Otomotif Makin Menderu
Pameran otomotif menjadi pengungkit penjualan di saat belum membaiknya pasar. Penjualan kendaraan dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang baru saja selesai, diyakini melonjak signifikan dibandingkan dengan pagelaran tahun lalu.Meski belum merilis data transaksi akhir, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) optimistis pada pameran tahun ini, nilai transaksi mencapai Rp15 triliun atau lebih tinggi daripada perolehan tahun lalu sebesar Rp11,74 triliun untuk pembelian sebanyak 26.658 unit kendaraan.Raihan sepanjang pameran diharapkan dapat mendorong volume penjualan mobil sepanjang bulan ini yang sempat terseok dalam dua bulan terakhir. Sebagaimana yang disampaikan oleh Gaikindo, volume penjualan secara ritel sejak Mei tahun ini terus menunjukkan penurunan.
Untuk meningkatkan penjualan, berbagai strategi pemasaran dari diskon hingga kemudahan pembiayaan pun dilakukan oleh produsen. Sepanjang GIIAS 2023, salah satu perusahaan pembiayaan yaitu Astra Financial turut merasakan dampak positif. Perusahaan itu mencatatkan nilai transaksi senilai Rp2,385 triliun, meningkat 53% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di GIIAS, produsen otomotif juga berlomba memperkenalkan model keluaran terbaru termasuk kendaraan listrik. Upaya pemerintah yang terus mendorong penggunaan kendaraan listrik tampaknya mulai menarik perhatian produsen dan konsumen.
PT Toyota Astra Motor menyebutkan pada tahun ini penjualan kendaraan listrik merek Jepang itu naik hingga sepuluh kali lipat bila dibandingkan dengan tahun lalu. Hal serupa juga dialami mobil merek lainnya.Berdasarkan data, penjualan mobil listrik di Indonesia terus naik. Sepanjang 2022 mencapai 10.327 unit, atau melesat jika dibandingkan dengan 2021 yang hanya terjual sebanyak 3.193 unit.
Data yang disampaikan oleh Kementerian ESDM menyebutkan, pada Juni 2023, total infrastruktur pengisian listrik mencapai total 2.188 unit yang terdiri dari 842 unit charging station termasuk instalasi privat, dan 1.346 unit swap battery. Meski sudah melampaui target yang ditetapkan pemerintah, jumlah tersebut harus terus ditambah dan disebar di seluruh wilayah Indonesia.
LONJAKAN HARGA SAHAM : ADU KENCANG EKSPANSI EMITEN
Sejumlah emiten yang sahamnya melaju lebih dari 100% sepanjang tahun berjalan 2023 tengah agresif meracik pengembangan usaha untuk memacu kinerja operasional dan mempertebal profitabilitas. Berdasarkan data Bloomberg yang dihimpun Bisnis, ada 30 emiten yang harga sahamnya melonjak lebih dari 100% dibandingkan dengan penutupan 2022 atau sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun ini. Posisi puncak diduduki oleh saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN). Pada akhir perdagangan kemarin, saham emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu itu parkir di level Rp2.570. Level itu mencerminkan kenaikan 1.068,18% dari harga initial public offering (IPO) yang dibanderol Rp220 per saham. Saham CUAN meroket hanya dalam waktu sekitar 5 bulan sejak listing pada 8 Maret 2023. Selain CUAN, saham PT Darmi Bersaudara Tbk. (KAYU) meroket 360% year-to-date (YtD), PT Andalan Sakti Primaindo Tbk. (ASPI) melompat 322,47% YtD, PT Hatten Bali Tbk. (WINE) 267,44% YtD, dan saham PT Sumi Indo Kabel Tbk. (IKBI) memantul naik 242,86% sepanjang tahun berjalan 2023. (Lihat Infografik) Di sisi fundamental, sejumlah emiten yang sahamnya melaju kencang terus menggulirkan ekspansi usaha pada tahun ini. “Menjadi tanggung jawab kami untuk terus tumbuh dan berkembang dan dapat memberikan kontribusi bagi pemilik entitas saham,” ujar Direktur Utama Petrindo Jaya Kreasi Michael dalam paparan publik insidentil, Senin (21/8). Terpisah, Direktur Utama Tripar Multivision Plus Whora Anita Raghunath baru saja mengumumkan kerja sama strategis yang baru dijalin Multivision Plus dengan BTV dalam penyediaan konten sinematografi. “Kami berharap kerja sama ini akan meningkatkan performa bisnis distribusi konten dari MVP dengan merambah ke jaringan televisi Indonesia,” katanya dalam siaran pers, Senin (21/8). Terpisah, Komisaris Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) Abdul Rachim Sofyan menyebutkan perseroan menyiapkan anggaran US$84 juta untuk pengadaan kapal dalam 12 bulan ke depan setelah resmi melantai di BEI. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan beberapa saham yang sudah naik lebih dari 100% direkomendasikan untuk hold karena kenaikan harga saham terjadi sangat signifikan. Bahkan ada yang sudah double bagger bahkan multibagger.
