Sebentar Lagi Perdagangan RI-China Tak Pakai Dolar AS
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan telah merampungkan seluruh persyaratan maupun teknis operasional antara China dan Indonesia. Indonesia telah sepakat membentuk kerja sama untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung atau local currency settlement (LCS).
Kesepakatan ini telah diteken pada September tahun lalu. LGS diharapkan bisa memberikan kontribusi positif dalam mendorong penggunaan mata uang lokal untuk penyelesaian perdagangan dan investasi langsung antara kedua negara. Gubernur Perry Warjiyo mengungkapkan bahkan bank sentral sudah menunjuk bank dan mekanisme teknis sudah diselesaikan.
Perry mengungkapkan operasional atau implementasi ini disatukan dengan program pendalaman pasar keuangan. Dengan demikian, bank-bank yang disepakati dan ditunjuk LCS ini tak hanya memfasilitasi perdagangan dan investasi yuan dan rupiah tapi juga diarahkan untuk diimplementasikan program pendalaman pasar uang.
Harga Porang dan Walet Tinggi, Banyak Petani di Sulsel Naik Haji
Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Syahruddin Alrif mengatakan berkat bantuan Kementerian Pertanian, porang dan walet kini menjadi primadona di Sulsel, Bahkan, harga jual porang dan walet yang cukup tinggi membuat banyak petani yang naik haji.
Saat mendampingi kunjungan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu, Syahruddin mengatakan masyarakat Sulsel sebenarnya sudah lama memproduksi porang dan walet. Hanya saja waktu itu harganya tidak semahal sekarang. Dan sekarang harganya cukup tinggi, sehingga banyak petani yang naik haji gara gara menanam porang dan walet.
Syahruddin berjanji akan mendukung gerakan pemerintah untuk menghidupkan dan mengembangkan sektor pertanian Indonesia. Khususnya untuk komoditas porang dan walet. Hari ini gerakan tanam porang bersama Pak Menteri akan dimasifkan, Ini luar biasa dan berkah buat masyarakat Sulsel, khususnya masyarakat kabupaten Pangkep. Indonesia saat ini memiliki unggulan ekspor yang bisa mendongkrak ekonomi nasional.
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemkab Pangkep mulai menggarap lahan porang di Kampung Celai, Kelurahan Balleangin, Kecamatan Balocci, Sulawesi Selatan. Ada kurang lebih mencapai 550 hektare lahan porang yang digarap dari total 1000 hektare lahan yang disiapkan di dua kecamatan.
Gairah Transaksi di Bursa Komoditas
Volume transaksi komoditas di bursa berjangka masih bergairah dan cenderung stabil pada masa pandemi Covid-19. Emas mendominasi transaksi bursa.
Di Bursa Berjangka Jakarta (JFX), transaksi selama semester I 2021 mencapai 4 juta lot atau relatif sama dengan semester I 2020. Dia menargetkan transaksi hingga 11,1 juta lot hingga akhir tahun nanti.
Menurut Stephanus, hingga akhir tahun nanti, kontrak emas Loco London masih akan mendominasi volume transaksi di JFX. Sebab, harga mineral tersebut masih berpotensi meningkat secara global. Kontrak komoditas lainnya dia perkirakan fluktuatif pada semester kedua, sehingga berpotensi dijadikan momentum untuk mengambil untung oleh para investor.
Transaksi multilateral Bursa Berjangka Jakarta hingga Juni lalu sebanyak 798.228 lot. Angka itu turun jika dibanding pada periode yang sama tahun lalu, yaitu 806.473 lot. Namun sejumlah produk multilateral mengalami kenaikan signifikan. Stephanus mencontohkan kontrak kakao naik 53 persen menjadi 32.610 lot dari 15.313 lot pada periode yang sama tahun lalu.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat bursa berjangka dalam negeri mengalami tren positif sejak beberapa tahun terakhir. Setidaknya, sejak empat tahun terakhir, volume transaksi di bursa berjangka rata-rata tumbuh 17,68 persen.
Perubahan PPnBM menjadi PPN akan Berlaku secara Bertahap
Pemerintah bakal mengganti skema pengenaan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) menjadi pajak pertambahan nilai (PPN). Rencananya, kebijakan ini akan dimulai bertahap. Pasal 7A Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Kelima atas Undang-Undang Nomor 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), pemerintah akan menerapkan multi tarif PPN yakni 5% untuk barang yang dibutuhkan masyarakat dan 25% untuk barang mewah. Tarif PPN tertinggi itulah yang akan mengakomodasi pengenaan barang yang jadi objek PPnBM yang berlaku saat ini.
