;

Terangkat Operasional Jalan Tol Baru

Hairul Rizal 03 Oct 2023 Kontan
Penambahan jalan tol baru bakal memperlancar upaya PT Jasa Marga Tbk memoles kinerja. Emiten berkode saham JSMR ini dalam jangka panjang berencana menghubungkan jalan-jalan tol yang dikelolanya. Analis UOB Kay Hian Sekuritas, Limartha Adhiputra melihat, JSMR berfokus pada peningkatan konektivitas untuk pertumbuhan laba berkelanjutan. JSMR saat ini mengembangkan lima ruas tol yang bisa berdampak signifikan pada meningkatnya lalu lintas jalan tol dan kenaikan pendapatan lebih dari 20%. JSMR tengah fokus mengembangkan lima ruas tol yang bisa terkoneksi ke portofolio eksisting JSMR. Emiten tersebut sedang mengembangkan ruas Jakarta-Cikampek II sepanjang 62 km, ruas Jogja-Bawen total panjang 76 km, ruas Jogja-Solo total panjang 97 km, ruas Probolinggo-Banyuwangi total panjang 172 km, dan ruas Patimban ruas dengan total panjang 37 km. Pada tahun 2024, jalan tol sepanjang 43 km yang dioperasikan JSMR yaitu Jakarta-Cikampek II Selatan (Seksi IIB), Jogja-Bawen (Seksi I), dan Jogja-Solo (Seksi IA). Kemudian pada tahun 2025, JSMR bakal mengoperasikan jalan tol yang lebih panjang yaitu 398 km. Di antaranya Banyuwangi (Seksi I-III), Jogja-Bawen (Seksi II-VI), Jogja-Solo (Seksi IB-III), dan ruas akses Patimban. Limartha memproyeksi, pendapatan usaha jalan tol bertumbuh di semester kedua 2023 menjadi Rp 13,7 triliun. UOB Kay Hian menargetkan total pendapatan JSMR bisa Rp 15,19 triliun di 2023. Analis CGS CIMB Sekuritas, Bob Setiadi menambahkan, JSMR masih berharap menuntaskan divestasi Jasamarga Trans Jawa Tollroad (JTT) pada akhir 2023, dengan tetap mempertahankan panduan belanja modal tahun ini Rp 8 triliun–Rp 10 triliun. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, ke depan semestinya tingkat kepadatan jalan tol bisa makin meningkat karena pemilu dan liburan akhir tahun. "Lalu lintas barang juga diperkirakan bakal lebih ramai melintasi jalan tol seiring prospek perekonomian yang lebih stabil," kata Nafan, Senin (2/10).

Saham Bank Lapis Kedua Masih Tampil Mempesona

Hairul Rizal 03 Oct 2023 Kontan

Saham emiten perbankan masih menunjukkan kinerja moncer. Tak hanya saham bank berkapitalisasi pasar besar (big cap), kinerja saham bank lapis kedua juga masih ciamik. Ambil contoh kinerja saham Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Mengutip data RTI, harga saham BNGA pada penutupan pasar Senin (2/10) menclok di level Rp 1.690 per saham, tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya. Namun, jika diakumulasi sejak awal tahun ini, harga saham BNGA terbang 42,62%. Kemarin, saham BNGA yang ditransaksikan sebanyak 2,58 juta saham dengan frekuensi 1.091 kali. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani melihat, menterengnya kinerja saham bank lapis kedua disokong fundamentalnya yang kuat. Valuasi saham emiten bank lapis kedua juga murah. Ini tercermin dari price to earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang masih di bawah industri. Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus melihat, saham BNGA menarik dilirik. Sebab, pertumbuhan kinerja BNGA kian solid. "Ini terlihat dari return on equity (ROE) BNGA yang mencapai 15,4% dan yang penting ada perbaikan kualitas aset," ujarnya. Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengingatkan, saham-saham bank lapis kedua mayoritas dalam tahap sideways atau tren menurun. Dia bilang, saham bank lapis kedua sudah tumbuh tinggi sejak awal tahun hingga paruh pertama tahun 2023. 

