Jutaan Dollar AS untuk Mitigasi Asia
Dunia usaha skala besar dari berbagai sektor di Asia bergabung dalam gerakan filantropi yang diberi nama Philanthropy Asia Alliance (PAA). Komitmen awal dari sekitar puluhan entitas bisnis dan yayasan yang bergabung mencakup dana hampir 1 miliar USD. Gerakan yang dimotori Temasek ini diluncurkan dalam ajang Philanthropy Asia Summit Ke-3 di Singapura yang dihadiri ratusan undangan dari sejumlah perusahaan dan yayasan filantropi, serta Presiden Singapura yang baru terpilih, Tharman Shanmugaratnam, Jumat (15/9). ”Kita memerlukan dunia yang lebih berdaya tahan dan inklusif,” kata CEO Temasek Trust Desmond Kuek membuka pertemuan. Dana hampir 1 miliar USD ini akan digulirkan untuk tiga fokus, yakni iklim dan hayati, holistik dan pendidikan inklusif, serta global dan kesehatan publik.
Ketiganya menjadi fokus aliansi seiring fenomena yang kian mengkhawatirkan di Asia, rumah bagi hampir separuh penduduk dunia. Kenaikan suhu di Asia dua kali lebih cepat dibandingkan dengan global. Kejadian pandemi di Asia juga tiga kali lebih sering pada masa mendatang. ”Pertanyaannya bukan apakah atau bagaimana pandemi akan terjadi lagi, melainkan kapan? Ini harus direspons dengan bekerja sama lintas region,” kata Desmond. Pandemi Covid-19 lalu menjadi pelajaran berharga betapa penting para pihak menjalin komunikasi untuk memitigasi dampak berbagai fenomena. ”Asia adalah salah satu pusat penyebaran infeksi karena kepadatan dan mobilitas manusia serta intensitas kontak dengan berbagai satwa,” kata Direktur Duke US Centre for Outbreak Preparedness Prof Paul Pronyk, yang juga ahli penyakit infeksi. (Yoga)
Menjaga Harga Beras
Kekeringan berisiko menekan produksi beras. Ancaman kenaikan harga belum berakhir. Di sisi lain, petani layak menikmati kenaikan harga yang wajar. Dalam sepekan terakhir, Presiden Jokowi mengunjungi sejumlah gudang Perum Bulog dan pasar, mengecek ketersediaan beras, memantau harga bahan pangan, dan menyerahkan beras bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat. Presiden juga menginstruksikan Perum Bulog untuk gencar operasi pasar agar harga beras di tingkat konsumen turun. Beras bantuan, masing-masing 10 kg per bulan, dibagikan kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat. Bantuan pangan yang diberikan pada September, Oktober, dan November 2023 itu diharapkan jadi bantalan bagi masyarakat miskin saat harga beras naik. Data BPS menunjukkan, pada Agustus 2023, inflasi tahunan 3,27 %. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang 0,92 % secara tahunan, dengan sumbangan beras 0,41 %.
Inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu ini ditanggung konsumen. Begitu pula konsumen beras, menghadapi kenaikan harga beras. Berdasarkan data Organisasi Pangan Dunia (FAO), indeks harga beras menyentuh 142,4 poin pada Agustus 2023 atau tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Menurut BPS, selama Agustus 2023, rata-rata harga gabah kering panen di tingkat petani Rp 5.833 per kg atau naik 3,62 % secara bulanan. Sementara, harga di tingkat penggilingan Rp 5.979 per kg atau naik 3,74 % secara bulanan. Adapun nilai tukar petani (NTP) pada Agustus 2023 sebesar 111,85, naik 1,09 % dibandingkan dengan Juli 2023. Angka di atas 100 menunjukkan indeks harga yang diterima petani lebih besar daripada indeks harga yang dibayar petani. Semakin tinggi NTP, petani semakin sejahtera. (Yoga)
Hilirisasi Mulai Berdampak, Struktur Ekspor ke China Berubah
Dampak hilirisasi mulai terlihat dari peralihan struktur komoditas ekspor ke China. Ekosistem hilirisasi perlu terus diciptakan dan dipelihara. Laporan BPS, Jumat (15/9) menunjukkan, nilai ekspor pada Agustus 2023, baik dari sektor migas maupun nonmigas, mencapai 22 miliar USD, naik 5,47 % dibanding bulan sebelumnya. Meski secara umum nilai ekspor turun hingga 21,21 % secara tahunan (yoy), nilai ekspor ke China meningkat 3,02 % pada Januari-Agustus tahun ini dibanding periode yang sama tahun lalu. Secara khusus, sejak 2022 ekspor nonmigas Indonesia ke China mulai didominasi besi dan baja.Pada 2022, ekspor besi dan baja mencapai 29,9 % dari total ekspor ke China. Pada Januari-Agustus 2023, ekspor besi dan baja mencapai 28,58 % dari total ekspor. Sebelumnya, ekspor ke China didominasi bahan bakar mineral yang mencapai 29,62 % pada 2021, turun menjadi 24,40 % pada 2022, dan 26 % hingga Agustus 2023.