Berdasarkan Naskah Akademik RUU KUP, implementasi perubahan skema pengenaan PPnBM atas penyerahan barang kena pajak (BKP) yang tergolong mewah menjadi pengenaan tarif PPN yang lebih tinggi akan diberlakukan melalui dua tahapan. Tahap pertama, pengenaan tarif PPN lebih tinggi akan diberlakukan bagi kelompok BKP yang tergolong mewah selain kendaraan bermotor. Terhadap BKP yang tergolong mewah berupa kendaraan bermotor akan tetap dikenakan PPnBM. Tahap kedua, pengenaan tarif PPN yang lebih tinggi terhadap kelompok BKP yang tergolong mewah berupa kendaraan bermotor. Artinya, pada tahapan ini kendaraan bermotor tak kena PPnBM.Ekonomi Sulit, Masyarakat Mulai Menguras Tabungan
Ekonomi negara sedang sulit. Pandemi Covid-19 yang telah memasuki tahun kedua, menyebabkan masyarakat semakin susah menabung. Pendapatan yang kian seret sebagai dampak dari berbagai pembatasan aktivitas masyarakat, membuat simpanan nasabah bank cenderung stagnan. Menilik data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Mei 2021, pertumbuhan nominal dari berbagai tiering nyaris stagnan. Bahkan di bawah Rp 100 juta terkontraksi 0,5% dibanding bulan sebelumnya. Pertumbuhan simpanan semua tiering nominal di awal Januari 2021 dibanding bulan sebelumnya kompak turun.
Di lain sisi, Mandiri Institute memantau secara historis belanja masyarakat menurun akibat berbagai pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat oleh pemerintah. "Cakupan penerapan pembatasan di berbagai kawasan meliputi Jawa dan Bali membuat indeks belanja kontraksi," tulis Mandiri Institute dalam risetnya. Fakta ini klop. Masyarakat semakin irit belanja karena pegangan uang mereka sudah menipis. Bahkan kemungkinan ada yang sudah "mantab" alias makan tabungan. Ekonom dan Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah menilai, tabungan saat ini bukan lagi untuk investasi. Bila ingin mendapatkan imbal hasil lebih tinggi, dana harus ditempatkan ke instrumen investasi.Minat Berinvestasi di Pasal Modal Melonjak
Seiring tren penurunan suku bunga, masyarakat, terutama generasi milenial, makin tertarik berinvestasi pada instrumen obligasi dan saham. Imbal hasil kedua instrumen pasar modal tersebut relatif lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito perbankan yang terus menurun.
Kondisi tersebut salah satunya terindikasi dari meningkatnya jumlah investor di pasar modal. Di Mandiri Sekuritas, misalnya, jumlah nasabah per Juni bertumbuh 73 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Jumlah rekening dana nasabah pun bertumbuh 75 persen secara tahunan.
Pertumbuhan itu ditopang oleh investor baru dari generasi milenial dan generasi Z yang bertumbuh 91 persen secara tahunan. Naiknya jumlah investor mendorong lonjakan frekuensi transaksi harian hingga 220 persen secara tahunan. Pelaksana Tugas Direktur Utama Mandiri Sekuritas Silva Halim menjelaskan, kenaikan jumlah investor dipicu oleh meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi pada obligasi dan saham.
Wabah Covid-19 Bayangi IPO Anak Usaha BUMN
Angka kasus positif Covid-19 di Indonesia belum mereda sehingga mengusik tingkat kepercayaan investor. Pelaku pasar modal juga wait and see. Kondisi ini menyebabkan rencana anak usaha BUMN untuk go public atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia bisa terhambat. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), misalnya, akan mengantarkan anak usahanya, Subholding Sarana Infrastruktur, untuk mencatatkan sahamnya di BEI. Subholding yang terbentuk pada 30 Juni 2021 itu meliputi PT Krakatau Industrial Estate Cilegon, PT Krakatau Daya Listrik, PT Krakatau Tirta Industri, dan PT Krakatau Bandar Samudera. Subholding Sarana Infrastruktur berisi perusahaan yang bergerak di bidang layanan kawasan industri terintegrasi dengan empat area utama, yakni kawasan industri, penyediaan energi, penyediaan air industri dan pelabuhan.
Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk, Silmy Karim menyampaikan, pihaknya sedang mengawal proses pencarian investor strategis untuk Subholding Sarana Infrastruktur. Tahap ini akan dituntaskan pada kuartal III-2021. Kemudian IPO rencananya pada kuartal I-2022, ungkap dia, Rabu (21/7). Investor strategis yang dimaksud Silmy berbentuk kemitraan melalui Indonesia Investment Authority (INA) atau Sovereign Wealth Fund(SWF). Silmy optimistis, proses IPO anak usaha KRAS berjalan lancar meskipun ada ketidakpastian pandemi Covid-19 maupun kondisi ekonomi nasional. KRAS mengklaim Subholding Sarana Infrastruktur memiliki kinerja yang baik sehingga layak IPO. Kami tidak ada kekhawatiran, imbuh dia. Sementara PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga tengah bersiap untuk IPO di BEI.26 Ribu UMKM Didorong Berjualan Daring
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo)
membuka pelatihan bagi pelaku
usaha, mikro, kecil, dan menengah
(UMKM). Sebanyak 26 ribu UMKM
produsen akan diberikan pendampingan dan fasilitas agar bisa mempercepat masuk tahapan penjual aktif
(active selling) di platform digital,
atau daring.
