Sinarmas MSIG Life Perkenalkan Smile Medika Ultimax
Tantangan masyarakat makin bertambah, termasuk dalam menjaga kesejahteraan keluarga mereka. Saat ini biaya kesehatan di Indonesia telah meningkat sebesar 13 persen. Nilai kenaikan ini lebih tinggi dibanding negara lain di Asia yang rata-rata hanya 11 persen. “Oleh karenanya, kami mengenalkan SMiLe Medika Ultimax (SMUAX) dengan beragam keunggulan agar keluarga bisa tenang meski ada yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit,” kata Lukman Auliadi, Head of Customer and Marketing PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (Sinarmas MSIG Life).
Menurut Lukman, SMUAX hadir dengan biaya polis yang lebih ringan dan menjadi solusi yang dapat melindungi di berbagai situasi. Inovasi ini sejalan dengan misi Perusahaan untuk berkontribusi mengembangkan dan menjaga masa depan masyarakat yang dinamis guna melindungi dan memberi ketenangan pikiran, sebagai wujud komitmen menjadi Trusted Partner for Life bagi masyarakat. Solusi perlindungan dari asuransi kesehatan SMiLe Medika Ultimax (SMUAX) memungkinkan masyarakat untuk bisa mendapatkan manfaat penggantian biaya perawatan rumah sakit yang lengkap sesuai tagihan dengan area perlindungan baik di Indonesia maupun luar negeri, sesuai dari plan yang dipilih. (Yetede)
Tanda Bahaya Pelemahan Ekonomi Cina
JAKARTA — Efek pelemahan ekonomi Cina mulai merambat ke perekonomian Indonesia. Ketua Umum Gabungan Pelaku Usaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan bahwa pelaku usaha mulai mengalami keresahan yang diawali dengan terjadinya gangguan suplai bahan baku untuk kebutuhan industri manufaktur dengan tujuan ekspor.
“Ini khususnya terjadi di industri tekstil di mana perusahaan-perusahaan pemasok dari Cina mengalami masalah keuangan, sehingga kami harus mencari alternatif penggantinya,” kata dia kepada Tempo, kemarin, 20 Agustus 2023. Bahan baku yang dimaksudkan antara lain kain jadi, sehingga eksportir harus melakukan penyesuaian kepada konsumen. “Akhirnya mencari pemasok pengganti yang sudah disetujui oleh branded buyer dari negara pengimpor.”
Menurut Benny, kendala rantai pasok berkepanjangan berpotensi terjadi karena sebagian besar bahan baku manufaktur untuk tujuan ekspor maupun domestik bergantung pada Cina. Selain sebagai tujuan ekspor utama, di sisi lain, Cina memang merupakan negara asal impor terbesar bagi Indonesia. “Sehingga apa yang terjadi di Cina pasti berpengaruh pada perdagangan Indonesia maupun global,” ujarnya. (Yetede)
Alarm Penurunan Penjualan Hunian
JAKARTA – Kinerja moncer para pengembang properti dianggap belum menjadi jaminan pertumbuhan bisnis hunian hingga akhir tahun ini. Tren penjualan residensial di pasar primer masih melemah secara tahunan. Pada kuartal kedua tahun ini, penjualan produk tersebut menurun 12,30 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY), begitupun pada kuartal pertama yang terkontraksi 8,26 persen.
“Kinerja marketing sales sebagian besar emiten properti diperkirakan cenderung menurun,” ucap ekonom dari PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, kepada Tempo, kemarin, 20 Agustus 2023. Menurut Josua, penjualan rumah tipe kecil dan tipe menengah masing-masing tertekan sebesar 15,81 persen dan 15,17 persen secara tahunan pada triwulan kedua 2023. Adapun penjualan segmen rumah besar tumbuh 15,11 persen, itu pun setelah sempat turun 6,82 persen year-on-year pada kuartal pertama tahun ini. Tingginya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi salah satu hambatan utama penjualan hunian primer. “Belum lagi proporsi uang muka dalam pengajuan KPR juga tinggi.”
Walau penjualan tertahan, dia meneruskan, volume KPR rumah tapak sebenarnya tumbuh 10,82 persen secara tahunan pada Juni 2023, unggul dari angka pertumbuhan pada 2022 yang berkisar 7,82 persen. Masalahnya, kredit macet (NPL) kredit pemilikan rumah tapak juga naik hingga 2,51 persen selama paruh pertama tahun ini.
