Terbitkan Izin Uji Coba Operasi, DJKA Minta Jaminan Keselamatan Penumpang KCJB
JAKARTA,ID-Direktorat Jendral Perkeraapaian (DJKA) Kementerian Perhubungan meminta PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC) harus menjamin keselamatan penumpang yang akan mengikuti uji coba terbatas Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sesuai peraturan yang berlaku. DJKA telah meneritakan surat pernyataan uji coba operasi terbatas KCJB pada Kamis (14/9/2023). "Kami mensyaratkan Presiden Direktur PT KCIC agar menjamin dan bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan pengoperasian perjalanan KCJB dan pemenuhan SMKP selama masa uji coba terbatas," kata Risal dalam pernyataan resminya di jakarta, Jumat (15/09/2023). Lebih lanjut, sebelum uji coba operasi terbatas KCJB diselenggarakan, Risal menekankan agar KCIC dapat memberi kepastian dan kecukupan sumber daya manusai SDM) dan SOP pengoperasian, pemeriksaan, dan perawatan. "Kami juga mensyaratkan agar kesiapan uji coba operasi ini harus didukung juga oleh uji independen yang meliputi uji statis, uji dinamis, final acceptance test dan operation safety assesment yang wajib dilampirkan pada surat pernyataan dari Project Direktur High Speed Railway Contractor Consortium," urai Risal. (Yetede)
Jokowi: Perlu Inovasi Agar Indonesia jadi Lumbung Pangan
JAKARTA,ID-Presiden Jokowi menyatakan bahwa Indonesia tidak perlu takut dan khawatir dengan krisis pangan global. Krisis tersebut justru kesempatan bagi RI untuk mencipatkan lumbung pangan dunia melalui berbagai inovasi di luar nalar masyarakat, di antaranya menciptakan variates padi dengan produktivitas 10-12 ton per hektare (ha) atau lebih. Dengan disampaikan Presiden Jokowi saat berpidato pada Dies Natalis ke-60 IPB University yang dipantau dari dari kanal media sosial Sekertariat Presiden, Jumat (15/09/2023). Kepala Negara menjelaskan, dalam menghadapi tantangan kedepan, berupa krisis energi, pangan, dan ekonomi, Indonesia tidak perlu takut dan khawatir. Tantangan tersebut justru bisa diubah menjadi sebuah peluang bagi Indonesia. "Untuk menghadapi krisis pangan misalanya, kita perlu inovasi besar-besaran yang bisa menjadi terobosan atau langkah besar kita kedepan. Menjadikan masalah pangan dunia sebuah peluang bagi Indonesia untuk menjadi lumbung pangan. Ada kesulitan, ada krisis, tapi itu bisa jadi sebuah peluang, kesempatan, agar nantinya justru meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan kita," papar Presiden Jokowi. (Yetede)
Mitratel Jajaki Akuisisi Aset Serat Optik Indosat
JAKARTA,ID-PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mengaku tertarik pada peluang akuisisi serat optik (fiber optic) PT Indosat Tbk (AST), yang disebut-sebut senilai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 15,35 triliun. Terlebih, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tersebut masih memiliki sisa anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) yang masih belum terpakai senilai Rp 7 triliun. "Kalau diizinkan, kami akan explore opportunity ini," kata Direktur Investasi Dayamitra Hendra Purnama kepada Investor Daily, Jumat (15/9/2023). Dia menjelaskan, izin dimaksudkan adalah diundang untuk berpartisipasi pada rencana penjualan aset Indosat tersebut. Kabar rencana penjualan serat optik tersebut, diungkapkan BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terbarunya. "Dari situ kami bisa lihat finansial officernya-nya, dan kalau cocok dengan portfolio kami, kami akan tertarik untuk ikut berpartisipasi di prosesnya," kata Hendra. Emiten berkode saham MTEL tersebut juga melihat potensi saham pengendali paa PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), yang hampir memiliki 16,642 km serat optik di FTTB/FTTH/FYY bersama dengan 3.383 menara telekomunikasi. (Yetede)
