;

ENERGI TERBARUKAN , Keekonomian Urgen untuk Akselerasi

19 Aug 2023 Kompas
ENERGI TERBARUKAN
, Keekonomian Urgen untuk Akselerasi

Lambatnya perkembangan energi terbarukan di Indonesia dinilai turut dipicu skala keekonomian yang belum tercapai serta kalah bersaing dengan energi fosil. Selain kejelasan regulasi, kerja sama transisi energi yang adil atau JETP diharapkan dapat mengakselerasi capaian energi terbarukan, terutama untuk mengantisipasi perubahan iklim. Menurut data Kementerian ESDM, hingga akhir tahun 2022, realisasi energi terbarukan dalam bauran energi primer nasional baru 12,3 %. Padahal, Indonesia menargetkan dapat mencapai porsi EBT 23 % pada tahun 2025.

Ketua I Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia Bobby Gafur Umar, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (18/8) mengatakan, salah satu kendala yang membuat perkembangan energi terbarukan lambat adalah terkait keekonomian. Kendati sudah turun, harga energi terbarukan masih kalah bersaing dengan energi fosil yang mendapat subsidi. Menurut Bobby, kondisi tersebut membuat investasi pembangkit energi terbarukan menjadi tidak menarik. ”Jadi dua hal yang menjadi kunci (akselerasi energi terbarukan) adalah nilai keekonomian dan program yang jelas dan pasti. Bukan kebijakan yang tiba-tiba berubah,” ujarnya. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :