Diplomasi Pangan ASEAN Dioptimalkan
Para menteri ekonomi ASEAN mengagendakan pertemuan dengan India dan Rusia secara terpisah pekan depan. Pertemuan ini diharapkan jadi sarana diplomasi pangan, khususnya terkait pasokan beras dan gandum yang berpotensi menciut di pasar dunia akibat kebijakan kedua negara. ASEAN Economic Ministers (AEM) Meeting ke-55 menjadwalkan pertemuan dengan India dan Rusia pada Senin (21/8). Pertemuan dengan Rusia dijadwalkan pada pagi hari, sedangkan India pada siang hari. Kedua pertemuan itu merupakan bagian dari rangkaian AEM Meeting ke-55 yang berlangsung pada 17-22 Agustus 2023 di Semarang, Jateng, dalam rangka keketuaan Indonesia di ASEAN.
Pada Juli lalu, Rusia menarik partisipasinya dalam Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam (Black Sea Grains Initiative). Hal ini berpotensi meningkatkan harga gandum dunia karena ketersediaannya di pasar internasional berkurang. Setelah itu, India memutuskan membatasi ekspor beras jenis non-basmati sehingga berpotensi menurunkan pasokan pasar dunia dan menyebabkan kenaikan harga. Organisasi Pangan Dunia (FAO) menyebutkan, Indeks harga gandum Juli 2023 naik 1,6 % dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan indeks harga beras meningkat 2,8 %. Ketua Umum Kadin Indonesia sekaligus Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) Arsjad Rasjid menyatakan, ASEAN-BAC mendukung upaya yang berorientasi pada ketahanan pangan di ASEAN ujarnya seusai pertemuanASEAN-BAC ke-98 di Semarang, Jumat (18/8). (Yoga)
Bising Seru Pasar Malam Jakarta
Kemilau lampu warna-warni mulai menyala menerangi dan menambah semarak wahana pasar malam di tanah lapang berdebu di kawasan Manunggal, Cibubur, Jaktim. Bising suara jedhag-jedhug menggelegar mengundang pengunjung mendekat ke wahana hiburan rakyat ini. Pasar malam jalanan tidak pernah kehilangan penikmat. Daya pikat hiburan rakyat ini masih sulit ditolak sejumlah kalangan. Selasa (15/8) di lokasi pasar malam, pukul 19.00, masyarakat mulai berdatangan dari berbagai sisi pintu masuk. Farid Althaf (30) bersama istri menemani anak mereka yang berusia lima tahun menikmati komidi putar. Ada bianglala, kora-kora, hingga ombak banyu tampak menarik perhatiannya. ”Selama hampir sebulan pasar malam (berlangsung), baru kali ini sempat datang. Sekalian nostalgia dan hiburan sembari menikmati waktu berkualitas bersama keluarga,” kata Farid.
Wahana-wahana pasar malam di kawasan Manunggal merupakan milik Cogay Kreasi Jakartayang kerap berkeliling di daerah-daerah pinggiran Jakarta dan sekitarnya. Koordinator Pasar Malam Cogay Kreasi Jakarta, Yoga Maullana Haryanto, mengungkapkan, di Jabodetabek, antusiasme warga terhadap pasar malam berbeda-beda. Pesonanya tidak sementereng dulu yang bisa menarik minat orang dari berbagai penjuru. Wahana terbaik pasar malam tetap mendapat tempat di hati masyarakat, seperti ombak banyu, bianglala, dan kora-kora, yang tetap menjadi primadona. Apalagi, harga karcis lebih terjangkau dibandingkan wahana permainan elite di Ibu Kota. Cukup Rp 15.000-Rp 20.000 untuk setiap wahana permainan.
”Pasar malam selalu punya banyak cerita. Ombak banyu, misalnya, di sana banyak interaksi yang terjadi. Tidak hanya sesama pengunjung, tetapi juga dengan para arjunanya,” ujar Yoga. Arjuna merujuk operator wahana ombak banyu yang berbentuk bangku melingkar dan diputar mengikuti ritme musik jedhag-jedhug yang terpasang di tengah wahana. Para arjuna akan menciptakan efek gelombang saat wahana ini berputar. Di saat itu pula mereka akan beratraksi menarik perhatian pengunjung. Wahana ini menjadi paling populer di pasar malam. Interaksi yang terjadi saat ombak banyu berputar meninggalkan kesan bagi pengunjung serta para arjuna. (Yoga)
Terlibat Penjualan Senjata Ilegal, Tiga Polisi Dibekuk
Polda Metro Jaya menangkap tiga polisi yang diduga terlibat penjualan senjata api ilegal. Salah satu modusnya, mereka mengubah senapan angina ringan (airsoft gun) menjadi senjata api dan menjualnya. Namun, polisi membantah ketiganya terkait jaringan terorisme. Dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (18/8) Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menyatakan telah menangkap tiga polisi karena terlibat penjualan senjata api ilegal, yaitu anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya Bripka Reynaldi Prakoso, Kepala Unit Reskrim Polsek Bekasi Utara Irtu Muhamad Yudi Saputra, dan anggota reserse Polres Cirebon, Jabar, Bripka Syarif Muhsin.