INFRASTRUKTUR GAS : PENANTIAN PANJANG TRANSMETANA JAWADWIPA
Sebagai negara kepulauan dengan cadangan gas alam yang melimpah, kehadiran infrastruktur gas memainkan peran sentral untuk menghadirkan sumber energi yang relatif bersih dan terjangkau bagi masyarakat dan industri di Indonesia.
Mimpi membangun tulang punggung infrastruktur gas berupa pipa transmisi telah mencuat lebih dari satu dekade lamanya. Namun, hingga kini, tak satupun pipa transmisi di pulau-pulau utama tersambung.Penyelesaian proyek pipa transmisi berdiameter 20 inci Sei Mangke-Dumai dan Cirebon—Semarang bakal menjadi kunci konektivitas jaringan tulang punggung (backbone) Sumatra-Jawa.
Kini, proyek pipa transmisi gas sepanjang 62 kilometer (km) itu dinyatakan telah ready gas in alias siap untuk dialiri dengan gas. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Dirjen Migas Kementerian ESDM) Tutuka Ariadji pekan lalu.
Tahap selanjutnya dari proyek ini adalah uji coba pengoperasian alias commisioning.“Pipa Cisem Tahap I telah selesai dan ready for gas inbertepatan dengan peringatan HUT RI ke-78,” jelasnya dikutip dari keterangan resminya, pekan lalu.
“Kami berharap bahwa apa yang telah dilakukan berhasil sampai saat ini itu bisa dimanfaakan sebesar-besarnya. Bagi yang berkepentingan ya, salah satunya adalah industri. Industri sini di kawasan industri Kendal dan Batang. Selain untuk industri, sebagian juga dimanfaatkan untuk jargas jaringan gas di wilayah yang dilewati ini,” katanya.
Tak hanya itu, penyaluran gas bumi melalui pipa transmisi ini juga diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas gas bumi yang sebagian besar berasal dari lapangan gas di Jawa Timur dapat sampai ke wilayah Jawa Tengah guna memenuhi kebutuhan industri wilayah ini yang tengah berkembang.Adapun, Kementerian ESDM menginisiasi pembangunan proyek ini guna memenuhi kebutuhan gas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal atau Kawasan Industri Kendal (KIK) dengan proyeksi kebutuhan gas hingga 39,42 MMscfd yang datang dari 26 perusahan hingga 2026.
ENERGI BARU TERBARUKAN : Berburu Dana Transisi Energi
Pemerintah diminta untuk berburu sumber pembiayaan alternatif menyusul pendanaan pada skema Just Energy Transition Partnership (JETP) senilai US$20 miliar dipandang tak cukup untuk memenuhi ambisi netral karbon Indonesia.Analis Kebijakan Energi International Institute of Sustainable Development (IISD), Anissa Suharsono mengungkapkan bahwa nilai pinjaman pada skema JETP tidak akan membantu Indonesia dalam mencapai 23% bauran energi baru terbarukan (EBT) pada 2025.
