RI Selalu Jadi 5 Besar Negara Pengekspor Ikan Hias
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meresmikan Pusat Koi dan Maskoki Nusantara di Raiser Ikan Hias Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dalam rangka menyiasati semakin pesatnya peluang ekspor komoditas ikan hias Indonesia.
Berdasarkan catatan KKP, ekspor ikan hias Indonesia senilai US$ 33 juta pada 2019, meningkat signifikan dari tahun 2012 sebesar US$ 21 juta. Selain itu, nilai ekspor ikan hias Indonesia pada 2019 tersebut juga merupakan 10,5 persen dari pasar ikan hias dunia.
Komoditas ikan hias ekspor Indonesia antara lain adalah napoleon wrasse, arwana, cupang hias, dan maskoki. Sedangkan negara tujuan utama ekspor ikan hias Indonesia adalah Cina, Amerika, Rusia, Kanada, dan Singapura.
Menteri Trenggono mengatakan optimalisasi potensi produksi dan ekspor ikan hias Indonesia ke pasar dunia dalam pengembangannya harus tetap memperhatikan perlindungan dan pelestarian. Ketelusuran, sertifikasi, registrasi dan prinsip kehati-hatian juga harus menjadi perhatian.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti menerangkan bahwa Indonesia memiliki 4.552 jenis spesies ikan hias. Bahkan 440 di antaranya merupakan endemik tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Dewan Penunjang Ekspor Dibentuk Bantu UMKM
Kementerian Perdagangan (Kemendag) bakal membentuk Dewan Penunjang Ekspor sebagai upaya untuk meningkatkan ekspor produk usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM).
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, pada dasarnya Kemendag telah memiliki Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, maka nantinya Dewan Penunjang Ekspor akan dikembangkan dari direktorat tersebut.
“Jadi Dewan Penunjang Ekspor tersebut sebagai badan yang bisa mempelajari dan mengeksekusikan pasar tertentu, “ ujar Lutfi.
Menurut dia, saat ini ada dua pasar utama yang bisa dikerjakan. yakni Indonesia Islamic Fashion dan Indonesia Halal Industry. Keduanya perlu dikembangkan lebih dulu untuk pasar dalam negeri.
Kinerja Impor 2020 Turun, Industri Baja Menguat
Bisnis, Jakarta - Kendati sektor industri secara keseluruhan terdampak pandemi Covid-19, Kementrian Perindustrian mencatat adanya pertumbuhan produksi baja nasional sepanjang tahun lalu. Hal itu tercermin dari perkiraan produksi 2020 sebesar 11,5 juta ton dengan kapasitas produksi bahan baku baja nasional (slab, billet, bloom) sebesar 13 juta ton. Bila dibandingkan dengan realisasi produksi pada 2019 yang mencapai 8,8 juta ton, kinerja industri baja pada 2020 naik sekitar 30,2%. Begitu juga dengan utilisasin pada 2020 juga meningkat hingga 88,38% dibandingkan dengan kondisi 2019 sebesar 67,86%.
Periode 2020 merupakan lembaran baru bagi industri baja nasional. Sebab, Indonesia berhasil menekan impor baja hingga 34% dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, Kemenperin juga fokus menjalankan program subtitusi impor sebesar 35% pada 2022. Langkah strategis tersebut untuk membangkitkan kembali kinerja industri dan ekonomi nasional akibat gempuran dampak pandemi Covid-19.
Impor baja untuk jenis slab, billet, dan bloom pada 2020 sebanyak 3,4 juta ton, lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 4,6 juta ton. Penurunan impor juga terjadi pada jenis baja Hot Rolled Coil per Plate (HRC/P), Cold Rolled Coil per Sheet (CRC/S), dan jenis baja lapis. Arah kebijakan pemerintah saat ini sudah lebih baik dalam mendukung industri dalam mendukung industri dalam negeri meski masih perlu penyempurnaan.
(Oleh - IDS)
Negosiasi Dinamis AS, Asa Konsensus Kembali Menguat
Setelah sempat tertunda akibat sikap Amerika Serikat dan pembatasan akivitas sosial selama pandemi Covid-19, konsensus global mengenai pemajakan atas ekonomi digital mulai menunjukkan titik terang. Pasalnya, Negeri Paman Sam di bawah kepemimpinan Joe Biden mulai melunak dan membuka ruang negosiasi lebih dinamis.
Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk mencabut usulan safe harbour approach dalam proposal pajak digital Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) yakni Pillar 1: Unified Approach.
Sekadar informasi, safe harbour approach yang diusung oleh AS atas unified approach dalam rangka pengenaan pajak atas transaksi digital.
