasakan manfaat teknologi Gojek selama pandemi sebanyak 77% pengantaran dalam kota dan 32% Gosend Intercity.
CEO PT Global Jet Express (J&T Express) Robin Lo memfokuskan untuk mengembangkan pelayanan dari berbagai sisi seperti efisiensi paket dengan penggunaan mesin sortir otomatis pada gudang sortir yang ada di beberapa kota termasuk kota-kota kecil bisa memberikan efisiensi waktu sekaligus meminimalkan kontak dengan paket. Perusahaan meluncurkan layanan tambahan J&T Eco yang tersedia di lokapasar tertentu dan mencakup area Jabodetabek. Pada 2021, menurutnya peluang jasa pengiriman barang akan kian meningkat seiring dengan peningkatab transaksi online.
Sementara itu, VP of Marketing PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Eri Palgunadi tetap menargetkan bisnis pengiriman bisa tumbuh hingga 30% dengan disokong strategi kolaborasi dengan pihak-pihak dalam ekosistem dan mendukung kemajuan ekosistem merupakan solusi untuk mengatasi berbagai tantangan seperti pandemi Covid-19. Oleh karena itu, JNE menggelar program, seperti promosi diskon ongkos kirim guna mendorong minat masyarakat berbelanja online sekaligus memacu penjualan pelaku UMKM.
Sebaliknya, Presiden Direktur PT Citra Van Titipan Kilat (Tiki) Yulina Hastuti memunculkan sejumlah produk andalan yang baru saja dirilis selama pandemi Covid-19 yakni seller online booking yaitu layanan bagi penjual online yang dapat melakukan pemesanan langsung dan rutin melalui aplikasi sekaligus mengintegrasikannya dengan situs daring pelanggan. Yulina menargetkan Tiki fokus mengembangkan jaringan distribusi agar bisa menjangkau hingga lebih dari 90% wilayah Indonesia selama 5 tahun mendatang.
Target Pajak Meleset 2020, BPK : Rawan Terjadi Ijon
Kementerian Keuangan memperkirakan setoran pajak tahun ini bakal di bawah target lagi. Sampai September 2020 penerimaan pajak masih tumbuh minus sebesar 16,86%.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, “Penerimaan pajak rendah karena memang kontraksi dan ini pun masih ada risiko tidak tercapai akibat kondisi korporasi maupun masyarakat betul-betul tertekan seperti statistik yang kita lihat,” katanya Kamis (19/11).
Namun saat potensi melesetnya penerimaan pajak, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyampaikan adanya potensi terjadinya ijon pembayaran pajak. Hal ini terlihat dalam publikasi Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I/2020 yang menunjukkan adanya pembayaran pajak penghasilan (PPh) Pasal 25 untuk tahun pajak 2020 yang diakui sebagai penerimaan 2019.
Praktik ijon pajak itu dilakukan oleh 944 wajib pajak di 20 kantor wilayah (Kanwil) Ditjen Pajak pada periode November hingga Desember 2019. Hasilnya, terjadi kenaikan pembayaran PPh Pasal 25 mencapai 303,89%. BPK menyampaikan peningkatan tersebut disebabkan karena wajib pajak telah membayar angsuran PPh Pasal 25 lebih dari satu kali. Pada 1-15 Desember, wajib pajak membayar untuk masa pajak November 2019 yang jatuh tempo pembayarannya pada 15 Desember 2019.
Komitmen Investasi Rp 4 Triliun
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengklaim produsen Susu Bendera Friesland Campina akan menambah investasi di Indonesia sebesar Rp 4 triliun pada awal 2021.
Tak hanya itu mereka akan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rantai pasok, serta melibatkan pengusaha lokal dalam kegiatan usaha logistik perusahaan seperti yang diminta pemerintah. “Pemerintah juga menawarkan lahan gratis selama lima tahun untuk pendirian pabrik di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah,” kata Bahlil Jumat (20/11).
Bahlil mengklaim Chief Executive Officer (CEO) Friesland Campina Hein Schumacher mengapresiasi fasilitas insentif fiskal yang diberikan oleh pemerintah Indonesia, baik tax holiday maupun tax allowance. “Saya tidak menyangka keputusan sangat cepat Indonesia sudah berubah,” ujar SchumacherHarga Rendah Minyak Berdampak Ganda
Indonesia terkena dampak ganda dari rendahnya harga minyak mentah dunia beberapa bulan terakhir. Saat ini, harga minyak ada di kisaran 40 dollar AS per barel, turun dibandingkan awal tahun yang 60 dollar AS per barel. Pemerintah menargetkan penerimaan dari sektor migas Rp 127,3 triliun tahun ini, tetapi diperkirakan tidak tercapai karena situasi tersebut.
Namun, di sisi lain, menurut Kepala Departemen Riset Industri dan Regional Bank Mandiri Dendi Ramdani, saat dihubungi, Minggu (22/11/2020), tekanan terhadap defisit perdagangan migas berkurang.