Oleh karena itu, dia meminta agar pemerintah tidak hanya mengandalkan dana JETP, tetapi juga mencari sumber pendanaan lainnya untuk menambah dana antara lain pengalokasian dari dana publik yang didalamnya terdapat subsidi, investasi, hingga pinjaman dari bank pelat merah.“Public financial flow yang paling pertama bergerak karena kendali di bawah pemerintah dan mempengaruhi. Seperti public controlled money, subsidi, insentif, investasi dari lembaga keuangan publik,” katanya.Sementara itu, Peneliti Energi Institute of Energy Economic and Financial Analysis Putra Adhiguna memandang bahwa dana JETP tidak bisa memenuhi target ambisi netral karbon Indonesia.
HUBUNGAN BILATERAL : MENDAG PACU PERDAGANGAN KE KORSEL
Pemerintah menargetkan total perdagangan Indonesia-Korea Selatan bisa mencapai US$80 miliar per tahun atau melonjak 233% dibandingkan dengan nilai perdagangan pada tahun lalu sebesar US$24 miliar.
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan target itu bakal tercapai seiring dengan pengoptimalan perjanjian perdagangan bebas bilateral Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IKCEPA).“Kemarin [tahun lalu] naiknya kira-kira 10%, tapi kita akan mengejar ke arah sana,” katanya seusai pertemuan bilateral dengan Korea Selatan di sela-sela Asean Economic Ministers Meeting (AEM) ke-55 di Semarang, Senin (21/8).Zulkifli beralasan nilai perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan masih bisa dipacu dari tahun lalu mencapai US$24 miliar. Alasannya, Total perdagangan Vietnam-Korea Selatan dan Thailand-Korea Selatan lebih tinggi dibandingkan Indonesia-Korea Selatan.
Zulkifli yang juga merupakan Ketua AEM ke-55 itu mengungkapkan target total perdagangan RI-Korea Selatan sebesar US$80 miliar per tahun tidak dapat tercapai pada tahun depan. Namun, nilai perdagangan ditargetkan naik secara bertahap.Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Djatmiko Bris Witjaksono menambahkan produk yang menjadi andalan untuk mendongkrak total perdagangan Indonesia–Korea Selatan adalah manufaktur dan kendaraan elektrifikasi atau electric vehicle (EV).
Sebelumnya, pemerintah juga mendorong kerja sama ekonomi sub-regional salah satunya melalui Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East Asean Growth Area (BIMP-EAGA).
Sejauh ini, telah dilakukan pertemuan Senior Officials Meeting (SOM) dan disahkan 11 proyek kerja sama melalui kerangka pendanaan BIMP-EAGA-Republic of Korea Cooperation Fund (BKCF).Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Subregional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Netty Muharni menyampaikan pentingnya penguatan mekanisme implementasi proyek BKCF, terutama melalui penguatan monitoring, dan peningkatan sinergi dengan pemangku kepentingan BIMP-EAGA lainnya seperti Cluster/Working Groups (CWGs), BIMP-EAGA Business Council (BEBC), akademisi, serta pemerintah daerah di kawasan sub-regional.
KERJA SAMA INTERNASIONAL : Jeju-Batam Jajaki Kolaborasi
Pemerintah Kota Seogwipo, Pulau Jeju, Korea Selatan menjajaki kolaborasi dengan Pemerintah Kota Batam guna mendongkrak kinerja pariwisata kedua wilayah.Delegasi Kota Seogwipo memperkenalkan sejumlah destinasi wisata unggulan di Seogwipo kepada Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.Lee Jong Wo, Wali Kota Seogwipo yang memimpin delegasi tersebut, mengatakan bahwa wilayahnya memiliki sejumlah destinasi unggulan yang menarik. “Beberapa tempat menarik seperti Seopjikoji, Jusangjeollidae, dan Jeongball Waterfall dan lainnya merupakan destinasi unggulan di Seogwipo,” katanya, di Batam, Senin (21/8).
