;

Ikhtiar Menekan Impor Minyak

Yuniati Turjandini 18 Sep 2023 Tempo

JAKARTA — Proyek penambahan kapasitas kilang milik PT Pertamina (Persero) menjadi tumpuan untuk menekan tingginya impor bahan bakar minyak. Namun hingga saat ini, baik proyek revitalisasi kilang atau Refinery Development Master Plan (RDMP) maupun pembangunan kilang baru atau Grass Root Refinery (GRR) tak kunjung rampung.

Rencana penambahan kapasitas kilang Pertamina sudah bergulir sekitar 10 tahun lalu. Pertamina menetapkan target revitalisasi di lima kilang yang berlokasi di Dumai, Riau; Plaju, Sumatera Selatan; Cilacap, Jawa Tengah; Balikpapan, Kalimantan Timur; dan Balongan, Jawa Barat. Dari proyek tersebut, kapasitas pengolahan minyak mentah Pertamina diproyeksikan naik dua kali lipat, dari 820 ribu barel per hari menjadi 1,68 juta barel per hari. RDMP Balongan yang perkembangannya paling melesat. Merujuk pada laporan tahunan Pertamina pada 2022, pengerjaan fase pertama di kilang ini rampung per September 2022. Kapasitas pengolahan yang semula 125 ribu barel per hari naik jadi 150 ribu barel per hari.

Selain itu, baru RDMP Balikpapan yang menunjukkan kemajuan signifikan. Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional Hermansyah Y. Nasroen menyatakan bahwa konstruksi proyek ini sudah mencapai 76,7 persen. "Sebagian besar peralatan besar yang utama saat ini telah terpasang dengan baik dan akan segera diintegrasikan dengan kilang existing," tuturnya kepada Tempo pekan lalu. (Yetede)

Pindah Tongkrongan Membangun Jaringan

Yuniati Turjandini 18 Sep 2023 Tempo

Di atas kertas, membangun jejaring merupakan tugas yang relatif sederhana. Berbaurlah dengan para profesional sambil menikmati segelas minuman dalam suatu acara dan peluangmu untuk mendapatkan peran yang didambakan atau membangun karier impian akan meningkat. Sebelum masa pandemi Covid-19, saat bersiap-siap untuk berjejaring, kamu ada kemungkinan akan masuk ke suatu tempat sambil berpikir, “Tersenyumlah. Ingat kalimat perkenalan yang sudah kamu siapkan. Jika semuanya gagal, bicarakan tentang cuaca.”

Namun sekarang, setelah pandemi berlalu, opsi bekerja tidak harus dari kantor menjadi mungkin. Banyak dari kita yang dihadapkan pada kesulitan berbeda: bagaimana membangun jejaring sambil bekerja dari jarak jauh. Seraya bekerja dari rumah, dengan anak-anak yang meminta dibuatkan teh atau hewan peliharaan yang menginjak keyboard, kita secara kolektif menjadi Robert Kelly, ilmuwan politik yang berbasis di Busan, Korea Selatan. Video Kelly menjadi viral pada 2017 ketika anak-anaknya mengganggu wawancara langsung yang dia lakukan di stasiun televisi dan istrinya harus berusaha mengeluarkan anak-anak itu dari kantor Kelly.

Meskipun sulit untuk bertemu dengan orang-orang dalam situasi seperti itu, penelitian menunjukkan bahwa menghadapi tantangan ini merupakan hal yang layak dilakukan. Menurut sebuah survei daring, jejaring menyumbangkan hingga 85 persen dari seluruh lowongan yang terisi. Jejaring juga dapat membuahkan kenaikan gaji yang besar, sebagaimana dibuktikan oleh cerita terkini tentang bagaimana seorang karyawan mendapatkan kenaikan gaji 24 ribu pound sterling atau sekitar Rp 460 juta hanya melalui jejaring yang dibangun. (Yetede)

Arus Kas Gempor Akibat Beleid Devisa Ekspor

Hairul Rizal 18 Sep 2023 Kontan (H)