Secercah Asa di Ujung Lorong
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan dua calon vaksin Covid-19 yang dilaporkan raksasa farmasi dari AS, Pfizer,yang bekerja sama dengan perusahaan Jerman, BioNTech, serta kolaborasi perusahaan bioteknologi AS, Moderna, dan Institut Kesehatan Nasional (NHI) AS memiliki efikasi diatas 90 persen.
Hasil akhir uji klinis fase III calon vaksin Covid-19 mereka, kata Pfizer,sebesar 95 persen dan tidak menimbulkan efek samping serius pada partisipan uji klinis. Efikasi kedua calon vaksin Covid-19 tersebut melampau isyarat minimal izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS, yaitu efikasi 50 persen.
Kedua calon vaksin itu pun kini sudah diajukan ke FDA untuk bisa digunakan. Pfizer berencana memproduksi 50 juta dosis vaksin tahun ini dan diperkirakan hingga 1,3 miliar dosis tahun 2021. Sementara Moderna akan memproduksi 20 juta dosis tahun ini.
Dua calon vaksin Covid-19 dari perusahaan AS itu termasuk dalam 48 lanskap calon vaksin Covid-19 WHO yang sudah memasuki tahap uji klinis per 12 November 2020. Dari 48 calon vaksin tersebut, sebanyak 11 sudah memasuki tahap uji klinis fase III. Ke-11 calon vaksin itu dikembangkan oleh AS, China, Inggris, India, Rusia, dan Jerman (kolaborasi denganAS)
Pameran Properti Surabaya, Pakuwon Bidik Transaksi Rp200 Miliar
Pakuwon Group
mengejar target penjualan 2020 melalui perhelatan pameran selama 10 hari di
Pakuwon City Mall Surabaya dengan bidikan transaksi Rp200 miliar. General
Manager Finance PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) Fenny Loisa mengatakan target
penjualan perseroan tahun ini adalah Rp1,1 triliun. Hingga kuartal III/2020,
realisasinya sudah 75% dari target. Fenny menambahkan selama pandemi, penjualan
Pakuwon dari segmen rumah tapak mengalami peningkatan. Sebelumnya kontribusi
penjualan rumah tapak hanya 30%—35%, kini meningkat menjadi 40%. Adapun, 55%
didominasi produk apartemen.
Direktur Marketing Pakuwon Sutandi Purnomosidi menambahkan perseroan sejatinya masih optimistis dengan kondisi pasar properti semasa pandemi. Head of Marketing PWON Hario Utomo menambahkan, selama April—Juni, perseroan mengandalkan penjualan rumah segmen menengah. Dalam ajang Pakuwon Group Year End Property Expo di Surabaya, perseroan menyiapkan promosi untuk penetrasi pasar seperti diskon sampai 30%, bebas BPHTB, bebas biaya KPR/KPA, dan sebagainya.^(Peni Widarti)
Periode Harbolnas 2020, Saatnya Uji Andal Dompet Digital
Perang strategi
menggaet pelanggan baru bakal menjadi warna dominan di industri dompet digital
pada kuartal IV/2020, seiring dengan digelarnya rangkaian agenda besar tahunan
Hari Belanja Online Nasional. Ovo, misalnya, mempersiapkan berbagai taktik
untuk menarik minat masyarakat dalam melakukan pembayaran digital saat musim
Harbolnas akhir tahun ini. Head of Corporate Communication Ovo Harumi Supit
mengatakan perusahaan akan berkolaborasi dengan berbagai pihak. “Pada November,
Ovo bersama Grab dan Tokopedia memeriahkan program Ovo Boom 11.11, di mana para
pengguna bisa menikmati beragam penawaran pada platform Grab, Tokopedia, dan
Ovo sendiri,” jelasnya, Minggu (22/11).
Dia mengatakan sejauh ini pendekatan Ovo yang berfokus pada kebutuhan pengguna mampu mendorong pertumbuhan mitra baru sebagaimana tampak dari kinerja kuartal III/2020. “Selain itu, pada akhir kuartal III/2020, Ovo sudah hadir di 405 kota dengan total jumlah merchant mencapai 1.000.000.” Strategi lain yang dilakukan oleh Ovo baru-baru ini adalah berkolaborasi dengan Bank BRI untuk mengakselerasi transaksi digital di kalangan UMKM.
Sementara itu, Linkaja juga getol menggandeng platform dagangel untuk memimpin pasar pada kuartal IV/2020. “Secara khusus untuk akhir tahun dan Harbolnas, ada beberapa program yang kami tengah siapkan bersama mitra e-commerce kami,” kata Direktur Marketing Linkaja Edward Kilian Suwignyo. Hingga saat ini, Linkaja telah memiliki lebih dari 59 juta pengguna terdaftar. Pada kuartal IV/2020, perusahaan berharap pertumbuhan bisa jauh lebih baik, terutama dengan masuknya masyarakat ke masa transisi pembatasan sosial, “Untuk akselerasi pertumbuhan ini, beberapa program juga kami luncurkan, seperti cashback untuk transportasi publik, cashback bersama mitra merchant nasional, cashback untuk pembayaran tagihan dan pembelian produk digital, serta diskon untuk transaksi di Pertamina,” kata Edward.