Tren Melorot Kinerja Ekspor
JAKARTA — Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Toto Dirgantoro, mengatakan kinerja ekspor terus melorot seiring dengan gejolak perekonomian global yang melemahkan permintaan dari pasar tradisional yang menjadi andalan selama ini, seperti Cina, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang. “Mau tidak mau kinerja ekspor pasti tergerus karena kondisi pasarnya memang berat sekali akibat penurunan permintaan secara drastis,” ujarnya kepada Tempo, kemarin, 15 September 2023.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor pada Agustus 2023 sebesar US$ 22,0 miliar atau merosot 21,21 persen dibanding pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 27,01 miliar. Penurunan nilai ekspor terjadi, baik pada sektor migas maupun non-migas. Ekspor migas turun 20,69 persen, sedangkan non-migas turun 21,25 persen. Sebagai contoh, ekspor ke Cina secara tahunan turun sebesar 12,69 persen, sedangkan ke Amerika Serikat anjlok 17,66 persen. Adapun penurunan terbesar terjadi pada sektor pertambangan, yaitu sebesar 16,58 persen, diikuti sektor industri pengolahan atau manufaktur, yaitu sebesar 11,08 persen. (Yetede)
Waswas Efek Naiknya Harga Gas
JAKARTA — Sejumlah industri waswas menghadapi rencana kenaikan harga gas dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Biaya produksi yang membengkak bakal mengurangi daya saing mereka. Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB), Yustinus Gunawan, menuturkan kenaikan harga di tengah proses pemulihan ekonomi mengancam industri pengguna gas. Biaya gas berkontribusi 15-50 persen pada ongkos produksi. Tambahan biaya yang harus dirogoh para pelaku usaha pada akhirnya bakal ditransmisikan ke penjual. Yustinus menyatakan kenaikan harga produk akan menurunkan daya saing mereka. Efeknya, penjualan menurun, utilisasi pabrik merosot, hingga kemudian berpengaruh pada serapan tenaga kerja. "Kenaikan harga akan memicu deindustrialisasi," katanya kepada Tempo, kemarin. Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiono, pun satu suara soal risiko deindustrialisasi. Dalam kasusnya, biaya produksi terbesar berasal dari bahan baku yang mayoritas impor. Kontributor terbesar kedua adalah energi. Fajar khawatir industri semakin tak bisa bersaing dengan kenaikan harga gas. Menurut dia, kondisi pasar global maupun domestik saat ini sedang tidak baik. Persaingan semakin ketat karena ekonomi Cina melemah dan mempengaruhi daya saing. Kondisi tersebut membuat Indonesia menjadi sasaran empuk untuk impor bahan baku hingga produk olefin, aromatik, serta plastik. "Cina juga bahan bakunya dapat harga murah dari Rusia sehingga dia bisa dengan mudah menghajar barang di sini," tuturnya. (Yetede)
Presiden Instruksikan Bulog Operasi Pasar
Presiden Jokowi menginstruksikan Perum Bulog menggencarkan operasi pasar. Operasi pasar ini mencakup ritel hingga grosir. ”Saya sudah perintah kepada Ka Bulog untuk mengoperasi pasar tidak hanya di ritel, tidak hanya di grosir, Cipinang, semuanya. Minta berapa pun beri, tapi bayar,” ujar Presiden menjawab pertanyaan wartawan seusai meninjau Gudang Bulog Purwosari, Karawang, Jabar, Kamis (14/9). Sebelumnya, Presiden meninjau harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Johar, Karawang.