Kasus senjata api ilegal ini bermula dari temuan pihak kepolisian dan Puspom AD terkait penggunaan KTA TNI AD serta Kemhan palsu untuk mendapatkan senjata secara ilegal. Dari penyelidikan, aparat menyita 38 pucuk senjata api ilegal. ”Kami tegaskan yang tertangkap adalah terkait penjualan senjata api ilegal, tidak ada hubungan dengan penangkapan di Bekasi Senin lalu. Untuk tersangka lain kasus senjata api ini, belum bisa kami rilis karena operasi masih berlangsung,” ujarnya. (Yoga)
Utang Rafaksi Minyak Goreng Menuai Polemik
Pembayaran utang pemerintah atas selisih antara harga beli dan harga jual atau rafaksi minyak goreng kepada para pengusaha ritel masih menuai polemik. Hal ini mengakibatkan para pengusaha ritel akan menempuh berbagai cara, termasuk jalur hukum, agar utang rafaksi tersebut segera dibayarkan. Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) RoyNMandey, Jumat (18/8/2023), mengatakan, para pengusaha masih belum diberikan kejelasan mengenai pembayaran utang rafaksi minyak goreng oleh pemerintah. Padahal, sejumlah upaya telah ditempuh agar pemerintah membayar. (Yoga)
Kreativitas dan Kesukarelaan yang Menyelamatkan
Asep Hidayat Mustofa (36) tak pernah menyangka bakal membawa trofi Kalpataru pulang ke rumahnya di Kampung Waluran 2, Kabupaten Sukabumi, Jabar. Dia menerima Kalpataru Perintis Lingkungan pada 5 Juni 2023, lewat kiprahnya bersama Desa Wisata Hanjeli yang dirintis sejak 2017. Lewat tanaman hanjeli (Coix lacryma–jobi L), dia mengajak warga di Kampung Waluran untuk berdaya. Secara sukarela, Asep mendampingi warga menanam dan mengolah hanjeli sebagai sumber makanan bergizi. Warga yang sebagian besar perempuan juga dilatih menata rumahnya menjadi penginapan untuk wisatawan. Ada juga yang belajar beragam kerajinan, mulai dari gelang hingga tasbih. Hasilnya, sajian wisata menambah kesejahteraan bagi sedikitnya 40 warga. ”Dari wisata, warga bisa mendapat hasil tambahan Rp 1 juta. Bisa lebih kalau ada warga yang rumahnya dijadikan tempat menginap,” ujar Asep, Selasa (15/8).
Lebih dari sekadar rupiah, kiprah hanjeli ternyata ikut menyelamatkan nyawa. Selain menguatkan struktur tanah rawan longsor, Desa Wisata Hanjeli juga memberikan harapan baru. Sebelumnya, akibat minim pilihan, banyak warga bekerja sebagai pekerja migran hingga petambang emas ilegal. Kini, mereka tidak perlu lagi bertaruh nyawa. ”Meski tidak ingin mengulanginya, banyak pelajaran yang didapatkan (dari menjadi pekerja migran). Salah satunya kemampuan berbahasa asing. Lama di luar negeri, sebagian warga fasih bahasa Inggris, Arab, hingga Kanton,” kata Asep, pekerja migran di Arab Saudi periode 2007-2010. Salah satu warga yang jago bahasa asing adalah Cum Ahmawati, yang 16 tahun wira-wiri ke Arab Saudi, Hong Kong, Oman, Malaysia, dan Bahrain. Sempat menjadi pemecah batu hasil tambang emas, ia bergabung dengan Desa Hanjeli pada 2017. Kemampuannya berbahasa Arab, Inggris, dan Kanton memikat Asep. Ahmawati kini menjadi koordinator pemandu wisata di Desa Wisata Hanjeli. (Yoga)
AIPF Tawarkan Proyek 129 Miliar Dollar AS
Aneka program dan proyek bernilai total 129 miliar USD akan ditawarkan dalam Forum ASEAN-Indo Pasifik, 5-6 September 2023. Forum itu merupakan salah satu kegiatan utama yang digagas Indonesia selama menjadi ketua bergilir ASEAN dan digelar berbarengan dengan KTT ASEAN. Wakil Menlu Pahala Mansury mengatakan, berbagai tawaran itu sedang diperiksa untuk memastikan hanya program-program dengan potensi keberhasilan tinggi dan jelas membawa manfaat bagi warga. ”Sekarang (program yang sudah dikurasi) sekitar 22 miliar USD,” ujarnya, Jumat (18/8) di Jakarta. Forum ASEAN-Indo Pasifik (AIPF) salah satu dari lebih dari 20 rangkaian forum dan pertemuan di sela KTT ASEAN pada 2-7 September 2023 di Jakarta. Pahala mengatakan, salah satu pilar AIPF adalah pembiayaan berkelanjutan.