”Bahwa tujuan kami adalah untuk menjajaki peluang kerja sama di sektor pariwisata [dengan Pemerintah Kota Batam],” ujarnya.Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyukai inisiatif kerja sama yang diusulkan oleh Delegasi Seogwipo di sektor pariwisata.“Kami akan segera membahas rencana kerja sama ini dan akan mengirimkan surat resmi untuk langkah tindak lanjut lebih lanjut,” jelasnya.
Menurutnya, beberapa pengusaha Korea Selatan telah melakukan investasi di Batam, termasuk dalam pembangunan Bandara Hang Nadim Batam yang melibatkan IIAC. Tak hanya itu, imbuhnya, upaya meningkatkan layanan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batu Ampar juga telah terwujud dengan kedatangan satu unit ship to shore (STS) crane dari Korea Selatan.
Dampak El Nino pada Perikanan
Fenomena El Nino, yang merupakan bagian dari perubahan iklim, telah berdampak global. Indonesia, yang berada di kawasan tropis dan menjadi perlintasan arus lintas Indonesia (Arlindo), akan terkena dampak yang signifikan. Ada beberapa dampak penting dari El Nino di laut. Kenaikan suhu air laut akan berdampak pada kenaikan permukaan laut di wilayah pesisir. Hal itu akan mempengaruhi kesehatan ekosistem, termasuk lamun dan terumbu karang. Ia juga akan berdampak pada perubahan biodiversitas ikan dan stabilitas sosial-ekonomi masyarakat perikanan.
Kenaikan tinggi muka air laut akan mempengaruhi daratan pesisir. Percepatannya makin besar karena sebagian wilayah diperkirakan mengalami penurunan (subsidence) dan erosi yang berat. Menurut Lapan, selama 2015-2022, penurunan muka daratan pesisir di lima kota pesisir bervariasi. DKI Jakarta menurun 0,1-8 sentimeter per tahun, Kota Cirebon 0,28-4 cm per tahun, Pekalongan 2,1-11 cm per tahun, Semarang 0,9-6 cm per tahun, dan Surabaya 0,3-4,3 cm per tahun.
Seiring dengan ini, tercatat kejadian banjir rob terus meningkat setiap tahun. Pada Juli lalu, banjir rob di Banyuwangi merendam sekitar 160 rumah dengan tinggi muka air mencapai 40-70 cm. Kondisi ini menunjukkan bahwa rob tidak hanya terjadi di pantai utara Jawa, tapi juga di selatan Jawa. Dalam kaitannya dengan sektor perikanan, banjir rob pun mempengaruhi infrastruktur pelabuhan perikanan sehingga mempercepat kerusakan dan gangguan alur pergerakan nelayan. (Yetede)
Ambisi Kejar Satu Juta Barel
JAKARTA - Asumsi lifting minyak pemerintah pada tahun depan dinilai bertolak belakang dengan target ambisius yang dicanangkan, yakni produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) pada 2030. Namun optimisme pemerintah mencapai target tersebut tak padam. Dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2024, pemerintah memperkirakan lifting minyak hanya 625 ribu BOPD. Asumsi tersebut lebih rendah dibanding target pada tahun ini yang mencapai 660 ribu BOPD. Angka itu muncul setelah pemerintah mempertimbangkan kapasitas produksi yang terus menurun. Saat ini, mayoritas minyak di dalam negeri bersumber dari sumur-sumur tua.