Penjualan Obat ISPA KAEF Naik 20%

Hairul Rizal 03 Oct 2023 Kontan

Tingginya polusi udara di Jakarta dan sekitarnya telah memicu meningkatnya jumlah pasien penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kementerian Kesehatan (Kemkes) melaporkan, jumlah pasien ISPA melonjak dari kondisi normal sekitar 50.000 orang per bulan menjadi 200.000 orang pada Agustus lalu. Salah satunya adalah PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang mencatat adanya  peningkatan permintaan obat ISPA dalam beberapa waktu terakhir. Sekretaris Perusahaan Kimia Farma, Ganti Winarno menyampaikan, sejak Juni-Agustus 2023 permintaan obat-obatan ISPA di apotek Kimia Farma tumbuh sekitar 20%. Obat-obatan tersebut dibutuhkan sebagian masyarakat yang terpapar dampak negatif polusi udara di tengah musim kemarau berkepanjangan atau El Nino yang terjadi di banyak daerah di Indonesia. Ia memprediksi, potensi peningkatan permintaan obat-obatan ISPA masih tetap tinggi ke depannya. Karena itu, pihak KAEF berusaha tetap menjaga stok bahan baku, produk obat, dan alat kesehatan untuk penanganan ISPA. Sebagai gambaran, sepanjang semester I-2023 lalu, KAEF mencatatkan pendapatan Rp 4,94 triliun, naik 11,78% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 4,42 triliun. Melihat tingginya permintaan masyarakat terhadap obat ISPA dan juga obat-obatan untuk penyakit lainnya, KAEF berencana untuk terus ekspansif menambah jaringan apoteknya tahun ini. Rencananya, KAEF akan membangun apotek baru di berbagai kota Indonesia. Sepanjang 2023 berjalan, KAEF telah membuka 51 gerai apotek baru di seluruh Indonesia. Tahun ini KAEF menargetkan membuka 100 gerai baru di berbagai daerah. Direktur Utama KAEF, David Utama mengatakan, pihaknya akan mendorong jaringan apotek melalui anak usaha PT Kimia Farma Apotek (KFA). Ekspansi itu diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan penjualan lebih dari 15%.

NORMALISASI ‘SEMU’ INFLASI RI

Hairul Rizal 03 Oct 2023 Bisnis Indonesia (H)
Rekor inflasi terendah sepanjang tahun ini yang tercatat pada September 2023, tak serta merta membuat pengendalian inflasi ke depan makin gampang. Pasalnya, bila ditelaah lebih dalam normalisasi inflasi yang tergambar pada aktivitas sepanjang bulan lalu itu tidak sehat. Kemarin, Senin (2/10), Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan tingkat inflasi pada September 2023 sebesar 2,28% (year-on-year/YoY), atau berada di bawah outlook pemerintah yang sebesar 3,3%—3,7%. Namun jika dilihat secara bulanan, inflasi pada September 2023 sebesar 0,19% masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan Agustus 2023 yang tercatat deflasi 0,02%. Apalagi, sejatinya penurunan inflasi secara tahunan lebih disebabkan oleh tingginya basis pembanding pada September 2022. Maklum, kala itu ekonomi nasional tertekan oleh besarnya impak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dieksekusi pada 3 September 2022. Kebijakan tak populis itulah yang kemudian mengatrol harga barang dan jasa. Situasi tersebut tentu akan mengancam daya beli dan konsumsi masyarakat. Apalagi, PMI Manufaktur turun 1,6 poin dari 53,9 pada Agustus 2023 menjadi 52,3 pada September 2023, yang dipicu oleh tertahannya permintaan masyarakat. Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan inflasi pangan memang menjadi salah satu isu yang patut dicermati oleh pemerintah. Namun sejauh ini tingkat inflasi pangan nasional masih relatif lebih baik dibandingkan dengan negara lain. Pemerintah pun menyadari betul adanya aneka risiko tersebut, terutama dari sisi inflasi pangan. Respons pemerintah pun diwujudkan dengan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 93/2023 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan No. 153/PMK.05/2022 tentang Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga Pinjaman dalam Rangka Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah. Dalam beleid itu, ada perubahan beberapa substansi yang cukup fundamental. Mulai dari lembaga yang ditugaskan melakukan pengadaan cadangan pangan pemerintah (CPP), besaran bunga yang disubsidi, hingga tenor atau periode pinjaman. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Deni Surjantoro, menegaskan bahwa beleid baru ini bertujuan memperluas kapasitas pembiayaan dari semula hanya Bank Himbara ke bank dan lembaga keuangan bukan bank secara umum. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan Satgas Pangan perlu bekerja ekstra pada akhir tahun hingga paruh pertama 2024, karena adanya risiko inflasi pangan yang tinggi. "Kita ingin agar stok, ketersediaan, suplai dan harga pangan pokok di dalam negeri bisa lebih stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat," ujarnya. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz, mengatakan dampak El Nino terhadap harga bahan pangan domestik yang bergejolak tidak terlalu besar. Namun pergerakan harga minyak perlu diwaspadai oleh pemerintah.