Belum genap dua bulan berjalan, aturan kewajiban memarkir devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) di dalam negeri menuai keberatan dari kalangan pengusaha dan eksportir. Hal ini menjadi alasan pemerintah untuk mengkaji ulang beleid anyar tersebut. Kewajiban memarkirkan devisa ekspor di dalam negeri berlaku untuk ekspor hasil pertambangan, perkebunan, kehutanan dan perikanan, dengan nilai per ekspor minimal sebesar US$ 250.000 atau ekuivalen. Besaran yang diparkir minimal 30% selama tiga bulan. Aturan ini berlaku sejak 1 Agustus 2023. Vice President Government Relations and Smelter Technical Support PT Freeport Indonesia Harry Pancasakti menyatakan, Freeport memiliki kewajiban menempatkan jaminan kesungguhan sesuai ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). "Jika skalanya Freeport sekitar US$ 380 juta," terang Harry di Jakarta, Jumat (15/9). Di sisi lain, Freeport harus mengikuti ketentuan bea keluar ekspor konsentrat tembaga dari Kementerian Keuangan. Meski bertujuan mendorong hilirisasi minerba, dua kebijakan itu dinilai menimbulkan dampak finansial bagi pelaku usaha, termasuk Freeport. Ditambah lagi, kewajiban penempatan DHE sebesar 30% selama tiga bulan. "Freeport sekitar US$ 700 juta nilai yang harus kami tahan di dalam negeri," tambah dia. Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto mengatakan, pemerintah akan mengevaluasi setelah melihat penerapan selama tiga bulan pertama kebijakan devisa hasil ekspor ini. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan, saat ini pemerintah sedang melakukan evaluasi. Evaluasi akan dilakukan hingga akhir Oktober 2023. Namun, "Dari catatan evaluasi, masih belum ada substansi yang akan dilakukan perubahan," kata dia kepada KONTAN, Minggu (17/9).

Pabrik Kurangi Produksi, Impor Bahan Baku Direm

Hairul Rizal 18 Sep 2023 Kontan

Kinerja impor Indonesia masih rentan. Kondisi tersebut perlu diwaspadai lantaran menjadi tanda bahwa ekonomi negeri ini belum sekuat yang diperkirakan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor pada bulan laporan sebesar US$ 18,88 miliar atau turun 3,53% month to month (mtm) dan terkontraksi cukup dalam sebesar 14,77% year on year (yoy). Penurunan terjadi pada dua kelompok penyumbang impor terbesar. Pertama, impor bahan baku atau penolong yang tercatat sebesar sebesar US$ 13,34 miliar, turun 4,13% mtm dan turun 20,39% yoy. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar menyebut, penurunannya dipicu komoditas minyak mentah, kondensat dan bagian dari sirkuit terpadu elektronik. Adapun penurunan terbesar terjadi pada impor bahan bakar mineral (HS 27) dan impor besi dan baja (HS 72). Kedua, impor barang modal tercatat US$ 3,40 miliar, turun 4,56% mtm dan terkontraksi 3,97% yoy. Penurunan ini disebabkan penyusutan impor smartphone, peralatan mesin, mesin diverging, serta unit pemrosesan lain untuk komputer pribadi. Sementara itu, nilai impor barang konsumsi tercatat US$ 2,14 miliar. Angka ini naik tipis 2,19% mtm dan tumbuh 15,47% yoy. Namun kontribusinya terhadap total impor sangat rendah. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz mengungkapkan, penurunan impor pada Agustus 2023 bukan momok yang perlu diwaspadai. Menurut dia, penurunan ini hanya faktor yang datang dari tren yang terjadi di luar negeri, yaitu perekonomian global yang sedang sulit, sehingga permintaan dari negara mitra dagang Indonesia yang berkurang. Faiz masih optimistis bahwa aktivitas dalam negeri masih bergeliat dan menunjukkan permintaan dalam negeri Indonesia masih kuat. Ini terlihat dari data BPS, yang menyebutkan, meski impor bahan baku dan barang modal turun, nilai impor barang konsumsi tetap mencatatkan peningkatan. "Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat masih kokoh. PMI Manufaktur juga masih ekspansi," tambah dia.

Sektor Teknologi Belum Bertaji

Hairul Rizal 18 Sep 2023 Kontan

Kinerja keuangan dan performa saham emiten sektor teknologi masih lesu. Dari laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sektor teknologi merupakan satu-satunya sektor yang secara absolut mencatatkan laporan keuangan negatif. Kendati begitu, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, kinerja beberapa emiten sektor teknologi masih berpotensi membaik di sisa tahun ini. Contohnya, PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang nilai kerugiannya sudah mulai turun jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Beban operasional yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan memang menjadi faktor penekan bottom line emiten sektor ini. Pelemahan kurs rupiah juga menjadi salah satu faktor penggerus kinerja emiten saham sektor teknologi. CEO Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo mengatakan, berakhirnya pandemi juga memperberat kinerja sektor teknologi. khususnya di industri perangkat lunak dan jasa teknologi informasi. Mayoritas saham emiten teknologi mencatatkan performa negatif sejak awal tahun ini. Setidaknya, ada lebih dari 10 saham sektor teknologi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kinerjanya masih minus. Emiten yang sahamnya tertekan paling dalam di antaranya PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) dan PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH). Ini akibat kinerja fundamental yang masih turun.