Lain sisi, Marketing Manager Shopeepay Cindy Candiawan mengatakan antusiasme masyarakat dalam pembayaran digital selama masa pandemi terus meningkat. Hal ini salah terpotret melalui kampanye bertajuk Shopeepay Deals Rp1 yang berlangsung bersamaan dengan Shopee 11.11 Big Sale. Cindy menjelaskan, di kampanye tersebut, Shopeepay mencatatkan 12 kali lipat peningkatan jumlah voucer terjual pada puncak kampanye 11 November 2020. Selain itu, perusahaan membukukan kenaikan transaksi 8 kali lipat di brand ternama dan 10 kali lipat di UMKM selama periode kampanye Shopeepay Deals Rp1.
Vince Iswara, CEO Dana, memilih untuk fokus ke penguatan keamanan data pada kuartal IV/2020. “Sebagai jembatan mata rantai perekonomian, kami juga akan melebarkan kerja sama dengan berbagai pihak guna memudahkan edukasi masyarakat menuju digital ekonomi inklusif,” katanya. Mendekati Harbolnas 12.12, Dana akan mengedepankan fitur dan teknologi untuk meningkatkan jumlah transaksi harian. “Promosi untuk beberapa program tetap berjalan, tetapi tidak menjadi satu-satunya andalan kami untuk meningkatkan transaksi harian,” ujarnya.
Prospek Usaha Waralaba, Pandemi Tak Surutkan Ekspansi
PT Fast Food Indonesia (Tbk),
perusahaan yang mengelola bisnis KFC di Indonesia, menargetkan akan membuka 10
gerai baru, sehingga total baru yang dibuka bakal mencapai 15 unit. Sejatinya
pandemi Covid-19 telah membawa dampak yang signifikan bagi perusahaan. Sepanjang
semester I/2020, pendapatan FAST turun 25,4% menjadi Rp2,51 triliun jika
dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Namun FAST nampaknya tak mau
berkutat terlalu lama di jurang pandemi. “Kami terus melakukan ekspansi
pembukaan gerai baru sampai akhir tahun. Target kami kurang lebih 10 gerai
lagi,” kata Public Relations KFC Indonesia Ika Diah Rhanny saat dihubungi,
Minggu (22/11).
Ekspansi serupa disiapkan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), termasuk meningkatkan layanan gudang. Sepanjang kuartal III/2020, total gerai perseroan tumbuh menjadi 17.129 unit, terdiri dari 15.102 gerai perseroan dan 2.027 gerai entitas anak. “Pertumbuhan gerai pada 2020 telah sejalan dengan kebijakan manajemen untuk semakin selektif dalam pembukaan gerai, serta fokus memperbaiki kinerja gerai waralaba dan meningkatkan layanan bagi terwaralaba,” kata Corporate Communication General Manager AMRT Nur Rachman.
Ekspansi juga dilakukan PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) lewat pembukaan gerai baru di kuartal IV. Sepanjang Oktober —November, pemegang lisensi Pizza Hut itu telah membuka gerai anyar di 7 lokasi. Direktur PZZA Jeo Sasanto mengatakan pihaknya tak menutup kemungkinan untuk terus berekspansi di kuartal IV. “Jumlahnya tidak bisa dipastikan karena banyak hal di lapangan yang tidak bisa kami prediksi.” Sampai kuartal III/2020, penjualan PZZA susut 9,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sehingga menjadi Rp2,66 triliun. Pendapatan ini disumbang oleh penjualan makanan pihak ketiga Rp2,54 triliun dan penjualan minuman dari pihak ketiga Rp136,28 miliar.
Hal ini diakui Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Levita Supit yang mengemukakan strategi itu bakal efektif mengingat pembukaan usaha mandiri menjadi salah satu opsi yang dipilih masyarakat saat pandemi. Dia juga mencatat banyak franchisor yang tetap gencar menawarkan bisnis meski pandemi masih berlangsung. Dengan aksi pembukaan gerai yang berlanjut di kuartal IV ini, Levita berpandangan hal itu menjadi sinyal tersendiri bagi bisnis waralaba. Sementara itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengemukakan pertumbuhan bisnis dengan model waralaba tetap akan tergantung pada segmennya. Pengamat pemasaran sekaligus Managing Partner Inventure Yuswohady mengatakan pandemi menjadi momen menentukan bagi bisnis waralaba untuk menjaga kepercayaan konsumen di tengah ketidakpastian ekonomi.