Kinerja mengkilap bisnis properti belakangan ini terusik oleh kabar tumbangnya Evergrande, entitas pengembang asal Cina yang mengelola lebih dari 1.300 proyek real estate. Grup usaha asal Shenzhen, Cina, yang memiliki delapan entitas itu tercatat berutang hingga US$ 340 miliar atau lebih dari Rp 4.400 triliun. Evergrande diketahui sudah menjual saham dengan diskon besar-besaran sejak November 2021. Efisiensi itu disusul dengan penutupan lebih dari 30 bangunan akomodasi mereka sepanjang 2022. (Yetede)
Getol Cari Pasar Ekspor Alternatif
JAKARTA — Pelemahan perekonomian Cina membuat pelaku usaha harus memutar otak mencari pasar ekspor alternatif. Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI), Toto Dirgantoro, berujar, upaya pencarian pasar baru terus dilakukan dari kawasan Asia Selatan, Amerika Selatan, Timur Tengah, hingga Afrika. Meski demikian, menurut dia, hasil perdagangan yang dilakukan belum signifikan jika dibandingkan dengan hasil perdagangan dengan negara mitra tujuan ekspor utama, khususnya Cina.
“Situasi saat ini cukup berat karena krisis yang terjadi sebenarnya multidimensi, krisis global, semua ikut memikul dampaknya. Kami mencoba buka pasar baru, tapi hasilnya belum seberapa,” ujar Toto kepada Tempo, kemarin, 20 Agustus 2023. Menurut dia, ada sejumlah faktor yang menyebabkan diversifikasi pasar tidak semudah yang dibayangkan. Pertama, terkait dengan biaya logistik yang relatif lebih mahal dan menimbulkan beban biaya tambahan bagi pelaku usaha. “Syarat produk suatu negara bisa menguasai negara lain itu kalau bisa menguasai logistiknya.” Biaya logistik yang dimaksudkan tak hanya untuk angkutan laut, tapi juga udara dan darat.
Di satu sisi, kondisi psikologis konsumen di berbagai negara dunia cenderung dalam kondisi menunggu dan memilih menahan belanja. Terlebih, tingkat inflasi secara global terkerek naik. “Jadi, daya beli ikut merosot di tengah situasi krisis ini sehingga benar-benar sulit bagi produk kita untuk bisa bersaing dan berekspansi.” (Yetede)
Presiden: Kuasai Kemajuan Iptek
Presiden Jokowi menyebut anak muda generasi Y dan Z di Indonesia adalah generasi unggul karena lahir di era digital. Maka, generasi muda harus terus menyiapkan diri untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang cepat, sekaligus tetap memiliki moral dan budi pekerti yang baik. Presiden menyampaikan hal itu saat membuka Muktamar XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Gedung Serbaguna Sumut, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu(19/8). ”Saya harap pelajar Muhammadiyah menjadi teladan, generasi muda Muslim yang berkemajuan, penguasaan ipteknya hebat, sekaligus memiliki moral, budi pekerti, dan mental yang hebat,” kata Presiden.
Presiden mengatakan, dunia sedang dilanda disrupsi teknologi, terutama digital. Oleh karena itu, sekarang adalah zamannya generasi Y (kelahiran 1981-1996) dan generasi Z (kelahiran 1997-2012). ”Apa-apa serba digital. Mau lihat menu di restoran, (pakai) digital lewat QR code. Mau belanja juga digital, lewat market place. Mau pesan kendaraan juga lewat digital, lewat aplikasi,” katanya. Teknologi kecerdasan buatan (AI) juga berkembang pesat dan diperkaya generative AI. Ia mencontohkan aplikasi ChatGPT, yang akrab digunakan pelajar untuk mengerjakan tugas sekolah, jurnal, serta membantu menyusun tugas akhir dan skripsi di peguruan tinggi. Presiden berpesan agar generasi muda tetap memiliki moral, budi pekerti, dan mental yang hebat. ”Buat saya, itulah sosok pelajar Muhammadiyah idaman,” katanya. (Yoga)
Elan Petani Karet demi Kesejahteraan
Sungkunen Tarigan (47), Ketua Kelompok Tani Mbuah Page, memberi sambutan pembukaan lelang karet perdana di Kantor Desa Kuta Jurung, Kecamatan Sinembang Tanjung Muda (STM) Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (10/8). Ruangan 3 x 8 meter yang biasanya digunakan untuk melayani warga itu disulap menjadi ruang lelang karet. Pemimpin lelang, Tobat Perangin-Angin (50), duduk di depan bersama Kepala Desa Kuta Jurung Abadi Sitepu, Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Ishak Leono, dan perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumut Rita Budiati Harahap. Lima dari 17 peserta yang diundang, hadir di lelang perdana itu. Lelang, yang sedianya digelar pukul 10.00, molor hingga setelah makan siang karena para peserta harus melihat terlebih dahulu bahan olahan karet (bokar) yang akan di lelang. Getah karet itu berada di lima tempat berbeda dengan jarak cukup jauh. Lokasinya tersebar di dua kecamatan, yakni STM Hilir dan STM Hulu.