Presiden mendapati harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Johar mulai turun, kecuali beras. ”Tadi kami cek semuanya baik, hanya satu, (yaitu) beras, yang belum turun (harganya),” kata Presiden. Salah seorang pedagang beras di Pasar Johar, Halid Hamzah, mengatakan, hingga Kamis harga beras terus naik. Harga beras rata-rata naik hingga Rp 2.000 per kg, ”Kenaikannya itu per kg Rp 2.000, sih. Yang mulanya paling murah itu Rp 10.000 (naik) ke Rp 12.000-Rp 12.500. Ada lonjakan Rp 2.000 per kg,” katanya. (Yoga)
Warga Rempang Enggan Mendaftar Relokasi
Warga kampung tua Pulau Rempang, Batam, Kepri, enggan mendaftar relokasi. Selain ingin memperjuangkan kampung halaman, mereka juga menilai rumah yang dijanjikan di area relokasi tidak jelas. Sementara itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam mengintensifkan sosialisasi untuk merelokasi warga menjelang tenggat 20 September 2023. Ada empat dari 16 kampung tua di Pulau Rempang, termasuk Kampung Sembulang, Kecamatan Galang, yang menjadi prioritas relokasi. Amin, warga Kampung Sembulang,termasuk yang menolak mendaftar relokasi. Selain tidak mau meninggalkan kampong halaman, ia menilai rumah dan lahan yang dijanjikan tidak jelas. ”Ini bentuk rumahnya saja belum ada. Mau pindah ke mana kita?” ujarnya, Kamis (14/9). Menurut Amin, setiap hari petugas dari BP Batam didampingi aparat keamanan berkeliling kampung dan dari rumah ke rumah menyosialisasikan relokasi kepada warga. Namun, ia merasa keberadaan aparat justru membuat warga risi.
”Kami seperti orang menumpang saja,” ujar Amin. Mustafa (80), warga Sembulang, menegaskan, ia dan warga tidak menolak investasi. Namun, investasi semestinya tidak menyingkirkan masyarakat adat yang sudah menempati Pulau Rempang sejak ratusan tahun lalu. Menurut Mustafa, investasi dan permukiman masyarakat kampung tua bisa berdampingan. Pemerintah dan investor dipersilakan membangun asal tidak mengusik perkampungan yang ada. ”Ibarat pepatah, tariklah rambut di dalam tepung. Tepung jangan berserak, rambut jangan putus,” katanya. Berdasarkan pantauan Kompas, Kamis (14/9) siang, situasi di Jembatan Barelang IV serta jalan sekitar SMP 22 Batam dan SD 24 Galang yang pernah menjadi titik bentrokan antara aparat dan warga tampak tenang. Zakki Amali dari Trend Asia, organisasi nirlaba yang fokus pada advokasi dan transformasi energi, mengingatkan pemerintah bahwa Pulau Rempang bukanlah tanah kosong. Aspirasi masyarakat harus didengar. (Yoga)
Cukai 20 Persen Baru Bisa Efektif
Penerapan cukai pada minuman berpemanis dalam kemasan dinilai efektif dalam menurunkan konsumsi masyarakat akan minuman berpemanis gula. Hal itu sekaligus juga dapat mendorong industri untuk melakukan reformulasi produk minuman menjadi rendah atau tanpa gula. Health Economics Research Associate Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) Zulfiqar Firdaus di Jakarta, Kamis (14/9) mengatakan, keputusan pemerintah untuk menerapkan cukai pada minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) diharapkan tidak lagi ditunda pada 2024. Penerapan cukai diperlukan untuk menekan konsumsi pada minuman berpemanis gula yang dapat berisiko pada berbagai penyakit tidak menular.
”Cukai untuk produk MBDK perlu diterapkan setidaknya minimal 20 %. Dengan besaran cukai itu, bisa berpotensi menurunkan konsumsi masyarakat hingga 17,5 %,” tuturnya. MBDK adalah semua produk minuman berpemanis dalam kemasan, baik dalam bentuk cair, konsentrat, maupun bubuk. Contohnya, susu cair pabrikan dalam kemasan, kental manis, sirop, kopi instan dalam kemasan, minuman teh, minuman bersoda, sari buah dalam kemasan, dan minuman berenergi dalam kemasan. Zulfiqar menyampaikan, studi CISDI menunjukkan, dengan penerapan cukai 20 % untuk produk MBDK, tingkat konsumsi masyarakat yang paling banyak mengalami penurunan permintaan adalah pada kelompok rumah tangga dengan tingkat pendapatan terendah. Penurunan permintaan bisa sampai 17,9 %. (Yoga)
Minat Konversi Motor Listrik Masih Rendah
Pemberian insentif Rp 7 juta per orang untuk mengonversi sepeda motor berbahan bakar minyak ke listrik belum mengungkit minat masyarakat. Dari target 50.000 pelaksanaan konversi pada 2023, jumlah peminat yang mendaftar baru 5.628 peserta atau 11,2 %. Oleh karena itu, ekosistem pendukung terus ditumbuhkan agar peminat meningkat. Dari pantauan Kompas, warga Jabodetabek umumnya belum yakin untuk beralih meski telah diiming-imingi insentif oleh pemerintah. Mereka masih menunggu perkembangan sepeda motor listrik yang lebih masif, termasuk sarana penukaran baterai atau stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPB-KLU) yang diharapkan lebih merata.