PEMBIAYAAN SINDIKASI : POSISI KUAT BANK BUMN

Hairul Rizal 03 Oct 2023 Bisnis Indonesia

Permintaan kredit korporasi melalui skema sindikasi masih cukup konsisten dan berada dalam fase meningkat. Sampai dengan kuartal III/2023, total pembiayaan secara grup oleh bank dan lembaga keuangan senilai US$21,74 miliar. Bank pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. masih perkasa sebagai bank lokal Tanah Air yang menggelontorkan kredit sindikasi dengan nilai mencapai US$1,34 miliar. Jumlah itu mewakili pangsa pasar sebesar 14,41%. Dalam kurun 5 tahun terakhir, dominasi bank pelat merah terlihat kuat. Bank Mandiri memimpin pangsa sindikasi dalam 3 tahun terakhir sejak 2020. Sebelumnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. juga sempat berada dalam posisi teratas penguasa pasar sindikasi pada 2019 dan 2020. Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Susana Indah Kris Indriati mengatakan bahwa permintaan kredit sindikasi cukup potensial. Kondisi itu ditopang masih kuatnya likuiditas bank dan tingkat suku bunga saat ini. Secara total, emiten bank dengan kode saham BMRI itu mencatat penyaluran kredit hingga akhir Agustus 2023 secara bank only mencapai Rp996,86 triliun atau tumbuh 12,34% year-on-year (YoY). “ akan terus mempertajam sinergi anak perusahaan untuk menciptakan ekosistem bisnis Mandiri Group yang terintegrasi,” ujar Direk­tur Utama Bank Mandiri dalam keterangan resmi, Senin (2/10). Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Agustya Hendy Bernadi menuturkan kredit sindikasi masih menjadi alternatif skema pembiayaan BRI di dalam sektor korporasi seiring dengan kondisi ekonomi Indonesia yang terus membaik. Sementara, pembiayaan kepada beberapa sektor downstream pertambangan, smelter mineral seperti copper, alumina dan nikel merupakan bentuk upaya BRI turut serta dalam mendukung kebijakan penghiliran dari pemerintah. Adapun, Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication PT Bank Central Asia Tbk. Hera F. Haryn menuturkan, hingga Agustus 2023, tren penyaluran kredit sindikasi BCA masih tercatat tumbuh positif. BCA telah mengelola kredit sindikasi sebesar Rp136,4 triliun per Agustus 2023 dan porsi partisipasi BCA dalam kredit sindikasi mencapai Rp25,55 triliun.