Sukuk Ritel Tenor Pendek Laris Manis

Hairul Rizal 18 Sep 2023 Kontan

Sukuk ritel seri SR019 laris manis. Menurut laporan situs Investree, sebagai salah satu agen penjual SR019, Minggu (17/9) pukul 19.00 WIB, penjualan SR019 tenor tiga tahun sebesar Rp 14,83 triliun atau 87% dari kuota yang dikerek jadi Rp 17 triliun. Sedangkan tenor lima tahun sebesar Rp 6,76 triliun atau 84% dari kuota yang dipangkas jadi Rp 8 triliun. Direktur Ritel Mandiri Sekuritas, Theodora Manik mengatakan, penjualan SR019 hingga pekan kedua penawaran telah mencapai 90% dari target yang diharapkan. Sekitar 70% pembeli SR019 memilih seri tenor tiga tahun. Head of Investment Business Bank Commonwealth, Daniel Arifin menambahkan, tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) yang relatif stabil karena inflasi dalam negeri terkendali akan memberikan sentimen positif di pasar Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) domestik. Terutama dalam penjualan SBSN Ritel di pasar perdana. Daniel menyebutkan, penjualan SR019 di Bank Commonwealth sudah hampir mencapai target. Bank ini membidik penjualan SR019 lebih tinggi 50% daripada penjualan seri SR018. Sekretaris Perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan, penjualan SR019 sebesar Rp 1,5 triliun hingga 13 September. Tenor tiga tahun Rp 1,07 triliun dan tenor lima tahun Rp 434,7 miliar.

WOOD Memangkas Target Penjualan Sebesar 50%

Hairul Rizal 18 Sep 2023 Kontan

PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) memangkas target penjualan sebanyak 45%-50% secara tahunan atau year on year (yoy). Langkah ini sebagai imbas tingkat suku bunga kredit perumahan di Amerika Serikat (AS). Direktur Integra Indocabinet, Wang Sutrisno menerangkan, penjualan segmen furnitur dan building component memiliki korelasi yang tinggi dengan pasar properti. Dengan tingkat suku bunga kredit perumahan AS yang mencapai lebih dari 7%, menyebabkan permintaan produk komponen bangunan dan furnitur melambat pada 2023. Penjualan WOOD didominasi ekspor, terutama ke pasar AS. "Dengan mempertimbangkan hal-hal itu, kami menurunkan target penjualan tahun 2023 sebesar 45%-50% yoy," ungkap Wang akhir pekan lalu. Turunnya kinerja tersebut tercermin pada perolehan laba bersih WOOD yang sebesar Rp 39,66 miliar per Juni 2023. Angka itu merosot 86,77% secara tahunan. Sebelumnya, Investor Relation WOOD mengatakan, perusahaan ini terus melakukan diversifikasi pasar. Langkah ini mengantisipasi gejolak ekonomi yang masih membayangi AS.

MISI EKSEKUTIF MUDA DI PERUBAHAN IKLIM

Hairul Rizal 18 Sep 2023 Bisnis Indonesia (H)

Dampak perubahan iklim menjadi perhatian utama para eksekutif bisnis. Para pemimpin korporasi, mengawal langsung berbagai inisiatif menuju transisi bisnis berkelanjutan. Tak sedikit strategi bisnis itu dipimpin oleh anak-anak muda. Mereka diberi kepercayaan penuh melakukan inovasi dan terobosan guna menciptakan nilai tambah bisnis yang berpihak pada kelestarian lingkungan.