Muhammad Juliyan (29), warga Depok, Jabar, Kamis (14/9) mengaku belum berminat membeli ataupun mengonversi ke sepeda motor listrik. Dari pengamatannya, ketersebaran jaringan SPBKLU belum merata. Padahal, ketersediaan sarana penukaran baterai tersebut sangat penting dalam pengoperasian sepeda motor. ”Pakai sepeda motor BBM pun masih sering lupa mengisi bensin, tetapi untungnya ada penjual bensin eceran. Jadi, bisa tertolong. Kalau kejadian pada sepeda motor listrik, misalnya lupa cas atau ada kebutuhan mendadak perjalanan jarak jauh, bisa repot. Itu yang membuat saya jadi pikir-pikir,” ujarnya. (Yoga)
Menimbang Larangan Berdagang di Media Sosial
Andre Oktavianus, pemilik jenama Kiminori Kids, mengaku pendapatan terbesarnya disumbang dari penjualan lewat kanal Tiktok Shop. Padahal, pemakaian kanal digital itu baru dimulai pada September 2022. Usaha penjualan baju anak yang didirikan bersama saudaranya sejak 2007 tersebut baru melirik kanal penjualan daring di periode 2017. ”Tujuh bulan setelah punya akun di Tiktok Shop, ada 250-280 afiliator yang mempromosikan dan menjual barang Kiminori Kids. Sejauh ini, pendapatan terbesar disumbang Tiktok Shop dan saya menduga ini karena pengaruh afiliator,” ujarnya saat dijumpai di Jakarta, Kamis (14/9). Tiktok affiliate merupakan program yang dibuat oleh media sosial Tiktok untuk menghubungkan kreator dengan penjual. Penjual dalam konteks ini bisa berlatar belakang produsen yang sekaligus menjual barang atau hanya pedagang. Lalu, kreator yang ikut program itu biasa disebut afiliator. Pekerjaan mereka hanya sebatas mempromosikan barang milik penjual dan mendapat komisi. Hampir semua afiliator Kiminori Kids adalah ibu rumah tangga berusia 20-40 tahun yang berlatar belakang masyarakat menengah ke bawah di kota-kota kecil di Jawa ataupun luar Jawa.
Di antara afiliator tersebut, ada pula yang menjadi orangtua tunggal, tulang punggung keluarga, dan hanya mengandalkan pemasukan sebagai afiliator. ”Bagi mereka yang tinggal di pelosok, komisi (sebagai afiliator) Rp 3 juta sebulan itu besar sekali. Mereka minim (nyaris tak perlu keluar) modal karena contoh produk hingga pelatihan konten pun kami yang menyokong. Jika social commerce ditiadakan, dampak paling terasa mungkin ada di afiliator kami,” ucap Andre. Wenny Wijaya, warga Kendari, Sultra, yang setahun terakhir menjadi afiliator produk gawai di Tiktok Shop, juga mencemaskan social commerce jika benar-benar dilarang pemerintah. Wenny sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. ”Pendapatan sebagai afiliator cukup membantu saya untuk memiliki tabungan darurat. Saya benar-benar akan mencairkan ketika ada kebutuhan sangat mendesak,” katanya. Sebelumnya, pada pekan lalu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengusulkan pelarangan Tiktok sebagai tempat berjualan. Dia beralasan, platform ini melakukan monopoli lewat konsep social commerce dengan kemampuannya memengaruhi pengguna untuk berbelanja daring hingga melakukan penjualan dan pembayaran di platform yang sama. (Yoga)