Menurut Sungkunen, dulu hampir semua warga Desa Kuta Jurung adalah petani karet. Namun, sepuluh tahun terakhir banyak warga yang menebang pohon karetnya, seiring anjloknya harga. Warga beralih membudidayakan tanaman kelapa sawit atau salak. "Ada 200 keluarga yang ada di Kuta Jurung, dulu semua punya kebun karet, sekarang tinggal 30 keluarga,” kata Sungkunen. Saat ini harga bokar di tingkat petani hanya Rp 7.000 hingga Rp 7.500 per kg. Namun, bersama Kelompok Tani Mbuah Page yang beranggota 100 orang, petani bisa mendapatkan harga getah Rp 8.000 hingga Rp 8.800 per kg. ”Harga karet kami ini tidak memadai lagi. kalau harganya begini terus, dua tahun lagi bisa pokok karet kita ini ditebang semua karena tidak mungkin lagi dikerjakan,” kata Sungkunen yang memiliki lahan 4 hektar. Ia hanya mengerjakan satu hektar yang ia deres sendiri.
Tiga hektar lainnya dibiarkan. Produktivitas tanamannya yang berusia 7-8 tahun itu menghasilkan 70 kg getah per minggu. Jika dirawat dengan baik, produktivitasnya bisa mencapai 150 kg getah per minggu. ”Tapi pupuk mahal, pupuk subsidi tidak ada,” kata Sungkunen. Harga pupuk NPK Phonska, terakhir ia beli Rp 750.000 per karung isi 50 kg, sedang pupuk subsidi Rp 150.000 per karung. Para petani mulai menebang pohon karet sejak harga menyentuh Rp 9.000 per kg. Padahal, petani karet baru sejahtera kalau harga 1 kg getah karet setara 1 kg harga beras. Untuk mendongkrak harga, para pengurus kelompok tani didukung kepala desa menggelar lelang, siang itu. Total ada 40 ton getah karet yang dilelang hari itu. (Yoga)
Menjaga Mutu Ikan Asin Ciweru
Para pekerja hilir mudik membawa nampan dari plastik berisi ikan jenis ”lemet” yang sudah digarami untuk dijemur di halaman seukuran setengah lapangan sepak bola. Kotak bambu berbentuk persegi panjang yang diberi kawat pada bagian tengahnya menjadi tempat ikan dikeringkan. Ratusan kotak bambu itu diletakkan di atas dudukan, yang juga dari bambu, sepanjang 50 meter, berjumlah lima banjar. Matahari siang itu begitu terik di sebuah usaha pembuatan ikan asin milik M Sugih (51) di Desa Ciwaru, Kabupaten Sukabumi, Jabar, pertengahan Juli 2023. Penjemuran yang maksimal membuat ikan dapat bertahan tiga hingga lima bulan, bahkan bisa sampai satu tahun jika disimpan di dalam lemari pendingin. Sugih mempekerjakan tiga tetangganya untuk membantu memproduksi ikan asin. Sebelum dijemur, ikan terlebih dahulu direndam air garam, kemudian direbus menggunakan kayu bakar. Sekitar direbus lima hingga sepuluh menit, ikan diangkat untuk ditiriskan sebelum dijemur.
Saat musim kemarau, penjemuran berlangsung selama satu hari. Namun, saat musim hujan, durasinya lebih lama lagi. Sugih dan semua pembuat ikan asin di kawasan ini menjaga mutu dengan tidak menggunakan formalin dalam proses pembuatan ikan asin sehingga aman untuk dikonsumsi. Ketika musim ikan lemet seperti ini, dalam satu hari, usaha pembuatan ikan asin milik Sugih mampu memproduksi 1 ton ikan asin. Namun, jika musim hujan atau pasokan ikan minim, produksinya berkisar 5 kuintal hingga 7 kuintal. Harga jualnya mulai Rp 10.000 hingga Rp 45.000 per kg tergantung ukuran dan kualitas ikan. Ia menyetor produksinya ke pengepul di Bogor, Jabar. Selain ikan lemet, ikan jenis teri, udang kecil, rebon, dan deles paling sering digunakan Sugih. Sebab, siklus musiman ikan selalu berjalan dan para nelayan menyesuaikan tangkapannya. (Yoga)
Polusi Budaya
Ada dua jenis polusi yang ramai diperbincangkan hari-hari ini. Yang satu polusi udara di Ibu Kota Jakarta, yang sangat berbahaya untuk kesehatan. Ada yang menuding karena asap kendaraan sehingga solusinya adalah mengurangi kendaraan pribadi. Ada yang menyebutkan karena musim kemarau dan solusinya adalah membuat hujan buatan. Tapi ada yang menuding bertambahnya pusat listrik tenaga uap di daerah penyangga Jakarta yang memakai batu bara.