AIPF juga mendorong pembiayaan untuk program-program yang ramah lingkungan. Karena itu, AIPF melibatkan berbagai lembaga keuangan nasional, kawasan, dan internasional. Sejauh ini perwakilan Bank Investasi Eropa (EIB) dan Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) akan hadir. EIB merupakan salah satu sayap keuangan Uni Eropa. AIIB merupakan bank yang dimotori China. AIIB terlibat dalam aneka proyek Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) China serta berbagai program di organisasi yang dimotori China. AIPF berusaha menyelaraskan dan mengolaborasikan beragam inisiatif pembangunan. Karena itu, AIPF terbuka pada BRI China, Kerangka Kerja Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF) dan Kemitraan untuk Investasi dan Infrastruktur (PGII) AS, serta Gerbang Global (Global Gateway) Uni Eropa. (Yoga)
RAPBN Terakhir Jokowi
RAPBN 2024 menjadi RAPBN terakhir pemerintahan Jokowi, yang pelaksanaannya juga bertepatan dengan tahun politik. Pelaksanaan RAPBN 2024 juga dibayang-bayangi ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan ekonomi negara mitra dagang penting, seperti AS dan China. Dalam situasi tersebut, penetapan target pertumbuhan ekonomi dan beberapa target lain, seperti penurunan kemiskinan ekstrem, tengkes, dan rasio gini; yang oleh beberapa pihak dinilai terlalu ambisius dan mungkin akan sulit dicapai. Sebagai RAPBN tahun terakhir, kita memahami ada tuntutan untuk mengukuhkan dan meninggalkan legacy positif. Termasuk penyelesaian atau jaminan keberlanjutan berbagai proyek mercusuar yang menjadi pertaruhan Presiden, seperti infrastruktur, hilirisasi, mobil listrik, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Target ambisius juga diperlukan untuk mengejar beberapa target makroekonomi yang belum dicapai. Jika belum tercapai, penting bagi pemerintah memastikan pijakan kuat capaian yang ada sekarang akan dilanjutkan. Termasuk mengamankan visi Indonesia Emas 2045 untuk mengantar Indonesia menuju negara maju, yang selama ini menjadi concern Presiden. Itu mengapa dalam berbagai kesempatan, ditekankan pentingnya isu keberlanjutan, terutama dengan banyak fondasi yang sudah dibangun saat ini dan juga momentum bonus demografi yang hanya terjadi sekali. Dalam istilah Presiden, RAPBN 2024 didesain untuk menjawab tantangan saat ini sekaligus di masa yang akan datang. Untuk itu, ditekankan RAPBN 2024 harus mampu mempercepat transformasi ekonomi, menjaga momentum pertumbuhan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan, melindungi daya beli masyarakat, dan menjaga postur APBN tetap sehat dan berkelanjutan pada jangka menengah-panjang. (Yoga)
ENERGI TERBARUKAN , Keekonomian Urgen untuk Akselerasi
Lambatnya perkembangan energi terbarukan di Indonesia dinilai turut dipicu skala keekonomian yang belum tercapai serta kalah bersaing dengan energi fosil. Selain kejelasan regulasi, kerja sama transisi energi yang adil atau JETP diharapkan dapat mengakselerasi capaian energi terbarukan, terutama untuk mengantisipasi perubahan iklim. Menurut data Kementerian ESDM, hingga akhir tahun 2022, realisasi energi terbarukan dalam bauran energi primer nasional baru 12,3 %. Padahal, Indonesia menargetkan dapat mencapai porsi EBT 23 % pada tahun 2025.