INDUSTRI HULU MIGAS : ANGIN SEGAR DARI TEMUAN ANYAR

Hairul Rizal 03 Oct 2023 Bisnis Indonesia

Industri minyak dan gas bumi nasional kembali mendapatkan angin segar dari temuan cadangan bervolume besar oleh perusahaan raksasa asal Italia, Eni. Sentimen positif itu pun diharapkan bisa meningkatkan daya tarik sektor tersebut. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membeberkan bahwa Eni berhasil menemukan cadangan gas bumi di Wilayah Kerja North Ganal, Kalimantan Timur, dengan perkiraan awal gas in place 5 trillion cubic feet (Tcf). Dengan perkiraan awal discovered resources sekitar 609 juta barel setara minyak, laporan tersebut menjadikan temuan di sumur Geng North-1 sebagai salah satu dari tiga besar temuan eksplorasi dunia pada tahun ini. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa temuan tersebut bakal menjadi salah satu giant discovery yang akan meningkatkan cadangan gas secara signifikan untuk mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional secara berkelanjutan agar bisa mencapai target produksi minyak 1 juta barel per hari (bopd), dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (Bscfd) pada 2030. Penemuan raksasa tersebut pun diyakini dapat lebih mendorong investasi eksplorasi yang lebih masif di masa yang akan datang, mengingat potensi migas nasional masih menjanjikan, karena masih ada 68 cekungan dari total 128 cekungan yang belum dibor. SKK Migas pun segera melakukan koordinasi intensif dengan Eni guna merumuskan tahapan-tahapan selanjutnya agar penemuan raksasa tersebut dapat segera di monetisasi.

Eni menyampaikan bahwa temuan cadangan gas bumi dalam jumlah yang signifikan berasal dari sumur eksplorasi Geng North-1 di Blok North Ganal, sekitar 85 kilometer (km) lepas pantai Kalimantan Timur. Berdasarkan keterangan resmi Eni, perkiraan awal menunjukkan total struktur yang ditemukan sebesar 5 Tcf gas dengan kandungan kondensat sekitar 400 Mbbls. Sumur Geng North-1 dibor dengan kedalaman 5.025 meter pada kedalaman air 1.947 meter, melewati kolom gas setebal sekitar 50 meter di reservoir batu pasir miocene dengan sifat petrofisika yang baik. Penemuan Geng North berdekatan dengan kawasan Indonesia Deepwater Development (IDD) yang mencakup beberapa penemuan lawas yang tak kunjung dikembangkan di Blok Rapak dan Ganal, di mana Eni baru-baru ini mengumumkan akuisisi saham Chevron, meningkatkan hak partisipasinya, dan mengakuisisi kepemilikan operator. Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan temuan cadangan gas raksasa dari sumur eksplorasi Geng North-1, Blok North Ganal, garapan Eni dapat segera produksi dalam kurun 2 tahun ke depan. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan bahwa pihaknya bakal memfasilitasi percepatan persetujuan rencana pengembangan lapangan atau plan of development (PoD) dari blok tersebut. Harapannya, rentang waktu persiapan eksploitasi dapat dipangkas menjadi lebih cepat. Founder & Advisor ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan bahwa beberapa kali pembahasan teknologi dan keekonomian dari sebuah PoD yang diajukan terlalu detail dan sangat teknis, sehingga membuat prosesnya membutuhkan waktu panjang.

PENSIUN DINI PLTU : Pemerintah Cari Pembiayaan Alternatif

Hairul Rizal 03 Oct 2023 Bisnis Indonesia
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, pemerintah tetap pada keputusan tidak menggunakan APBN untuk mendanai pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Alasannya, ongkos yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan proyek tersebut terbilang besar. “Kami tidak ingin program ini memberatkan APBN. Program ini didesain untuk sifatnya adalah percepatan,” katanya, Senin (2/10). Dadan menjelaskan, saat ini pemerintah juga memiliki opsi mematangkan skema pembiayaan pensiun dini PLTU lewat program Energy Transition Mechanism (ETM) bersama dengan Asian Development Bank (ADB) dan PT Sarana Multi Infrastruktur. PLTU Cirebon-1 memang bakal menjadi uji coba apakah PLTU batu bara lain di Indonesia dapat didanai oleh ADB di bawah skema ETM dengan kebutuhan dana mencapai Rp4,5 triliun. Sebelumnya, Deputi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto mengatakan, negara-negara Barat sebenarnya belum siap mendanai pensiun dini PLTU Indonesia. Kurangnya konsensus mengenai rencana tersebut dapat berpotensi membuat pemangkasan emisi oleh PLTU di Indonesia makin molor.