Gelagat Positif di Bursa Saham

Hairul Rizal 18 Sep 2023 Bisnis Indonesia

Setelah mencatatkan beragam pencapaian yang menggembirakan pada pekan lalu, indeks harga saham gabungan atau IHSG diyakini bakal terus mempertahankan tren positif ke depan. Terlebih, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyiapkan IDX New Listing Information untuk makin meningkatkan akses informasi dan merangsang gairah investasi di pasar modal. Pencapaian pertumbuhan di sejumlah indikator perdagangan pekan lalu tentu menjadi gelagat yang baik di lantai bursa. Kinerja indeks komposit memang masih relatif berfluktuasi kendati beberapa kali menyentuh level psikologis di angka 7.000-an. Catatan saja, IHSG mengalami penguatan 0,84% dalam sepekan dari 6.924,78 ke level 6.982,79. Kapitalisasi pasar turut mengalami peningkatan 1,03% menjadi Rp10.339 triliun dari Rp10.233 triliun pada pekan sebelumnya. Pertumbuhan tertinggi selama sepekan terjadi pada rata-rata volume transaksi, yaitu sebesar 56,84% menjadi 29,18 miliar lembar saham dari 18,61 miliar saham pada sepekan yang lalu. Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian ikut terkatrol. Data BEI mencatat, rata-rata transaksi harian melonjak 34,9% menjadi sebesar Rp13,44 triliun, dari Rp9,96 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian di bursa pekan lalu pun menguat 5,46% dari 1,12 juta kali menjadi 1,18 juta kali transaksi. Pergerakan indeks komposit pekan lalu dipengaruhi oleh sentimen global, terutama dari pemulihan ekonomi China yang berasal dari rilis produksi industri yang naik 4,5% dan penjualan ritel yang tumbuh 4,6% pada periode Agustus 2023. Pekan ini, agenda kedua bank sentral itu kembali menjadi sorotan pelaku pasar. The Fed mengadakan pertemuan Federal Open Market Committee pada 19—20 September 2023, sedangkan jadwal Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia berlangsung pada 20—21 September 2023. Jika The Fed dan Bank Indonesia tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuannya, hal itu bisa memberikan dorongan positif ke pasar saham. Jika suku bunga naik, ini berpotensi memicu ketidakpastian dan tekanan jual sejenak.

Pengaturan Asuransi Kredit

Hairul Rizal 18 Sep 2023 Bisnis Indonesia

Tiga tahun terakhir ini industri asuransi kredit global terkonsentrasi dan didominasi tiga perusahaan pemain asuransi kredit global, di antaranya Allianz Trade, Atradius dan Coface, yang semuanya adalah perusahaan asuransi negara Eropa. Ketiga perusahaan itu juga beroperasi di Indonesia melalui kemitraan dengan perusahaan asuransi lokal. Laporan IFG Progress menyatakan bahwa perkembangan asuransi kredit global tumbuh relatif cukup tinggi sepanjang 2017—2019, tetapi pada 2020 terkontraksi sebesar -16% YoY akibat dampak pandemi Covid-19 seiring dengan meningkatnya risiko akibat dari ketidakpastian kondisi perekonomian yang kemudian berdampak pada semakin sulitnya perusahaan untuk membayar premi dalam mengasuransikan aktivitas kreditnya. Kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa asuransi kredit sebagai subsektor asuransi yang erat kaitannya dengan kondisi makroekonomi juga menjadi salah satu subsektor ekonomi yang terdampak pandemi. Kalau melihat data 10 tahun kinerja asuransi kredit di Indonesia, 5 tahun terakhir menunjukkan kontribusi premi yang cukup besar, dengan penetrasi yang tumbuh cukup massif, namun result bisnisnya terlihat mengalami tren penurunan. Sebagai sektor yang berperan dalam mengelola dan memitigasi risiko di sektor keuangan, serta mayoritas kepemilikan saham di industri asuransi kredit merupakan lembaga jasa keuangan lainnya, maka sangat dibutuhkan dukungan kebijakan sektor keuangan serta kerangka regulasi yang solid guna meningkatkan pengawasan industri asuransi kredit. Perusahaan asuransi perlu melakukan seleksi dan pengelolaan risiko agar dapat mengukur dan memilih risiko yang dapat ditanggung sesuai dengan risk appetitenya.Nature dari Asuransi Kredit adalah pertanggungan yang menjamin risiko kerugian kreditur atas tidak terbayarkannya sisa pinjaman debitur berdasarkan perjanjian pemberian pinjaman dari kreditur ke debitur. Nilai pertanggungan asuransi kredit paling tinggi adalah sebesar outstanding kredit debitur. Periode asuransi adalah satu tahun dapat diperpanjang sampai dengan jatuh tempo kredit. Penetapan premi harus mempertimbangkan profil risiko dari masing-masing objek asuransi agar besaran premi sesuai dengan risiko pada objek asuransi tersebut.

Pilihan Editor