Itu sebabnya, saat ini Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) gencar mendorong pengeboran sumur pengembangan. Tahun ini, lembaga tersebut menargetkan aktivitas di 991 sumur atau naik 30,4 persen dari realisasi tahun sebelumnya. Kendati begitu, hingga pertengahan tahun lalu, realisasinya baru 354 sumur dan diproyeksikan hanya 864 sumur sampai akhir tahun. "Selain itu, melakukan workover yang masif-agresif," tutur Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi Suryodipuro, kepada Tempo, kemarin, 21 Agustus 2023. Targetnya, sampai akhir tahun ini, ada 834 sumur yang dikerjakan ulang. Hingga semester pertama 2023, realisasi pengeboran dilakukan di 397 sumur. (Yetede)
Mewaspadai Efek Selisih Bunga yang Kian Sempit
Arah suku bunga sejumlah bank sentral masih akan menjadi penentu pergerakan pasar keuangan dalam beberapa pekan ke depan. Yang jadi perhatian pasar dalam negeri, kini selisih suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve semakin menyempit.
Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar pada 23-24 Agustus 2023, sejumlah ekonom dan analis keuangan memproyeksikan BI tetap mempertahankan bunga acuan. Alhasil, jarak bunga acuan Fed dan BI 7-
days reverse repo rate
cuma berselisih tipis antara 0,25%-0,5%. Saat ini suku bunga acuan BI ada di posisi 5,75%, sementara bunga Fed ada di level 5,25%-5,50%. Situasi ini dikhawatirkan memicu arus keluar dana asing dari pasar keuangan Indonesia. Dalam sepekan terakhir, misalnya, sekitar Rp 3,6 triliun dana asing keluar dari bursa saham dalam negeri.
Toh,
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, menyempitnya
spread
bunga Fed dan BI Rate karena fundamental Indonesia menguat, Tapi, peringkat Indonesia masih BBB. Sedangkan peringkat AS di posisi AAA.
Research & Education Coordinator
Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin sepakat, kenaikan bunga Fed yang kemungkinan terjadi pada September atau November bisa membuat investor kian memburu dollar AS. Sehingga rupiah dan IHSG mengalami tekanan. Namun, Nanang menilai kondisi ini hanya bersifat sementara. Pasar melihat ruang kenaikan suku bunga akan berakhir dan terbuka ruang terjadi pemangkasan pada tahun depan.
Anggaran Belanja Populis Melejit di Tahun Politik
Dorongan anggaran belanja pemerintah pusat ke perekonomian Indonesia tahun depan, tampaknya akan lebih minim. Sebab, dorongannya terhadap konsumsi rumahtangga tak signifikan. Sementara kontribusi terhadap investasi malah turun.
Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024, alokasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp 2.446,54 triliun, tumbuh 6,5% dari
outlook
2023 sebesar Rp 2.298,24 triliun.
Dari jumlah itu, alokasi terbesar untuk belanja pegawai mencapai Rp 481,42 triliun, selain untuk pembayaran bunga utang sebesar Rp 497,32 triliun. Bahkan, belanja pegawai tumbuh dua digit mencapai 11,32% dibanding
outlook
2023. Kenaikan ini sejalan dengan usulan kenaikan gaji aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan ASN yang pemerintah usulkan 8%.
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemkeu) Isa Rachmatawarta bilang, anggaran belanja pegawai tahun depan meningkat karena kebijakan kenaikan gaji dan pensiun ASN.
Di sisi lain, Isa menyatakan, anggaran belanja barang dan belanja modal pada 2024 meningkat dari alokasi dalam APBN 2023. Menurutnya, tingginya outlook belanja barang 2023 lantaran memperhitungkan peningkatan pagu penggunaan penerimaan negara bukan pajak dan badan layanan umum (PNBP/BLU).
Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Yusuf Rendy menilai, lebih rendahnya anggaran belanja modal berarti akan memberikan efek berganda yang lebih kecil ke komponen investasi dibanding tahun ini. Sementara komponen belanja pegawai, belanja bansos, dan subsidi yang masing-masing mencatatkan peningkatan, akan berdampak positif terhadap konsumsi rumah tangga.