Ketua I Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia Bobby Gafur Umar, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (18/8) mengatakan, salah satu kendala yang membuat perkembangan energi terbarukan lambat adalah terkait keekonomian. Kendati sudah turun, harga energi terbarukan masih kalah bersaing dengan energi fosil yang mendapat subsidi. Menurut Bobby, kondisi tersebut membuat investasi pembangkit energi terbarukan menjadi tidak menarik. ”Jadi dua hal yang menjadi kunci (akselerasi energi terbarukan) adalah nilai keekonomian dan program yang jelas dan pasti. Bukan kebijakan yang tiba-tiba berubah,” ujarnya. (Yoga)
RAPBN 2024, Tantangan Rumit Mengerek Penerimaan Pajak
Upaya mencapai target penerimaan perpajakan tahun 2024 bakal menghadapi tantangan rumit secara domestik dan global. Di tengah dinamika tahun politik, usaha mendongkrak pendapatan lewat terobosan kebijakan yang reformatif juga lebih kompleks karena perlu dinavigasi secara berhati-hati. Dalam RAPBN 2024, pemerintah memasang target penerimaan perpajakan Rp 2.307,8 triliun atau tumbuh 8,9 % dibandingkan proyeksi (outlook) di APBN 2023 di Rp 2.118,3 triliun, yang terdiri dari target penerimaan pajak Rp 1.986,8 triliun (tumbuh 9,3 % dari tahun 2023) serta penerimaan kepabeanan dan cukai pada RAPBN 2024 yang diproyeksikan Rp 320,9 triliun (tumbuh 7,0 % dari tahun 2023).
Meski demikian, upaya mencapai target penerimaan perpajakan tahun 2024 itu tidak mudah. Dalam Buku Nota Keuangan RAPBN 2024, pemerintah memetakan sejumlah tantangan yang berpotensi menahan capaian pendapatan perpajakan. Pertama, ketidakpastian kondisi ekonomi global akibat konflik geopolitik dan berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter. Volatilitas harga komoditas yang muncul di tengah ketidakpastian itu berpotensi menekan pendapatan negara, seperti yang sudah terjadi dengan tren melambatnya laju penerimaan pajak. Kedua, meningkatnya informalitas ekonomi domestik dan ekonomi bayangan (shadow economy) yang berpotensi mempersempit basis perpajakan, mengurangi kepatuhan, dan menekan potensi penerimaan, karena sektor informal belum sepenuhnya teridentifikasi dan terdata dalam sistem perpajakan.
Ketiga, efek samping pemberian insentif perpajakan yang cukup masif digelontorkan pemerintah sejak pandemi juga bisa mengurangi penerimaan perpajakan. Menurut peneliti Center for Indonesia Taxation Analysis, Fairy Akbar, target penerimaan pajak yang dipasang pemerintah tahun depan sebenarnya masih masuk akal. ”Penerimaan perpajakan tahun depan bukan tanpa tantangan. Di sisi makro, kita dihadapkan pada ekonomi dunia yang terfragmentasi dengan adu kebijakan AS dan China. Itu akan berdampak pada ekonomi kita yang sangat bergantung pada China dalam hal perdagangan internasional,” kata Fairy saat dihubungi, Jumat (18/8/2023). (Yoga)
Literasi Keuangan Generasi Z dan Milenial
Literasi keuangan yang benar dan baik sangat penting ditengah gempuran arus informasi media sosial, terutama bagi generasi Z dan milenial. Literasi mengenai kegunaan dan risiko dari pinjaman dan literasi mengenai bagaimana membangun kekayaan yang baik dan benar biasanya terlewatkan. Berdasarkan Swiss Journal of economics and Statistics (2019), ada tiga indikator penting untuk mengukur tingkat literasi seseorang. Pertama, numerasi atau kemampuan menghitung tingkat suku bunga majemuk, kedua, pemahaman tentang inflasi, serta ketiga, pemahaman tentang pembagian risiko. Dalam hal menyikapi pinjaman daring, seseorang perlu memahami aturan suku bunga, biaya administrasi, dan pembayarannya untuk mengukur berapa jumlah pembayaran kembali dan kemampuan finansial untuk membayarnya.
Dalam membangun kekayaan, seseorang perlu memahami konsep inflasi dan sejauh mana pertumbuhan aset ini perlu mengakomodasi kenaikan biaya. Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan kalangan muda dalam membangun portofolio aset produktifnya. Pertama, berpegang pada rencana keuangan, karena investasi bukan tujuan akhir dalam usaha akumulasi kekayaan seseorang. Setelah memahami kebutuhan untuk memenuhi tujuan keuangan, pilihan jenis investasi dapat disesuaikan. Bahaya terbesar dari perilaku ingin kaya cepat dari investasi adalah tergoda oleh pinjaman untuk berinvestasi yang kerap menjadi problematika investor pemula. Apabila para investor pemula hendak berinvestasi, sebaiknya belajar dari penempatan aset yang berisiko rendah terlebih dahulu. (Yoga)