Dalam periode yang sama, nikel dan produk turunannya juga mulai diekspor ke China. Pada 2022, proporsinyai 7,01 %. Pada Januari-Agustus 2023 meningkat menjadi 8,22 %. ”Ada peralihan struktur ekspornonmigas Indonesia ke China seiring kebijakan hilirisasi dan pembangunan smelter pengolahan bijih nikel,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Gedung BPS, Jakarta, Jumat. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus, mengatakan, permintaan dari China itu digunakan untuk aktivitas industrinya. Oleh karena itu, program hilirisasi pemerintah perlu terus didorong karena hilirisasi digadang-gadang dapat mengubah struktur ekspor Indonesia dan saat ini hal itu mulai terlihat. ”Kalau ini konsisten selama 1-2 tahun ke depan, bisa mengubah struktur ekspor. Hilirisasi tidak hanya sampai ke smelter, tetapi juga olahan barang akhirnya harus lebih banyak lagi,” ujar Ahmad. (Yoga)
Harga Karet Pasar Lelang Petani Meningkat
Harga karet pada lelang karet kelompok tani di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, terus membaik. Sekretaris Gapkindo Sumut Edy Irwansyah, Jumat (15/9/2023), mengatakan, pada lelang yang telah digelar tiga kali per dua minggu itu, harga getah karet terjual berturut-turut Rp 9.230 per kg, Rp 9.650 per kg, dan Rp 10.852 per kg. Harga di luar sekitar Rp 7.500 per kg. ”Lelang sangat membantu petani,” ucap Edy. (Yoga)
Kalla: PT BMS Gunakan Energi Terbarukan
Wakil presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menyebutkan bahwa smelter yang dibangun oleh PT Bumi Mineral Sulawesi (PT BMS), anak usaha Kalla Group, menggunakan sumber energi terbarukan tenaga air. Adapun pembangkit listrik yang memasok keperluan energi untuk PT BMS berasal dari PLTA Malea Tana Toraja yang juga anak usaha dari Kalla Group. (Yoga)
Sejumlah Penginapan Penuh Selama Gandrung Sewu
Kegiatan Gandrung Sewu di KabupatenBanyuwangi, Jatim, diharapkan bisa menarik banyak wisatawan ke wilayah paling timur Pulau Jawa itu. Acara yang sudah masuk kalender kegiatan nasional Kemenparekraf tersebut kini digelar selama tiga hari, yaitu 14-16 September. Pada tahun-tahun sebelumnya hanya sehari. ”Menurut informasi, beberapa hotel berbintang full booking,” ujar Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi MY Bramuda melalui Whatsapp, Jumat (15/9). Para pemesan itu dari wilayah Jatim dan juga dari provinsi lain. Mengambil tema ”Omprog, the Glory of Art”, puncak Gandrung Sewu dilaksanakan pada Sabtu (16/9) di Pantai Marina Boom, Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi. Sebelum itu, berturut-turut digelar musik dan seni Padhang Bulanan pada Kamis (14/9) malam serta Meras Gandrung dan Gandrung Terop pada Jumat sore-malam.
Senada dengan Bramuda, Ketua Perhimpunan Rumah Inap Banyuwangi Joko Subagyo mengatakan, sejumlah penginapan di Banyuwangi penuh pada akhir pekan ini. Total ada 650 penginapan yang tersebar di Banyuwangi, tetapi yang sudah terhimpun kurang dari 100 buah. Joko yang juga pemilik Didu’s Homestay di Dusun Krajan, Desa Rejosari, Kecamatan Glagah, mencontohkan, penginapan miliknya yang terdiri atas sembilan unit bungalo sudah penuh sejak beberapa hari lalu. Bahkan, pihaknya mesti menolak tamu yang baru datang lantaran tidak ada kamar. ”Tadi malam datang rombongan dari Jakarta, tetapi juga sudah tidak ada kamar. Mereka langsung ke sini, belum booking. Katanya di tempat lain juga penuh,” ucapnya. Menurut Joko, peningkatan tamu terjadi sejak tiga hari sebelum Gandrung Sewu. Wisatawan banyak yang memilih penginapan karena tahu fasilitas di tempat itu tidak kalah asyik dengan hotel. Di Banyuwangi, puncak kunjungan wisatawan terjadi pada bulan Juni sampai Agustus. Pada Juni lalu, penginapan Joko menjaring 345 tamu dan naik jadi 360 tamu lebih di Agustus. (Yoga)
Ke China, Wapres Pacu Perdagangan
Berkunjung ke Provinsi Fujian di China, Wapres Ma’ruf Amin bertemu dengan Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Provinsi Fujian, Zhou Zuyi. Pertemuan itu, antara lain, untuk meningkatkan perdagangan bilateral Indonesia-China. Wapres bertemu Zhou di Grand Ballroom C Lantai 3, Crowne Plaza Fuzhou Riverside, Republik Rakyat China, Jumat (15/9). Pertemuan itu merupakan yang kedua setelah sebelumnya keduanya bertemu di Jakarta, Selasa (9/5). Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wapres menginformasikan, hadir bersama Zhou Zuyi pada pertemuan ini beberapa pejabat daerah setempat. Terkait dorongan penguatan kerja sama perdagangan, khususnya dalam sektor produk halal, Wapres menuturkan, Provinsi Fujian adalah pintu masuk bagi produk Indonesia ke China.