Safe harbour approach memungkinkan korporasi untuk memilih dikenakan atau tidak dikenakan pajak atas transaksi digital sejalan dengan unified approach.
Dengan kata lain, sistem yang diusung AS di bawah komando Donald Trump saat itu memberikan kebebasan kepada korporasi untuk menggunakan ketentuan dari unified approach atau mengacu pada aturan pajak di negara setempat.
Sementara itu, Pemerintah Indonesia belum memberikan tanggapan terkait dengan prospek konsensus pascamelunaknya AS di era Joe Biden.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Neilmaldrin Noor tidak menjawab pertanyaan yang disampaikan Bisnis. Pun dengan Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo.
Akan tetapi, OECD menargetkan konsensus bakal terwujud pada pertengahan tahun ini setelah gagal mencapai kesepakatan yang ditargetkan terwujud pada pengujung tahun lalu.
Di sisi lain, OECD menekankan bahwa Inclusive Framework OECD/G20 tentang Base Erosion Profit Shifting yang terdiri dari 137 negara selama pertemuan akhir 2020 telah menyepakati pendekatan dua pilar yang telah dikembangkan sejak 2019.
Direktur Eksekutif MUC Tax Research Institute Wahyu Nuryanto berpendapat, konsensus global menghadapi tekanan berat karena melibatkan banyak negara.
Menurutnya, tidak salah jika pemerintah berkomitmen untuk menunggu konsensus. Akan tetapi, otoritas fiskal tak lantas diam.
(Oleh - HR1)
Orang Terkaya RI, Siapa Makin Tajir Setelah Setahun Corona?
Sebanyak 24 dari 35 emiten terafi liasi taipan Indonesia membukukan pertumbuhan kapitalisasi pasar selama penyebaran pandemi Covid-19.
Kapitalisasi pasar sederet emiten yang terafi liasi dengan konglo-merat Indonesia justru bertambah tebal sejak pandemi Covid-19 berlangsung.Setahun telah berlalu sejak Presiden Joko Widodo meng-umumkan pasien pertama Covid-19 pada 2 Maret 2020. Penyebaran virus corona telah menghantam berbagai aspek kehidupan tidak terkecuali kinerja emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes terafi liasi dengan sekitar 35 emiten. Total kapitalisasi pasarnya tumbuh 15% dari Rp1.805,04 triliun pada 2 Ma-ret 2020, menjadi Rp2.082,05 triliun per Selasa (2/3).Dari daftar itu, sebanyak 24 emiten membukukan kenaikan harga saham dan kapitalisasi pasar. Sisanya mencetak penu-runan.
Pertumbuhan kapitalisasi pasar terbesar dibukukan emiten otomotif Grup Salim, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS). Kapitalisasi pasarnya naik 186% dari Rp1,89 triliun pada 2 Maret 2020 menjadi Rp5,41 triliun pada Selasa (2/3).
“Jadi, apabila kami perkira-kan dengan growth rate yang sekarang ada, kemungkinan pada Desember 2020 sudah se-kitar 65% dan hopefully pada tahun depan sudah kembali ke sekitar 80% apabila kami ambil 2019 sebagai patokan,” imbuhnya.Entitas anak IMAS, PT Indo-mobil Multi Jasa Tbk. (IMJS), juga turut membukukan kena-ikan kapitalisasi pasar 136% dari Rp1,32 triliun menjadi Rp3,13 triliun dalam setahun terakhir.
Posisi kedua ditempati emiten Grup Sinarmas milik Kelu-arga Widjaja, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM). Kapitalisasi pasarnya melejit dari Rp18,21 triliun menjadi Rp45,06 triliun dalam setahun.
Emiten kertas afiliasi Keluarga Widjaja lainnya, PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. (INKP), juga mencetak kenaik-an kapitalisasi pasar signifi kan sebesar 135% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp70,84 triliun per Selasa (2/3). Per kuartal III/2020, laba bersih INKP tumbuh 20,75% diban-dingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
EFEK DOMINO
Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wi-joyo Prasetio menjelaskan penyebaran virus corona sejak setahun lalu telah menimbul-kan efek domino secara nasio-nal. Berbagai sektor terdampak termasuk salah satu pondasi utama yakni ekonomi sehingga membuat Indonesia berada di jurang resesi.
Dia menilai kinerja emiten milik kakak beradik Robert Hartono dan Michael Har-tono masih menjadi jawara. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) diniali masih cemer-lang pada 2020.Selanjutnya, Frankie menye-but kinerja INKP dan TKIM masih bersinar. Pencapaian itu didukung oleh produk olahan kertas untuk tisu dan kotak kemasan yang kebutuhannya meningkat akibat pandemi Covid-19.