INDUSTRI PARIWISATA : Arus Wisman Belum Samai 2019

Hairul Rizal 03 Oct 2023 Bisnis Indonesia
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara selama 8 bulan pertama 2023 tercatat belum bisa menyamai rekor arus kunjungan selama periode yang sama prapandemi Covid-19. Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari—Agustus 2023 mencapai 7,44 juta orang, atau baru 70,02% daripada pencapaian pada periode yang sama 2019. Namun, dia menegaskan arus kunjungan turis asing pada 8 bulan 2023 itu melonjak 126,39% dibandingkan total kunjungan wisman pada periode yang sama 2022. Khusus Agustus 2023, Amalia mengungkapkan arus kunjungan turis asing yang mencapai 1,13 juta kunjungan atau naik 68% secara tahunan dengan didominasi wisman asal Malaysia yang mencapai 174.000 kunjungan atau berkontribusi 15,4%. Jumlah kunjungan turis Malaysia ke Indonesia pada Agustus 2023 itu mengalami kenaikan 12,79% secara bulanan. Pada posisi kedua, turis asal Australia yang datang ke Indonesia pada Agustus 2023 yang mencapai 129.100 kunjungan dengan pangsa sebesar 11,4%. Namun, Amalia menegaskan jumlah kunjungan turis Australia pada Agustus 2023 justru menurun 9,79% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Posisi ketiga ditempati oleh wisman asal Singapura dengan jumlah mencapai 105.500 kunjungan, mencakup pangsa sebesar 9,3% dari total jumlah kunjungan turis asing pada Agustus 2023. 

Mewujudkan Kemandirian Energi

Yuniati Turjandini 02 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Pemerintah memiliki cita-cita besar yakni mencapai kemandirian energi nasional. Namun, untuk merealisasikan itu butuh sejumlah strategi mengingat kebutuhan energi terus meningkat sementara pasokan energi makin terbatas. Karenanya, pemerintah terus mengoptimalkan  sumber daya energi yang ada, tidak hanya fosil, juga energi baru terbarukan (EBT) yang sejalan dengan target pencapaian Net Zero Emission pada 2060. Kemandirian energi tercapai jika tiga kriteria utama terpenuhi, pertama aksebilitas, yaitu kemampuan unutk mendapatkan akses energi. Hal itu terkait dengan ketersediaan  infrastruktur. Kedua daya beli masyarakat terhadap energi dan ketiga adalah ketersediaan energi. "Jepang dan Singapura misalnya, mereka mengelola itu dengan baik memastikan negaranya mendapatkan pasokan. Ini bagian dari kedaulatan. Kita juga lambat laun menuju ke arah sana," menurut komaidi Notonegoro kepada Investor Daily di Jakarta. (Yetede)

Merdeka Cooper Gelontorkan Investasi Rp 4 Triliun

Yuniati Turjandini 02 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKS) menggelontorkan investasi senilai US$ 261,5 juta atau sekitar Rp 4,05 triliun sepanjang  semester I-2023. Jumlah ini, antara lain dipakai untuk Proyek Tembaga Bukit sebesar US$ 24 juta, perbaikan jalan  angkutan tambang US$ 77,5 juta, Proyek AIM US$ 117 juta, dan Proyek Emas Pani US$ 43 juta. Manajemen Merdeka Copper Gold dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (1/10/2023) memaparkan, perseroan menginvestasikan US$ 24 juta di Proyek Tembaga TB, MDKA telah menerbitkan hasil pra-feasibility study (PFS) pada 15 Mei 2023. Hal ini menunjukkan  potensi proyek ini menjadi tambang bawah tanah  yang signifikan secara global dan berumur panjang. "Keyakinan telah tumbuh dalam mengembangkan aset ini dengan perekonomian yang kuat dan proyeksi produksi tembaga dan emas yang besar," ujar manajemen MDKA. (Yetede)

Pilihan Editor