Yang kedua adalah polusi budaya. Tak ada pengaruhnya buat kesehatan, tapi berbahaya untuk peradaban bangsa. Presiden Joko Widodo memperkenalkan polusi di wilayah budaya itu ketika memberikan pidato kenegaraan dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menyambut ulang tahun kemerdekaan RI.
Presiden Jokowi mengatakan, “Saya tahu ada yang mengatakan saya ini bodoh, plonga-plongo, tidak tahu apa-apa, Firaun, tolol. Ya, ndak apa. Sebagai pribadi, saya menerima saja.” Lalu Jokowi melanjutkan, “Tapi, yang membuat saya sedih, budaya santun dan budi pekerti luhur bangsa ini kok kelihatannya mulai hilang. Kebebasan dan demokrasi digunakan untuk melampiaskan kedengkian dan fitnah. Polusi di wilayah budaya ini sangat melukai keluhuran budi pekerti bangsa Indonesia.” (Yetede)
Gagasan Arya Putra Kembangkan Kampung Kota
Seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung, Arya Putra, 22 tahun, baru-baru ini meraih gelar prestisius. Dia dinobatkan sebagai Designer of the Year pada kategori desain interior. Melampaui harapannya, penghargaan itu ia peroleh dari Asian Young Designer Awards (AYDA) 2022/2023 di Vietnam pada medio Juli lalu. Sebagai pemenang, ia pun mendapat beasiswa Design Discovery Program senilai US$ 10 ribu di Harvard University’s Graduate School of Design selama tiga minggu di Boston, Amerika Serikat.
Arya melenggang ke kompetisi tersebut setelah menyabet Gold Winner tingkat nasional pada Februari lalu di kategori desain interior. Sementara itu, pada kategori arsitektur, pemenangnya Salsabila Novitasari dari Universitas Gadjah Mada dengan judul karya Re-Stack! Adapun Arya mengusung judul Silih Hub. Idenya menyesuaikan dengan tema lomba, yaitu “Converge: Pushing the Reset Button”, yang menantang solusi desainer untuk membantu masyarakat mengatasi kehidupan pasca-masa pandemi.
Kata “silih” diambil Arya dari nilai hidup masyarakat Sunda, yakni silih asah, silih asih, dan silih asuh. Kearifan lokal itu mengajarkan agar manusia saling belajar, peduli, dan menyayangi sesama. “Silih”, yang mengandung arti kebersamaan, pada desain dijalin lewat bangunan penghubung (hub) berupa balai dan semacam gedung serbaguna. “Yang dipentingkan adalah masyarakat tidak canggung saat masuk ke fasilitas tersebut dan bisa sadar bahwa itu bagian dari mereka juga,” kata Arya, Sabtu, 12 Agustus lalu. (Yetede)
Benang Kusut Misteri Rp 27 Miliar di Kasus BTS
JAKARTA — Kejaksaan Agung masih mengusut asal-usul duit senilai Rp 27 miliar yang ditengarai berhubungan dengan kasus dugaan korupsi pembangunan base transceiver station (BTS) 4G dan perangkat infrastruktur pendukungnya. Kemarin, penyidik menggelar pemeriksaan konfrontasi, dengan menghadapkan para saksi secara bersamaan, untuk mengecek sejumlah keterangan mereka yang berbeda dan berubah dalam pemeriksaan sebelumnya.
“Ada yang bilang (uang) itu bantuan untuk IH (Irwan Hermawan), ada yang bilang dari yang lain-lain, tidak perlu saya ungkapkan di sini, nanti kami sampaikan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, pada Jumat, 18 Agustus 2023. Ketut enggan membeberkan hasil pemeriksaan konfrontasi. Yang jelas, pemeriksaan kemarin hanya diikuti enam orang saksi dari semula direncanakan tujuh orang. Seorang saksi dengan inisial RYB tak memenuhi panggilan Kejaksaan.
Tiga dari enam saksi yang memberikan keterangan kepada penyidik adalah para terdakwa dan tersangka dalam kasus korupsi BTS, yakni mantan Komisaris PT Solitech Media Sinergy, Irwan Hermawan; mantan Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Anang Achmad Latif; dan orang kepercayaan Irwan, Windi Purnama. Tiga lainnya adalah para pengacara Irwan, yaitu Maqdir Ismail, Handika Honggowongso, dan Dasril. (Yetede)