Untuk rekomendasi saham, dia menjagokan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP). Kinerja keuangan keduanya sampai dengan kuartal III/2020 disebut masih tumbuh secara tahunan.Selain Grup Salim, Fran-kie menjagokan saham Grup Sinarmas. Katalis pendorong datang dari kebijakan down payment (DP) 0% untuk kre-dit properti.
Di lain pihak, Senior VP Research Kanaka Hita Sol-vera Janson Nasrial memiliki beberapa jagoan di jajaran emiten afi liasi konglomerat RI. Salah satunya Grup Djarum dengan kepemilikan saham BBCA.
(oleh - HR1)
Distribusi Tenaga Kerja di Bali, Pekerja Wisata Beralih Jadi Petani
Bisnis, Denpasar - Pandemi virus corona mengubah peta distribusi pekerja di Bali yang selama ini menjadi magnet utama sektor pariwisata di Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat distribusi tenaga kerja di Bali mengalami perubahan dengan penurunan pekerja sektor akomodasi, makanan, minuman dan peningkatan jumlah pekerja di sektor pertanian. Pandemi Covid-19 memaksa pekerja di Bali beralih ke sektor pertanian setelah sektor akomodasi, makanan dan minuman belum menjanjikan lagi.
Perubahan jumlah tenaga kerja di Bali berpengaruh pada distribusi tenaga kerja per sektor. Sektor akomodasi, makanan dan minuman yang semula memiliki porsi 18,3% pada 2019 pada tahun berikutnya turun menjadi 9,8%. Pada 2019, tingkat penggangguran di Bali menjadi nomor satu terendah di Indonesia. Pada 2020 peringkat Bali anjlok menjadi ke-18 penggangguran terendah di Indonesia.
Kepala Bidang Bina Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Bali berencana menyiapkan pelatihan tenaga kerja di luar sektor pariwisata menyusul banyaknya masyarakat yang beralih kerja ke sektor pertanian. Penambahan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian tidak serta-merta menunjukkan peningkatan jumlah petani. Pekerja di Bali dinilai hanya menjadikan sektor pertanian sebagai usaha sampingan. Pandemi yang terjadi sejak tahun lalu mendorong pekerja beralih dan menjadikan sektor pertanian sebagai pekerjaan utama. Dengan pola distribusi sektor kerja di Bali yang mengalami perubahan, dia berencana membuat pelatihan atau peningkatan kompetensi kerja selain sektor pariwisata. Balai Latihan Kerja (BLK) di Bali memiliki tugas untuk memberikan peningkatan kompetisi khusus di sektor pariwisata.
(Oleh - IDS)
PT Industri Baterai Segera Diluncurkan
Jakarta - PT Industri Baterai Indonesia (IBI) produsen baterai kendaraan listrik milik BUMN, segera diluncurkan sebelum Juni 2021. Saham holding baterai itu dimiliki PT Pertamina (Persero), PT Antam Tbk, PT PLN (Persero), dan Mining Industry Indonesia (MIND ID) dengan porsi kepemilikan masing-masing 25%. PT IBI akan membangun industri baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) battery dari hulu hingga hilir, termasuk daur ulang baterai bekas (recycling), dengan total investasi US$ 13 miliar sampai tahun 2030. Investasi bakal mencapai US$ 17 miliar setelah 70% kapasitas yang direncanakan sebesar 195 GWh.
Pembentukan industri baterai kendaraan listrik merupakan upaya pemerintah menyikapi tren masa depan, sekaligus meningkatkan nilai tambah bahan tambang bagi perekonomian nasional. Indonesia memiliki sumber daya nikel terbesar di dunia. Era kendaraan listrik menjadi momentum ketiga yang tidak boleh lagi dilewatkan. Artinya, Indonesia tak boleh lagi mengekspor nikel mentah seperti pada era booming minyak dan batu bara.
(Oleh - IDS)
Pembentukan Bullion Bank untuk Kelola Emas Dikaji
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan pemerintah tengah mengkaji pembentukan bullion bank yang ditujukan untuk mengelola komoditas emas . Langkah ini dinilai perlu mengingat Indonesia merupakan salah satu negara pemain besar emas dunia. Emas merupakan komoditas yang harganya terus mengalami peningkatan, di sisi lain impor dari komoditas sangat tinggi. Kinerja ekspor emas dan granule meningkat hingga mencapai US$ 5,28 miliar. Oleh karena itu, pembentukan bullion bank dapat memberikan banyak manfaat yakni menghemat devisa bagi pemerintah, sebagai sumber pembiayaan bagi industri.