”(Hal ini) Termasuk melalui kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP),” ujar Wapres. Wapres mencontohkan, kawasan Fuqing Yuanhong International Food Industrial Park dapat menjadi pintu masuk dan lokasi pengembangan perdagangan produk makanan dan minuman. Hal ini termasuk juga kerja sama perdagangan produk halal, khususnya makanan dan minuman, farmasi, serta kosmetik halal. ”Terdapat potensi pasar yang besar di Indonesia dengan 230 juta penduduk Muslim. Bahkan, di sektor fashion muslim, Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia,” tutur Wapres. Penguatan kerja sama perdagangan, ujar Wapres, adalah satu dari tiga kunci untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Provinsi Fujian. Dua hal lainnya adalah investasi dan penguatan hubungan antar warga. (Yoga)
China Melambat Indonesia Sensitif
JAKARTA,ID-Perekonomian China diprediksi tumbuh lebih rendah dari perkiraan sebelumnya pada tahun ini dan tahun depan. Penyebabnya, selain belum pulihnya kondisi ekonomi pasca pandemi Covid-19, juga karena pasar sedang lesu, ditambah utang yang sangat besar akibat investasi infrastruktur selama beberapa dekade. Bagi Indonesia, kondisi ini adalah warning yang harus diantisipasi secara serius, mengingat China adalah tujuan ekspor terbesar bagi Indonesia dengan kontribusi sekitar 24-25%. Perlu ada peningkatan diversifikasi pasar ekspor ke negara tujuan ekspor lain dan diverifikasi sumber investasi untuk meminimalisasi kontraksi realisasi FDI (foreign direct investment) karena pelemahan ekonomi China ini. Biro Pusat Statistik China menunjukkan Ekonomi China pada kuartal II-2023 hanya bertumbuh 0,8% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi China sebesar 6,3%. Data ini menunjukkan performa ekonomi China belum benar-benar pulih dari masa pandemi Covid-19. Pada periode 2010-2019 tercatat rata-rata pertumbuhan ekonomi China berada di atas 7%. (Yetede)
Market Cap Barito Renewables Jauh Lampaui PGEO
JAKARTA,ID-Unit usaha energi terbarukan milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), siap menggelar hajatan berupa penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. BREN bakal melepas 4,5 miliar saham baru yang setara dengan 3,35% dari modal disetor, sehingga pasca_IPO jumlah saham perseroan menjadi 132,27 miliar. Dengan mematok harga pelaksanaan sebesar Rp670-780 per saham, anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini berpeluang menghimpun dana sebesar Rp 3,5 triliun. Sementara bila diasumsikan harga IPO diambil di posisi Rp780 per saham dan dengan jumlah saham BREN selepas IPO, maka kapitalisasi pasar (market cap) Barito Renewables Energy mencapai Rp104,73 triliun. Market cap tersebut jauh melampaui kapitalisasi pasar PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) pada saat IPO yang sebesar Rp36,2 triliun. Kala itu, PGEO mematok harga penawaran sebesar Rp875 per saham dengan jumlah saham selepas IPO sebanyak 41,3 miliar unit. Bahkan, hingga penutupan perdagangan hari ini, Jumat (14/9/2023), market cap PGEO baru menyentuh kisaran Rp 59 triliun. (Yetede)
Berlanjut, Neraca Dagang Surplus 40 Bulan Berturut-turut
JAKARTA,ID-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agusus 2023 mengalami surplus sebesar US$ 3,12 miliar. Dengan demikian neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus 40 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Surplus neraca perdagangan Agustus tersebut melonjak 1,83% dibandingkan Juli 2023 yang hanya sebesar US$ 1,31 miliar. Namun, turun 2,65% dibandingkan Agustus 2022. Surplus neraca perdagangan pada Agustus 2023 yang hanya sebesar US$ 4,47 miliar, dan komoditas penyumbang surplus utamanya adalah lemak dan minyak hewani nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja. Lebih lanjut, surplus neraca perdagangan nonmigas Agustus 2023 ini lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yakni sebesar US$ 3,22 miliar. "Pada saat yang sama, neraca perdagangan migas Agustus 2023 tercatat defisit US$ 1,34 miliar. Dengan komoditas penyumbang defisit adalah minyak mentah dan hasil minyak," kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam acara jumpa pers BPS di Jakarta, Jumat (15/09/2023). (Yetede)