Plt Direktur Ekonomi Digital
Ditjen Aplikasi dan Informatika
Kemkominfo I Nyoman Adhiarna
mengatakan, pendampingan dan fasilitasi terhadap pelaku UMKM akan
dilakukan oleh 90 orang fasilitator
yang berlokasi di 10 Destinasi Kawasan Pariwisata Prioritas (DKPP)
Tanah Air.
DKPP terdiri atas Danau Toba
(Sumatera Utara), Tanjung Kelayang
(Belitung), Kepulauan Seribu (Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah),
Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Tanjung Lesung (Banten), dan
Mandalika (Nusa Tenggara Barat).
Selanjutnya, ada Labuan Bajo
(Nusa Tenggara Timur), Wakatobi
(Sulawesi Tenggara), Morotai (Maluku Utara), serta dua provinsi di
pulau Jawa, yakni Jawa Barat dan DI
Yogyakarta.
Menurut dia, pelatihan tahap
I telah berlangsung pada 3-4 Juli
2021. Tahap kedua akan dimulai 1-2
Agustus 2021. Tahap III, pelatihan
akan berlangsung di bulan Agustus
hingga November 2021. Kemudian,
pada tahap akhir, pelaksanaan kegiatan mulai dari November sampai
Desember tahun ini.
Nyoman Adhiarna menyampaikan
bahwa Kemkominfo akan memberikan toolkit berupa pulsa gratis akses
internet, online training, dan aplikasi
aggregator gratis bagi para peserta
UMKM. Pelaku UMKM pun akan
didorong untuk memanfaatkan teknologi digital melalui pendampingan
dan fasilitasi.
(Oleh - HR1)
Pemanfaatan Blue Economy Percepat Pemulihan Ekonomi
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasyid mengatakan, pengembangan konsep blue economy melalui pemanfaatan lautan dan kemaritiman Indonesia secara lebih luas akan dapat mempercepat kemajuan ekonomi nasional. Langkah ini didukung pula dengan sumber daya kemaritiman Indonesia yang berlimpah serta pengembangan sistem logistik di banyak pelabuhan Tanah Air, yang akan mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional. “Pengembangan ekosistem logistik Indonesia yang sedang dibangun banyak pelabuhan di seluruh Indonesia diharapkan tidak hanya akan meningkatkan daya saing produk dan perekonomian Indonesia, tetapi juga memfasilitasi pendayagunaan sumber kemaritiman Indonesia yang tersedia berlimpah sejak ratusan tahun lalu, guna mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional,” kata Arsjad dalam webinar “Menjadi Eksportir Baru 4.0 Blue Economy Product yang digelar Sekolah Ekspor, Rabu (21/7).
(Oleh - HR1)
Serapan Anggaran Masih Rendah
Serapan anggaran untuk penanganan Covid-19 dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD 2021 terlihat mulai menunjukkan peningkatan dalam sepekan terakhir. Meski demikian, kerja ekstra tetap perlu dilakukan pemerintah pusat dan daerah mengingat serapan anggaran oleh daerah secara agregat masih di bawah 25 persen.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mencontohkan, penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) desa Rp 28,8 triliun untuk 8 juta kelompok penerima hingga kini serapannya masih rendah. Dari alokasi dana tersebut, realisasinya baru Rp 6,11 triliun atau 21,2 persen. Hanya 21 daerah yang telah merealisasikan anggaran di atas 50 persen. Kami meminta seluruh daerah segera meningkatkan akselerasi dalam penyerapan anggaran desa. Dengan demikian, masyarakat bisa segera mendapatkan bantuan.
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Mochamad Ardian Noervianto menjelaskan, sepekan terakhir mulai terlihat adanya kenaikan penyerapan dana penanganan Covid-19 dalam anggaran pemerintah daerah.
Hal ini terjadi setelah dilakukan asistensi dan pemantauan kepada seluruh provinsi. Asistensi dilakukan mengingat pada masa pandemi pola belanja anggaran pemerintah daerah masih sama dengan saat kondisi normal. Dengan kata lain, serapan anggaran baru menanjak pada akhir tahun.
Total penyesuaian APBD 2021 untuk penanganan Covid-19 secara agregat provinsi/kabupaten/kota pada 9 Juli 2021 Rp 37,07 triliun. Pada 17 Juli 2021, nilai anggaran ini naik menjadi Rp 37,29 triliun.