Indonesia merupakan negara produsen emas terbesar ketujuh di dunia dengan produksi mencapai 130 ton atau 4,59 juta ounce pada 2020. Tetapi, PT Aneka Tambang (Persero) atau Antam hanya tergolong sebagai junior gold miner company dengan produksi pada 2020 hanya sebesar 1,7 ton. Bahkan, konsumsi emas Indonesia cenderung masih rendah dengan rincian untuk retail invesment 172.800 ounces dan perhiasan 137.600 ounces. Menteri Perdagangan mengatakan akan meneruskan kajian mengenai pembentukan bullion bank dengan mempertimbangkan berbagai aspek.
(Oleh - IDS)
Youtap Indonesia Miliki 150 Ribu Mitra Merchant
Jakarta - Youtap Indonesia, sebuah perusahaan teknologi joint venture Salim Group dan Youtap Global yang fokus memberikan layanan digital bagi para pelaku usaha, saat ini, telah memiliki sekitar 150 ribu mitra penjual (merchant) yang lokasinya tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Perseroan juga memprediksi, dalam tiga tahun ke depan, Indonesia akan secara masif menggunakan teknologi pembayaran serta digital (Quick Response/QR payment). Hal tersebut diprediksi terealisasi terutama karena ditopang oleh ketersediaan ekosistem digital yang semakin memadai, tren penggunaan teknologi QR di mitra toko (merchant) yang semakin marak, serta dukungan regulasi dari pemerintah Indonesia.
Sementara itu, saat ini, Bank Indonesia juga telah membuat Quick Response Indonesia Standard (QRIS), sebuah standar QR Code yang dibuat untuk memfasilitasi pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik berbasis server, dompet elektronik, maupun mobile banking. Youtap Indonesia telah memiliki 150 ribu mitra merchant yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia terus mendorong dan mengedukasi para mitra merchant untuk menggunakan teknologi QR dalam proses pembayaran. Sebagai penyedia solusi teknologi bagi para pelaku usaha di Tanah Air, Youtap Indonesia saat ini terutama menyediakan solusi pemrosesan pembayaran e-money real-time, pasar pembayaran digital, dan platform point-of-sales untuk pasar.
Tren penggunaan teknologi QR payment terus meningkat di Indonesia. Dalam tiga tahun ke depan, pembayaran di Tanah Air akan didominasi oleh teknologi tersebut. Hal ini juga didukung oleh regulasi dari pemerintah dan ekosistem digital yang telah memadai. Tren penggunaan teknologi QR payment di Tanah Air sudah terjadi pada berbagai sektor dan lini bisnis. Adopsi teknologi QR tidak hanya platform e-wallet seperti OVO, GoPay dan sejenisnya, tetapi juga sudah diadopsi oleh aplikasi perbankan.
(Oleh - IDS)
Tokopedia Cetak Transaksi Produk Kecantikan Naik 2 Kali Lipat
Jakarta - Tokopedia mencatatkan transaksi pada kategori kecantikan mencapai hampir 2 kali lipat menjelang akhir 2020 lalu. AVP of Category Development for FMCG & AMP Long Tail Categories Tokopedia. Pembersih wajah, paket perawatan wajah, serum, masker wajah, dan krim wajah menjadi beberapa produk kecantikan paling laris di Tokopedia. Tingginya antusiasme tersebut melatarbelakangi kehadiran Tokopedia Beauty Dealight.
Program yang berlangsung hingga 5 maret 2021, juga merupakan panggung bagi pegiat usaha, khususnya UMKM lokal di industri kecantikan seperti Gentle Hour dan Maska Indonesia, untuk mempertahankan bisnis terutama di tengah pandemi lewat pemanfaatan teknologi. Gentle Hour merupakan bisnis produk pembersih wajah lokal, memanfaatkan platform digital seperti Tokopedia yang memberikan kontribusi signifikan bagi penjualan.
Maska Indonesia menawarkan sederet pilihan produk skincare berbahan alami. Selain membuat produk semakin dikenal, berbagai kampanye dan fitur TopAds di Tokopedia juga membantu mendorong peningkatan transaksi hampir 2 kali lipat pada September 2020 lalu jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Kini setiap pegiat usaha skincare lokal berlomba menawarkan produk berkualitas yang tidak kalah saing dengan produk asing. Penjualan produk skincare lokal pun meningkat.
(Oleh - IDS)









